NovelToon NovelToon
The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / One Night Stand / Tamat
Popularitas:22.7M
Nilai: 5
Nama Author: Winda keenandra

Bagaimana jadinya jika seorang laki-laki dan perempuan yang tidak saling mengenal terjebak pada situasi yang mengharuskan mereka menikah?

Zivanya Anindita
Gadis berusia 19 tahun harus tinggal di kota besar seorang diri untuk menempuh pendidikan di bangku kuliah. Dia harus bekerja part time untuk menambah penghasilannya.

Kenzo Julian Abram
Seorang pengusaha yang sangat dingin. Dia hanya memikirkan pekerjaan dan tidak memikirkan pernikahan hingga kedua orang tuanya memberikan ultimatum

Ikuti kisah Kenzo dan Vanya yang harus menikah karena kesalahpahaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda keenandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Wedding

Pagi itu suasana di rumah mama Tari sudah sangat ramai. Banyak orang yang sudah mulai bekerja mengerjakan pekerjaannya  masing-masing sejak subuh tadi. Para pegawai dari WO yang dipilih mama Tari juga sudah mulai memeriksa kelengkapan acara. Vanya juga sudah sejak tadi berada di dalam kamar tamu untuk di make up. 

Orang tua Vanya sudah datang sejak kemarin siang ke rumah mama Tari. Awalnya, orang tua Vanya merasa sungkan jika harus menginap di rumah mama Tari. Mereka berencana akan menginap di hotel. Namun, mama Tari memaksa mereka untuk menginap di rumahnya. 

Saudara dekat Vanya juga diundang di acara pernikahan Vanya ini. Namun, mereka tidak menginap dan akan datang siang nanti. Ayah dan ibu Vanya merasa sangat bersyukur sang putri semata wayang mereka akan segera menikah. Ibu bahkan tak bisa menahan tangis haru saat melihat Vanya tengah dipoles dengan sangat anggunnya.

Kenzo yang saat ini tengah berada di kamar tamu lantai dua tak kalah gelisahnya. Dia ditemani oleh Reyhan yang sejak kemarin sudah berada di sana.

"Kenapa tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reyhan ketika melihat Kenzo berjalan kesana kemari. Dia terlihat gugup saat itu.

Kenzo menoleh menatap Reyhan yang tengah berdiri di samping pintu sambil membawa pakaian untuk Kenzo.

"Aku gugup Rey," kata Kenzo sambil masih berjalan mondar mandir di dalam kamar tamu itu. "Aku lebih memilih untuk berhadapan dengan para klien rewel dari pada seperti ini. Aku benar-benar gugup." Lanjut Kenzo sambil mengusap-usap telapak tangannya.

"Tenang tuan. Tarik napas dalam-dalam, kemudian hembuskan. Tarik napas lagi, hembuskan. Tarik lagi, hembuskan." Kata Reyhan yang langsung di ikuti oleh Kenzo.

Setelah beberapa kali melakukan apa yang dikatakan oleh Reyhan, Kenzo merasa sedikit tenang. Melihat Kenzo yang sudah sedikit tenang, Reyhan mendekatinya dan segera menyerahkan pakaian yang akan dikenakannya untuk acara ijab qobul. Kenzo menerimanya dan segera beranjak menuju kamar ganti.

Beberapa saat kemudian, Kenzo terlihat sudah siap untuk melaksanakan prosesi ijab qobul. Dia bersama dengan Reyhan terlihat turun menuju tempat acara. Sudah banyak keluarga Kenzo dan keluarga Vanya yang hadir di sana. Kenzo menyapa para keluarga sebentar sebelum berjalan menuju tempat acara ijab qobul.

Sementara itu di dalam kamar tamu yang lain, Vanya tengah melakukan persiapan akhir make upnya. Para perias tinggal merapikan pakaian dan sanggul Vanya. Setelah semua selesai, Vanya segera bersiap untuk menuju tempat acara.

Ibu Vanya yang berada disamping sang putri merasa terharu. Dia sangat bahagia melihat putri semata wayangnya akan segera melepas masa lajangnya.

"Sayang, ibu sangat bahagia sekali. Selalu ingat pesan ibu ya." Kata ibu Vanya sambil memeluknya singkat.

Vanya yang hampir berkaca-kaca hanya bisa mengangguk. Perasaannya campur aduk saat itu. Namun, dia berusaha tenang dan tersenyum.

Mama Tari segera datang menemui Vanya dan ibunya. Beliau memberitahu jika acara ijab qobulnya akan segera di mulai. Vanya merasa sangat gugup karenanya. Menyadari Vanya tengah gugup, ibunya memegang tangannya dengan lembut berusaha menenangkannya.

Vanya beserta sang ibu berjalan menuju tempat acara. Vanya diam-diam melirik ke arah Kenzo. Namun, yang dilirik bahkan tidak mendongakkan kepalanya. Vanya tahu jika dia juga sedang sama gugupnya seperti dirinya.

Vanya dibantu sang ibu duduk di samping Kenzo yang sudah siap untuk melakukan prosesi ijab qobul. Setelah penjelasan yang dilakukan oleh bapak penghulu, acara ijab qobul pun langsung dilakukan. Ayah Vanya sendiri yang bertindak sebagai wali nikahnya.

Hati Vanya bergetar hebat ketika mendengar suara Kenzo dengan lantang mengucapkan lafadz sakral itu. Hingga terdengar suara saahhh menggema di ruangan tersebut membuyarkan ketegangan Vanya.

Alhamdulillah. Terdengar ucapan syukur dari keluarga. Vanya merasa hatinya terasa menghangat setelah prosesi menegangkan yang baru saja dilaluinya. Setelah penandatanganan dokumentasi pernikahan dan pemasangan cincin nikah, Vanya segera meraih tangan Kenzo untuk dikecupnya sebagai bentuk baktinya kepada sang suami. Baik Vanya maupun Kenzo belum sama sekali saling menatap. Mereka terlihat masih saling menundukkan kepala karena masih merasa canggung.

Setelah prosesi ijab qobul, acara dilanjutkan dengan pengambilan beberapa foto dan dilanjutkan dengan acara resepsi sederhana, karena tidak banyak tamu undangan yang hadir saat itu.

Vanya dan Kenzo sudah berganti pakaian. Kenzo memakai kemeja putih dengan dasi kupu-kupunya dan dipadukan dengan jas dan celana hitam yang senada. Sedangkan Vanya memakai gaun berwarna baby blue dengan bagian belakang yang panjang.

Vanya berjalan menuruni tangga rumah mama Tari dengan bantuan Kenzo. Melihat sang istri yang tengah kesulitan, Kenzo tanpa ragu membantu mengangkat ekor gaun Vanya. Beberapa pasang mata yang melihatnya tampak berbinar. Menurut mereka, adegan itu terlihat sangat romantis.

Acara berlanjut hingga menjelang makan siang. Vanya yang merasa sangat sakit pada ujung tumitnya pun mengeluh.

"Mas, ini sampai jam berapa sih acaranya. Tumitku sakit sekali ini." Bisik Vanya pada telinga Kenzo.

Mendengar bisikan sang istri, Kenzo pun menoleh. "Sekitar satu jam lagi." Jawabnya. "Setelah ini kamu harus mulai terbiasa dengan sepatu seperti itu." Lanjut Kenzo sambil masih berbisik.

Vanya pun mengerutkan dahinya mendengar perkataan Kenzo. "Kenapa?" Tanyanya.

Kenzo kembali menoleh menatap Vanya. "Tentu saja setelah ini kamu harus menemaniku jika ada acara kantor atau undangan lainnya. Kamu kira dengan siapa lagi aku harus pergi jika bukan denganmu?" Kata Kenzo.

Vanya mencerna perkataan Kenzo. Benar juga. Saat ini kami sudah menikah, tidak mungkin kan jika Reyhan yang akan menemani. Batin Vanya.

Sekitar satu jam berlalu, acara sudah benar-benar berakhir. Kenzo dan Vanya segera mengganti pakaian mereka. Kenzo dan Vanya segera membersihkan diri setelahnya.

Setelah mereka selesai membersihkan diri, mama Tari memanggil Vanya dan Kenzo ke ruang kerja sang papa. Di sana sudah menunggu mama dan papa Kenzo beserta kedua orang tua Vanya.

Kenzo segera mendudukkan diri di sofa panjang yang berada di dekat jendela dan diikuti oleh Vanya.

"Ada apa Ma, Pa?" Tanya Kenzo kepada orang tuanya. "Kenapa kalian memanggil kami?" Lanjutnya.

Sang mama tersenyum mendengar pertanyaan Kenzo. "Kami ingin memberikan hadiah untuk pernikahan kalian." Kata mama Tari.

Kenzo dan Vanya saling pandang. Mereka belum bisa menebak hadiah apa yang akan diberikan oleh sang mama. "Hadiah apa Ma?" Tanya Kenzo mewakili keingintahuan Vanya.

"Honeymoon. Satu minggu penuh, di Bali." Jawab mama Tari antusias sambil menunjukkan tiket pesawat kepada Kenzo dan Vanya.

Seketika Vanya dan Kenzo tersentak. Mereka benar-benar tidak menyangka mama Tari memikirkan hal semacam itu. 

"Ma, kami baru saja melaksanakan ijab qobul. Acara juga baru saja selesai. Bahkan, di bawah masih sibuk membereskan sisa acara. Bagaimana mungkin kami harus honeymoon sekarang Ma?" Kata Kenzo yang berusaha menolak secara halus. 

Mama Tari mendelik menatap Kenzo. "Kita sudah memakai jasa WO Ken, jadi kamu dan Vanya tidak perlu memikirkan hal itu." Kata mama Tari. "Sudah, sekarang kalian ganti baju dan siap-siap berangkat ke bandara. Pesawat kalian akan take off malam ini. Semua kebutuhan kalian sudah kami siapkan. Jadi, kalian bisa langsung berangkat." Lanjut mama Tari sambil mengulas senyumannya.

Kenzo dan Vanya saling pandang. Tatapan mata keduanya seolah mengatakan kepasrahan. Mereka mengangguk bersamaan dan segera pamit untuk bersiap-siap.

.

.

.

.

.

\=\=\=\=\=

Masih mau menunggu lanjutannya kah?

Jangan lupa dukungannya ya, like comment dan vote 🤗

Biar author nggak merasa sendiri halunya

Thank you 🤗

1
Dinatha
makan pisang ya Banya?🤣🤣🫣😁
Dinatha
ya ealah...
Nama terkenal doang Kenzo dan Rey..
aslinya sih Buambangg 🤣🤣🤣
Dinatha
25 tahun? 🤣🤣🤣
temanmu hanya sebatas untuk menyenangkan hatimu saja..
dalam hati mereka bilang 52 tahun 😁😁🫣
Ani Haryani
kata mendengus kesal sering banget
Rossa Simangusong
kenapa??? kenapa harus dia yg jadi asisten Kenzo??? 😭😭😭
Febri Ana
ha ha lanjuutt thor
Febri Ana
ha ha lanjuuttt
Febri Ana
ha ha bingung deh vanya
Pujianto Ajha
Luar biasa
Yuri shina
Yuri shina
“”””
queen_umi252
kecil banget burung emprit.. 😁😁
Febri Ana
aduh fida lucu dan gesrek aku jadi gemes
Nia Juniawati
bagus sekali ceritanya
Annysa Idris Sanga
untung Kenzo TDK gengsian👍👍
Fadillah Ahmad
Alasan: karena masih ada taypo di beberapa bab,dan menyulitkan saya untuk membaca nya. Terima kasih.
Dess
😆😆siap siap Cakar cakaran nih
ika
pokoknya ini novel bener" bagus 😘😘🥰🥰
ANDI RAHMAN
ok
Endang thin
othor ini sekolahnua dmn ya??? kok bisa dpt buanyaaakkkk istilah2 yg absyur koyo begono thor???🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!