Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.
Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Dua pria berjas hitam yang berdiri di belakang segera melangkah maju dengan kepalan tangan siap mengayun.
Bibi Wang dan para tetangga yang menonton langsung menjerit ketakutan dan merapatkan pintu kamar mereka.
Namun sebelum kedua pengawal itu bisa menyentuh Jiang Chen, Su Yuhan mengangkat tangannya memberi isyarat berhenti.
"Cukup, Lin Feng. Aku membawamu ke sini bukan untuk membuat keributan di tempat orang," tegur Su Yuhan dingin.
"Tapi Yuhan, penipu ini sudah menghinaku secara terang-terangan!" protes Lin Feng tidak terima.
"Kalau kau memang dokter jenius sejati, buktikan kemampuanmu di depanku sekarang juga!"
Lin Feng menunjuk wajah Jiang Chen dengan jari telunjuknya yang terawat rapi.
"Kalau kau bisa menyebutkan satu saja rekam medis pribadiku tanpa alat, aku akan membayarmu sepuluh kali lipat dari utang Yuhan!"
Mendengar tantangan berhadiah jutaan Yuan itu, mata Jiang Chen kembali berbinar terang.
Rasa malasnya langsung hilang tersapu oleh semangat mencari uang mudah di pagi hari.
"Satu juta Yuan? Kau tidak sedang membual di depan wanita kan, Tuan Muda Lin?" goda Jiang Chen.
"Keluarga Lin tidak pernah berbohong soal uang receh seperti itu!" balas Lin Feng arogan.
Jiang Chen menganggukkan kepalanya pelan sambil mengalirkan sedikit energi hangat ke kedua bola matanya.
Pandangannya langsung menembus pakaian mahal Lin Feng dan memindai seluruh jaringan meridian di tubuh pria itu.
Hanya butuh waktu tiga detik bagi Jiang Chen untuk menemukan sumber kebanggaan semu dokter muda tersebut.
"Baiklah, aku akan membuat diagnosis gratis untukmu pagi ini," ucap Jiang Chen sambil tersenyum miring.
Dia melangkah maju satu langkah agar suaranya bisa didengar jelas oleh semua orang di lorong itu.
"Kau terlihat sehat dari luar karena kau rajin meminum suplemen herbal mahal setiap pagi."
"Tapi sayangnya, suplemen itu tidak bisa menyembuhkan penyakit genetik yang menggerogoti meridian ginjal kirimu."
Tubuh Lin Feng langsung menegang mendengarnya, senyum arogannya perlahan mulai memudar.
"Penyakit genetik? Omong kosong apa yang kau bicarakan?!" bantah Lin Feng dengan suara yang sedikit bergetar.
Jiang Chen tidak berhenti dan terus membongkar rahasia terdalam pria itu tanpa ampun.
"Ginjal kirimu mengalami pengecilan sejak lahir, membuatmu sering mengalami kram mendadak di perut bagian bawah."
"Bukan hanya itu, kau menggunakan obat pereda nyeri dosis tinggi setiap malam agar bisa tidur nyenyak."
"Akibatnya, fungsi hatimu sekarang sudah mulai menurun drastis dan sebentar lagi kulitmu akan menguning."
Analisis medis yang dilontarkan Jiang Chen terdengar sangat tenang namun memukul telak tepat sasaran.
Wajah Lin Feng kini pucat pasi seperti kertas yang kehilangan warnanya.
Bahkan kedua pengawal pribadinya saling berpandangan dengan raut wajah sangat terkejut.
Mereka tahu bahwa tuan mudanya memang sering mengonsumsi obat nyeri secara diam-diam di kamarnya.
Su Yuhan menatap Lin Feng lekat-lekat, menilai reaksi pria itu yang terlihat jelas sangat panik dan ketakutan.
Tebakan Jiang Chen kali ini juga tidak meleset sama sekali, persis seperti saat dia mempermalukan dokter kepala rumah sakit semalam.
"Bagaimana, bagaimana kau bisa tahu detail sedalam itu hanya dengan melihatku berdiri?!" teriak Lin Feng histeris.
Dia adalah dokter lulusan luar negeri, dia tahu bahwa mendiagnosis organ dalam tanpa alat USG atau pindaian adalah sebuah kemustahilan sains.
Tapi pemuda berpakaian lusuh di depannya ini baru saja menelanjanginya secara medis hanya dalam waktu tiga detik.
"Aku ini jenius sejati, bukan dokter spesialis karbitan sepertimu," balas Jiang Chen sambil menjulurkan tangannya ke depan.
"Sekarang mana uang satu juta Yuanku? Jangan bilang kau mau lari dari taruhan."
Lin Feng menggertakkan giginya dengan kuat menahan rasa malu yang luar biasa di depan wanita idamannya.
Harga dirinya hancur lebur diinjak-injak oleh pemuda yang tinggal di kawasan kumuh berbau busuk ini.
"Kau pasti sudah menyelidiki latar belakangku sebelum ini! Ini semua hanya akal-akalanmu saja!" tuduh Lin Feng kalap.
"Aku tidak akan memberikan sepeser uang pun pada penipu kotor sepertimu!"
Mendengar pengingkaran janji itu, wajah Jiang Chen langsung berubah menjadi sangat dingin.
Dia paling benci melihat orang kaya yang arogan namun ingkar janji masalah uang.
"Begitu ya? Ternyata pewaris Grup Medis Lin hanyalah pengecut yang tidak berani mengakui kekalahannya," ejek Jiang Chen tajam.
Lin Feng yang sudah kehabisan akal sehat langsung berteriak memberi perintah pada pengawalnya.
"Patahkan tangannya sekarang juga! Aku akan menanggung semua biaya rumah sakitnya!"
Kedua pengawal bertubuh besar itu langsung menerjang ke arah Jiang Chen dengan tinju terarah ke wajah.
Su Yuhan terkesiap dan hendak berteriak menghentikan mereka lagi.
Namun kali ini, Jiang Chen bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Dia tidak repot-repot menghindar, melainkan langsung menyambut tinju itu dengan telapak tangannya yang terbuka.
Jiang Chen menangkap kedua kepalan tangan raksasa itu seolah menangkap bola kapas yang ringan.
Sebelum kedua pengawal itu menyadari apa yang terjadi, Jiang Chen menekan titik akupunktur di pergelangan tangan mereka.
Aliran Qi yang tajam masuk menembus kulit dan langsung melumpuhkan saraf motorik di kedua lengan pria besar itu.
Kedua pengawal itu menjerit kesakitan dan langsung jatuh berlutut di lantai sambil memegangi lengan mereka yang lumpuh total.
Jiang Chen menepuk kedua tangannya perlahan dan menatap lurus ke mata Lin Feng yang kini gemetar ketakutan.
"Lalu, siapa lagi yang mau mencoba menguji kejeniusanku pagi ini?" tantang Jiang Chen dengan senyum tipis yang mematikan.