NovelToon NovelToon
Aktivis: Perjuangan Dan Cinta

Aktivis: Perjuangan Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Tamat
Popularitas:68.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chandra Syah Putra

Seorang mahasiswa baru yang bernama Alex mendapatkan panggilan jiwa untuk membela hak-hak rakyat yang dirampas oleh penguasa, perjuangan yang direalisasikan dengan turun ke jalanan menentang kebijakan yang tidak sesuai.

Hingga di suatu titik dia menemukan bunga revolusi bernama Diana yang menjadi pusaran semestanya. Ibarat kapal yang mengarungi samudra luas, dia menemukan pelabuhan untuk berlabuh dan menurunkan jangkar hatinya.

Alex yang terus berkembang hingga menjadi panglima perang di parlemen jalanan, dan selalu siap bertempur melawan ketidak adilan bagi rakyat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chandra Syah Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keresahan

Kini, hari-hari yang Alex lalui penuh dengan kekosongan akibat kehilangan pusaran semestanya, dan lagi di kampus sepertinya Rosa menjauhi Alex akibat rasa sakit yang dia berikan untuk kedua kalinya.

Kehilangan seorang sahabat, ditambah kehilangan tempat hati tertambat. Menjadikan dirinya harus lari pada kerabat yang selalu ada setiap saat. Beni, menjadi tempat terakhirnya untuk bersandar ketika jiwa terluka hebat.

Langkah yang lemah akibat guncangan jiwa yang dahsyat, hanya mampu membawanya ke kedai kopi Litera untuk berkeluh kesah demi menenangkan hasrat. Di sana dia disambut oleh Beni yang sepertinya telah menunggu lama.

Segala keresahan yang Alex alami dia curahkan semuanya kepada Beni, namun berharap ingin mendapatkan solusi mengenai problematika hati yang sedang dia alami. Beni sendiri tidak tau harus memberi saran apa mengenai masalah yang begitu rumit.

Melihat adiknya yang begitu resah dan terpuruk mengenai susana hati, dia lantas mengajak Alex untuk memulai pendakian. Distraksi alam mungkin dapat menenangkan hati yang begitu carut-marut, seperti yang dia lakukan dahulu ketika harus ditinggalkan oleh sang kekasih untuk selama-lamanya.

“Aku juga tidak ada solusi untuk masalah kau itu, bagaimana jika kau ikut aku mendaki ke gunung Slamet. Barang kali distraksi alam dapat menenangkan hati” (Beni)

Alex yang tidak harus mau lari ke mana lagi hanya bisa mengikuti ajakan Beni tersebut. Dia lalu meminta izin kepada pemilik kedai untuk tidak masuk bekerja sama 3 hari demi dapat menemukan penawar hatinya.

Pemilik kedai yang menyadari bahwa Alex sedang mengalami masalah hanya bisa mengiyakan permohonan Alex. Malam yang begitu kelam menyelimuti mereka berdua yang sedang di dalam kereta untuk menuju ke Jawa Tengah.

Gunung Slamet merupakan puncak tertinggi di Jawa Tengah, estimasi pendakian sendiri biasanya memakan waktu 2 hari baru sampai ke puncak. Alex yang baru kali ini mendaki gunung, ditambah dengan suasan hati yang sangat kacau membuat dirinya tidak yakin untuk dapat memijakkan kaki di atas puncak Slamet.

“Bang Beni, bagaimana jika aku tidak sanggup untuk mencapai puncak?” (Alex)

“Puncak gunung tidak akan lari ke mana-mana. Tak mesti berlari untuk dapat sampai ke puncak, kau merangkak juga akan sampai asalakan konsisten, itu kunci paling penting” (Beni)

Kata-kata sarkas yang Beni berikan bermaksud untuk dapat memotivasi Alex dalam menyelesaikan masalah hatinya. Beni berharap, Alex dapat mengerti maksud dan tujuannya mengajak dirinya untuk mendaki gunung.

Perjalanan panjang telah mereka lalui, kini mereka berdua telah tiba di Desa Jurangmangu, Pulosari, Kabupaten Pemalang. Karena jalur pendakian yang Beni pilih kali ini untuk Alex melalui Jurangmangu, sebuah jalur yang sangat jarang dilewati oleh para pendaki karena kesulitannya.

Namun Beni berpikir bahwa jalur ini sangat cocok bagi pendaki yang sedang patah hati, sebab kesunyian yang diberikan dapat dengan mudah mendistraksi hati yang sedang frustrasi. Alex yang baru pertama naik ke gunung hanya mengikuti arahan Beni berikan padanya.

Segala perlengkapan pendakian sudah siap, dan izin dari juru kunci gunung Slamet telah berada di tangan. Tepat pukul 09:00 pagi, Alex dan Beni memulai perjalan mereka.

Kesunyian hutan membuat Alex dapat mendengar suara jantungnya yang berdetak kecang memompa darah ke seluruh tubuh. Peluh keringat membasahi bajunya, ditambah rasa gatal yang dia terima akibat gigitan pacat penghisap darah mengerumuni kakinya.

Berjalan kaki selama 4 jam tanpa henti akhirnya harus membuat Alex meminta Beni untuk berhenti sejenak.

“Bang, Bisa berhenti sebentar?. Saya sudah sakratul maut ini” (Alex)

“Hahahah…, malaikat maut sepertinya juga malas mencabut nyawa orang yang lemah kayak kau ini. Ya sudah kita istirahat sambil makan siang baru lanjut lagi” (Beni)

Beni lalu mengeluarkan perlengkapan yang berada dalam tasnya lalu memulai untuk memasak. Kelelahan yang Alex terima akibat pendakian dapat mengalihkan perasaannya yang kacau sebelumnnya.

Orang-orang bilang sebuah kesibukan dapat mengalihkan perasaan sakit hati bagi orang-orang yang baru diputuskan cintanya, dan hal itu nyata bagi Alex. Dia kini tidak terlalu memikirkan mengenai rasa sakit yang ada dalam hatinya.

Rasa lelah Alex kini sudah terobati sedikit, dan asupan energi yang masuk ke tubuhnya mengembalikan semangat untuk mendaki.

Perjalanan kian sulit akibat jalur pendakian yang semakin terjal untuk dilalui. Beni yang sudah terbiasa naik gunung terlihat tidak sedikitpun merasa kelelahan dalam pendakian ini, namun bagi Alex ini seperti perjalanan menggapai langit yang sangat sulit untuk dicapai.

Langkah demi langkah Alex angkat untuk dapat menapak di puncak Slamet, hingga malam yang begitu dingin di atas gunung merasuki hingga ke tulang-tulangnya. Kini mereka berdua telah sampai di pos trakhir untuk beristirahat.

Alex yang telah lelah dengan cobaan dunia hari ini lalu segera mendirikan tenda untuk mereka berdua istirahat, sedangkan Beni melakukan tugasnya untuk memasak makan malam demi dapat mengisi perut yang sudah keroncongan.

Sambil ditemani api ungun yang menyala di depan tenda mereka berdua nyantap makan malam di tengah kesunyian alam, terdengar beberapa suara binatang malam yang membut suasana kian menakutkan.

“Bang, suara apa itu!. Sepertinya sangat dekat dengan kita” (Alex)

“Ah…, palingan cuma suara monyet. Kau tidak usah terlalu khawatir, sekarang coba kau lihat ke atas aja” (Beni)

Terlihat begitu banyak bintang-bintang bertaburan yang membuat angkasa kian indah, namun membuat Alex kembali teringat pada Diana. Keindahan semesta bagi Alex kini hanya terdapat pada Diana seorang.

Di hati Alex, mata Diana merupakan implementasi dari keindahan jagat raya. Namun jagat raya tersebut telah membuangnya ke pusaran lubang hitam yang membuat hatinya sekarang kelam. Tanpa sadar, tetesan air mata mengalir dari matanya.

“Bah, mengapa pulak kau menangis?” (Beni)

“Saya kembali teringat kepada Diana bang. Sejauh manapun kaki melangkah, namun hati tetap pulang kepadanya” (Alex)

“Sudah, sudah, jangan terlalu kau pikirkan. Apabila dia memang tadir yang semesta berikan pasti tidak akan pergi kemanapun. Ada baiknya kau tidur, besok jam 4 pagi kita mulai mendaki ke puncak” (Beni)

Kabut hitam perlahan masuk dalam pikiran Alex yang membuatnya tertidur pulas.

***

Hawa dingin di dataran tinggi sangat nyaman hingga membuat siapa saja yang tidur enggan untuk bangun, namun Beni yang berniat untuk mengejar momen matahari terbit di atas puncak Slamet memaksa dirinya untuk membangunkan Alex dari tidurnya.

Pendakian mereka lanjutakan di pagi-pagi buta, mau tidak mau Alex harus mengikuti perintah Beni. Perjalanan kali ini lebih berat dari hari kemarin, jalur yang semakin miring memaksa otot-otot kaki untuk bekerja ekstra untuk menopang tubuh.

Baru berjalan sekitar 2 jam, Alex menyatakan menyerah untuk melanjutkan pendakian karena seluruh tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan. Kakinya mati rasa, tubuhnya mati beku, dan hatinya mati karena kerinduan.

Namun Beni yang memberi harapan pada Alex yang mengatakan bahwa puncak sedikit lagi akan sampai, dan hal itu dapat membangkitkan sedikit semangatnya.

Langkah demi langkah yang berat Alex angkat untuk mencapai puncak, hingga akhirnya mereka berdua sampai juga di puncak Slamet. Hawa dingin perlahan-lahan berganti menjadi hangat dengan sirnar surya yang terbit dari ufuk timur.

Rasa kepuasan dalam hati Alex menghangatkan seperti mahatahi yang menghangatkan bumi, pemandangan yang indah terhampar jelas di depan matanya.

Hatinya kini kembali menghangat, tidak ada perjuangan yang sia-sia apabila dilakukan dengan konsisten dalam benak Alex. Kini Alex paham mengapa Beni mengajaknya untuk mendaki, sebuah usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.

“Usaha yang kau lakukan untuk medapatkan hati Diana mungkin kurang keras saat ini, jadi teruslah berusaha walaupun itu sepertinya mustahil untuk di dapat” (Beni)

“Aku sudah paham bang, nilai kehidupan dari pendakian ini akan selalu melekat di pikiranku. Tinggal implementasi dalam realitas nyata saja untuk mendapatkan hati Diana” (Alex)

 

 

1
Erniwati
y masak Alex nya meninggal.... udh g seru la..... thor
StrawCakes🍰
lanjut thor
StrawCakes🍰
hadirku 💖
IG: Saya_Muchu
Semangat up thor
Chandra Syah Putra: siap laksanakan
total 1 replies
Sin Cera 😉
Investor asing bisa masuk dan menjamur di indo karena invostor lokal yang masih minim. Padahal, kita punya rakyat banyak.
Sin Cera 😉: baca ni novel serasa lagi ijut perkuliahan dah 😅
total 1 replies
Sin Cera 😉
Suka nih sama ini novel. Bab awalnya aja sudah kritis sekali.

Gak suka bgt sama senior, staf kampus bahkan dosen yang suka mengintimidasi atau menggunakan kekuasaanya untuk mengintimidasi mahasiswa. Mahasiswa yang katanya akan menjadi "akademisi" dituntut untuk mengikuti pandangan² tertentu dari senior/orang² berkuasa di kampus. Dan ironisnya para mahasiswa akhirnya tunduk pada birokrasi yang ada, agar bisa lulus cepat dengan tidak mencari masalah dan tidak ingin di bully oleh senior secara langsung maupun tidak langsung oleh senior/tidak ingin terasing di kehidupan sosialnya di kampus.
Chandra Syah Putra: realita negara kita ya begitu adanya
total 1 replies
Agus Irawan
semangat Yah
Agus Irawan
Halo kak mari saling dukung Bersatu kita Runtuh bercerai kita Butuh.
Rozh
dalam sinopsis, layar terkembang atas nama Diana, jadi semakin penasaran soalnya sama Rosa aja udah selucu ini. hihihi. Malu lah ya Ros, ngeles bilang lihat lah Mahmud, nyatanya masih lihatin Alex.
Rozh
betul banget sih, benar Alex. mana mungkin Indonesia ini kekurangan sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam kita kan? Karena begitu banyak anak kuliahan jadi pengangguran, bahkan pekerja lain banyak dipekerjakan di negeri kita, sedangkan rakyat kita menganggur. Hm,,
Rozh
ceritanya seru, suka
Agus Irawan
semangat selalu Aku mendukung karyamu kak
Agus Irawan
mampir lagi
Agus Irawan
mari saling mendukung agar tak semakin menurun pembaca nya
Amalina Nurhayati
karl marx tokoh komunis kah Thor?
Amalina Nurhayati: bedanya apa ya?kalo komunis do Indonesia tidak kenal agama .kalo karl marx gimana?
total 2 replies
Agus Irawan
semangat update nya kak
Chandra Syah Putra: pasti kak
total 1 replies
Rita Tarigan
waw ceritanya makin seru aja
Chandra Syah Putra: Jangan lupa like kakak
total 1 replies
Chandra Syah Putra
Jangan lupa like, comen dan share ya kakak. kritik serta saran juga sangat di butuhkan untuk meningkatkan kualitas cerita, jadi jangan ragu kak untuk kritik sepedas-pedasnya
Agus Irawan
semangat kaka
Agus Irawan
Stay positif Mari Saling mendukung jika karya ingin Naik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!