NovelToon NovelToon
Suami Bulukku Mendadak Tajir

Suami Bulukku Mendadak Tajir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Contest / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: indah yuni rahayu

Samsul Ramadhan, ya itulah nama yang cocok untuk cowok miskin plus buluk diantara yang lain.
Di awal pernikahannya dia sudah tak tahan karena hinaan yang diberikan keluarga Erlin karena dia seorang yang papa. Namun, keadaaan mengubah takdir setelah dia bertemu dengan kakek kandungnya.
Samsul mengubah namanya menjadi Samuel.
Dia membalas sakit hatinya dengan mendekati Eliana, adik Erlin. Karena keseringan bertemu, Eliana pun jatuh hati padanya.
Akankah Samuel mempertahankan rumah tangganya dengan Erlin atau kah menikahi Eliana??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bukan Bayi Lagi

"Erlin tidak hamil!" ujarku saat aku membuka pintu. Semua orang yang ada di kamar pasien menatapku.

"Tuan Muda Sam," papi mami langsung menghampiriku.

"Dokter bilang, Erlin hanya kelelahan, bukan hamil seperti yang kalian tuduhkan." sambungku.

Papi mami menunduk lalu mendongak lagi menatapku.

"Kapan Tuan Muda melanjutkan pertunangan dengan Eliana. Eliana semalaman tak bisa tidur, dia terus menangis meratapi kesedihannya. Semua teman kampus mengejeknya, lantaran gagal tunangan. Apa Tuan Muda tidak kasihan dengan putri kami?" ujar papi mengalihkan pembicaraan.

"Eliana sudah banyak berubah sejak Tuan Muda Sam mengumumkan akan bertunangan dengannya. Dia gadis yang baik, jadi ku mohon bahagiakan dia!" imbuh mami.

Aku seorang pria yang tidak mudah mengingkari janji, oleh karena itu aku menyanggupi mereka.

"Ya, setelah Erlin sembuh." sahut ku.

"Benarkah Tuan Muda Sam?" tanya mami begitu senangnya. Aku hanya mengangguk pelan. Kemudian setelah mendapat kepastian dariku, mereka berdua pergi.

"Samuel, aku sangat menyanyangi adikku. Aku tak suka jika kamu membatalkan pertunangan itu." ujar Erlin.

"Ya ... ya ... aku masih ingat ucapanmu, setelah kamu sembuh aku akan segera melamarnya."

"Aneh ya kedua orang tua kamu, sudah jelas kamu sakit, eh mereka malah mementingkan hal lain." ujarku sedikit kesal dengan papi mami.

"Eliana sejak kecil sering sakit - sakitan, papi dan mami sudah banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatannya. Tidak banyak sih, hanya saja jika terlanjur kambuh, semua orang akan merasa panik." terang Erlin membuatku mengerti betapa sayangnya papi mami sama Eliana ketimbang Erlin.

"Oh, aku kira kamu anak tiri mereka. Ngomong - ngomong Eliana sakit apa?" tanyaku sedikit penasaran dengan cerita Erlin.

"Alergi kacang,"

"Hah, gara - gara makan kacang saja bisa alergi?" aku tak percaya orang kota seperti mereka tak bisa menikmati betapa enak nya makan kacang itu.

Erlin hanya tersenyum menimpali ucapanku.

"Apa itu?" Erlin menunjuk pada paper bag yang aku bawa.

"Ini, aku membawakan baju ganti dan beberapa buku. Aku pikir kamu bosan di sini terus, mungkin dengan membaca bisa menghilangkan rasa kejenuhan mu," kataku sedikit kikuk. Aku mengeluarkan satu stel baju dan dua buah novel.

Dia melihat apa yang aku keluarkan.

"Novel!" dia menggapai dua buah buku di tanganku. Aku menyerahkan dengan harapan dia segera pulih.

"Kamu suka?"

"Suka banget!" dia mulai membuka halaman pertama.

"Eh tunggu, ini kan belum siang, bagaimana bisa kamu membesuk ku di jam kerja seperti ini?" tanyanya terlihat polos.

"Kamu lupa, aku kan CEO,"

"Mentang - mentang CEO, jangan menyepelekan waktu!" sarannya.

"Iya Tuan Putri," ujarku yang langsung membuat dia tertawa.

Aku menyukai ini Erlin, sungguh, rasanya aku ingin menyudahi balas dendam yang tak berarti ini. Agar kita bisa hidup layaknya suami istri sungguhan, bukan pernikahan di atas kertas yang pernah kamu katakan.

Aku menemaninya membaca hingga tak terasa aku tertidur. Dalam tidur, aku bermimpi kamu membelai kepalaku untuk yang pertama kali dalam hidupku.

Suara suster membangunkan aku. Ternyata aku sudah tidur cukup lama, hampir dua jam.

"Waktunya makan siang," ujar suster seraya menyerahkan baki berisi mangkuk, sayur, dan buah pisang.

Suster meletakkan baki tersebut di atas meja.

"Terima kasih," ujar kami hampir kompak.

Setelah itu suster pergi. Aku mengambil baki dan meletakkan diatas pangkuan Erlin.

"Aku bukan bayi dan berhenti ingin menyuapi ku!" ujarnya melarangku.

"Ya ... ya ... aku mengerti, cepat habiskan sebelum dingin!" kataku seraya mengambil buku novel yang ada di sampingnya, meletakkan di atas meja.

"Aku nggak suka pisang." ujarnya seraya memberikan padaku.

Aku menerimanya.

"Ya jelas kamu nggak suka pisang, kamu kan bukan monyet," kataku sedikit meledek.

Dia melotot ke arahku.

"Jadi kamu menyamakan aku dengan monyet?"

"Ampun Tuan Putri!" ujarku seraya mengatupkan telapak tangan.

Dia tersenyum kecil, aku tahu itu.

Makan siang pun sudah selesai.

"Em, tunggu!" aku menggerakkan tangan ke arah dagunya yang lancip.

Dia terlihat bergidik.

"Ada sisa nasi di sini," kataku seraya menunjukkan dengan dua jari ku.

Pukul 17.00

Akhirnya Erlin dinyatakan boleh pulang oleh dokter. Dokter berpesan agar sering - sering membawanya ke suasana yang menyenangkan agar tak depresi lagi.

Dia mengenakan baju yang aku bawakan pagi tadi. Pas dan cukup cantik.

Aku ingin memapahnya berjalan menuju parkiran.

"Aku bisa jalan sendiri, ingat aku ...." tolaknya.

"Ya ... ya ... aku tahu kalau kamu bukan bayi lagi, itu kan yang ingin kamu katakan," sangka ku, dia tertawa renyah seraya berjalan mendahuluiku.

Aku membukakan pintu untuknya. Kami duduk terpisah.

"Bondan, jalan!" titahku.

"Oh iya Tuan Muda Sam, tadi kakek bilang ponsel Tuan sulit dihubungi. Tuan diminta untuk segera membaca pesannya sekarang!" ujar Bondan dengan hormat.

"Kakek? Apa ada hal penting?"

"Maaf Tuan, saya kurang tahu,"

Aku sengaja tak memberikan nada dering pada ponselku saat bersama Erlin, agar tak ada yang menggangguku.

Saat kulihat pesan masuk dari kakek, kagetnya bukan main aku.

Kakek meminta aku untuk membelikan cincin. Sebuah cincin permata dengan logo hati untuk Erlin.

"Bondan, sebentar, aku ingin menghubungi kakek dulu!" kataku, Bondan menghentikan mobilnya.

Aku segera keluar.

"Hallo, Kakek!"

"Hallo Sam, bagaimana kabar kamu?"

"Kakek jangan basa - basi, apa maksud kakek dengan meminta ku untuk membeli kan cincin permata?"

"Sam, bukankah cincin yang ingin kamu berikan pada istrimu sudah kamu berikan pada adiknya? Jadi, kamu harus adil juga, beli kan cincin untuk Erlin!" titah kakek.

"Kakek, nanti kalau dia curiga bagaimana?"

"Kakek yang akan menjelaskan nanti, sudah sana, bawa Erlin ke toko perhiasan sekarang!"

"Tapi Kek, hallo ... hallo ... Kek, ya putus," keluh ku.

Aku kembali masuk ke dalam mobil.

"Bondan, kita balik arah sekarang!"

"Baik Tuan Muda,"

"Loh, kok kita berputar arah?" tanya Erlin terdengar bingung.

"Iya, aku ingin mengambil pesanan kakek. Tidak apa - apa kan? Atau mungkin kamu aku antar pulang dulu?"

"Tidak usah, nanti bolak balik kamu, ya sudah aku ngikut saja,"

Bondan melajukan mobil menuju toko perhiasan. Perjalanan kami memakan waktu hampir 45 menit. Di pertengahan jalan, kami berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat magrib. Selesai beribadah, kami melanjutkan perjalanan.

Akhirnya aku sampai di sebuah toko emas yang terkenal di Jakarta. Aku berharap suatu saat nanti bisa membuka cabang toko emas milikku di ibu kota ini.

"Erlin, kemarilah!" aku mengayunkan tangan memanggilnya.

"Apa?"

"Tolong bantu aku!"

"Bantuan seperti apa yang bisa aku lakukan?" tanyanya terdengar enggan untuk datang ke arahku.

"Sudah jangan protes!" aku sudah mendapat satu cincin dengan motif love. Aku meminta dia mengulurkan tangan. Dengan sedikit grogi juga aku memakai kan cincin di jari manisnya. Dan ternyata pilihanku tepat sasaran.

"Cincin, untuk Eliana?" tanya Erlin seraya mengamati cincin di jarinya.

"Bukan, untuk kakek." sahut ku seraya melepas kembali cincin itu.

"Pilihan yang bagus, lantas untuk apa cincin itu?" tanyanya terdengar penasaran.

"Nanti, setelah sampai rumah kamu tanya sendiri pada kakek," sahutku seraya melakukan pembayaran ke kasir.

"Heh, ditanya begitu saja, jawaban ya sewot," keluhnya namun masih terdengar olehku.

Bersambung ....

Hai reader semuanya, kalian lebih suka yang mana? Erlin sama Samsul atau Eliana sama Samsul?

Terima kasih atas komentar kalian yang sangat membangun ini. Jangan lupa untuk tetap dukung author tercinta kalian ini ya....

😘😘😘😘😘😘😘😘

1
DPras
dendam dipelihara.. klo dendam yg elegan donk jgn malah masih berharap... hadeh MC nya aneh
Kam1la: ha ha, iya. maaf mengecewakan
total 1 replies
isma mail
di apartemen kok ada balok kayu?
Ig : Author_fanie.liem
Thor, Folback dong
ga BS kirim chat ya
Ig : Author_fanie.liem
Thor maaf baru mampir LG...
Wangintowe Tundugi
males bacanya
Wangintowe Tundugi
kok jadi ngawur ya
Kam1la: terimakasih sudah mampir,
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
ya ampun iri sama kakek" wkwkkw
Ig : Author_fanie.liem
KEREN BANGET POKOKNYA SAJIAN PENULISANNYA, AKU JUGA BELAJAR BANYAK
LOVE POKOKNYA
Ig : Author_fanie.liem
mantap jiwa kalau ak punya suami gn wmwnw
Edy Sulaiman
ini bukan balas dendam Sam, tdk spt ini cara bls dendam, bls dendam tuh mereka semua dimelaratkan diam dikontrakan yg sempit kalu ini mah namanya memanjakan...
Edy Sulaiman
mc ny tmbah oon...
Edy Sulaiman
Awal cerita sgt bagus ,namun saat ini alur cerita mengambang terkesan amburadul tdk berkmbang..
Edy Sulaiman
alur critanya mulai gk sreg.thor,kurang dramatis,.
Edy Sulaiman
utk mengetahui isi hati Erlin seharusnya Sam kmbali spt samsul yg lama buluk dan miskin...
Titus Esthi P. W
Luar biasa
Kam1la: terimakasih Kak, semoga terhibur ya!
total 1 replies
Mohammad Ridwan
alurnya patah2. cerita kurang mengalir dan tidak berkembang.. dan parahnya mengapa harus adik iparnya yg mnjadi korban? bukankah dia karakter yg baik?
Kam1la: iya Kak, maaf jika kurang menghibur. Eliana terlalu egois, karena keturunan yang mempengaruhi pikiran.
total 1 replies
Siska Sefyona
udh kaya jd sombong si sam
Siska Sefyona
makin lama cerita ny kok si sam jd makin sombong Thor
Siska Sefyona
AQ ketawa ja y😅😅😅😅
Asmarali
tega nya memfitnah suami sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!