NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Anak yang Kehilangan Ibunya

Hari itu, Cynara sengaja meluangkan waktu untuk Naren.

Beberapa hari terakhir pekerjaannya cukup padat. Apalagi setelah kerja sama dengan JM Corporation mulai memasuki tahap pembahasan lebih serius.

Karena itu, ia berjanji kepada putranya untuk menghabiskan waktu bersama.

“Mau pergi ke mana hari ini?”

Naren yang sedang memakai sepatu langsung menoleh. “Main!”

Cynara tertawa. “Iya. Tapi mau main di mana?”

Naren berpikir cukup lama. “Mall!”

“Kenapa mall?”

“Banyak permainan!”

Cynara mengusap rambut putranya. “Baiklah.”

Satu jam kemudian, mereka sudah berada di pusat perbelanjaan.

Begitu melihat area permainan anak-anak, mata Naren langsung berbinar. “Mama!”

Cynara menggenggam tangannya. “Pelan-pelan.”

“Naren mau itu!” Jari kecilnya menunjuk sebuah area trampolin.

Cynara mengangguk. “Baik. Tapi dengarkan kata Mama ya.”

“Iya!”

Naren segera masuk ke area permainan.

Ia melompat-lompat dengan gembira. “Hup!”

Tubuh kecilnya memantul. “Hup!”

Ia tertawa.

Tanpa disadarinya, beberapa meter dari sana ada seorang anak laki-laki yang juga sedang bermain. Keanu. Ia mendatangi arena ini bersama seorang pengasuh.

Awalnya kedua anak itu bermain sendiri-sendiri.

Sampai Naren melompat terlalu dekat. “Eh!” Sepertinya bocah ini mengingat teman sebayanya di taman kemarin.

Keanu menoleh.

Naren tersenyum. “Hai.”

Keanu hanya menatap. “Kamu siapa?”

“Aku Nalen.”

Keanu terdiam. “Nalen?”

“Iya.”

“Umur berapa?”

Naren mengangkat empat jari. “Empat.”

Keanu juga mengangkat empat jarinya. “Aku juga.”

Mata Naren membesar. “Belalti kita cama!”

Keanu mengangguk. Sejak saat itu, keduanya bermain bersama. Mereka berlomba melompat. Berlomba siapa yang bisa berdiri paling lama di atas trampolin. Kemudian berlari menuju perosotan.

Ketika Naren jatuh terduduk, Keanu ikut berhenti. “Kamu sakit?”

Naren menggeleng. “Tidak.”

“Kalau sakit bilang.”

Naren tersenyum. “Kamu baik.”

Keanu hanya mendengus. “Ayo main lagi.”

Tanpa terasa, mereka terus bersama.

Cynara yang memperhatikan dari luar hanya bisa tersenyum. Anak-anak memang begitu. Tidak perlu tahu latar belakang. Tidak perlu tahu siapa orang tua mereka. Mereka hanya membutuhkan teman untuk bermain.

Setelah puas bermain, Naren dan Keanu keluar hampir bersamaan.

Naren langsung menghampiri Cynara. “Mama!”

Cynara berjongkok. “Sudah capek?”

“Tidak!” Kemudian Naren menunjuk Keanu. “Ini teman Nalen.”

Cynara tersenyum. “Halo.”

Pengasuh Keanu tersenyum sopan. “Halo, Bu.”

Cynara memperhatikan Keanu. Anak itu tidak banyak bicara. Namun, ia terus mengikuti Naren. Ketika Naren berjalan ke toko mainan, Keanu ikut. Ketika Naren duduk makan es krim, Keanu ikut duduk. Bahkan ketika Naren menunjukkan mainan kesukaannya, Keanu memperhatikan dengan serius.

Cynara akhirnya penasaran. “Adik ini namanya siapa?”

“Keanu, Bu.”

“Keanu?”

“Iya.”

Cynara mengangguk. Nama itu terasa familiar. Kemudian pandangannya beralih kepada pengasuh tersebut.

“Keanu tinggal bersama siapa?”

“Dengan Bapaknya.”

“Bapaknya?”

“Iya, Bu. Pak Alvin.”

Cynara langsung terdiam. Alvin. Jadi anak ini adalah putra pria yang kemarin ditemuinya di taman.

Cynara kembali melihat Keanu. Entah mengapa, wajah anak itu membuat hatinya terasa lembut.

Ia kemudian bertanya dengan hati-hati. “Kalau boleh saya tahu…”

Pengasuh itu menatapnya.

“Ibunya Keanu di mana?”

Senyum di wajah pengasuh itu perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala.

“Ibu Keanu sudah meninggal, Bu.”

Cynara membeku. “Meninggal?”

Pengasuh itu mengangguk. “Saat melahirkan Keanu.”

Cynara menutup mulutnya. “Karena apa?”

“Pendarahan hebat.” Suara pengasuh itu terdengar lirih.

“Pak Alvin sudah berusaha semaksimal mungkin. Semua dilakukan agar Ibu Kania bisa diselamatkan.”

Cynara menahan napas.

Namun, pengasuh itu melanjutkan, “Sayangnya, Bu Kania tidak berhasil diselamatkan.”

Dunia Cynara seolah berhenti. Kania. Nama itu. Nama perempuan yang lima tahun lalu menghampirinya di pinggir jalan.

Perempuan yang tidak mengenalnya, tetapi dengan rela membantunya ketika dirinya baru saja kehilangan pernikahan.

Perempuan yang bahkan menggenggam tangannya ketika membawanya menuju rumah sakit.

Air mata Cynara jatuh begitu saja. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un…”

Tangannya masih menutup mulut. Ia menatap Keanu. Anak kecil yang sedang tertawa bersama Naren. Anak yang tidak pernah mengenal sosok ibunya.

Cynara menelan tangis. “Kasihan sekali kamu, Nak…”

Keanu menoleh. “Kenapa Tante sedih?”

Cynara segera mengusap air matanya. “Tidak apa-apa.”

Ia berjongkok di hadapan Keanu. Kemudian mengusap rambutnya dengan lembut.

“Kamu anak yang hebat.”

Keanu tersenyum polos. “Nalen juga bilang aku baik.”

Cynara tersenyum di tengah air matanya. “Iya. Sebenarnya namanya Naren," ucap Cynara menjelaskan.

"Oooh ... Naren? Keanu kira, namanya memang Nalen."

Lafal Keanu, sudah sangat jelas layaknya anak-anak yang jauh lebih dewasa dibanding umurnya. Hal tersebut selain karena didikan Alvin yang cukup keras, Keanu juga sudah masuk sekolah semenjak usianya dua tahun.

Ia menatap Keanu lebih lama. Dalam hati, ia teringat kembali pada perempuan yang pernah menyelamatkannya lima tahun lalu.

'Mbak Kania mungkin sudah tidak ada. Namun, aku berjanji akan memperlakukan anakmu dengan sebaik mungkin. Semoga dirimu husnul khotimah, Mbak ...' Mata Cynara masih berkaca-kaca menahan tangisan.

*bersambung*

1
Safira Aurora
wah kerja sama antara adik, suami skaligus...
Safira Aurora
karena memang mau jebak kamu
arielskys
nggak tau aja anugrah 🤭
Safira Aurora
untung anugrah yg bego
arielskys
gemes sumpah
Aku Rajin Membaca
emang tujuan mereka untuk menjatuhkan kamu anugrah 🤪
MomyWa
harusnya skalian 100 prsen cynara. biar nyahok
Aku Rajin Membaca
kamu aj yg ga tau anugah, semuanya udah tau
arielskys
Karena memang sengaja
MomyWa
terbongkar dong
Aku Rajin Membaca
kalau baca malam aman kan?
MomyWa
kerja sama yg komplit
arielskys
masuk perangkap 🤭😄
Aku Rajin Membaca
senangnya rasa hatiku, kata cynara
Aidil Kenzie Zie
hajar mantanmu itu Cynara 🥰🥰🥰🥰
MomyWa
wkwkwkwk..kagok gak tu
Aidil Kenzie Zie
apa Alvin tau pertemuan Cynara dan Gadiza 🤔🤔
Sri Widiyarti
anugrah ck..ck...lanjut thor...🌹
sunaryati jarum
Padahal semuanya sudah tahu termasuk istrimu Anugrah
sunaryati jarum
Wah Sekarang Gadiza pro ke Cynara iparnya.Anugrah tidak punya kualisi ,nih.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!