NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Ribut lagi?

Laila baru saja melangkah masuk ke kelas dan duduk di bangkunya, Nada dan Kirana langsung bergegas menghampiri.

Nada duduk di kursi sebelah Laila yang kebetulan kosong. “Tumben banget La, lu datangnya siang begini. Kirain lu nggak masuk sekolah hari ini.”

Kirana yang berdiri di sampingnya pun mengangguk mantap. “Iya bener, kirain lu bolos. Padahal kan lu paling anti telat atau nggak masuk.”

Laila menghela napas panjang lelah. “Huh… kalau kalian tahu kenapa gue telat, pasti kalian kaget setengah mati.”

“Lho kenapa? lu kecelakaan ya? lu nggak apa-apa kan?” Nada langsung memeriksa tangan dan bahu Laila dengan cemas.

“Gue oke kok, cuma bukan kecelakaan.”

“Terus kenapa dong? Ban motor lu bocor? Kenapa nggak telepon gue aja, biar gue jemput,” timpal Kirana bingung.

“Bukan… itu juga bukan.”

“Terus apa dong?” tanya Nada dan Kirana serempak.

Laila melirik ke kiri dan kanan memastikan tak ada yang memperhatikan, lalu memberi isyarat agar mereka mendekat. Dengan penuh rasa penasaran, kedua temannya langsung mendekatkan.

“Gue tadi habis dikejar sama Geng Elang,” bisiknya pelan.

Nada melotot kaget, sementara Kirana malah refleks berteriak keras. “HAH..SERIUS LU?!”

Laila mendengus kesal. “Sstt! si bangke malah segala teriak!”

Nada langsung menabok lengan Kirana.

"kebiasaan nih mulut toa, ini nih emaknya kayaknya ngidam makan toa jadinya begini keluaranya."

Kirana cemberut, bibirnya mengerucut panjang. “Yaa maaf… namanya juga kaget, reflek aja begitu.”

Belum sempat Laila melanjutkan ceritanya, guru mata pelajaran sudah berdiri di ambang pintu. Mau tak mau ia menunda cerita itu, dan kedua temannya pun segera kembali ke tempat duduk masing-masing.

 

Di ruang UKS, Arjuna sudah tertidur pulas. Berkat bakat akting terpendamnya, ia berhasil meyakinkan pembina petugas kesehatan bahwa tubuhnya sedang lemas dan butuh istirahat total, sehingga akhirnya diizinkan berbaring di sana sepuasnya.

Tak lama kemudian bel istirahat pertama berbunyi. Seluruh siswa berhamburan ke kantin, termasuk Laila dan kedua temannya. Saat mereka sedang asyik menyantap bakso dan mengobrol, tiba-tiba tiga orang anggota inti Geng Petir menghampiri meja mereka.

“Permisi Nona-nona cantik, bolehkah kami bergabung di sini? Kebetulan ada hal yang ingin kami bicarakan sebentar sama Laila,” izin Rian sambil tersenyum menggoda.

Nada dan Kirana hanya bisa mengangguk bengong—ini pertama kalinya mereka berinteraksi langsung dengan anggota inti Geng Petir yang begitu disegani di sekolah. Tanpa menunggu lama, Gibran, Rian, dan Bowo langsung duduk di kursi yang tersedia.

Laila tak henti melirik ke sana kemari seolah mencari seseorang. Bowo yang menyadarinya langsung terkekeh pelan. " ngga usah di cari La, si bos mah lagi enak tidur di ruang UKS."

" ceilah tau nih yang baru jadian, Roman Roman nya masih wangi bener jadi pengennya nempel terus." goda Rian sambil cekikikan. Bowo sudah menceritakan tentang kejadian kroyokan geng Elang terhadap Arjuna termasuk tentang kejadian Arjuna dan Laila yang saling mengungkapkan isi hatinya.

Nada dan Kirana makin bingung. “Tunggu dulu… siapa yang baru jadian?” tanya Kirana penasaran.

Belum sempat mereka menjelaskan, Laila langsung menyela cepat. “Bohong! Nggak ada jadian-jadian! Udah jangan dengerin omongan mereka!” elaknya, padahal pipinya sudah memerah padam teringat kejadian pagi tadi.

Bowo dan Rian makin tertawa melihat tingkah Laila, sementara Gibran tetap tenang menatap gadis itu.

“Udah udah, kita ke sini bukan buat ngomongin itu. Gue mau tanya sesuatu La,” ucap Gibran datar.

“Tanya apa?”

“Jelasin secara detail, awalnya gimana sampai Juna bisa dikepung dan dikeroyok sama Geng Elang?”

Mendengar pertanyaan itu, rasa penasaran Nada dan Kirana makin memuncak. Laila perlahan meletakkan sendok dan garpu di atas mangkuk, lalu menceritakan semua yang ia lihat dan alami pagi tadi dengan jelas. Gibran dan teman-temannya menyimak dengan serius tanpa menyela.

“Dasar emang si Bang Sat pengecut! Beraninya cuma main keroyokan! Padahal kalau dia yang ganggu wilayah kita, Geng Petir nggak pernah sekalipun main curang kayak gitu!” geram Rian menahan amarah setelah cerita selesai.

“Udah tenang dulu Ian,” Gibran berdiri perlahan. “Oke makasih banyak infonya La. Dan satu hal lagi… kayaknya lu juga harus tanggung jawab deh mulai sekarang. Bagaimanapun juga, Juna udah berani ngelindungi lu sampai begini. dah Yuk kita cabut dulu.”

Setelah kepergian mereka, Nada dan Kirana langsung menatap Laila penuh tanda tanya ingin penjelasan lebih lanjut. Namun Laila justru terdiam termenung, pikirannya melayang pada kata-kata terakhir Gibran.

“La, tolong jelasin dong… maksudnya apa soal jadian tadi? lu sama Juna udah resmi pacaran kan? Kita kan sahabat, jadi tolong jangan ada yang disembunyikan ya,” pinta Nada dengan rasa penasaran yang memuncak.

“Ya ampun La… lu pakai ajian apa sih sampai bisa memikat hati Arjuna? Bagi-bagi dong rahasianya! Siapa tahu nanti gue juga bisa dapetin Taehyung BTS,” seru Kirana penuh semangat.

Laila menghela napas panjang. Akhirnya ia menceritakan semuanya: mulai dari pertama kali berdebat dengan Arjuna, kebiasaan laki-laki itu yang selalu mengikutinya, pengakuan perasaan yang sempat ditolaknya, sampai kejadian menegangkan dan pengakuan tadi pagi. Nada dan Kirana tertegun diam mendengar ceritanya, hingga Kirana tiba-tiba berseru kaget tanpa sadar.

“WHAT LAILA?! LU SERIUS PERNAH NOLAK ARJUNA?!”

Baru sadar suaranya terlalu keras, Kirana langsung menyengir canggung. “Ups… hehe maaf La, nggak sengaja keceplosan.”

Nada langsung melotot tajam ke arah Kirana, sementara Laila hanya memijat pelipisnya perlahan. Benar-benar pusing punya teman yang mulutnya berisik kayak toa.

Di sudut lain, Salsabila beserta dua temannya yang kebetulan mendengar teriakan itu langsung membara amarahnya. Tanpa banyak bicara, ia menghampiri meja Laila dan meninju permukaannya dengan keras hingga seluruh isi kantin menoleh.

BRAK!

“Heh cewek cupu, jangan sok cantik deh! Dengar baik-baik ya...lu tuh cuma mainan buat Arjuna, dan gue pastiin sebentar lagi lu bakal dibuang persis kayak cewek-cewek lain!” ucap Salsabila angkuh sambil melipat kedua tangannya di dada.

Laila tidak tampak takut sedikit pun, ia justru menyunggingkan senyum tipis. “Maksud lu kayak lu kan? Yang udah dibuang sama Arjuna. Ups… maaf nggak sengaja ngomong gitu.”

Seketika wajah Salsabila memerah padam menahan geram. Ia langsung mengangkat tangan hendak mencengkeram rambut Laila, namun belum sempat menyentuh sehelai rambut pun, tiba-tiba ada tangan kekar yang mencengkeram pergelangan tangannya dengan sangat kuat.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!