NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Nelson -Alena

...~•Happy Reading•~...

Ke esokan hari ; Nelson bangun pagi dan bersiap-siap ke Gereja bersama orang tuanya seperti yang dia rencanakan. Dia bersyukur kondisi tubuh, pikiran dan hatinya tenang dan baik.

"Nel, gak usah bawah motor." Pak Esra berkata saat duduk bersisian dengannya untuk memakai sepatu.

"Iya, Pa." Nelson mengerti maksud Papanya. "Kalau begitu, aku pesan mobil dari sekarang saja." Nelson putuskan saat melihat Mamanya keluar kamar dalam keadaan rapi.

"Iya. Pesan sekarang saja. Supaya gak buru-buru." Pak Esra setuju.

"Iya, Pa." Nelson mengeluarkan ponsel untuk pesan mobil online untuk mereka.

"Nel, nanti duduk sendiri, ya. Papa Mama duduk dengan anggota koor..." Bu Weny menjelaskan saat mereka sudah berada dalam mobil.

"Iya, Ma. Pulang nanti, aku perlu tunggu, gak?"

"Iya. Tunggu saja. Kita pulang sama-sama lagi. Atau kau mau ke mana?"

"Gak ke mana-mana. Mau istirahat sambil lihat-lihat skripsi sebentar..." Nelson menjelaskan rencananya menghabiskan hari bersama Papa Mamanya di rumah.

Kemudian sepanjang jalan, Nelson menjelaskan rencananya mempersiapkan diri untuk ujian kepada orang tuanya. "Mama Papa bantu doa, ya." Nelson minta dukungan doa orang tuanya, setelah turun di depan Gereja.

"Iya, selalu." Ucap Mama Papanya sebelum mereka pisah tempat duduk.

~•~

Selesai Ibadah, Nelson menyalami beberapa pemuda yang mengenalnya dan juga orang tua mereka, juga bercakap-cakap, menanyakan kabar. Kemudian dia berjalan menuju tempat duduk yang disediakan untuk menunggu.

Namun saat berjalan, dia terkejut melihat Alena berjalan pelan ke arahnya. "Selamat hari Minggu, Kak." Alena menyapa sambil mengulurkan tangan untuk menyalami.

"Selamat hari Minggu." Nelson menyalami, walau heran dengan kehadiran Alena di Gereja itu. "Kau tinggal di daerah sini?" Tanya Nelson, sebab dia baru pertama kali melihat Alena beribadah di tempat itu.

"Tidak, Kak. Aku lagi datang kunjungi keluarga, jadi sekalian Ibadah di sini." Alena menjelaskan, agar tidak menimbulkan rasa curiga Nelson atas kehadirannya.

"Oh, ok. Silahkan. Aku mau temui orang tuaku." ucap Nelson tenang dan hendak pamit meninggalkan Alena.

"Aku kira Kak Nelson bawa motor." Alena berkata cepat sebelum Nelson menjauh.

"Maksudnya?" Nelson kembali melihatnya.

"Aku mau minta tolong antar ke dermaga fery, Kak." Jawab Alena cepat.

Nelson menatap heran. "Maksudnya?" Dia masih belum mengerti maksud permintaan Alena, sebab hubungan mereka belum sampai pada tingkat minta tolong seperti itu dan kenapa ke dermaga fery.

"Aku mau langsung balik ke seberang, Kak." Alena sudah siapkan kalimat untuk minta tolong, agar tidak menimbulkan rasa curiga Nelson.

"Aku tidak bisa. Aku dengan orang tua." Nelson menolak, karena dia tidak membawa motor dan sedang berusaha menjaga konsentrasinya untuk ujian.

Wajah Alena tetap tenang dan bersikap manis, walau hatinya bergolak. Penolakan Nelson seperti menampar harga dirinya yang tidak biasa ditolak oleh siapa pun. Dia sudah membayangkan akan diantar Nelson dengan motor atau mobil.

"Kalau begitu, aku jalan duluan ya, Kak." Alena berkata sopan dan kembali menyalami Nelson.

"Iya." Ucap Nelson yang kembali menyalami Alena sambil berpikir tentang perubahan sikap Alena yang signifikan.

'Apa ini imbas dari yang kubilang padanya saat itu?' Nelson bertanya sendiri.

Setelah Alena menjauh, Nelson tetap berdiri diam memikirkan perubahan Alena. Selain sikapnya yang sopan dan ramah, penampilannya lebih sederhana, tidak berlebihan seperti ke kampus.

'Dia beribadah sendiri di sini? Gak sama keluarganya?' Nelson membatin sambil menatap punggung Alena. 'Bukannya tadi dia bilang mengunjungi keluarganya? Apa keluarganya tidak datang beribadah bersamanya?' Nelson bertanya dalam hati saat melihat Alena tidak bicara dengan siapa pun sambil menuju tempat mangkal ojek di depan Gereja.

"Siapa tadi, Nel?" Tanya Bu Weny yang melihat dia berbicara dengan seorang gadis cantik yang belum pernah dilihat. Hal itu membuatnya penasaran dan segera mendekati Nelson, tanpa menunggu Pak Esra.

"Adik tingkat di kampus, Ma. Mama sudah selesai?" Nelson menanyakan yang lain, agar Mamanya tidak bertanya lebih lanjut tentang Alena.

"Tunggu sebentar, Papa masih bicara dengan temannya." Jawab Bu Weny sambil melihat ke arah Alena yang sudah naik ojek.

"Ok, Ma. Kalau begitu kita duduk dulu di sana." Nelson menunjuk bangku panjang yang sengaja disediakan untuk menunggu jemputan.

"Iya. Mari kita ke sana." Bu Weny terpaksa mengikuti Nelson yang memegang lengannya ke tempat duduk.

~••

Beberapa waktu kemudian, Nelson bersama orang tuanya tiba di rumah. "Nel, keluarkan baju kotor di gunung. Biar Mama cuci sekalian." Ucap Bu Weny sebelum Nelson masuk ke kamar.

"Aku gak ada baju kotor, Ma. Semua dicuci Tine..." Nelson menjelaskan lalu masuk ke kamar. Setelah mengganti outfit, dia mengeluarkan isi backpacker yang dibawa ke gunung.

Setelah mengeluarkan pakaian, dia tertegun melihat ada dua kantong plastik hitam dalam backpacker. 'Kenapa ada dua?' Dia heran, sebab tadinya hanya ada satu. Dia segera mengeluarkan kantong plastik hitam yang berukuran lebih besar.

Ketika dibuka, dia terkejut. 'Oh, my goodness. Apa ini pemberian Kakek?' Nelson membatin saat melihat tumpukan uang kertas 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu diatur rapi dalam kantong hitam.

Dia letakan begitu saja dalam backpacker lalu keluar ke halaman sambil membawa ponsel. "Tine, aku bisa bicara dengan Kakek?" Nelson sangat shock, tapi tidak berani bicara dengan Papa Mamanya.

"Selamat hari minggu, Kak."

"Iya, sama-sama. Kakek belum pulang Gereja?" Dia lupa memberi salam buat Tine, karena masih terkejut.

"Ini, lagi duduk di zebo, Kak." Ucap Tine, lalu berikan ponsel kepada Kakek Samy.

"Nel, sudah pulang Gereja?"

"Iya, Kek. Maaf, ini mau tanya. Apa Kakek memasukan uang dalam backpackerku?" Nelson langsung bertanya. Dia yakin Kakeknya, bukan Tine. Apa lagi Omnya.

"Kau baru lihat?" Pertanyaan Kakek Samy membuat Nelson mengusap rambut sambil melihat ke depan pintu.

"Kakek, kenapa tidak bilang?" Nelson bicara dengan nada bergetar. Rasa haru memenuhi rongga dadanya.

"Kalau Kakek bilang, kau akan terima?" Tanya Kakek Samy yang mengenal sifat Nelson. Sehingga diam-diam meletakan uang dalam backpackernya.

"Ya, tidak, Kakek. Biarkan uangnya buat Kakek dan Tine. Kakek sudah berikan aku dapat jatah durian 3 hari, dan uang penjualannya lebih dari cukup." Hati Nelson tergenang, mengetahui Kakeknya memberikan uang lagi padanya.

"Kami tidak perlu banyak uang di sini. Besok jatah durian Kakek, akan ada uang lagi." Kakek Samy jadi terharu mendengar suara dan tarikan nafas berat Nelson.

"Simpan uang itu. Jangan kasih tahu Papa Mama. Mungkin setelah ujian, kau mau traktir teman-temanmu. Atau tabung buat keperluanmu yang lain." Kakek Samy memberikan saran dengan hati senang. Karena bisa menyenangkan hati cucu tertuanya.

"Terima kasih, Kek. Jaga kesehatan." Nelson tidak sanggup menolak pemberian Kakeknya dan tidak punya banyak kata sebagai ungkapan terima kasih.

Selesai telpon dia kembali masuk ke dalam kamar untuk membereskan isi backpacker. Hatinya penuh melihat uang dalam kantong pemberian Kakeknya dan juga uang penjualan durian jatah hasil keputusan Kakeknya.

'Terima kasih, Tuhan. Aku bisa mentraktir kedua temanku.' Hati Nelson sangat bersyukur.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
ular alena mulai mengeluarkan bisa nya. kasihan babang nelson 🙈
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kebaikan mu, disalahgunakan cwe yg mengejar mu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau masih gelap jd kebayang jalanan sepi.. banyak pohon2.. gelap.. hii.. serem juga
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
huehehehe.. mamanya lagi melow yaa Nelson. dibawa bercanda aja spy hatinya terhibur
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!