Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkenalan (Part 1)
Seperti yang sudah di janjikan Pras kepada ibunya. Bahwa dia akan memperkenalkan Nadya.
Pras mengirim taksi untuk menjemput ibu dan Zylva ke sebuah restoran mewah siang ini. Sementara Pras pergi menjemput Nadya.
Dalam perjalanannya menuju ke restoran itu, terjadi perbincangan hangat antara mereka.
"Mas, kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan sekarang? Kamu sudah siap untuk mengenalkan aku pada ibumu?" ucap Nadya yang merasa was-was seandainya ibunya Pras tidak merestui hubungan mereka.
"Insyaallah aku sudah siap, jadi jangan khawatir ya..! Sudah lama aku belajar untuk membuka lembaran baru, namun baru kali ini aku benar-benar merasakan jatuh cinta lagi. Jatuh cinta untuk yang kedua kalinya dengan orang yang berada," Ucap Pras sambil menoleh ke arah pemilik paras ayu yang sedang duduk bersamanya saat ini.
Nadya pun tersipu malu. Dia merasakan hal yang sama dengan Pras sejak pengkhianatan yang dilakukan oleh calon suaminya dulu. Kali ini dia merasakan ketentraman hati dan merasakan kenyamanan jika berada di sisi pria tampan itu.
Dan dia membulatkan hatinya untuk menerima cintanya Pras. Baginya, inilah waktunya untuk kembali menikmati kebahagiaan yang sempat menjauh dari kehidupannya.
Dia meyakini bahwa ini adalah takdir Allah. Segala sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupannya juga atas izin dan kehendak Allah.
"Bismillah..." dia memantapkan hatinya.
"Insyaallah aku pun siap menjalani kehidupan baruku bersama mu, mas" ucap Nadya membalas senyum manis yang disuguhkan Pras.
"Menurut mas, ibu akan menerima aku nggak ya? terus kalau ibu tidak merestui kita gimana??" wajah cantik Nadya tampak begitu gugup.
"Takut sekali atau takut aja..?" ledek Pras yang melihat wajah panik Nadya.
"Iiih.. kamu..!! Liat aja nanti saat kamu ketemu dengan papaku. Kamu pasti akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang, mas."
Pras tertawa geli melihat sikap Nadya.
"Kok malah ketawa.., nggak lucu ah!" Nadya kembali manyun.
"Hehee.., habis kamu lucu sih. Tapi tenang aja. Ibuku orangnya baik kok, nggak galak bahkan dia sangat penyabar. Dari aku kecil ibu tidak pernah memarahiku meskipun aku salah. Ibu hanya diam lalu menasehati ku. So, jangan khawatir ya, aku ada mendampingi mu," ungkap Pras sambil menggenggam tangan lembut Nadya.
Nadya pun menarik nafas panjang lalu mengangguk sambil tersenyum manis.
Mereka lebih dulu tiba di Restoran yang terkenal dengan makanan yang memiliki harga fantastis. Tapi sesuai dengan cita rasa yang disajikannya.
"Mas, apa ini tidak berlebihan?" tanya Nadya yang juga mengetahui harga-harga fantastis dari setiap menu di restoran itu.
Pras tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Untuk orang teristimewa," ucap Pras lirih ditelinga Nadya.
"Mas, aku ke toilet bentar ya."
Nadya berlalu meninggalkan Pras yang masih duduk menunggu ibu dan Zylva. Nadya berpapasan dengan seorang perempuan cantik tapi terlihat agak sedikit jutek.
"Ough..!" Nadya mengaduh kesakitan saat pundaknya beradu dengan perempuan cantik itu.
"Bisa lihat jalan nggak sih!!" teriak perempuan cantik itu.
"M..maaf mbak, saya tidak sengaja..," sahut Nadya, meskipun dia tahu perempuan itu yang salah.
"Lain kali hati-hati ya, kalau jalan tuh pakai mata!!" seru perempuan itu sambil berjalan melangkahkan kaki jenjangnya.
Nadya hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya. Melihat perempuan itu berlalu dari hadapannya dan hanya punggung terbuka tanpa balutan kain penutup yang tampak oleh Nadya.
Tak lama kemudian taksi yang membawa Ibu dan Zylva pun tiba di parkiran restoran. Entah kenapa mata ibu memendarkan pandangannya ke sekeliling area parkiran sebelum turun dari taksi.
Mata ibu menangkap sosok yang saat ini sangat menakutkan baginya. Orang yang bisa nekat melakukan apapun demi tercapainya sesuatu yang diinginkan.
"Maaf, Bu. Kita sudah sampai di alamat yang dituju," ucap bapak supir taksi.
"Oh iya, sebentar pak. Mainan liontin saya sepertinya terjatuh, jadi saya masih mencarinya. Maaf ya, pak," ibu menunduk dan berpura-pura mencari mainan liontin miliknya.
Ibu tidak ingin kehadirannya di Restoran itu diketahui oleh Shella yang sedang menaiki mobil yang terparkir tepat di samping taksi yang dinaiki ibu dan Zylva.
"Nek, capek.. ini apa yang menggantung di liontin nenek..?" ucap Zylva membuat nenek terperangah.
"Oh iya, maklum lah nenek sudah tua, ayo kita turun..," ajak nenek karena melihat situasi yang sudah aman.
"Pak terima kasih ya," ucap ibu kepada bapak supir taksi itu. Lalu ibu dan Zylva melangkah menuju meja makan dimana Pras berada.
Pras melambaikan tangannya ke arah ibunya yang sedang melingak-lingukkan pandangannya mencari wajah tampan anaknya.
Ibu mendekati Pras, dan duduk di meja yang sama. Tapi ibu masih memendarkan pandangannya.
"Ibu..cari siapa?" tanya Pras membuat pencariannya terhenti.
"Dimana orang yang akan kamu kenalkan pada ibu dan Zylva?" sahut ibu.
"Jangan - jangan tadi Shella bertemu dengan Pras bersama perempuan lain. Kemudian mereka bertengkar dan Shella di usir oleh Pras. Duh gimana nih?? lalu perempuan itu?" batin ibu yang sudah mulai gusar.
"Oh.. dia lagi ke toilet, bu." jawab Pras.
"Ibu.. baik-baik saja, kan?" lanjut Pras karena melihat ibunya seperti kurang nyaman.
*Bersambung ya teman 🤗
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak ya 😍😘😍*
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️