Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Dosen....
Sinar matahari pagi pertama di kawasan perkotaan Tokyo memancarkan kilau keemasan yang menembus tirai tipis sebuah penthouse eksklusif di daerah Shibuya.
Di dalam kamar utama, sosok Shisui Uchiha baru saja terbangun dari tidurnya.
Pria itu duduk di tepi tempat tidur kayu mahoni, menyisap napas panjang sambil mengacak-acak rambut hitam bergelombang khasnya yang masih berantakan. Aura sexy-pagi Shisui benar-benar meluap tanpa obat: bertelanjang dada memperlihatkan otot dada dan perut yang terbentuk sempurna dari latihan fisik Yakuza, garis rahang tegas yang segar usai cuci muka, serta binar mata tajam yang dibalut kehangatan green flag alami.
Mulai hari ini, Shisui resmi memegang peran baru: menjadi Dosen Tamu (Volunteer Lecturer) untuk matakuliah Manajemen Strategi Risiko di Universitas Tokyo.
Usai mandi dan merapikan diri, Shisui melangkah ke dapur Penthouse-nya untuk menyiapkan sarapan. Sebagai sosok pria matang yang pandai merawat diri, Shisui meracik sajian Sarapan Tradisional Jepang yang sangat lengkap di atas nampan kayu:
Semangkuk nasi putih hangat yang pulen.
Piring utama berisi Pork Shogayaki (irisan daging babi masak jahe gurih) yang ditaburi biji wijen, bersanding dengan parutan kubis segar dan saus mayones lumer.
Mangkuk Tonjiru (sup miso isi irisan daging dan sayuran hangat) yang uapnya membumbung manis.
Tiga piring kecil pendamping berisi tumis wortel iris, salad lobak renyah, serta salad telur panggang yang gurih.
REFERENSI MAKANAN cr. Pinterest
Shisui menikmati sarapannya dengan tenang sambil mengamati berkas-berkas digital di tablet pribadinya.
Untuk penampilannya sebagai dosen muda, Shisui memilih gaya casual-smart yang sangat lowkey dan segar. Pria itu mengenakan polo rajut warna krem pastel yang membungkus dada tegapnya, dipadu celana kain santai warna abu-abu. Tidak ada jas mahal kaku, tidak ada dasi yang mengekang.
Setelah merapikan peralatan makan, Shisui melangkah ke garasi bawah tanah apartemennya.
Jemari Shisui menyambar kunci dan helm putih, lalu berjalan mendekati kendaraan barunya: sebuah Vespa Sprint x Justin Bieber edisi serba putih bersih lengkap dengan aksen grafis nyala api (flame decals) putih yang amat sangat modis dan elegan!
Cr. Pinterest
SZZZT... BRUMMMM!
Mesin Vespa halus itu menyalak lembut. Shisui mengendarai Vespa putihnya membelah kesejukan pagi jalanan Tokyo.
Satu hal yang tidak diketahui oleh publik kampus: hampir tidak ada yang tahu bahwa Shisui adalah pangeran klan Uchiha.
Berbeda dengan Itachi yang wajahnya kerap berseliweran di majalah bisnis sebagai CEO Uchiha Group, Shisui selalu memilih hidup di balik bayangan. Publik luar hanya tahu bahwa Uchiha Group dipimpin Itachi. Shisui sengaja menolak sorotan media karena pekerjaannya sebagai kepala intelejen dan pengawas keamanan klan.
Bahkan kemarin malam, Shisui sudah mewanti-wanti Yoona dan Sasuke via telepon: "Pas di kampus, kalian berdua pura-pura gak kenal dekat sama gue. Panggil gue Dosen Shisui aja kalau pas papasan."
Meskipun Sasuke dan Yoona sempat mendesak bertanya kenapa abang mereka tiba-tiba kesurupan pengin jadi dosen, Shisui dan Kakashi tetap menyimpan rapat rahasia penyelidikan sinyal peretas itu.
Sementara itu di kediaman utama Uchiha...
Yoona sedang bersiap-siap di kamarnya dengan raut wajah santai khas Ice Queen.
Penampilan Yoona pagi ini memancarkan gaya ultra-luxury Chanel elegance yang mahal tiada tanding.
Yoona mengenakan Chanel Tweed Cropped Jacket & Top Set warna putih pastel bernuansa baby blue yang memamerkan sedikit pinggang mulusnya. Bawahannya dipadukan dengan celana jins High-Waisted Denim Jeans, dihiasi sabuk kulit putih mewah bertuliskan huruf emas CHANEL di bagian pinggang. Kakinya dibungkus sandal Chanel Wedge Sandals warna hitam, dan di bahunya tersangkut tas langka Chanel Pearl Flap Bag warna hitam berhiaskan rantaian mutiara raksasa yang sangat anggun.
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
Yoona melangkah ke pelataran, tempat Hatake Kakashi yang mengenakan kemeja taktis dan masker hitam sudah menunggu di samping mobil.
"Mau pakai mobil yang mana pagi ini, Nuna?" tanya Kakashi halus.
Yoona mengetukkan dagunya, menatap jajaran mobil di garasi. "Pakai Lamborghini Aventador SVJ Kuning gue aja deh, Kakashi. Lagi males naik mobil yang suaranya gahar-gahar atau gahar banget kayak Jeep kamu."
Kakashi: "..."
Kakashi yang memegang kunci Lamborghini SVJ warna kuning menyala itu cuma bisa mengulum senyum pasrah di balik maskernya. "Nuna... mesin V12 Lamborghini SVJ itu kan suaranya paling melengking dan gahar ..." batin Kakashi terhibur, tapi pria matang itu tetap membukakan pintu untuk sang putri dengan penuh pengabdian.
BRUMMMMM-BLEARGH!
Rungan mesin V12 Lamborghini SVJ kuning milik Yoona menggelegar dahsyat saat Kakashi menekan pedal gas, meluncur kencang membelah jalanan utama kota.
Kericuhan di area parkir Universitas Tokyo pagi ini berada di tingkat puncak.
Pasalnya, Sasuke si kadal gurun baru saja mendaratkan kendaraan barunya hasil rampasan dari garasi semalam—sebuah Bugatti Chiron Sport Stealth Carbon Black!
NGEEEEENG! BRUMMMMM!
Suara lengkingan mesin W16 bertenaga 1.500 tenaga kuda milik Bugatti Chiron itu membuat seisi area plaza kampus bergetar! Ratusan mahasiswa langsung berkerumun di pinggir pagar parkiran, mengabadikan momen saat mobil serat karbon seharga puluhan miliar itu melakukan parkir paralel yang sempurna.
Sasuke turun dari Bugatti Chiron-nya dengan kaus oblong oversized, kacamata hitam, dan cengiran tebar pesona yang bikin mahasiswi semester awal histeris di tempat.
Lisa melirik Bugatti Chiron baru Sasuke dengan tatapan geli. "Cih, si kadal flexing-nya makin gak ada rem! Dikasih Bugatti Chiron langsung berasa raja jalanan."
"Biarin, Lis. Biar dia puas dulu," dengus Yoona sambil merapikan tas mutiara Chanel-nya.
Di saat kerumunan mahasiswa masih heboh memotret Bugatti Chiron milik Sasuke, sebuah Vespa Sprint x Justin Bieber warna putih bersih perlahan memasuki area parkir khusus dosen di sisi timur gedung fakultas.
Pengendaranya—Shisui—melepas helm putihnya, membiarkan rambut hitam ikalnya tertimpa angin pagi.
Senyum hangat nan tulus terukir di wajah tampannya. Penampilannya yang sangat chill, rapi, dan memancarkan aura ultimate green flag seketika mencuri perhatian beberapa mahasiswi dan staf kampus yang melintas.
"Wah, dosen baru ya? Ganteng banget!"
"Looks-nya hangat banget anjir, kayak cowok-cowok di drakor!" bisik-bisik mahasiswi di selasar.
Shisui hanya memberikan anggukan sopan dan senyuman ramah pada orang-orang yang berpapasan dengannya, lalu melangkah menuju gedung dekanat untuk menyerahkan dokumen administrasi.
Sesuai dengan perjanjian, saat Shisui papasan dengan Yoona dan Sasuke di koridor lantai dua, mereka bertiga bertindak profesional. Yoona hanya mengangguk tipis ala Ice Queen, sementara Sasuke memberikan lambaian dua jari yang direspons senyuman formal oleh Shisui.
Begitu masuk ke ruang dosen tamu yang tenang, Shisui mulai menjalankan misi aslinya.
Sambil menyalakan laptop pribadinya, jemari Shisui menembus enkripsi jaringan lokal kampus. Inteligen klan Uchiha cukup rumit menemukan jejak peretas karena hacker tersebut menggunakan IP dinamis yang melompati server akademis.
Namun, perhatian Shisui langsung tertuju pada satu nama staf baru yang masuk radar pengawasan Kakashi kemarin: Mahira.
Dan kebetulan... pintu ruang dosen terkuak.
Mahira melangkah masuk dengan gaya sok iye dan sok jaim-nya. Dosen wanita muda itu mengenakan blazer kaku, memegang beberapa draf tugas mahasiswa dengan dagu terangkat tinggi.
Awalnya, Mahira berniat memasang muka dingin dan sombong seperti biasanya. Tapi begitu matanya menangkap sosok pria asing yang sedang duduk di meja dosen tamu...
DEG.
Pandangan Mahira terkunci pada Shisui.
Melihat wajah tampan Shisui yang begitu memikat, gaya berpakaiannya yang clean-aesthetic, serta jam tangan mahal bernilai ratusan juta yang melingkar rendah di pergelangan tangan Shisui... naluri pick-me dan social climber dalam diri Mahira langsung menyala terang benderang!
Mahira yang biasanya berlagak "anti-cowok dan anti-hedon" mendadak mengubah ekspresi wajahnya 180 derajat! Wajah cantiknya dipaksa mengukir senyuman paling anggun, lembut, dan sok polos yang pernah ada.
Mahira merapikan blazernya, melangkah mendekati meja Shisui dengan gaya yang dibuat-buat seramah mungkin.
"Selamat pagi... Dosen baru ya?" sapa Mahira dengan nada suara yang ditinggikan agar terdengar imut dan terpelajar. "Saya Mahira, dosen matakuliah Ekonomi Pembangunan di gedung sebelah."
Shisui menghentikan ketikannya di laptop. Pria itu menoleh, menatap Mahira lurus-lurus.
Sebagai orang yang sudah biasa membaca ribuan ekspresi manusia, Shisui langsung bisa membaca topeng kepalsuan, ambisi panjat sosial, dan usaha tebar pesona dari cewek di depannya ini dalam hitungan setengah detik.
Namun, bukannya menolak atau bersikap dingin bagaikan Itachi... Shisui justru menyunggingkan senyuman ter-green flag dan ter-hangatnya.
"Selamat pagi, Mahira-san. Saya Shisui, dosen volunteer untuk manajemen bisnis," sahut Shisui dengan suara beratnya yang amat sangat ramah dan menenangkan.
Mata Mahira seketika berbinar gembira! "Anjir, ganteng banget dan ramah banget! Ini mah sasaran empuk buat diajak naik kelas!" batin Mahira histeris dalam hati.
"Wah, Shisui-san kelihatan muda dan berwawasan sekali ya," puji Mahira tebar pesona, sengaja menyenderkan tangannya di tepi meja Shisui. "Kalau Shisui-san butuh bantuan untuk adaptasi sistem kampus atau mau ngopi bareng membahas jurnal... saya sangat terbuka lho."
Shisui menatap jari-jemari Mahira, lalu kembali mengukir senyum manisnya yang sangat berbahaya.
"Terima kasih banyak atas tawarannya, Mahira-san. Bantuan Anda pasti akan sangat saya butuhkan nanti," jawab Shisui halus dan penuh karisma.
Di dalam hatinya, Shisui menyeringai dingin.
"Bagus... panjat sosial saja terus sampai ke puncak, Mahira. Makin dekat kamu berusaha masuk ke lingkaran gue... makin cepat gue temukan bukti di mana kamu sembunyikan server peretas itu."
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.