NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 28: Latency

Dua hari dua malam telah berlalu sejak kapal penjelajah otonom yang dikendalikan oleh cincin perak Kaelen Vance meninggalkan Pelabuhan Thalassa. Di tengah bentangan samudra barat yang luas, deburan ombak besar menghantam lambung kapal secara ritmis, namun kapal tersebut tetap meluncur mulus tanpa goyangan berarti, berkat sistem stabilisasi magis otomatis yang terus menyesuaikan diri dengan arus bawah air.

Di dalam kabin anjungan utama, suasana terasa hangat dan sunyi. Layar proyeksi tiga dimensi di hadapan Kael menampilkan status pelayaran yang sangat presisi, menunjukkan bahwa mereka kini hanya berjarak kurang dari sepuluh mil laut dari garis pantai Kepulauan Meridian.

Elara Vane berdiri di dekat jendela kaca anjungan, mengamati hamparan kabut tebal berwarna kebiruan yang mulai menyelimuti permukaan air laut di kejauhan. Di balik kabut itu, siluet pulau-pulau besar dengan tebing-tebing batu curam perlahan-lahan mulai tampak, dihiasi oleh menara-menara suar kuno yang memancarkan pendaran cahaya biru lemah—tanda bahwa sinyal *Protocol Handshake* yang dikirimkan Kael sebelumnya berhasil diterima dan diaktifkan kembali.

"Kita sudah memasuki area perairan Meridian," ucap Elara, suaranya terdengar memecah keheningan kabin. "Tapi ada yang aneh. Grafik latensi pada monitor jaringan kita mulai menunjukkan peningkatan yang tidak stabil. Waktu respons paket data dari pulau utama melonjak dari dua belas milidetik menjadi lebih dari tiga ratus milidetik."

Kaelen Vance yang duduk tegak di balik konsol navigasi langsung mengalihkan perhatiannya ke layar utama. Jari-jarinya bergerak cepat mengetik perintah pemindaian mendalam untuk menganalisis penyebab lonjakan waktu tunda tersebut.

"Lonjakan latensi yang signifikan," kata Kael dingin, matanya menyipit menatap grafik gelombang yang bergeser dari warna hijau stabil menjadi kuning peringatan. "Dalam terminologi jaringan, peningkatan latensi yang tiba-tiba tanpa adanya hambatan geografis fisik selalu mengindikasikan adanya interferensi eksternal—atau dalam kasus ini, hambatan logis berupa firewall pertahanan lokal yang aktif kembali."

Alis Elara bertaut. "Firewall lokal? Kau bilang menara suar di sana merespons sinyal kita dengan baik dua hari lalu."

"Menara suar merespons karena mereka menggunakan sistem otomatis peninggalan purba," jawab Kael tenang, jari-jarinya terus menari di atas konsol. "Namun, infrastruktur fisik di kepulauan ini tidak dikelola oleh sistem terpusat yang mati, melainkan dikuasai oleh faksi-faksi manusia lokal yang terpecah. Ketika menara suar itu mendadak menyala kembali setelah dua abad padam, para pemimpin faksi di pulau utama pasti menganggapnya sebagai anomali atau ancaman, lalu memasang pembatas manual—sebuah *firewall* primitif untuk memblokir sinyal asing."

Kapal penjelajah otonom itu perlahan memperlambat lajunya saat mendekati dermaga pelabuhan tua Portus di pulau utama. Di sepanjang dermaga batu yang dipenuhi lumut dan kerangka kapal karam, puluhan figur manusia berjubel dengan pakaian kulit kasar dan senjata tombak magis tampak berjaga-jaga. Mereka menatap tajam ke arah kapal tanpa awak yang datang mendekat tanpa suara, mata mereka memancarkan rasa curiga dan ketegangan yang nyata.

"Mereka menunggu kita di pelabuhan," ujar Elara, merapatkan posisinya ke dekat meja kendali. "Dan ekspresi mereka tidak terlihat seperti orang yang menyambut kurir pembawa pembaruan sistem."

"Mereka bertindak berdasarkan ketidaktahuan," balas Kael tanpa sedikit pun rasa gentar. "Ketidaktahuan adalah bentuk *packet loss* mental—kehilangan informasi penting yang memicu respons defensif yang tidak efisien."

Kael berdiri dari kursinya. Ia merapikan jubah sederhananya, memastikan cincin perak di jari telunjuknya terpasang sempurna, lalu melangkah menuju pintu dek keluar kabin.

"Kita turun ke dermaga," perintah Kael mutlak. "Kita selesaikan proses *Packet Delivery* ini secara langsung, dan hilangkan latensi komunikasi tersebut untuk selamanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!