NovelToon NovelToon
Tanah Luka Dan Persahabatan

Tanah Luka Dan Persahabatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: Dini Sinaga

Kehidupan penduduk Kampung Surya Kencana, dimana sebagai besar penduduknya bekerja sebagai besar petani. Kampung ini kini gersang karena dilanda kekeringan.
Warga Kampung Surya Kencana bersifat, tradisional, sehingga sulit menerima perkembangan terutama dibidang pertanian. Pemerintah baik dari pusat, provinsi, kecamatan hingga Kampung sudah sering mengadakan Penyuluhan Pertanian agar pertanian masyarakat dapat meningkat, namun di tolak oleh sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani.
Seorang pemuda bernama Harjo (pemeran utama) adalah salah seorang dari sedikit petani yang mau mengikuti arahan Penyuluh Pertanian. Dia gigih dan ulet dalam bertani serta cerdas dalam mengembangkan pertanian, sehingga hasil pertanian Harjo menjadi berbanding terbalik dengan hasil pertanian warga Kampung. Hasil pertaniannya melimpah sedang petani lainnya sering terkena hama dan gagal panen.
Banyak penduduk yang mulai tertarik dengan cara bertani Harjo yang terkadang diluar kebiasaan penduduk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Sinaga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 Patah Hati, Janji Bertemu

Kembali ke perbincangan Harjo John dan Slamet.

"Oh ya, Jo kuenya jangan dianggurin, sekalian dimakan saja, saya yang akan traktir hari" John meminta Harjo untuk menikmati kue yang berada diatas meja warung itu.

"Oh, iya. Sudah tidak perlu repot-repot, nanti saya bayar sendiri saja."

Jawab Harjo kepada John, sambil mengambil sebuah lemper, kue yang sangat disukainya.

"Sudah, Nggak apa-apa, di makan saja. Aku pribadi lagi pengen traktir kalian!"

Jawab John berharap Harjo mau memakan dan menikmati kue hasil traktiran darinya.

"Sudah di makan saja, John lagi bahagia itu!" Seru Slamet dengan logat kental Jawanya.

Dengan wajah yang sedikit bingung, Harjo bertanya.

"Bahagia? Bahagia dalam rangka apa lu, Jhon?" tanya Harjo penasaran.

"Eh.. Ini..., anu..., e... ada deh, pokoknya aku yang traktir hari ini." Terang Jhon dengan malu-malu tak mampu menjawab.

"Ini tadi Wati teman sepekerjaan dengan aku bertanya mengenai Jhon. Aku lihat dia malu-malu, pada saat menanyakan mengenai Jhon. Kesimpulanku dia ada hati dengan Jhon"

Dengan sambil mengangkat-angkat alis kedua matanya, Slamet menerangkan kepada Harjo mengenai Wati, seorang guru cantik teman satu pekerjaan dengan Slamet yang adalah guru olahraga.

Wati wanita berasal dari kota, berusia 23 tahun, berkulit kuning langsat. Tinggi 170 cm, baik, ramah dan cerdas. Berada di Kampung ini karena penugasan dari Dinas Pendidikan.

Wajah John berubah memerah kelihatan grogi dan malu-malu, saat Slamet menjelaskan kepada Harjo. Padahal dia sudah mencoba untuk menutupi hal itu dari Harjo, Slamet malahan sudah keburu memberikan penjelasan dan menceritakan semuanya kepada Harjo.

"Oh, kalau begitu selamat ya, Aku turut bahagia kalau itu benar" kata Harjo.

Di dalam hati, sebenarnya Harjo juga mengenal Wati, Dia guru sekolah SD dan Harjo menyimpan sedikit ketertarikan terhadap Wati.

Wati dan Harjo pernah bertemu pada acara penyuluhan pertanian yang diadakan PPL. Ia kagum, terhadap cara Wati dalam bertanya dan menjelaskan sesuatu pada saat acara itu berlangsung.

Sekarang, pupus sudah, bagaikan disambar gledek di siang hari.

perasaan Harjo sedikit hancur, namun dia ikhlas buat sahabatnya itu.

Melihat Harjo yang diam, termenung, Slamet langsung berkata,

"Dimakan Jo, jangan termenung saja. Makanan kok dianggurin" Slamet mencoba mengingatkan Harjo sambil mengambil 2 buah kelepon dan memakannya.

"Oh...,Iya... Iya..." jawab Harjo terkejut, tersadar dari lamunannya.

"Kalau kamu Met udah dapat calon?" Sambung Harjo supaya tidak kelihatan, canggung.

"Kalau aku, ada dong, masa kamu nggak tahu. Mengapa selama ini aku selalu berada di dekat Jhon" lirik Slamet ke arah Jhon dengan penuh makna.

Harjo tersenyum dan mengganggu-anggukkan kepalanya tanda dia paham, sedangkan John kebingungan karena dia tahu kalau Sari-lah yang dimaksud oleh Slamet.

Sari adalah adik dari Jhon satu-satunya, juga kesayangan di keluarga. Sari adalah gadis yang cerdas, penyayang, berkulit sawo matang berusia 21 tahun, tinggi 168 cm. Sari juga selalu aktif pada kegiatan sosial di Kampungnya.

Sebenarnya Jhon kurang setuju Kalau Sari harus bersama Slamet, dia merasa Sari harusnya mendapatkan lelaki yang lebih baik daripada Slamet.

Slamet diketahui orangnya: kurang bisa dipercaya, kasar, pemalas dan banyak hal-hal kecil yang kurang baik dari Slamet.

Namun, walaupun begitu John dan Slamet bersahabat dari kecil, begitu juga dengan Harjo. Mereka yang telah bersahabat lama sekali, mulai lahir hingga besar di Kampung Surya Kencana, Kampung mereka ini.***

Slamet merencanakan akan mempertemukan Jhon dengan Wati, sedangkan Slamet akan bersama Sari yang adalah sahabat Wati, sehingga Jhon dapat lebih leluasa berduaan dengan Wati.***

Dirumah Wati.

Di sisi lain kampung itu, Wati sedang duduk di meja kerjanya dan membuka-buka buku tugas siswa serta mengecek hasil pekerjaan para siswanya tadi pagi.

Wati teringat pada wajah Harjo, lelaki yang pernah bersama-sama ikut dalam kegiatan penyuluhan pertanian di aula Kampung Surya Kencana. Ia merasa kagum, kepada Harjo, karena Harjo merupakan petani yang masih muda dan warga Kampung yang mau mengikuti kegiatan itu, dan juga Harjo benar-benar tekun pada saat kegiatan itu.

Harjo juga kelihatan sangat antusias, Harjo juga mengambil bagian dalam kegiatan dengan memberikan pertanyaan yang menurut pendapat Wati sangat baik sekali.

"Bagaimana Pak kalau seandainya kebun kami ditanami dengan tanaman yang berbeda setelah habis panen?" Tanya seorang Pemuda kepada pembicara dari tim Penyuluh Pertanian Lapangan.

Pertanyaan inilah yang membuat Wati sangat tertarik, dan merasa bahwa Harjo adalah seorang inovator dalam bidang pertanian. Wati juga teringat akan pertanyaan Harjo,

"Bagaimana jika lahan padi ditanami oleh tanaman seperti jagung ubi kayu atau singkong kacang hijau ketika Kampung mengalami kekeringan yang cukup parah, Pak?" kata seorang pemuda.

"Pertanyaan yang bagus, Oh iya tolong perkenalkan diri Bapak siapa dan petani tanaman jenis apa?" Tanya pembicara dari PPL.

"Nama saya Harjo Suroto, Pak. Petani padi Pak," jawab Pemuda itu dengan lugas.

Wati mulai merasa tertarik kepada pemuda yang mau bekerja sebagai petani dan tentunya mau dibimbing oleh Penyuluh Pertanian, Karena pada saat itu banyak petani yang menolak untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan penyuluhan pertanian, bahkan banyak dari antara mereka yang sangat tidak suka, menolak dengan keras dan bergosip sana-sini untuk menolak kegiatan penyuluhan pertanian.

Wati sangat kagum dan salut terhadap Harjo. Harjo dianggap oleh Wati adalah contoh teladan Pemuda yang gigih dan mau bekerja keras. Wati larut dalam lamunannya.

Sehari sebelumnya di sekolah.

Di sekolah pagi itu, Wati sedang duduk di kursi meja kerjanya di ruang guru.

Slamet datang menghampiriWati. "Pagi Bu" Sapa Slamet, yang coba mendekati Ibu Wati.

Hal ini sudah sering sekali dilakukan oleh Slamet. Slamet sering mencoba PDKT atau pendekatan kepadaWati, tetapi Wati tidak pernah menanggapinya karena dia tidak mempunyai rasa suka terhadap Slamet.

"Pagi juga Pak Slamet" jawab Wati seadanya.

*Oh ya, Saya lihat Bapak sering bersama Harjo petani padi di kampung kita." Tanya Wati, sambil mengalihkan pembicaraan.

"Oh iya Bu. Saya kenal dia dan bersahabat dengannya." Jawab Slamet walaupun didalam hatinya terasa perih, karena Wati membicarakan pria lain disaat dirinya hendak melancarkan jurus mautnya.

"Oh, Jo. Saya kenal, Dia itu teman baik saya, kami sama-sama besar di Kampung ini." Slamet sedikit menjelaskan dengan rasa hati gelisah, cemburu dan marah.

"Harjo biasanya di Kampung ini dipanggil dengan sebutan Jo" Slamet menjelaskan lagi tentang panggilan kecil Harjo.

"Kalau begitu Pak Slamet tahu dong di mana Harjo, ehh...Jo tinggal?" Tanya Wati dengan semangat dan antusias.

"Tentu dong, saya kan sahabatnya. Kami juga sering bersama-sama dan sekarang pun masih sering ketemu" Slamet sedikit berbohong kepada Wati. Sebab sebenarnya Harjo jarang sekali bersosialisasi dan lebih sering di kebunnya.

"Saya mau menanyakan Jo, mengenai program pertanian. Em.. seperti. Apakah ada perbedaan hasil pertanian sebelum dan setelah penyuluhan pertanian kemarin dan juga apakah dia masih tetap mengikuti anjuran dari PPL?" Wati mencoba menjelaskan maksud dirinya, ingin bertemu dengan Harjo.

"Kalau Kamu mau ke sana, nanti Kita bisa bersama-sama kesan. Saya akan menemani, Ibu." Slamet mencoba meyakinkan Wati untuk pergi bersama-sama dengannya.

Siasat Slamet

Persamaan panggilan Harjo dan Jhon inilah yang membuat Slamet berpikir untuk menggantikan Harjo dan Jhon sehingga Dia dapat mendekati Sari yang juga adalah adik dari Jhon.

Slamet berpikir Jhon akan membalas budinya tm yang telah mendekatkannya dengan Wati.

Sebab John pernah mengungkapkan bahwa Dia tertarik kepada Wati, guru teman mengajar Slamet itu.

Di dalam hatinya Slamet berpikir tak dapat Wati, Sari pun jadilah.

Slamet pun mencoba meyakinkan John, untuk bertemu dengan Wati di Warung Makan yang baru buka di tepi Sungai.

Dengan Syarat Sari ikut serta di pertemuan hari Sabtu, malam minggu nanti.

1
Dini
okey bagus
👍
Dini
💪baru setiap harinya

yuk diikutin dan di like
Dini
bagus, cara bercerita yang berbeda
tema yang baru
Zidan
GG bang bagus , saling folow yuk jangan lupa baca novel ku juga kalau boleh 🙏
Zidan
GG bang saling folow yuk bang
Dini: 🙏ok sudah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!