NovelToon NovelToon
Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:28.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Sebuah tragedi memilukan menghancurkan hidup gadis ini. Pernikahan impiannya hancur dalam waktu yang teramat singkat. Ia dicerai di malam pertama karena sudah tidak suci lagi.

Tidak hanya sampai di situ, Keluarga mantan suaminya pun dengan tega menyebarkan aibnya ke seluruh warga desa. Puncak dari tragedi itu, ia hamil kemudian diusir oleh kakak iparnya.

Bagaimana kisah hidup gadis itu selanjutnya?

Ikuti terus ceritanya, ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Mas! Mas Julian, tunggu!" panggil Dea sambil berlari kecil menghampiri Julian yang melangkah semakin menjauh darinya.

Karena Dea terus mencoba mendekat, akhirnya Julian pun menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menghadap Dea dengan wajah masam.

"Mau apa lagi kamu ke sini?" ketus Julian.

"Ehm, Mas Julian. Bolehlah kita bicara sebentar? Sebentar saja. Aku berjanji tidak akan lama," lirih Dea.

"Tidak bisa! Aku sibuk," jawabnya dengan malas.

"Sebentar saja, Mas. Kumohon!" Dea mengiba, berharap lelaki itu bersedia meluangkan sedikit waktu untuknya.

Julian bertolak pinggang dan dari raut wajahnya, lelaki itu tampak jenuh dengan keberadaan Dea di sana. "Sepertinya tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Bukan kah semuanya sudah jelas?"

"Ya, aku tahu. Ta-tapi aku hanya ingin membahas soal ini padamu," ucap Dea sembari mengulurkan selembar kertas yang tadi pagi diserahkan oleh salah satu kerabat Julian kepada Susi. Lembaran kertas bertuliskan nominal yang harus dibayar oleh keluarga kepada keluarga lelaki itu.

Julian melirik lewat sudut matanya. Ia sangat mengenali lembaran kertas yang sedang dipegang oleh gadis tersebut. Bagaimana tidak, ia juga menjadi salah satu dari mereka yang ikut membuat perincian tersebut.

"Oh, itu!" Julian tersenyum sinis sambil melemparkan pandangannya ke lautan luas yang membentang tepat di hadapan mereka. "Memangnya ada apa dengan kertas itu? Apakah nominalnya masih belum cukup banyak? Atau malah sebaliknya," lanjutnya.

Dea menundukkan kepalanya sambil menatap kertas tersebut. "Aku hanya ingin minta tolong padamu, Mas. Tidak bisa kah Mas membujuk Ibu untuk mengurangi total yang harus kami bayar kepada kalian?"

Tiba-tiba saja Julian tergelak setelah mendengar penuturan Dea barusan. Tawa lelaki itu bahkan terdengar hingga ke tempat di mana teman-temannya sedang beristirahat sejenak. Mereka sontak melihat ke arah Dea dan Julian. Ada beberapa di antara mereka yang merasa iba saat melihat pasangan itu dan ada pula yang tampak acuh tak acuh.

"Kenapa, ha? Apa jumlahnya terlalu banyak? Ya, ampun, Dea! Dea!" Julian tertawa sinis sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Makanya, Dea. Kalau kamu tidak punya uang, janganlah berpikir untuk menipu kami. Sekarang kalian kena batunya, 'kan? Dan asal kamu tahu. Jumlah yang tertera di sana, itu belum semuanya. Masih banyak rincian-rincian yang tidak kami tulis. Karena apa? Karena kami masih punya rasa kasihan kepada keluargamu, khususnya Kakakmu, Herman. Jadi, seharusnya kamu itu berterima kasih kepadaku, bukan malah meminta untuk dikurangi lagi," jelas Julian.

Dea mengangkat kepalanya pelan. "Walaupun begitu ... nominal ini terasa begitu berat bagi kami, Mas. Kami tidak tahu harus kemana mencari uang sebanyak ini," lirih Dea sekali lagi.

"Itu bukan urusanku. Aku tidak peduli bagaimana dan dengan cara apa kalian mendapatkan uang sebanyak itu. Yang penting bagiku uang itu harus kembali. Kamu tahu kenapa, Dea?"

Dea mengangkat kepalanya pelan kemudian menatap kedua biji manik yang indah tersebut dengan wajah sendu. "Aku tidak tahu."

"Sebab aku membutuhkan uang itu untuk biaya pernikahanku yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi." Julian menyeringai.

Sementara Dea tampak syok setelah mendengar pengakuan Julian. Dengan begitu mudahnya Julian berkata seperti itu, seolah-olah di antara mereka tidak pernah ada hubungan apapun.

"Me-menikah?" pekik Dea dengan terbata-bata.

"Ya, aku akan segera menikah."

"Ta-tapi, Mas. Kita bahkan belum resmi bercerai dan bagiku, Mas masih tetap suamiku," sahut Dea.

Julian kembali tertawa pelan. "Kamu tidak perlu khawatir soal itu. Surat perceraian kita akan segera kamu terima, begitu pula dengan undangan pernikahanku. Mereka akan segera mendarat mulus ke tanganmu."

Tanpa disadari, buliran kristal bening itu meluncur begitu saja dari sudut mata Dea. Ia kecewa, benar-benar sangat kecewa. Keputusan Julian yang akan menikah lagi di tengah permasalahan mereka, membuat Dea semakin putus asa.

"Siapa wanita beruntung itu, Mas?"

"Reva, sepupu sekaligus mantan kekasihku dulu." Dengan bangganya Julian mengakui hal itu di hadapan Dea.

"Apa Mas masih mencintai Reva? Bukan kah Mas pernah bilang padaku bahwa Mas sudah tidak mencintai gadis itu. Lalu, kenapa sekarang Mas malah memutuskan untuk menikahinya?"

"Ya. Itu dulu, sebelum aku tahu bahwa kamu sudah tidak suci lagi. Tetapi sekarang semuanya sudah berubah. Lebih baik aku menikahi Reva walaupun aku tidak mencintainya, dari pada menikahi gadis murahan sama sepertimu," sahut Julian sambil mendorong pelan pundak Dea dengan jari telunjuknya.

Tubuh mungil Dea mundur beberapa centimeter ke belakang akibat dorongan lelaki itu. "Semoga kalian selalu bahagia, Mas," lirih Dea sambil mengusap air mata dan mencoba ikhlas dengan semua cobaan yang menimpa dirinya

...***...

1
Avril
/Facepalm/
Shakiera Afaf Ihza
Luar biasa
Joel
kakak ipar yg jahat,, trus adik ipar yg bego terlalu lemah. masa ngelawan aja gak bisa,, terlalu golek jadi cewe. trus jadi Julian laki laki bego jg, gak bisa ngobrol secara baik2 malah dengan mabuk2 trus merasa diri loh jadi orang yg paling kecewa, paling terpuruk. heh bego yg paling menderita disini si dea, udh diperkosa disiksa sama kak iparnya, lah u. lah sudahlah lanjut lagi ke ceritanya.. jadi Greget aki bacanya..😤
Roroh Rohimah
Luar biasa
Tika Maniez
thor kemana aja gak ada kabar nya so apakah cerita ini gak ada kelanjutannya
Novano Asih
nah lo Ervan sama Nadia😃😃
Novano Asih
syukurin itu karma yg kedua buat Alfa tadinya kupikir nggak bisa on dari awal
Novano Asih
Wis merantau ke kota aja siapa tahu ketemu Alfa
Novano Asih
Julian ini tipe laki"plin plan maunya menang sendiri berarti cintanya untuk Dea nggak tulus
Hylos Nana
Luar biasa
Hanifah
mulutmu Susi tanpa saringan
Mazree Gati
ko ga mati di keroyok warga,,hebat sakti
Mazree Gati
dea bukanya kabur masih di situ goblok,,
Mazree Gati
bukannya pergi kabur ke kontrakan,,pingin ngakak takut keselek
Mazree Gati
end aja thorr
vit
Terima kasih atas karyanya kk author..
vit
🤣🤣🤣
Wulan Catur
ya ada bagus nya jugak sihh,,, walaupun matre 😏
altanum
akhirnya dea menemukan kebahagiaan nya.g jadi dapat mertua yg nyebelin,malah mertuanya sayang bnget...
Cindy Cindy
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!