NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN SUAMI IBU

BERMAIN API DENGAN SUAMI IBU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Clarissa kehilangan segalanya setelah bisnis ayahnya hancur dan sang ayah meninggal dalam kesengsaraan. Saat hidupnya kembali berubah karena pernikahan rahasia ibunya dengan seorang pengusaha kaya, Clarissa menemukan kenyataan yang jauh lebih pahit.

Pria itu ternyata menyimpan rahasia tentang kehancuran keluarganya.

Clarissa berniat mendekatinya demi membalas dendam. Namun, permainan yang awalnya hanya penuh kebencian perlahan berubah menjadi perasaan yang tak seharusnya ada.

Jika dendam membawanya ke dalam pelukan pria yang sama sekali tak boleh ia cintai… apakah Clarissa mampu berhenti sebelum semuanya terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strategi di Balik Bayangan dan Cumbu Pertaruhan

Ancaman Julian Vance di ballroom Hotel Raffles masih menyisakan gaung ketegangan yang pekat. Malam kian larut saat SUV berlapis kaca anti-peluru milik Raymond membelah jalanan protokol Jakarta yang basah oleh sisa gerimis.

Di dalam kabin penumpang yang sunyi, aku menyandarkan punggung pada jok kulit hitam. Jemariku yang dihiasi cincin berlian canary yellow tak berhenti mengusap permukaan liontin blue sapphire di dadaku. Pernyataan Julian tentang "kunci ganda" dan audit internasional atas Project Serpent bukanlah gertakan sambal. Pria itu adalah serigala tua yang kenyang akan trik hukum internasional.

"Pak Herman," suara bass Raymond memecah kesunyian kabin. Tangannya yang besar meraih jemariku, menggenggamnya dengan ketegatan yang menenangkan. "Hubungi tim pengacara arbitrase kita di London dan Singapura. Minta mereka melacak seluruh transaksi yang dilakukan konsorsium Julian dalam empat puluh delapan jam terakhir."

"Baik, Tuan Raymond," sahut Pak Herman dari kursi depan. "Apakah kita perlu mengamankan berkas asli Project Serpent dari safe deposit box utama?"

"Tidak perlu," jawab Raymond dingin, mata hazel-nya berkilat tajam di bawah pendar lampu jalanan yang menerobos masuk kaca jendela. "Julian ingin melacak keberadaan berkas itu. Biarkan dia berpikir kita sedang panik."

Aku memutar tubuhku menghadap Raymond. Gaun malam sutra hijau zamrudku terkapar anggun di pangkuan. "Kamu sudah tahu tentang klaim kunci ganda itu sebelum Julian mengatakannya malam ini, Raymond?"

Raymond menatapku intens. Ia mengulurkan tangannya, mengusap garis rahangku dengan ibu jarinya yang hangat, memberikan sentuhan posesif yang selalu sanggup mendebarkan dadaku.

"Aku tahu ayahmu menyimpan satu klausul rahasia, Clarissa," bisik Raymond parau di depan wajahku. "Tapi klausul itu bukan tentang hak milik Julian. Ayahmu merancangnya agar aset Project Serpent hanya bisa diakses penuh jika kamu—ahli waris sahnya—menikah dengan pria yang memegang kendali atas operasional lapangan."

Mataku membelalak pelan. "Maksudmu... pernikahanmu dengan Ibu dulu..."

"Adalah kesalahan besar yang sengaja diciptakan untuk mengulur waktu," potong Raymond cepat, suaranya makin rendah dan sarat akan dominasi pekat. "Siska tidak pernah memiliki akses ke dokumen itu karena ia bukan ahli waris darah. Dan Julian tertahan selama lima tahun karena ia memburu orang yang salah. Pria itu pikir Siska adalah kuncinya... hingga malam ini ia melihatmu berdiri di sisiku."

Sebuah pemahaman baru menyeruak tajam di dalam benakku. Papan catur ini ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar dendam anak pada ibunya. Ayahku telah menyiapkan benteng perlindungan, Raymond memfasilitasi arenasnya, dan aku adalah inti dari seluruh pertempuran ini.

Begitu kami tiba di penthouse lantai 50, suasana mencekam dari luar seolah meleleh digantikan oleh kehangatan yang intens. Raymond melepaskan jas tuxedo-nya, melemparkannya sembarangan ke atas sofa, lalu melangkah mendatangi lemari pendingin untuk menuangkan dua gelas wiski tua.

Aku melangkah menuju dinding kaca raksasa, menatap pemandangan gemerlap gedung-gedung tinggi Jakarta yang tampak kecil di bawah sana.

"Julian menargetkan akuisisi saham minoritas di Halmahera lusa depan," ujarku tanpa berbalik, mendengar langkah kaki tegap Raymond yang mendekat dari belakang. "Dia ingin menggoyahkan kepercayaan dewan komisaris sebelum sidang arbitrase."

"Biarkan dia mencoba," bisik Raymond tepat di belakang telingaku.

Gelas wiski diletakkan di atas meja samping. Kedua lengan tegap pria 35 tahun itu melingkar ketat di pinggangku, menarik tubuh rampingku hingga menempel rapat pada dada bidangnya yang hangat. Bibirnya yang basah dan hangat mulai menyusuri garis leherku yang terbuka, mengirimkan sengatan getaran liar yang membakar seluruh syaraf kesadaranku.

"Raymond..." hembusan napas parau meluncur dari bibirku saat jemari kasarnya menyusuri tali gaun hijau zamrudku, membiarkannya meluncur turun perlahan dari bahuku.

"Kamu adalah kuncinya, Clarissa," bisik Raymond rendah di depan bibirku saat ia memutar tubuhku dalam pelukannya. Manik mata hazel-nya memancarkan pendar kepemilikan mutlak dan obsesi yang tak terpadamkan. "Julian bisa membawa seribu pengacara dari Singapura... tapi selama kamu berada di dalam pelukanku, kekaisaran ini tak akan pernah tersentuh."

Pria itu menundukkan kepalanya, menyatukan bibir kami dalam sebuah ciuman yang sarat akan dahaga, rasa posesif, dan ketegasan pertaruhan. Ciumannya tidak lagi lembut; itu adalah klaim penguasaan dari seorang predator yang siap membakar dunia demi mempertahankan ratunya.

Aku membalas ciumannya dengan keberanian yang sama membara. Jemariku meremas kemeja hitam yang membalut punggung berototnya, menyerahkan seluruh tubuh dan jiwaku di dalam pelukan pria yang kini menjadi benteng sekaligus senjataku. Di bawah pendar remang lampu penthouse, kami menyatukan takdir kami makin dalam mengunci persekutuan terlarang ini di atas puncak tertinggi ibu kota.

Keesokan paginya, ruang kerja Executive Chairperson Perkasa Group telah dipenuhi oleh tumpukan berkas hukum dan peta wilayah tambang Kalimantan serta Halmahera.

Aku duduk di balik meja kerja mahoni berukuran raksasa dengan gaun blazer berwarna putih bersih yang memancarkan ketegasan. Cincin berlian canary yellow dan kalung The Tear of Serpent membiaskan pendar yang kontras di atas berkas-berkas rahasia Project Serpent.

Di hadapanku, Pak Herman dan tiga pengacara senior Perkasa Group berdiri dengan raut wajah tegang.

"Nona Clarissa," ujar pengacara utama seraya menyerahkan sebuah berkas berlabel merah. "Julian Vance baru saja mengajukan gugatan darurat ke Pengadilan Niaga Jakarta untuk membekukan rekening operasional Project Serpent menjelang pertemuan lusa."

Aku membaca dokumen tersebut dengan cermat. Sudut bibir merah menyalaku terangkat tipis, menyunggingkan senyuman dingin yang sangat sarat akan perhitungan.

"Dia menggunakan klausul hukum acara lama," suaraku meluncur begitu tenang dan tajam. "Pak Herman, instruksikan tim keuangan untuk memindahkan seluruh likuiditas Project Serpent ke rekening konsorsium baru atas namaku dan Raymond sebelum pukul lima sore ini."

Para pengacara tampak tersentak pelan. "Tapi Nona... itu akan memicu reaksi keras dari dewan komisaris!"

"Biarkan mereka berteriak," potong sebuah suara bariton yang sangat berwibawa dari arah pintu ganda.

Raymond melangkah masuk dengan setelan jas serba hitam, memancarkan aura mengintimidasi yang seketika membungkam ragu di dalam ruangan. Ia berjalan menghampiri kursiku, meletakkan tangannya di bahuku dengan sentuhan penuh dukungan.

"Apa pun yang diputuskan oleh Executive Chairperson hari ini... adalah perintah mutlak pemilik kekaisaran ini," tegas Raymond menatap tajam para pengacara.

Serigala dari Singapura mungkin berpikir ia telah mengepung kami dari segala penjuru. Namun ia tidak menyadari bahwa di balik benteng Perkasa Group, aku dan Raymond telah menyiapkan perangkap yang akan menenggelamkan seluruh ambisinya tanpa sisa. Perang resmi telah dimulai, dan kami tak akan berhenti sebelum musuh kami hancur berkeping-keping.

1
D_wiwied
alur cerita dan bbrp tokohnya hampir sama dg yg di cinta terlarang saudara tiri ya kak, jd ky baca cerita yg diulang lg hanya beda judulnya saja
Nda
ditunggu double upnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!