NovelToon NovelToon
SATU ATAP SERIBU DUSTA

SATU ATAP SERIBU DUSTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Merelakan masa mudanya merantau demi modal bisnis, Nesa berhasil membangun brand kosmetiknya seorang diri. Sebagai wujud bakti, ia memberikan posisi nyaman di perusahaan untuk kakak kandungnya, Sasya, dan mempercayakan hatinya pada Dika, suami yang dipacarinya sejak SMA.

​Namun, dunia Nesa runtuh seketika saat ia mendapati kenyataan paling menjijikkan: Dika berselingkuh dengan Sasya. Di saat yang sama, Sasya memanfaatkan fasilitas perusahaan untuk merintis skincare tandingan di bawah dukungan penuh Dika. Syok luar biasa akibat pengkhianatan berlapis itu merenggut nyawa bayi yang tengah dikandung Nesa.

​Berada di titik terendah setelah keluar dari rumah sakit, air mata Nesa berubah menjadi bara. Mengabaikan rasa sakitnya, Nesa bersiap membalas setiap tetes air matanya, membongkar kebusukan suami dan kakak kandungnya, serta merebut kembali apa yang sepenuhnya menjadi hak miliknya.

​Satu Atap, Seribu Dusta ketika bakti dibalas duri dan pengkhianatan harus dibayar mahal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SATU ATAP SERIBU DUSTA

​

​Cahaya matahari pagi merangsek perlahan melalui celah-celah tirai kamar tidur utama yang berbahan linen tebal, memantulkan pendar keemasan yang hangat di atas lantai kayu ek yang bersih. Suara alarm dari ponsel yang diletakkan di atas nakas berdering lembut namun persisten, membangunkan Nesa dari tidurnya yang sebenarnya cukup lelap. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mengumpulkan kesadaran di bawah kesunyian pagi yang masih menyelimuti rumah. Secara otomatis, tangannya meraba sisi ranjang sebelah kanannya, mencari kehangatan tubuh suaminya.

​Kosong.

​Sprei di sisi tempat tidur Dika sudah dingin, kaku, dan tersusun rapi tanpa ada bekas lekukan tubuh. Tidak ada tanda-tanda keberadaan suaminya di atas ranjang king-size tersebut. Nesa bangkit perlahan, merapikan piyamanya, lalu melangkah keluar dari kamar menuju lantai bawah. Suasana di dalam rumah terasa begitu senyap, hanya menyisakan derap langkah kakinya yang pelan di atas karpet tangga.

​Begitu tiba di lantai bawah, Nesa mendapati ruang makan utama sudah tertata cukup rapi, namun kursi tempat biasa Dika duduk tampak lengang dan kosong.

Di atas meja makan marmer, secangkir kopi hitam yang sudah mendingin bahkan uapnya telah lama hilang tergeletak begitu saja di samping sepiring roti panggang beroleskan mentega yang belum tersentuh sama sekali. Seorang ART paruh baya yang bekerja di rumah mereka mendadak muncul dari arah dapur sambil membawa mangkuk keramik berisi sup hangat khusus untuk ibu hamil.

​"Eh, Ibu sudah bangun? Pagi, Bu Nesa," sapa wanita paruh baya itu ramah sambil meletakkan mangkuk di atas meja.

​"Pagi, Bi. Pak Dika mana? Kok rumah sepi banget dan beliau sudah tidak ada di kamar?" tanya Nesa sambil melangkah mendekat ke arah meja makan, menatap sekeliling dengan kening berkerut tipis, diliputi sedikit rasa heran yang mulai mengusik.

​"Oh, Bapak tadi sudah berangkat pagi-pagi sekali, Bu. Jam lima lewat sedikit tadi beliau sudah siap dengan setelan jasnya," jelas sang ART sopan sambil merapikan piring. "Katanya ada urusan mendadak yang sangat penting dan harus meeting kilat dengan klien dari luar kota di kantor cabang Cikarang, jadi tidak sempat membangunkan Ibu karena melihat Ibu tidur sangat pulas semalam."

​Nesa tertegun sejenak. Ada rasa kaget dan kecewa kecil yang tiba-tiba melintas di dadanya, mencubit pelan sudut hatinya. "Berangkat sepagi itu lagi?." batinnya bertanya-tanya. Padahal, jika ditarik ke belakang dalam beberapa minggu terakhir, frekuensi kepergian Dika dengan alasan urusan mendadak dan kunjungan pabrik cabang Cikarang ini meningkat drastis. Hampir setiap dua atau tiga hari sekali, suaminya selalu berangkat sebelum matahari benar-benar tinggi.

​Meskipun sedikit merasa janggal karena biasanya Dika selalu menyempatkan diri untuk mencium kening atau berpamitan langsung di hadapannya, Nesa segera menepis perasaan negatif tersebut. Ia berusaha berpikir positif dan memakluminya. Sebagai Direktur Operasional perusahaan yang bertanggung jawab penuh mengawasi kelancaran jalur distribusi pabrik dan logistik NesAura Skincare, wajar jika suaminya harus bergerak lebih cepat, apalagi menjelang akhir tahun fiskal di mana ritme kerja korporat sedang berada di titik paling padat.

​"Ah, begitu ya, Bi. Ya sudah, tidak apa-apa," jawab Nesa sambil tersenyum simpul, mencoba menenangkan pikirannya sendiri. Ia kemudian duduk di kursi makan, menarik mangkuk sup hangat yang disiapkan khusus untuk ibu hamil, lalu mulai menikmati sarapannya dengan tenang.

​Sebagai seorang perempuan yang tengah mengandung buah hati pertamanya di usia kehamilan tiga bulan, Nesa sangat paham betul apa yang harus diprioritaskan oleh tubuh dan calon bayinya. Ia tidak boleh melewatkan sarapan bergizi atau membiarkan dirinya stres oleh hal-hal kecil yang belum tentu bermasalah. Setelah menghabiskan semangkuk sup hangat dan segelas susu khusus kehamilan, Nesa berjalan ke ruang tengah sambil meraih ponsel pintarnya yang terletak di atas meja sofa ruang keluarga.

​Begitu layar ponselnya menyala terang, beberapa notifikasi pesan instan langsung berjejer ramai di bilah pemberitahuan. Salah satu pesan yang paling mencolok datang dari Bila, asisten pribadinya yang terkenal cekatan. Pesan itu dikirim sekitar sepuluh menit yang lalu dengan tambahan tanda seru berwarna merah menyala yang mencirikan tingkat urgensi tinggi.

​Nesa langsung membuka aplikasi pesan tersebut dengan jantung yang mendadak berdetak sedikit lebih cepat dari normal. Jari-jarinya mengetuk ruang obrolan bersama asisten setianya.

​Bila (Asisten):

"Bu Nesa, selamat pagi. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika pesan ini mengganggu waktu pagi Ibu di rumah. Tapi saya barusan mendapat laporan darurat dari tim riset pasar digital dan tim pemantau e-commerce pagi ini secara diam-diam. Ada sebuah brand skincare baru entah dari mana yang tiba-tiba muncul dan merilis produk pemutih wajah secara serentak di berbagai platform marketplace pagi ini! Yang membuat saya terkejut setengah mati, formula utama, jenis dan bentuk botol kemasan, hingga konsep visual iklannya sangat mirip bahkan nyaris identik dengan produk unggulan kita, Glow Series, yang rencananya baru akan kita launching secara resmi akhir bulan ini! Anehnya, tidak ada informasi transparan mengenai siapa nama pemilik atau badan hukum perusahaan di balik brand baru tersebut. Mohon instruksi cepat dari Ibu, apa yang harus kita lakukan?"

​Membaca rentetan kalimat dari pesan Bila itu, sekujur tubuh Nesa mendadak membeku di tempatnya berdiri. Darahnya serasa berhenti mengalir ke ujung kepala. Jantungnya berdegup kencang, menghantam dinding dadanya dua kali lebih keras dari biasanya. Sepasang mata indahnya membelalak lebar menatap layar ponsel, membaca ulang setiap kata, setiap kalimat yang dikirimkan oleh asisten setianya itu berkali-kali secara teliti, berharap ia hanya salah baca atau mengartikannya keliru.

​Brand skincare baru? Formula rahasia, jenis botol kemasan, dan konsep visualnya mirip dengan Glow Series yang bahkan belum pernah dipublikasikan ke publik sama sekali?

​Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi di dunia nyata? Rencana besar peluncuran Glow Series yang diformulasikan khusus dengan ekstrak bunga edelweis organik dan riset laboratorium berbiaya mahal adalah salah satu proyek paling rahasia dan sakral di dalam perusahaan. Dokumen spesifikasi formula kimiawi, cetak biru desain kemasan botol limited edition berwarna putih mutiara, hingga hasil uji klinis laboratorium tahap akhir tidak pernah disebarluaskan secara bebas. Dokumen-dokumen krusial itu hanya dipegang dan diketahui oleh segelintir orang penting yang berada di lingkaran inti manajemen puncak perusahaan: Nesa sendiri selaku CEO dan pemilik paten utama, Dika selaku Direktur Operasional yang membawahi pabrik produksi, serta Sasya selaku Kepala Divisi Humas dan Pemasaran yang memegang kendali penuh atas materi promosi digital dan agensi iklan luar.

​Hanya tiga orang itu saja! Tidak ada orang lain di luar lingkaran kecil tersebut yang memiliki akses penuh ke seluruh dokumen rahasia perusahaan.

​Nesa merasakan hawa dingin yang menusuk tulang mendadak merayap di ujung-ujung jemarinya. Rasa pusing yang tajam seketika mendera kepalanya, membuat perut mual khas trimester awal kehamilan kembali bergejolak hebat dengan ganas. Ia menarik napas dalam-dalam melalui hidung dan menghembuskannya perlahan lewat mulut, berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan diri, meredam kepanikan agar tidak membahayakan kesehatan bayi di dalam kandungannya.

​Sebagai seorang pemimpin perusahaan yang tangguh, Nesa tahu persis bahwa kepanikan di saat krisis adalah awal dari kehancuran total. Ia tidak boleh runtuh sekarang.

​Dengan tangan yang sedikit bergetar namun memancarkan ketegasan mutlak, Nesa mengetikkan balasan kilat di ponselnya untuk Bila.

​Nesa:

"Jangan panik, Bil, dan jangan biarkan berita ini bocor keluar atau menyebar ke divisi karyawan lain agar tidak memicu kepanikan massal di kantor. Selesaikan sarapanku sebentar lagi, aku akan langsung meluncur ke kantor pusat sekarang juga. Kita akan periksa sampel fisik produk misterius itu secara langsung bersama tim R&D dan legal di ruanganku. Kita harus bongkar siapa dalang busuk di balik semua ini."

​Setelah mengirimkan instruksi tegas tersebut, Nesa meletakkan kembali ponselnya ke atas meja sofa dengan gerakan mantap. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut-denyut nyeri akibat gelombang stres yang mendadak menyerang. Pikirannya berkecamuk hebat, merangkai kepingan-kepingan teka-teki yang berserakan. Kebocoran data korporat dalam skala sebesar ini sama sekali tidak mungkin terjadi secara kebetulan atau karena kelalaian teknis semata. Ini adalah bentuk pengkhianatan terstruktur ada tangan-tangan kotor tak kasat mata yang sengaja membocorkan rahasia dapur perusahaan langsung dari dalam lingkaran internal manajemen puncak mereka sendiri.

​Namun, di tengah badai kecurigaan yang mulai merayap liar di dalam benaknya, secercah rasa tidak percaya dan sisa-sisa keyakinan terhadap orang-orang terdekatnya masih berusaha mendominasi akal sehat Nesa. Ia teringat pada suaminya, Dika, yang selalu berdiri di sampingnya dan meyakinkannya untuk tenang, serta kakaknya sendiri, Sasya, yang memegang kendali penuh atas humas. Nesa mencoba menepis pikiran buruk itu, meyakinkan dirinya bahwa pasti ada penjelasan logis di balik kemunculan produk tiruan tersebut mungkin sebuah kebetulan aneh di pasar industri kecantikan atau ulah kompetitor luar negeri yang meraba-raba tren tanpa sengaja.

​Aku harus segera pergi ke kantor dan melihat buktinya dengan kepala mataku sendiri, batin Nesa penuh tekad. Ia tidak boleh tinggal diam meratapi keadaan atau bersikap pasif menunggu takdir menghancurkannya. Sebagai CEO NesAura, ia adalah benteng pertahanan terakhir bagi perusahaan yang dirintisnya dengan cucuran keringat dan air mata.

​Nesa bangkit dari sofa ruang keluarga dengan langkah kaki yang terasa berat namun mantap. Ia mengambil tas kerja kulitnya, mengenakan blazer formal berwarna charcoal untuk menutupi pakaian rumahnya, lalu melangkah keluar rumah menuju garasi.

​Di luar, langit ibu kota tampak cerah, namun bagi Nesa, hari ini adalah awal mula badai kehancuran paling dahsyat yang siap menguji seberapa kuat fondasi hidup dan kerajaannya bertahan dari tikaman orang-orang terdekat yang paling ia percayai di dunia ini.

1
fatmiatun sahono
sy komen ya....pdhal di upload aja itu surat ancaman di media gosip seperti PD saat wkt makan siang rame gosip nya. nah surta ancaman itu akan rame klo di upload dg narasi ancaman pertama seru ne....
fatmiatun sahono
maaf emang sdh cerai ya Dika sama Nisa...apa sy ada yg kelewat ya...baca nya..
Mundri Astuti
kebiasaan dimanja si Sasa ...tapi dimana" mang Sasa cuma buat pelengkap bumbu 🤭
stela aza
bukan anak kandungnya x itu s nesa masa dr kecil sampai dewasa masih di beda bedakan 🤦
Sya Haron
Di bab 19 syasya dan dika sudah dijatuhi hukuman. Bila waktunya syasya dilepaskan?
blcak areng: Hay kak terima kasih ya revisi dari Kamu nya🙏🙏🙏.. maaf ya aku sedikit sibuk di dunia rl jadi beberapa kali mlh bikin kesalah 🙏🙏
total 1 replies
Agunk Setyawan
othornya lagi ngantuk kali ya🤣🤣🙏
blcak areng: udah di revisi ya kak
total 1 replies
Zhafran Althaf
waittt bentar bentar bukannya Dika udah di penjara yaaaa kok ini muncul lagi
Dewi Rahmawati
bagus ceritanya up terus kk 💪
Mundri Astuti
obatnya nesa nich
stela aza
kelamaan bertindak
Zhafran Althaf
aku hadierrrr kakak
Zhafran Althaf: kak
karyamu yang tamu di atap orang tuaku kamu hapus ta kak kok aku cari ga ada
total 2 replies
Zhafran Althaf
hallo Kaka aku hadirrrr😍
blcak areng: yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee mksh Kakak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!