" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niko tak langsung mempercayai Robin
Robin jadi bingung sendiri, harus kepada siapa lagi ia meminta bantuan selain sama Heru sohib karibnya yang bisa dipercaya tersebut. Namun entah kenapa tuduhan Toha cs tentang hilangnya teman teman mereka termasuk Heru harus mengarah kepadanya. Kan bisa saja di arahkan ke Pak Chandra misalnya, mengingat mantan bosnya itu merupakan orang berduit, segala cara apa saja pasti bisa dilakukan, ya termasuk masalah hilang menghilangkan orang itukan bisa dilakukan orang mata sipit tersebut dan kalo Robin tidak ada kemampuan untuk melakukan perbuatan tersebut. Mungkin yang ada dipikiran Toha karena kubuh Robin yang selalu menjegal rencananya soal tuntutan dari kubuh Heru yang kini di motori oleh Toha. Gak mungkin juga Robin bicara terus terang soal dirinya tidak melakukan penculikan itu pada Toha, mana mau percaya pria keras kepala itu.
Namun Robin sendiri masih berharap pada Heru, untuk membantah tuduhan dari Toha itu.
Apakah mungkin Niko bisa membantu dirinya sekedar untuk menjadi saksi di kepolisian bahwa hilangnya Heru bukan karena Robin, melainkan usai mendatangi bekas tempat kerja nya di pabrik. Niko bisa tau sebab Heru sendiri yang menyatakan kalo dirinya ingin ke tempat pekerjaannya yang dulu di pabrik garmen. Setelah itu tidak terdengar lagi, bahkan ketika istrinya Heru menanyakan tentang suaminya ke Niko pun, pria kurir itu menjadi aneh. Artinya Heru belum pulang juga dari pabrik. Niko pikir pria buruh pabrik itu langsung pulang ke rumah tapi kenyataan tidak. Pikir Niko, sepupunya itu masih di pabrik makanya Niko coba datangi tempat itu ternyata sepi dan sunyi tidak ada orang yang bisa di temuinya, akhirnya Niko pun memutuskan pulang untuk memberitahu istri Heru yang merupakan ipar jauhnya juga.
" Terus gimana perasaan Mas , soal istrinya
Heru yang menikah lagi dengan orang lain....
Sementara kabar Heru sendiri kan dia belum
tau.... Apakah dia menghilang atau mungkin
saja beliau sudah gak ada.... " Tanya Robin coba membuka tabir penyebab perpisahan Heru dengan istrinya.
" Sekarang ini saya udah gak ada hubungan lagi
dengan istrinya, sejak pernikahan mereka
yang dinilai sangat ilegal,... Saya betul-betul
kecewa dibuatnya..... Ternyata saya cuma di
buat sarana informasi dirinya saja mengenai
kabar dari Heru untuk memastikan apakah
Heru benar-benar menghilang..... Kalo emang
benar dipastikan , wanita itu akan menikah
lagi dengan cowok simpanannya itu. ...." Kata Niko dengan nada kesal karena merasa telah dibodohi oleh wanita yang hingga saat inii belum diberikan momongan juga. Entah siapa yang mandul, Heru atau wanita matre itu.
" Maaf , bukan berarti saya ikut campur urusan
Mas..... Pada hakekatnya saya juga persoalan
yang serius..... Saya akan terancam masuk
penjara karena tuduhan yang gak jelas..... Dan
cuma Heru yang bisa menyelamatkan saya... "
Kata Robin berusaha mengungkapkan maksud dan tujuannya ia mencari Heru. Tiba-tiba Niko
menatap Robin serius
" Kok bisa.....! " Tanya Niko merasa heran atas ucapan Robin yang sedikit mengejutkan sebab membawa bawa instansi kepolisian.
" Ada seseorang telah memfitnah saya..... " Nada bicaranya sedikit menurun karena beban pikiran yang harus cepat di selesaikan.
" Oo..... Kedengarannya aneh sekali..... " Kata Niko sedikit prihatin juga mendengarnya. Dan ada kaitan apakah dengan Heru. Justru tadi nya pihak Niko punya rencana ingin melapor ke polisi seputar hilangnya Heru, tapi niat tersebut diurungkan karena tidak cukup bukti yang kuat. Dan kini ada Robin dikejar-kejar polisi atas tuduhan hilangnya Heru ? Namun di sisi lain Robin perlu kehadiran Heru untuk selamatkan dirinya atas tuduhan tersebut. Ini sangat ironis sekali kedengarannya. Apa jangan jangan ada betulnya tuduhan orang lain itu terhadap Robin yang notabene teman akrab sepupunya itu. Niko jadi bingung, satu sisi ia sebenarnya tengah mencari siapakah orang yang menjadi penyebab hilangnya Heru sepupunya itu, Tapi tiba-tiba ada Robin yang dituduh menculik sepupunya tersebut, namun Robin berdalih cuma Heru yang bisa menyelamatkan dirinya Robin. Kalo begitu siapakah orang yang telah menculik Heru.
" Maksudnya aneh gimana, Mas.....? " Tanya Robin sambil mengernyitkan wajahnya melihat Niko yang seperti dingin saja menanggapi keluhan Robin.
" Saya jadi bingung..... Justru dulu saya punya
rencana ingin melapor ke polisi soal kasus
hilangnya sepupu saya itu.... Tapi gak punya
bukti yang kuat.... Dan sekarang Mas diburu
buru polisi atas tuduhan telah menculik Heru.
Lalu Mas bilang cuma Heru yang bisa
menyelamatkan dari tuduhan itu.... " Ucap Niko dengan nada datar. Pria kurir itu bingung omongan siapa yang bisa ia pegang. Percaya sama Robin juga dirinya masih ragu, sebab yang mau percaya orang yang baru dikenalnya
meskipun Robin mengklaim teman dekatnya Heru, sepupunya tersebut.
" Saya bicara apa adanya.... Mas Heru hampir
gak pernah punya urusan sama saya..... Tapi
kenapa saya yang harus di benturkan dengan
persoalan mereka..... " Kata Robin menjawab
keraguan Niko yang kini melabuhkan dirinya menjadi kurir surat. Niko terus memperhatikan setiap ucapan Robin dengan seksama, sambil meneliti setiap unsur kebenarannya. Jangan sampai Niko terjebak atas perkataan Robin yang jelas jelas pasti membenarkan dirinya. Setiap manusia pasti bicaranya begitu , tidak ada yang ingin menjelekkan dirinya. Cuma di pengadilan lah orang harus berkata jujur.
" Ya.....Setiap orang pasti mempertahankan
argumennya masing-masing.... Itu sah sah
aja , selagi ucapannya itu bisa dipertanggung
jawabkan.... Saya memahami kondisi mas
saat ini.... Tapi setidaknya saya juga harus
mengcroscek setiap ucapan seseorang yang
tidak serta percaya begitu saja..... " Ujar Niko membuat Robin terdiam begitu saja tapi sesaat setelah Niko menghirup kopinya untuk yang kebeberapa kali , Robin bicara dari lubuk hati yang dalam.
" Mas.... Saya gak mungkin menghianati orang
yang sudah menolong saya.....Mas Heru udah
saya anggap sahabat dekat saya, bahkan
lebih daripada itu.... Saya bisa diterima kerja
di pabrik garmen karena andil besarnya Mas
Heru..... Tanpa beliau saya gak mungkin bisa
ketemu Mas disini juga..... Mas Heru yang
meminjamkan baju putihnya sehingga saya
bisa diterima bekerja di pabrik.... Kenangan
itu tidak bisa saya lupakan sampai Sa'at ini... "
Ungkap Robin di hadapan Niko yang terus menyimak setiap perkataan pria yang hingga kini masih senang membujang itu.Niko diam tertegun, sepertinya ucapan Robin mulai bisa mengena di pikirannya, makanya dirinya coba mengoreksi lebih dalam lagi bahwa apa yang menyebabkan dirinya mendapat tuduhan penculikan yang sanksi hukumannya memang tidak main main, apa lagi kalo sampai dirinya melakukan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya seseorang pasti harus relah Robin mendekam di penjara kurang lebih sepuluh tahun lamanya.
" Lalu apa yang menyebabkan Mas dituduh
seperti itu......? Dan kalo bukan Mas yang
melakukannya, kenapa harus takut.....? "
Kata Niko seperti mengajari Robin soal hakekat bertanggung jawab.