NovelToon NovelToon
Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Syaesha

Aku selalu mencintaimu setiap hari dari awal pertemuan kita. Rain Khadija. Jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap sosok laki-laki yang menjadi suaminya. Mereka menikah di usia muda. Rain teramat mencintainya sementara Ragga Hadiwijaya dengan segala dendam masa lalunya terus menyakiti dan menyangkal cintanya.
Akankah Rain bertahan dalam pernikahan yang terus membuatnya jatuh cinta pada suaminya sementara Ragga terus menjauhinya? Rain cukup bahagia walau hanya bersanding tanpa dicinta Ragga. Rain yakin Ragga akan mencintainya seperti saat menjadi sepasang kekasih dulu.

Ini karya pertamaku, mohon dukungannya yaa. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syaesha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahinya

Tepat waktu, Ega sampai di sekolah saat Rain keluar dari gerbang. Rain berlari-lari kecil menghampiri mobil Ega. Rain segera masuk seraya mengucap salam

"Assallamuallaikum"

"Waalaikumsalaam, calon makmum"

Rain terkekeh mendengar jawaban Ega.

"Kangen nggak?" Ega bertanya.

"Kangen nggak yaaa?" Rain yang sedang menutupi bagian kakinya dengan kain sengaja menggoda Ega

"Aku kangen banget, masa kamu enggak?" Ega memasang wajah sedih.

"Kangen lah, masa enggak!" Rain menatap Ega dalam

"Rain, nikah aja yuk! sebentar lagi juga kita lulus. Aku maunya selalu sama kamu." Ega meraih tangan Rain.

"Ada-ada aja sih kalau ngomong. Aku tuh pengen kuliah dulu. Pengen bikin Ibu bangga dulu. Maen ngajak nikah aja." Rain protes, melipat wajah.

Baiklah, Ega tidak mau berdebat saat ini. Ega benar-benar serius tentang menikahi Rain. Lihat saja nanti, Rain.

Ega melajukan mobilnya menuju kediamannya. Rain menurut saja ikut ke rumah Ega daripada harus berduaan saja di rumah Rain.

Sampai di rumah Ega mereka dikejutkan dengan kehadiran Pak Rakha dan Mawar yang sedang menunggu kedatangan Ega.

"Jadi gadis ini yang tadi bikin kamu cepat-cepat pergi?" Pak Rakha berdiri dari duduknya.

Rain dengan cepat menyalami Pak Rakha, sementara Mawar hanya menatap Rain tidak suka.

"Maaf Pa!" Hanya itu jawaban Ega.

Pak Rakha tertawa

"Duduklah! ada hal serius yang ingin papa bicarakan."

Mereka berempat duduk, Rain sebenarnya tidak enak bergabung dengan Ega dan juga orangtuanya tapi sudah terlanjur duduk.

"Ga, Papa akan menyerahkan seluruh pekerjaan dan tugas Papa sepenuhnya pada kamu setelah Papa resmi menikah."

Ega masih mendengarkan, belum menjawab.

"Papa ingin di sisa hidup Papa, Papa menghabiskan dengan istri Papa. Papa rasanya lelah terus bekerja"

Ega sedikit kaget mendengar penuturan Papanya.

"Nanti Papa akan meminta orang-orang terbaik kepercayaan Papa membantu Kamu." Ega masih mencerna kata-kata Papanya, belum menjawab.

"Gimana, kamu siap?"

Ega menghela nafas panjang

"Baiklah, ada syaratnya."

"Apa?"

"Ega ingin menikah dengan Rain."

Ega menatap Rain. Rain tentu saja kaget. Apakah Ega benar-benar serius? Batin Rain

Pak Rakha tertawa, hanya itu syaratnya?

"Tentu saja, selesai ujian Papa akan melamar gadis ini untuk kamu nikahi."

Rain tambah kaget dengan jawaban Pak Rakha. Sementara Mawar dari tadi diam saja, menatap Rain tidak suka.

"Ok, kalau gitu deal." Ega tersenyum puas.

Setelah itu mawar dan Pak Rakha pamit pulang dengan alasan masih banyak yang harus dipersiapkan untuk pernikahan mereka. Sepeninggalan Papa dan Mawar Ega mengusap-usap wajahnya kasar. Ega tak habis fikir kenapa harus Mawar?

Rain merasa aneh dengan kelakuan kekasihnya itu. Dia menangkap basah saat berkali-kali Mawar mencuri pandang pada Ega. Pandangan cinta.

"Sayang, kamu kenapa keliatan kesel banget?"

"Kenapa Papa harus menikahi wanita yang lebih pantas jadi anaknya itu sih, Rain?"

Rain juga bingung harus mwnjawab apa.

Tiba-tiba Bibi datang dari arah dapur. Bibi memang selalu tidak mau bertemu dengan Pak Rakha sebab Bibi merasa kesal saja dengan sikap Pak Rakha yang terlalu acuh terhadap Ega.

"Sudah pergi kah dua makhluk ghaib itu?" Bibi celingukan ke arah luar. Bibi ikut duduk bersama Rain dan Ega.

"Bibi tahu siapa yang akan Papa nikahi kali ini?"

Bibi menggeleng karena tadi setelah Pak Rakha datang Bibi langsung berlari ke halaman belakang

"Mawar, Bi"

Bibi melotot, kaget.

"Memang kenapa sih Ga kalau Papa kamu nikah sama Dia?" tanya Rain.

"Mawar mantan pacar Aku Rain, dia itu orang yang licik." Ega menjawab sambil menunduk.

Rain terperangah. Dia menutup mulutnya.

"Ga, kamu nggak suka pernikahan ini bukan karena masih cinta kan sama Mawar?"

Ega kaget dengan pemikiran Rain.

"Sayang, untuk apa aku mencintai wanita licik dan seperti ular itu. Dulu Aku dijebak saat pacaran sama Dia." Lalu Ega mulai menjelaskan kejadian beberapa tahun lalu itu.

"Kita berdo'a saja semoga Mawar sudah berubah." Itu yang keluar dari mulut Rain setelah Ega menyelesaikan ceritanya.

"Oh Rain, Aku emang nggak salah minta Papa untuk melamarmu. Kamu selalu bisa bikin Aku tenang."

"Apa Bibi bilang kan, A. Neng Rain mah beda dari yang lain". Bibi ikut bicara

"Memangnya Ega pernah mikir apa tentang Rain, Bi?" Rain bertanya dengan nada menginterogasi.

"Aku bilang kamu cantik dan manis banget." Ega yang menjawab, Dia tak ingin Bibi ceritakan yang sebenarnya.

"Aku tanya ke Bibi, Kamu diem aja nggak usah ikutan jawab!" Rain tidak percaya dengan jawaban Ega.

Bibi yang merasa disudutkan Rain mengambil ancang-ancang dan berlari meninggalkan mereka berdua.

"Kamu sebelumnya mikir apa sih tentangku?"

"Ya kamu cantik, dan seksi pas aku lihat lagi nyetrika itu." Ega terkekeh geli.

"Iiiih Kamu tuh kenapa nyebelin banget sih?" Rain mencubit perut Ega.

"Sakit dong, Yang. Kamu koq KDRT." Ega mengusap-usap perutnya.

"Yaudah kalo gini gimana?" Rain menggelitiki perut Ega, Ega berusaha menghindar namun Rain terus saja dengan aksinya. Ega berlari menghindari serangan Rain tapi Rain terus mengejarnya. Jadilah mereka kejar-kejaran di ruang tamu mengelilingi sofa.

Bibi tersenyum senang melihat pemandangan itu. Bibi bersyukur akhirnya Ega dipertemukan dengan Rain yang sangat tulus dan mampu membuat Ega tersenyum bahkan tertawa. Merasa lelah, Ega akhirnya menyerah. Dia pasrah saja jika Rain kembali menggelitiknya. Di luar dugaan, Rain malah berhambur ke pelukan Ega. Rain memberikan ketenangan.

"Semangat ya sayang, Aku pasti selalu do'ain Kamu. Cobalah untuk terus berbaikan dengan Pak Rakha. Semangat mengemban tugas baru. Kan katanya mau nikahin Aku. Jadi harus mulai kerja keras ya!" Rain bicara dalam pelukan Ega. Ega merasakan kehangatan dan ketenangan dalam hatinya. Ega sedikitpun tidak menyesal menumpahkan segala cintanya terhadap Rain. Ega benar-benar jatuh cinta sedalam-dalamnya pada Rain.

Ok guys, maaf banget nih kalau tulisannya nggak rapi dan typo. Aku ngetiknya cuma pake hp nih. Like, komen dan vote yaa 😊

1
Ani Putri
laf laf akak
Ani Putri
ah baru bisa lanjut baca cerita bunda Rain dan Baba Ega
Ibrahim Adjie Prawira
weh..rain 🤭
Ibrahim Adjie Prawira
wkwkwkwk...bibi pinter aktingnya
Ibrahim Adjie Prawira
buat ega cemburu rain,biar dy tau rasa 😂
Ibrahim Adjie Prawira
sayang bibi..😍
Ibrahim Adjie Prawira
ayo ega cari tau kebenaran nya
Ibrahim Adjie Prawira
kirain ega yh nolongin
Ibrahim Adjie Prawira
ya ampun..tapi ko seneng ya 😂
Ibrahim Adjie Prawira
loh kok ibu begitu sih 😭
Ibrahim Adjie Prawira
si ega we nu titah jatuh cinta tihela nya thor 😂
Ibrahim Adjie Prawira
jatuh cinta dong 😍
Ibrahim Adjie Prawira
😍😍😍
Ibrahim Adjie Prawira
gas... maraton 😍
Ibrahim Adjie Prawira
baru mampir...salam kenal buat para reader 👋
Kasacans 5924
hehheh bunda mrh besr
Kasacans 5924
lope sak kebon kak sya. mksh crtnya
Kasacans 5924
sbr ya kaf
Kasacans 5924
istri artis
Kasacans 5924
lucuny si kaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!