NovelToon NovelToon
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duo Wijaya

Caitlyn keluar dari rumah sakit pack dengan tubuh yang masih terasa nyeri sana sini. Luka goresan di lehernya yang hampir putus oleh cakar Bayu sudah mulai sembuh berkat regenerasi tubuhnya sebagai manusia serigala dan bantuan dokter pack.

Namun, amarah di dadanya justru semakin membara, bak kobaran api yang diumpahi bensin. 

Pakaiannya malam ini sengaja dipilih sesuai isi hatinya yang sedang membara. Gaun berwarna merah super pendek yang nyaris tak menutupi apapun, belahan dada rendah dan rok yang hanya sepanjang telapak tangan. Rambut coklatnya tergerai liar, bibirnya juga diberi gincu merah darah. 

Wanita itu seakan ingin dunia tahu bahwa dia masih hidup. Masih eksis. Masih berbahaya. 

Mobil sportnya meluncur kencang menembus malam menuju kota Jakarta.  Tujuannya adalah Midnight Howl, bar mewah yang menjadi sarang para werewolf liar dan manusia yang haus sensasi. Ia langsung menuju ruang VVIP di lantai paling atas, tempat biasa ia bertemu dengan rekannya.

Begitu pintu ruangan mewah itu terbuka, aroma alkohol, rokok, dan parfum murahan menyambutnya. Di tengah sofa kulit hitam, Brian duduk santai dengan dua wanita cantik berpakaian minim yang mengapitnya. Sebelah tangannya memegang rokok yang mengepul, sementara tangan satunya lagi berada di paha salah satu wanita.

"Anak Babi, Sialan!!" raung Caitlyn sambil membanting pintu hingga bergetar.

Brian hanya menyeringai lebar, matanya yang licik menyipit melihat penampilan Caitlyn. 

"Kau baru sampai dan langsung mengamuk, Cay. Duduklah. Minum dulu."

Caitlyn melangkah mendekat dengan langkah penuh amarah. Tatapannya membunuh. Dua wanita di sisi Brian langsung merasa suasana berubah mencekam. Caitlyn memberi isyarat dingin dengan dagunya, tanpa suara, memerintahkan mereka keluar. Kedua wanita itu buru-buru bangkit dan meninggalkan ruangan, tak berani membantah.

Setelah pintu tertutup, Caitlyn berdiri di depan Brian dengan tangan terkepal. 

"Dimana penyihir sialan itu, Brian?! Aku akan mematahkan lehernya dengan tanganku sendiri!"

Brian tertawa pelan, mengetuk abu rokoknya dengan santai. 

"Duduklah dulu, Cay. Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi padamu. Bukankah kamu berhasil tidur bersama Alpha yang sombong itu? Rencana kita seharusnya mulus.

Caitlyn mendengus keras. Ia merebut gelas whiskey dari tangan Brian dan meneguknya hingga habis dalam sekali teguk. Api alkohol membakar tenggorokannya, tapi tak seberapa dibandingkan amarahnya.

"Aku tidak berhasil tidur dengannya, Brian. Aku malah hampir dibunuhnya!" 

bentaknya. Suaranya bergetar karena marah dan malu. 

"Bayu… monster tampan itu hampir merobek leherku. Kalau bukan karena beberapa rekan yang datang, aku pasti sudah mati di hutan malam itu."

Brian mengerutkan kening. Senyumnya memudar sedikit. 

"Apa yang terjadi? Bukankah kau sudah memakai parfum berisi ramuan sihir itu? Aroma yang seharusnya membuatnya gila dan langsung menidurimu saat itu juga?"

"Parfum konyol itu gagal total, Brian!!" Caitlyn melempar gelas kosong ke dinding hingga pecah berkeping-keping. 

"Aku sudah menyemprotkan ke seluruh tubuhku. Aku mendekatinya dengan segala cara. Menggoda, menyentuh, bahkan berpura-pura patah semangat. Tapi Bayu… Dia bukannya meniduriku, dia malah mau membunuhku. Penyihir sialan itu jelas penipu! Entah dari mana kau mendapatkannya, tapi dia sudah membohongi kita!"

Brian terdiam sejenak. Ia mengusap dagunya yang ditumbuhi janggut tipis, ekspresinya berubah serius. Ruang VVIP itu berubah hening, hanya musik dari ruangan bawah yang masih mengisi latar belakang. Seperti denyut jantung yang gelisah. 

"Ini aneh, Cay," gumam Brian akhirnya. "Penyihir itu tidak pernah melakukan kesalahan dan selalu berhasil memuaskan keinginanku. Ramuannya pernah membuat Beta dari Silver Fang Pack mengkhianati pasangannya hanya dalam satu malam. Ini kegagalannya yang pertama. Mungkin… ada yang salah dengan ikatan mate Bayu dan manusia itu. Atau Luna manusia sialan itu punya kekuatan yang belum kita ketahui."

Caitlyn tertawa sinis, tapi matanya berkaca-kaca karena dendam. 

"Kekuatan katamu? Perempuan itu hanya manusia biasa tanpa kekuatan apapun! Aku melihatnya sendiri. Dia memiliki tubuh kecil yang kelihatan sangat rapuh, wajah pucat dan yang bisa dia lakukan hanya bersembunyi di belakang Bayu bak tikus kecil yang malang.” Caitlyn berbicara dengan nada meremehkan yang kentara.

Brian bangkit dari sofa, berjalan mendekati jendela kaca yang menghadap kota malam. Lampu-lampu neon berkelap-kelip di bawah sana. 

Lelaki itu hanya diam selama beberapa saat. Caitlyn hanya memandangnya jenuh dari belakang.

Lalu, tiba-tiba….

“Aku harus pergi ke suatu tempat, Cay.” Brian berbalik dan langsung memungut jas nya di atas meja.

“Kemana Bri??” Caitlyn bertanya penasaran.

“Rahasia, sweety.” Balasnya dengan senyum manis yang kelebihan gula.

“Dasar playboy!!” Teriak Caitlyn di belakang Brian.

…..

Mobil mewah Brian berhenti tepat di depan rumah besar keluarganya. Keluarga Wijaya.

Ia keluar dengan santai. Beberapa pelayan laki-laki langsung menghampirinya. 

Setelah sedikit memberikan perintah, Brian melesat pergi ke ruang bawah tanah rahasianya. Ruangan yang hanya dirinya dan adiknya yang tahu.

Saat pintu otomatis itu terbuka. Brian langsung tersenyum sumringah. Matanya berkilat penuh nafsu dan sangat licik. Seperti ular berbisa yang menyembunyikan racun mematikan.

“Hallo, brother.” Sapanya pada Brian yang tengah sibuk dengan mainannya.

Brian hanya menoleh sekilas dan fokus lagi. Tidak peduli pada sang kakak yang baru datang.

1
merdi Yanto
villain nya mulai nampak
merdi Yanto
Mana Update nya thor
merdi Yanto
kisah manusia serigala yang fresh banget
merdi Yanto
semangat Update thor🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. Semangat terus ya buat novelnya.

btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!