NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Di sela-sela honeymoonnya Zuraida masih menyempatkan diri menerima telepon dari kedua anak tirinya. Bukan hanya sekali atau dua kali. Sudah sering kali. Seperti pagi ini saat Zuraida masih bermalas-malasan di tempat tidur sehabis dimasuki suaminya beberapa detik lalu.

"Zuraida..." panggil Sena.

"Kamu sakit?," tanya Zuraida sambil beringsut bangun dari tidurnya. Ia duduk seolah ingin memastikan kesehatan Sena.

"Iya, aku sakit. Perut aku sakit lagi. Jawabnya pelan.

"Sena..." Mata Zuraida berkaca-kaca.

"Kamu kapan pulang? Aku mau ditemui olehmu."

"Iya Sena secepatnya saya pulang." Zuraida langsung bersiap. Tak memikirkan Arfan mau pulang atau tidak.

"Zuraida..." panggil Sean.

"Iya, Se, ada apa? Saya lagi bersiap."

"Tunggu dulu Zuraida."

 Zuraida menghentikan aktivitasnya.

"Ada apa Sean?."

"Pasti daddy nggak boleh kamu pulang cepat."

"Oh iya, daddy kalian."

Hening untuk beberapa saat.

"Aku mau ke dokter tapi maunya sama kamu Zuraida. Aku tunggu kamu pulang aja." Sena buka suara.

"Iya Sen saya pulang."

"Kamu mau pulang?," tanya Arfan yang baru memasuki kamar.

Zuraida belum sempat mematikan teleponnya saat Arfan kembali bicara.

"Kenapa mau pulang?."

"Perut Sena sakit lagi, Mas."

"Aku telepon Wilona."

"Mas, Sena meminta saya buat menemaninya."

"Tidak Zuraida," tolak Arfan.

"Sena ada sama mommy dan orang tuaku. Sekarang waktu kita berdua. Biarkan Sena ke rumah sakit sama mommy dan oma opanya." Arfan tetap menolak

"Mas..."

"Tak boleh ada yang menggangu waktu kita Zuraida."

Dari seberang sana Sena memutus sambungannya. Sena dan Sean marah tapi sama daddy mereka yang melarang Zuraida pulang.

"Ssssstttt..." Sena meringis.

"Aku antar saja Sen," tawar Sean.

"Aku nunggu Zuraida saja." Sena tetap bersikukuh mau ke dokter sama Zuraida.

Kembali pada Zuraida. Perempuan itu menjadi tak fokus. Pikirannya ada pada Sena. Anak itu sakit.

"Kamu masih memikirkan Sena?."

"Iya."

"Ada Wilona, Zuraida."

"Saya tahu."

"Aku sudah menelepon Wilona. Secepatnya Sena akan dibawa di dokter."

Zuraida hanya mengangguk.

Zuraida berusaha mengenyahkan Sena dari pikirannya. Benar yang dikatakan Arfan. Ada Wilona dan orang tua Arfan bersama Sena. Sena tak akan apa-apa. Ia kembali menikmati honeymoonnya bersama suami.

Apalagi yang dikerjakannya selain melayani suaminya yang terus menginginkannya. Zuraida selalu berakhir dalam kungkungan tubuh kekar suaminya.

Beberapa hari kemudian.

Zuraida dan Arfan sudah kembali ke rumah. Sore itu Arfan langsung ke kantor sebab ada pekerjaan. Zuraida langsung ke kamar si kembar.

"Sena bagaimana keadaanmu sekarang?."

Sena tak menjawab. Hanya saja tangannya terulur lalu memeluk Zuraida. Sena menangis.

"Kenapa Sena?," sembari mengusap punggung Sena.

"Tadi aku muntah darah Zuraida." Bisiknya sangat pelan.

"Astagfirullah," Zuraida menarik dirinya, menatap Sena.

"Mommy udah antar kamu ke dokter kan?."

Sena menggeleng.

"Kenapa nggak bilang?." Zuraida sangat khawatir akan kesehatan Sena.

"Sekarang kita ke dokter." Zuraida bangkit. Menjatuhkan bantal yang dipenuhi darah.

"Astagfirullah..." ucapnya lagi sambil memungut bantal itu.

"Sejak kapan kamu muntah darah Sen?."

"Kemarin."

"Astagfirullah..."

Tanpa banyak pikir lagi Zuraida segera membawa Sena memasuki mobil. Wilona dan mama yang baru pulang hanya saling tatap tak sempat menanyai Zuraida.

"Zuraida mau ke mana sama Sena?." Mama sangat penasaran.

"Nggak tahu. Biar aja, Ma. Aku malas sama Sena yang apa-apa maunya sama Zuraida. Jadi biar aja." Wilona berlalu pergi begitu saja. Sedangkan mama masih menatap mobil Zuraida yang masih dapat dilihatnya.

Zuraida sudah duduk menemani Sena yang sedang di USG pada perutnya. Lambungnya masih terluka, efek sampingnya karena minuman akan tetap ada selama Sena tak menjaga pola makan dan asupannya.

"Tapi nggak kenapa-kenapa kan, Dok?."

"Masih aman, Bu. Tapi seharusnya lebih cepat saja di tangani supaya lukanya tidak melebar ke mana-mana."

"Iya, Dok."

Zuraida mendorong kursi roda yang diduduki anaknya.

"Kamu dengar Sen?."

"Iya Zuraida. Tapi mommy nggak ada ngajak aku ke dokter."

"Harusnya kamu yang minta jangan tunggu mommy yang ngajak. Tubuhmu kamu yang tahu Sena. Kamu harus lebih peduli daripada orang lain." Omel Zuraida.

"Iya Zuraida."

Zuraida membantu Sena tiduran di atas ranjang pasien.

"Apa sekarang yang kamu rasa?." Setelah diberi obat saat pertama kali sampai di IGD.

"Udah nggak sakit lagi."

Kring Kring

Zuraida menjawab panggilan telepon dari Sean.

"Iya, Sean."

"Zuraida di mana?."

"Saya di rumah sakit sama Sena."

"Aku ke sana di antara supir."

"Iya."

Sena harus dirawat secara intensif karena masih muntah darah. Zuraida yang menemaninya. Sekarang mereka sudah di ruang VVIP. Tak berselang lama Sean datang seorang diri. Sean langsung memeluk Zuraida.

Hati Zuraida sangat hangat dengan sikap kedua anak tirinya. Ia merasa seperti seorang ibu yang sangat dibutuhkan oleh anak-anaknya

Di rumah Wilona baru mengetahui jika Zuraida menginap di rumah sakit bersama kedua anaknya. Bukannya menyusul ke rumah sakit sebab putranya yang di rawat. Wilona justru mendapatkan kesempatan untuk melakukan rencananya.

Wilona seakan tak peduli pada Sena yang sakit. Ia lebih mementingkan rencananya supaya berjalan lancar. Sebagai mantan mertua mama juga sangat mendukung. Alhasil rencananya malam ini harus berhasil seperti keinginan mereka.

Mama dan Wilona sudah menyiapkan semuanya. Malam ini akan menjadi malam mereka dan setelah malam ini tidak akan lagi Zuraida dalam hidup mereka.

Arfan pulang memasuki rumah. Yang pertama kali dicari tentu saja istrinya. Tetapi Zuraida tak menampakkan batang hidungnya setelah beberapa kali Arfan memanggilnya.

"Kamu sudah pulang," sambut mama dari arah kamar.

"Zuraida ke mana Ma?."

"Tadi mama lihat pergi sama anak-anakmu."

"Ke mana?."

"Nggak tahu. Memangnya Zuraida tak mengabarimu?."

Arfan menggeleng. Lalu mama mengajak Arfan bicara di ruang keluarga. Arfan mengecek handphonenya tapi tak ada telepon atau pesan dari Zuraida.

"Biar saja mungkin mereka pergi jalan-jalan. Supaya lebih akrab lagi."

Kening Arfan mengernyit. Merasa heran dengan kalimat mamanya barusan.

"Mama juga bisa saja menerima Zuraida, asal anak-anakmu menerimanya." Kata mama meluruskan maksud dari kalimat sebelumnya. Mama tahu Arfan heran dengan hal itu.

Arfan tersenyum tipis.

Lalu kemudian Wilona datang bergabung sama mereka. Dengan penampilan yang tetap mampu membuat Arfan berdecak kagum. Perempuan itu memang sangat cantik dengan pakaian seksinya.

"Kamu cantik sekali Wilona," puji mama lalu pamit sebentar akan membuat minuman untuk mereka.

Wilona tahu Arfan masih tertarik padanya sebagai seorang pria normal. Hal itu yang akan digunakannya untuk menjerat Arfan kembali.

"Memang iya aku cantik Ar?." Tanya Wilona dengan suara yang menggoda.

"Iya kamu cantik," Arfan tak berbohong.

"Aku senang kamu masih mengatakan itu Ar, kamu juga semakin tampan saja setiap harinya." Goda Wilona. Tak malu-malu menggeser posisi duduknya supaya lebih dekat dengan Arfan.

Mama datang membawa tiga gelas minuman. Arfan menjadi orang pertama yang meminumnya sebab kehausan. Mama dan Wilona tersenyum puas, tak ada sisa setetes pun air dalam gelas tersebut.

Bersambung

1
Elina thea
fix~~~ Zuraida wanita paling bodoh kalo sampai kembali sama suami yg suka celap celup kayak Arfan,harusnya si Arfan merasa beruntung nikah sama Zuraida... statusnya aja duda anak dua,eh masih aja suka celap celup sama mantan yg dah membuang dia lagi,ih amit-amit...
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!