Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 - NAGA DAN MATAHARI TUMBANG, BAYANGAN YANG MEMANGGIL BINTANG
Puncak Teratai Emas, senja habis, malam hampir datang.
Uap tebal dari benturan Yu Yue Long Men dan Lie Yang Fen Tian sudah hilang, tersapu hentakan terakhir. Di tengah kawah 5 kaki yang dalamnya kini 7 kaki karena dua orang yang berlutut saling menempelkan telapak, cahaya emas-putih Taiji naga-matahari masih berputar, semakin besar, semakin liar.
Mu Chen berlutut kanan, Yang Lie berlutut kiri. Telapak kanan mereka menempel, tidak bisa dilepas. Bukan karena mereka tidak mau, tapi karena Qi mereka sudah mengunci.
Mu Chen - 23 tahun - seluruh kungfu Pengemis Utara: 18 Tapak Penakluk Naga 18 naga penuh di dalam tubuh, 36 Jurus Tongkat Pemukul Anjing di dalam darah, Tai Chu yang sudah sempurna yang membuat 9 kantung goninya bukan berisi kerikil lagi tapi 9 naga emas kecil yang kini sudah keluar dan melilit di lengannya.
Yang Lie - 21 tahun - Kitab 9 Yang sempurna Wu Ji, plus 3 jurus andalan Zhuo Fan yang ia hafal dalam hati 1 tahun lalu di Puncak Huashan saat Zhuo Fan berdarah melawan Zhuo Wudi: Zhuo Long Chu Hai, Mu Long Yin Shi, Wu Jian Wu Wo - 3 jurus itu kini ia ubah menjadi versi 9 Yang.
Di antara telapak mereka, cahaya itu bukan lagi setengah emas setengah putih, tapi putih menyilaukan, seperti matahari yang ditelan naga.
10.000 pendekar di kaki gunung tidak berani bersorak. 7 Pendekar Jiangnan, Ling Feng, Shi Potian, Li Changsheng, Ouyang Feng, Duan Lang, Tao Yaoyao, Qin Ye, Qin Ruyan, Hong Wei Jun, Zhuo Fan - semua berdiri di bibir kawah, tidak berani masuk, karena jika masuk, Qi naga-matahari itu akan menarik mereka juga.
Hong Wei Jun berteriak lagi: "Mu Chen! Yang Lie! Lepaskan! Kalian akan mati berdua!"
Tidak ada jawaban. Karena pertarungan lebih sengit baru dimulai di dalam.
Di dalam Qi mereka:
Mu Chen melihat lautan lava. Yang Lie melihat lautan air. Mereka saling berada di lautan masing-masing.
Yang Lie meraung, mengubah posisi telapaknya, telapak matahari menjadi cakar matahari.
Zhuo Long Chu Hai versi 9 Yang - Lie Long Chu Yang!
Dari telapak matahari yang menempel, keluar naga api. Bukan naga keruh Zhuo Fan, tapi naga yang terbuat dari 9 Yang murni, naga merah emas, sisiknya adalah matahari-matahari kecil, ia keluar dari telapak Yang Lie, masuk ke dalam lengan Mu Chen, membakar meridian Pengemis Utara.
Mu Chen memuntahkan darah emas kehitaman lebih banyak, tapi matanya tidak redup. Ia membalas, mengubah telapak naga emasnya menjadi telapak gerbang.
Tapak ke-9 - Shuang Long Qu Shui - Versi Tai Chu!
Dua naga emas dari lengannya masuk ke dalam telapak, masuk ke dalam lengan Yang Lie, bukan membakar, tapi membanjiri. Dua naga air Tai Chu, air Danau Dongting yang ia kumpulkan 1 tahun, air yang bisa memadamkan lava, masuk ke meridian 9 Yang Yang Lie, membuat matahari di dalam tubuh Yang Lie padam satu per satu.
BOOM!
Di dalam tubuh Yang Lie, 1 matahari padam. Ia memuntahkan darah merah menyala.
Di dalam tubuh Mu Chen, 1 meridian terbakar. Ia memuntahkan darah emas lagi.
Tapi keduanya tidak melepas.
Yang Lie mengeluarkan jurus kedua hafalannya:
Mu Long Yin Shi versi 9 Yang - Mu Yang Kai Tian!
Pohon matahari tumbuh dari telapaknya, akar-akar matahari menusuk ke dalam dada Mu Chen, akar itu bukan kayu, tapi cahaya Yang yang ingin membuka dunia di dalam tubuh Mu Chen.
Mu Chen menjawab dengan jurus paling keras Pengemis Utara:
Tapak ke-18 - Shen Long Bai Wei - Naga Dewa Mengibaskan Ekor!
Ekor naga Tai Chu raksasa keluar dari punggungnya, ekor yang besarnya menutupi seluruh kawah 7 kaki, ekor itu menghantam pohon matahari Yang Lie, menghantam akar-akar cahaya itu, mematahkannya.
KRAK! KRAK!
Pohon matahari patah, ekor naga sobek. Keduanya terpental 1 inci, tapi telapak masih menempel karena Qi mengunci.
Darah keluar dari hidung, mata, telinga keduanya.
Yang Lie tertawa berdarah, "Bagus! Mu Chen! Satu jurus lagi! Jurus terakhir kakakku! Jika kau bisa tahan ini, aku... aku akui kau terhebat!"
Mu Chen mengangguk berdarah, "Keluarkan... Kak..."
Yang Lie menutup mata, semua matahari di tubuhnya yang padam 1, sisa 8, berkumpul menjadi 1 titik di telapaknya. 8 matahari menjadi 1 matahari yang tidak ada. Matahari yang tidak ada, karena Wu Ji adalah tanpa batas, tanpa bentuk.
Jurus ketiga Zhuo Fan - Wu Jian Wu Wo versi 9 Yang - Wu Yang Wu Wo - Tanpa Yang Tanpa Aku!
Tidak ada pedang matahari. Tidak ada telapak matahari. Tidak ada Yang Lie. Di mata Mu Chen, Yang Lie hilang. Hanya ada satu garis cahaya putih yang tidak ada ujung, tidak ada awal, garis yang ingin membelah langit dan bumi dan membelah dirinya.
Garis itu masuk ke dada Mu Chen.
Mu Chen yang melihat garis tanpa Yang tanpa Aku itu, untuk pertama kalinya, merasakan kematian. Bukan kematian Zhuo Wudi yang dingin, tapi kematian matahari yang panas yang ingin menghapusnya.
Ia tidak punya jurus lagi. 18 Tapak sudah keluar semua. 36 Tongkat sudah tidak ada. Tai Chu sudah dipakai untuk membanjiri.
Tapi ia masih punya... mangkuk.
Mangkuk goni emas yang ia letakkan di luar arena, di bibir kawah, yang ia tanya pada Yang Lie "Bolehkah saya bawa mangkuk?".
Mangkuk itu, karena Qi naga-matahari yang liar, terhisap masuk ke dalam kawah, jatuh tepat di antara telapak mereka yang menempel.
Mu Chen melihat mangkuk itu, dan ia teringat kata Hong Wei Jun 7 tahun lalu di Desa Batu: "Mangkuk pengemis tidak boleh dibuang, karena jika mangkuk dibuang, pengemis bukan pengemis lagi. Retakannya isi dengan emas naga, jadi bisa menampung air Danau Dongting tanpa bocor."
Mu Chen membuka mulutnya, berbisik, bukan pada Yang Lie, tapi pada mangkuk:
"Kosong adalah wadah."
Jawaban pertama Hui Chen yang ia dengar 1 jam lalu saat Hui Chen melawan Duan Lang.
Mangkuk goni emas itu bersinar, dan garis cahaya putih Tanpa Yang Tanpa Aku yang ingin membelah Mu Chen, masuk ke dalam mangkuk.
Mangkuk itu retak lagi. Emas naga yang menambal retakannya 1 tahun lalu, lepas. Tapi mangkuk itu... menampung garis itu.
DENTING!
Mangkuk goni emas pecah menjadi 9 keping emas.
Dan bersamaan dengan pecahnya mangkuk, cahaya emas-putih Taiji naga-matahari di antara telapak Mu Chen dan Yang Lie... meledak.
BOOOOOOM!
Bukan ledakan api, bukan ledakan air. Ledakan cahaya yang membuat seluruh Puncak Teratai Emas yang sudah malam, menjadi siang, terang seperti siang hari selama 3 detik.
7 Pendekar Jiangnan, Hong Wei Jun, Ling Feng, semua menutup mata.
Saat cahaya hilang, di tengah kawah yang kini dalamnya 10 kaki, yang air Danau Dongting dan lava Yang Lie sudah hilang, hanya ada debu emas dan debu putih.
Mu Chen dan Yang Lie, keduanya sudah tidak berlutut, keduanya terbaring.
Mu Chen terbaring ke kiri, jubah goni 9 kantung emasnya robek, 9 naga emas kecilnya terbaring di dadanya, tidak bergerak, pingsan, darah emas kehitaman di mulutnya, di hidungnya, tangan kanannya hangus hitam karena terbakar matahari.
Yang Lie terbaring ke kanan, jubah merah apinya hangus setengah, matahari besar di punggungnya hilang, hanya asap putih, tangan kanannya membiru kehitaman karena terendam air Tai Chu, darah merah menyala di mulutnya.
Keduanya tidak bergerak.
Hasilnya mereka berdua sama-sama tumbang.
10.000 pendekar di kaki gunung yang melihat cahaya siang 3 detik itu, diam, lalu bersorak paling keras dalam 7 tahun, karena mereka melihat pertarungan paling sengit dalam 7 tahun, pertarungan di mana naga dan matahari sama-sama tumbang, tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah.
Hong Wei Jun melompat turun ke kawah, memeluk Mu Chen, air mata pengemis tua itu keluar, pertama kalinya.
Zhuo Fan melompat turun, menggendong Yang Lie, pedang kayu hitam patah yang sudah disambung emas di punggungnya bergetar.
Lu Changan dengan 7 pedang kayu Bintang Biduk melayang, membuat 7 pedang itu menjadi tandu cahaya, mengangkat Mu Chen dan Yang Lie keluar dari kawah, meletakkan mereka di samping tunas teratai emas yang kini tumbuh menjadi 5 inci karena air dan matahari yang tumbang bersamaan menyuburkannya.
Tao Yaoyao dan Qin Ruyan yang baru kalah, berlari memberikan obat, Duan Lang memberikan Yi Yang Zhi untuk menyalurkan Qi, Hui Chen memberikan mangkuk jernihnya untuk air.
Puncak Teratai Emas hening, hanya suara napas berat Mu Chen dan Yang Lie yang pingsan.
Semua orang mengira hari ini selesai. Janji 7 Tahun sudah ditentukan: naga dan matahari seimbang, tidak ada yang terhebat, langit ditentukan bersama.
Tapi saat Hong Wei Jun ingin mengumumkan pertarungan selesai, angin malam Huashan yang berhenti sejak senja, tiba-tiba bertiup lagi, sangat dingin, dingin yang berbeda dari es biru Zhuo Wudi 1 tahun lalu. Dingin bayangan.
Dari bayangan kawah 10 kaki yang dalam, dari bayangan 9 keping mangkuk goni emas yang pecah, muncul satu orang.
Jubah hitam panjang, bukan jubah awan perak Qin Ye, tapi jubah hitam pekat seperti tinta yang tidak pernah kering, wajah tampan pucat seperti Qin Ye, tapi lebih muda, mata hitam pekat tanpa putih sama seperti Qin Ye, tapi di dahinya tidak ada bulan sabit hitam, ada... mata ketiga yang tertutup, mata bayangan.
Setelah pertarungan mereka, Qin Wuyu muncul dan memanggil Li Changan.
Qin Wuyu, 32 tahun, adik kandung Qin Ye, Paman dari Qin Ruyan, Wakil Ketua Paviliun Awan Hitam yang 7 tahun tidak pernah muncul, yang 7 tahun lalu menjaga Paviliun saat Qin Ye masuk ke Balai Naga tanpa izin, yang 3 tahun lalu di Hutan Belantara Serigala tidak ikut membantu karena menjaga darah 9 Yin.
Ia muncul dari bayangan mangkuk pecah Mu Chen, karena mangkuk Tai Chu yang pecah adalah wadah terbaik untuk bayangan Paviliun Awan Hitam masuk.
Ia tidak melihat Mu Chen dan Yang Lie yang tumbang. Ia tidak melihat Hong Wei Jun. Ia hanya melihat satu orang di pinggir kawah, yang dari tadi berdiri dengan 7 pedang kayu Bintang Biduk melayang di belakangnya, yang dari tadi menjadi tandu cahaya untuk naga dan matahari.
Li Changan.
"Li Changan."
Suara Qin Wuyu pelan, tapi semua orang di puncak yang hening mendengar, karena suaranya seperti suara dari dalam bayangan mereka sendiri.
Li Changan, 34 tahun, Ketua 7 Pendekar Jiangnan Masa Kini, dengan kipas besi? Tidak, itu Li Qingzhou. Li Changan adalah yang dengan 7 pedang kayu Bintang Biduk, jubah biru tua Jiangnan, wajah tampan dingin seperti bintang utara, yang 7 tahun lalu berkata "Bukan kami yang menentukan langit, tapi murid-murid kami."
Ia menatap Qin Wuyu, 7 pedang kayu Bintang Biduk di belakangnya yang tadi menjadi tandu cahaya, kini kembali menjadi pedang, bergetar keras, karena merasakan musuh lama.
"Qin Wuyu."
Qin Wuyu tersenyum, senyum bayangan, senyum yang sama dengan Qin Ye, tapi lebih gelap.
"7 tahun lalu, di Puncak Huashan, kau bilang Tujuh Tahun Lagi Murid Menentukan Langit. Kau, Li Qingzhou, Su Meiyin, Shen Wuyou, Xiao Yusheng, Yan Beifei, Ye Liuxiang... 7 Pendekar Jiangnan. Hari ini, murid-muridmu sudah datang, sudah bertarung, sudah tumbang. Naga dan matahari seimbang."
"Lalu, kapan... bintang Biduk menentukan langit? Atau... bintang Biduk sudah tua, dan harus diganti dengan bayangan?"
Ia melangkah maju, satu langkah dari bayangan kawah, ke batu hitam. Setiap langkahnya, bayangan di Puncak Teratai Emas menjadi lebih panjang, lebih hitam, menutupi tunas teratai emas 5 inci yang baru tumbuh.
"Li Changan, aku, Qin Wuyu, Paviliun Awan Hitam, meminta ajaran. Bukan murid melawan murid. Tapi... generasi lama melawan generasi lama. 7 Pendekar Jiangnan Masa Kini... melawan Paviliun Awan Hitam. Untuk menentukan... siapa yang menjaga langit setelah murid-murid menentukan langit."
7 Pendekar Jiangnan Masa Kini yang dari tadi duduk menjaga, semua berdiri.
Li Qingzhou kipas besi terbuka penuh, cahaya bintang hilang, menjadi cahaya hitam. Su Meiyin payung hujan jarum hitam dibuka, 10.000 jarum di dalamnya berbalik, mengarah ke Qin Wuyu. Shen Wuyou guqin tanpa senar diangkat, 7 senar bintang putus, menjadi senar bayangan. Xiao Yusheng kuas raksasa Hakim Lukis meneteskan tinta hitam pekat. Yan Beifei payung besi Gagak Api gagaknya membuka paruh, tapi bukan api, asap hitam. Ye Liuxiang yang tenaga dalamnya sangat kuat, yang sudah tidak batuk darah, batuk lagi, tapi batuknya mengeluarkan asap hitam.
Lu Changan? Li Changan? Ia masih menatap Qin Wuyu, 7 pedang kayu Bintang Biduk di belakangnya yang bergetar keras, kini... berhenti bergetar, dan 7 pedang itu jatuh satu per satu ke tanah, menancap di batu hitam, membentuk Biduk, tapi Biduk yang terbalik.
Karena Qin Wuyu bukan datang sendiri.
Di belakang Qin Wuyu, dari dalam bayangan 9 keping mangkuk emas pecah, muncul 6 bayangan lagi, 6 orang jubah hitam Paviliun Awan Hitam, 6 Wakil Paviliun, masing-masing membawa payung besi hitam seperti Yan Beifei, tapi payung mereka tidak ada gagak, hanya lubang.
Puncak Teratai Emas yang 1 menit lalu terang siang 3 detik karena naga dan matahari, kini... gelap lagi, gelap bayangan.
Mu Chen dan Yang Lie yang tumbang, masih pingsan, tidak tahu bahwa setelah mereka tumbang, langit yang baru saja mereka tentukan bersama... akan ditentukan lagi oleh bintang dan bayangan.
Li Changan mengangkat tangan, menghentikan 6 Pendekar Jiangnan lainnya yang ingin maju.
"Qin Wuyu, 7 tahun lalu, aku sudah menunggu hari ini. Bukan murid menentukan langit, tapi kita yang membersihkan langit untuk murid. Ayo."
Ia melompat ke tengah kawah 10 kaki yang dalam, tempat Mu Chen dan Yang Lie baru saja tumbang, tempat 9 keping mangkuk emas pecah masih ada.
Qin Wuyu tersenyum, melompat juga ke dalam kawah.
Dua orang, satu bintang Biduk, satu bayangan, berdiri di dalam kawah yang masih ada darah emas dan darah matahari, di atas 9 keping mangkuk emas pecah.
Di atas kawah, 6 Pendekar Jiangnan vs 6 Wakil Paviliun Awan Hitam, saling menatap.
Di bawah kaki gunung, 10.000 pendekar yang baru bersorak untuk naga dan matahari yang tumbang, kini melihat Puncak Teratai Emas yang gelap, tidak mengerti apa yang terjadi.
Hong Wei Jun yang memeluk Mu Chen yang pingsan, berbisik: "Sial... Paviliun Awan Hitam... akhirnya..."
Dan malam di Puncak Teratai Emas, yang seharusnya selesai dengan naga dan matahari tumbang bersama, baru saja... dimulai lagi.