NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas

Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:System / Sistem
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: KenzieAR

Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.

Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?

Ikuti Kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Perusahaan Misterius dan Wanita CEO Cantik

Malam semakin larut.

Mobil sport hitam milik Alviano melaju meninggalkan kawasan elit keluarga Xafier.

Lampu-lampu kota Jakarta membentang di hadapannya.

Namun pikirannya masih memikirkan satu hal.

Ekspresi wajah keluarganya.

Terutama Armand Xafier.

Untuk pertama kalinya, ayahnya menunjukkan penyesalan.

Jika itu terjadi beberapa minggu lalu, mungkin Alviano akan merasa bahagia.

Namun sekarang...

Perasaannya sudah berbeda.

Ia tidak lagi membutuhkan pengakuan mereka.

Karena hidupnya telah memasuki level yang sama sekali baru.

DING!

Suara sistem terdengar.

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi Rahasia Terpicu!

Dirikan Perusahaan Pertama Anda

Target:

Membangun perusahaan dengan valuasi minimal Rp100 miliar.

Hadiah:

• Rp200 miliar

• Skill Kepemimpinan Tingkat Dewa

• Mystery Box Platinum

• Gelar: Raja Bisnis Pemula

━━━━━━━━━━━━━━━

Mata Alviano berbinar.

Perusahaan?

Itu memang bagian dari rencananya.

Jika hanya mengandalkan hadiah sistem, kekayaannya akan terus bertambah.

Namun ia ingin sesuatu yang lebih besar.

Ia ingin membangun kerajaan bisnis miliknya sendiri.

Sebuah kerajaan yang suatu hari akan mengguncang dunia.

"Aku terima."

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi Diterima.

━━━━━━━━━━━━━━━

Saat itulah Mata Dewa Analisis aktif dengan sendirinya.

Sebuah informasi muncul di hadapannya.

━━━━━━━━━━━━━━━

Peluang Terbaik Saat Ini:

Akuisisi Perusahaan Teknologi

Nama: Sky Future Technology

Status:

Hampir Bangkrut

Nilai Asli:

Rp650 miliar

Harga Akuisisi Saat Ini:

Rp80 miliar

Potensi Masa Depan:

★★★★★

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano tersenyum.

Perusahaan senilai enam ratus lima puluh miliar bisa dibeli hanya delapan puluh miliar?

Ini jelas kesempatan emas.

Keesokan harinya.

Alviano langsung meminta asisten hotel mengatur pertemuan dengan pemilik perusahaan tersebut.

Dua jam kemudian.

Ia tiba di sebuah gedung perkantoran yang tampak sepi.

Gedung itu cukup besar.

Namun suasananya suram.

Banyak karyawan terlihat murung.

Beberapa bahkan sedang membereskan barang-barang pribadi.

Jelas perusahaan sedang berada di ambang kehancuran.

Seorang sekretaris membawa Alviano menuju ruang rapat utama.

Ketika pintu terbuka.

Alviano sedikit terkejut.

Karena yang duduk di kursi CEO bukan pria tua seperti yang ia bayangkan.

Melainkan seorang wanita muda yang sangat cantik.

Rambut hitam panjang.

Kulit putih mulus.

Mata tajam dan cerdas.

Aura elegan yang membuat siapa pun sulit mengalihkan pandangan.

Dia mengenakan setelan bisnis hitam yang memperlihatkan sosok profesional dan berkelas.

Wanita itu berdiri.

"Selamat datang."

"Saya CEO Sky Future Technology."

"Nama saya Larissa Hartono."

Alviano mengangguk.

"Alviano Revende Xafier."

Ketika kedua tangan mereka berjabat.

Larissa sedikit terkejut.

Karena pria di hadapannya terlihat jauh lebih muda dari yang ia perkirakan.

Bahkan mungkin hanya berusia sekitar dua puluh tahun.

Namun aura percaya diri yang dimilikinya tidak kalah dari para konglomerat senior.

"Silakan duduk."

Mereka berdua duduk berhadapan.

Larissa langsung berbicara.

"Jujur saja."

"Saya tidak mengerti kenapa Anda tertarik pada perusahaan kami."

"Kondisi kami sangat buruk."

Alviano tersenyum.

"Aku tahu."

Larissa terdiam.

Biasanya investor akan berusaha mencari informasi sebanyak mungkin sebelum mengakui kondisi perusahaan.

Namun pria ini malah mengatakannya secara langsung.

"Apa Anda tahu bahwa perusahaan kami hampir bangkrut?"

"Tahu."

"Utang kami besar."

"Tahu."

"Investor meninggalkan kami."

"Tahu."

Larissa mulai bingung.

"Kalau begitu kenapa Anda datang?"

Alviano menatapnya.

Kemudian menjawab dengan santai.

"Karena perusahaan ini bernilai jauh lebih tinggi daripada yang dipikirkan semua orang."

Kalimat itu membuat Larissa membeku.

Karena itulah yang selama ini ia yakini.

Sky Future Technology memiliki teknologi kecerdasan buatan yang sangat canggih.

Masalahnya bukan produk mereka.

Masalahnya adalah modal.

Tanpa dana tambahan, perusahaan akan tutup sebelum teknologinya berkembang.

Namun tidak ada investor yang mau mengambil risiko.

Semua menganggap perusahaan itu gagal.

Semua kecuali Alviano.

Sementara itu.

Mata Dewa Analisis kembali aktif.

━━━━━━━━━━━━━━━

Larissa Hartono

Usia: 24 Tahun

Tingkat Loyalitas Awal:

75%

Kemampuan:

★★★★★

Bakat Manajemen:

SS

Bakat Bisnis:

SS

Potensi Masa Depan:

Sangat Tinggi

Rekomendasi:

Rekrut Sebagai CEO Utama

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano sedikit terkejut.

Ini pertama kalinya sistem menganalisis seseorang sedetail ini.

Dan hasilnya luar biasa.

Wanita ini adalah talenta tingkat atas.

Jika direkrut dengan benar.

Nilainya bahkan lebih besar daripada perusahaan itu sendiri.

"Aku akan membeli perusahaan ini."

Ucapan Alviano membuat Larissa langsung membelalak.

"Maaf?"

"Aku akan membeli seluruh saham mayoritas."

Larissa menatapnya tidak percaya.

"Anda serius?"

"Sangat serius."

"Delapan puluh miliar."

"Aku setuju."

Larissa benar-benar terpana.

Biasanya proses negosiasi berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Namun pria ini langsung setuju.

Tanpa tawar-menawar.

Tanpa ragu.

"Apa Anda bahkan tidak ingin melihat laporan keuangan dulu?"

Alviano tersenyum.

"Aku sudah melihat yang perlu kulihat."

Kalimat itu terdengar misterius.

Namun justru membuat Larissa semakin penasaran.

Beberapa jam kemudian.

Proses akuisisi resmi dimulai.

Berita tersebut langsung mengejutkan seluruh perusahaan.

"Perusahaan kita dibeli?"

"Benarkah?"

"Siapa pemilik baru?"

Ketika mereka melihat Alviano.

Semua orang tercengang.

Terlalu muda.

Terlalu tampan.

Dan terlalu tenang.

Bahkan beberapa karyawan mengira dirinya adalah artis terkenal.

Di aula utama.

Alviano berdiri di depan seluruh staf.

Lebih dari dua ratus karyawan memandangnya.

Sebagian penuh harapan.

Sebagian penuh keraguan.

Sebagian lagi pesimis.

Karena mereka sudah terlalu sering dikecewakan.

Alviano menatap mereka satu per satu.

Kemudian berkata dengan tenang.

"Mulai hari ini."

"Aku adalah pemilik baru perusahaan ini."

Ruangan langsung sunyi.

"Aku hanya ingin mengatakan satu hal."

"Kalian tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan."

Semua orang terdiam.

Beberapa bahkan tampak hampir menangis.

Karena itulah ketakutan terbesar mereka.

"Kedua."

"Aku akan meningkatkan anggaran penelitian tiga kali lipat."

BOOM!

Kali ini seluruh ruangan gempar.

Larissa bahkan sampai membelalak.

Tiga kali lipat?

Padahal sebagian besar investor sebelumnya justru memangkas dana penelitian.

Namun Alviano melakukan kebalikannya.

Karena hanya dirinya yang tahu.

Teknologi yang sedang dikembangkan perusahaan ini akan menjadi revolusi besar dalam beberapa tahun ke depan.

Dan ia berniat menjadi orang pertama yang memanfaatkannya.

Tepuk tangan mulai terdengar.

Kemudian semakin keras.

Semakin banyak.

Sampai akhirnya seluruh aula bergemuruh.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

Harapan kembali muncul di perusahaan itu.

Malam hari.

Setelah semua urusan selesai.

Alviano berdiri di lantai tertinggi gedung Sky Future Technology.

Di sampingnya berdiri Larissa.

Wanita itu masih tampak tidak percaya dengan semua yang terjadi hari ini.

"Anda benar-benar berbeda dari investor lain."

kata Larissa.

Alviano tersenyum.

"Mungkin."

Larissa menatap kota Jakarta.

"Lalu apa tujuan Anda?"

Biasanya seorang investor membeli perusahaan demi keuntungan.

Namun ia merasa Alviano memiliki ambisi yang lebih besar.

Alviano memandang langit malam.

Kemudian menjawab.

"Aku ingin membangun kerajaan bisnis terbesar di dunia."

Larissa terdiam.

Kalimat itu terdengar mustahil.

Namun entah kenapa.

Saat keluar dari mulut Alviano.

Kalimat tersebut terdengar sangat meyakinkan.

Seolah suatu hari nanti memang akan menjadi kenyataan.

Pada saat yang sama.

Suara sistem kembali terdengar.

DING!

━━━━━━━━━━━━━━━

Selamat!

Perusahaan Pertama Berhasil Diakuisisi!

Valuasi Saat Ini:

Rp650 miliar

Misi Selesai!

Hadiah:

• Rp200 miliar

• Skill Kepemimpinan Tingkat Dewa

• Mystery Box Platinum

• Gelar: Raja Bisnis Pemula

━━━━━━━━━━━━━━━

Senyuman Alviano semakin lebar.

Perjalanan menuju puncak baru saja dimulai.

Dan tanpa disadari siapa pun...

Seorang pemuda yang dulu diusir keluarganya kini telah menjadi pemilik perusahaan teknologi bernilai ratusan miliar rupiah.

Namun yang tidak diketahui Alviano adalah...

Di balik layar.

Ada seseorang yang mulai memperhatikannya.

Seseorang dengan kekuatan dan kekayaan yang jauh melampaui keluarga Xafier.

Dan pertemuan mereka akan mengubah arah hidupnya sekali lagi.

[Tamat Bab 4]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!