NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Dijadikan keset kaki, diabaikan oleh ayah kandungnya, hingga dikhianati oleh pria yang berjanji akan menikahinya. Hidup Shen Xianle berakhir tragis di dasar tebing dingin setelah tubuhnya dilemparkan tanpa belas kasihan.

Mereka mengira Xianle telah lenyap dan dilupakan. Namun, mereka salah besar. Sebuah kekuatan kuno membangunkannya dari ranjang salju yang berdarah. Kali ini, tidak ada lagi putri teratai yang lemah lembut. Yang ada hanyalah Shen Xianle yang terlahir kembali dengan hati sedingin es dan tekad membalas dendam yang membara.

Bagaimanakah cara Xianle membalas setiap tetes darah yang pernah mereka tumpahkan? Ikuti kisah pembalasan dendam terdahsyat sang putri yang terlupakan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan di Lembah Terlarang

Lembaran kertas berstempel lilin serigala bermata tiga itu hancur menjadi serpihan kecil di dalam cengkeraman tangan Shen Xianle. Angin malam yang berembus masuk dari celah jendela terasa begitu menusuk, seolah-olah membawa hawa kematian yang pekat dari arah Lembah Terlarang.

Di sampingnya, Xiaoyu menatap wajah sang maharani dengan cemas. "Nona... apa yang tertulis di kertas itu? Apakah Long Junwei kembali mengirimkan ancaman?"

"Bukan Junwei," ucap Xianle, suaranya terdengar datar namun sarat akan ketegasan yang dingin. Ia berbalik, menatap Xiaoyu dengan mata jernihnya yang tidak lagi memancarkan keraguan. "Ada pihak ketiga yang sedang memainkan bidak catur dari balik bayang-bayang. Mereka ingin aku dan Junwei saling membantai agar mereka bisa memetik keuntungan dari abu kehancuran kita."

"Lalu, apa yang akan Nona lakukan? Apakah hamba harus memanggil Jenderal Lu untuk menyiapkan pasukan?"

"Tidak," Xianle menyarungkan belati peraknya di balik jubah hitam polosnya. "Jika aku membawa pasukan, tikus yang bersembunyi di Lembah Terlarang tidak akan pernah memunculkan kepalanya. Aku akan pergi sendirian."

"Tapi Nona, itu sangat berbahaya! Bagaimana jika itu adalah perangkap untuk melenyapkan Anda secara langsung?!" Xiaoyu menahan lengan baju Xianle dengan panik.

"Setahun lalu, aku sudah pernah merangkak keluar dari perangkap maut yang paling kejam, Xiaoyu. Jika malam ini adalah ajalku, maka aku akan memastikan dalang di balik semua ini ikut masuk ke liang kubur bersamaku," Xianle menepis lembut tangan pelayannya, lalu bergerak secepat bayangan meloncat keluar jendela kamar, menghilang ke dalam kepekatan malam sebelum para prajurit menyadari pergerakannya.

Lembah Terlarang terletak jauh di luar batas tembok kota, sebuah wilayah mati yang dikelilingi oleh tebing-tebing batu hitam curam yang selalu diselimuti kabut tebal beracun. Di sinilah tempat berdirinya Makam Leluhur kuno yang sudah ratusan tahun ditinggalkan dan dianggap tabu oleh penduduk Kekaisaran Han.

Xianle berjalan dengan langkah kaki yang sangat ringan menggunakan teknik Langkah Bayangan Tanpa Jejak. Jubah hitamnya menyatu dengan kegelapan malam, sementara jemarinya terus bersiap pada gagang belati peraknya. Kabut lembah yang dingin menusuk kulitnya, namun fokus jiwanya tetap terpusat pada bangunan makam batu raksasa di hadapannya.

Pintu masuk makam berupa pahatan mulut gua raksasa yang tampak seperti rahang monster yang siap menelan siapa saja. Di dalam gua tersebut, suasana begitu hening, hanya terdengar suara tetesan air dari langit-langit batu yang membentur lantai kuno.

Begitu Xianle melangkah masuk sejauh dua puluh langkah ke dalam aula makam, cahaya obor di dinding batu mendadak menyala secara serentak, memancarkan pendaran api berwarna hijau keunguan yang mistis.

Di tengah aula makam, di atas sebuah peti batu kuno yang telah hancur sebagian, duduk sesosok pria tua yang mengenakan jubah sutra berwarna abu-abu kusam. Wajahnya dipenuhi bekas luka cakar yang dalam, dan sepasang matanya yang putih sepenuhnya. Pria itu buta namun entah mengapa pandangannya seolah tepat terkunci pada sosok Xianle yang baru masuk.

Di atas meja batu di hadapan pria itu, terletak stempel logam berbentuk kepala serigala bermata tiga yang persis dengan cap di kertas rahasia.

"Kau datang lebih cepat dari yang kuduga, Putri Kesembilan... atau haruskah kupanggil Maharani Shen Xianle?" suara pria tua itu terdengar serak dan bergaung aneh di dalam aula makam, seperti gesekan dua bilah batu.

Xianle menghentikan langkahnya, menjaga jarak aman sejauh lima langkah. Belati peraknya telah tercabut, memantulkan cahaya ungu obor di tangannya. "Siapa kau? Dan mengapa kau menggunakan stempel dari luar perbatasan benua ini untuk memancingku ke sini?"

Pria itu terkekeh pelan, sebuah tawa tanpa emosi. "Namaku tidak penting bagi orang yang sudah berdiri di ambang kematian seperti dinastimu. Tetapi stempel ini... ini adalah lambang dari Klan Serigala Hitam, musuh bebuyutan dari Faksi Naga Perak milik Long Junwei di dataran barat."

Pria tua itu berdiri, menggunakan tongkat kayu hitamnya untuk menopang tubuhnya yang ringkih. "Kau ingin tahu mengapa Long Junwei menyelamatkanmu malam itu di dasar tebing dingin, Xianle? Itu bukan karena dia iba pada penderitaanmu, dan bukan pula sekadar karena darah keluarga Lin-mu adalah kunci Gerbang Surga Terlarang."

Pria itu memajukan wajahnya yang menakutkan ke arah Xianle. "Dia menyelamatkanmu karena ibumu, Selir Lin, sebelum wafatnya, telah menanamkan Inti Jiwa Magnolia Spiritual ke dalam meridian darahmu saat kau masih bayi. Long Junwei menderita racun kutukan darah akibat pertarungan masa lalu di perbatasan barat, dan satu-satunya obat penawar yang bisa menyelamatkan hidupnya adalah dengan mengekstraksi seluruh inti jiwamu... proses yang akan membuatmu mati dalam kekosongan energi."

Deg!

Satu lagi rahasia dari masa lalu terkuak, menghantam dada Xianle dengan rasa dingin yang amat sangat. Inti Jiwa Magnolia Spiritual? Obat penawar racun darah Junwei?

Setiap potongan teka-teki misteri yang ia kumpulkan sejak menerima surat ibunya kini kian terasa rumit dan mengerikan. Ternyata, kebaikan Long Junwei selama ini hanyalah investasi jangka panjang untuk menumbuhkan 'obat' yang ia butuhkan di dalam tubuh Xianle.

"Bagaimana aku bisa tahu bahwa kau tidak sedang berbohong demi memicu perang antara aku dan Junwei?" tanya Xianle, suaranya tetap dikendalikan dengan dingin meskipun badai emosi sedang bergejolak hebat di dalam jiwanya.

"Kau bisa memeriksa denyut nadi meridian dadamu sendiri saat kau berada di dekat pedang kunonya, Xianle," pria itu tersenyum licik, memperlihatkan gigi-giginya yang hitam. "Setiap kali pedang biru keperakannya memancarkan energi, apakah jantungmu tidak berdegup lebih kencang karena inti jiwamu bereaksi terhadap racun darah di tubuhnya? Dia menjagamu agar tetap hidup sampai saat yang tepat tiba untuk mengambil jiwamu!"

Tepat setelah kalimat pria itu berakhir, sebuah desingan angin yang sangat tajam mendadak memotong kegelapan dari arah pintu masuk gua makam.

Wuuush!

Sebilah pedang kuno yang memancarkan pendaran cahaya biru keperakan yang luar biasa melesat membelah udara aula makam, menancap tepat di tengah-tengah meja batu di hadapan pria itu hingga meja tersebut pecah berantakan menjadi jutaan serpihan batu.

Long Junwei melangkah masuk dari kegelapan kabut gua dengan jubah hitam bersulam naga perak yang berkibar megah. Wajahnya yang tegas tampak dilapisi oleh kemarahan yang amat sangat, sepasang mata elangnya berkilat pekat mengunci sosok pria buta tersebut.

"Kau melangkah terlalu jauh, Tetua Ghost," ucap Junwei, suara nya yang berat bergetar dengan tekanan energi yang begitu padat hingga membuat api obor ungu di dinding seketika padam, menyisakan kegelapan yang kian mencekam. "Kau mengira bisa menggunakan rahasia masa lalu untuk merebut Xianle dariku malam ini?"

Xianle membalikkan tubuhnya dengan cepat, berdiri di antara Long Junwei dan pria buta tersebut. Belati peraknya kini memancarkan pendaran cahaya putih kristal yang tajam, matanya menatap Junwei dengan tatapan penuh kebencian dan kewaspadaan tingkat tinggi.

Di dalam aula makam bawah tanah yang gelap dan sunyi ini, kebenaran tentang motif penyelamatan malam itu telah terekspos sepenuhnya. Dengan kedatangan Long Junwei secara tiba-tiba dan keberadaan sisa faksi luar perbatasan, konfrontasi terdahsyat yang akan menentukan takdir hidup dan mati Shen Xianle kini resmi dimulai.

1
aku
xianle yg berdialog bw pedang aq yg berasa kereennn 😁😁
SRIANA: terima kasih sudah mampir, semoga suka sampai akhir. selamat membaca🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!