NovelToon NovelToon
SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.

Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.

Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.

Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Ujian Murid Baru

Tiga bulan berlalu dalam sekejap mata. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Jauh sebelum fajar menyingsing, ribuan orang sudah berkumpul di depan gerbang besar Sekte Surgawi Langit.

Bahkan ada yang datang beberapa hari lebih awal, takut terlambat. Mereka berdiri berdesakan, wajah penuh harap dan kagum — hanya berdiri di depan pintu gerbang saja, mereka sudah merasakan hal yang luar biasa.

"Energi spiritual di sini... padat sekali," bisik seorang pemuda sambil menarik napas dalam-dalam, matanya terbelalak tak percaya. "Hanya berdiri di luar gerbang saja rasanya seperti berkultivasi selama berhari-hari. Bagaimana jika masuk ke dalam?"

"Benar sekali," sahut temannya dengan napas terengah-engah. "Udara di sini terasa lebih murni, lebih segar. Sekte ini sungguh bukan sekte biasa."

"Aku sudah berkultivasi lima tahun, tapi kemajuannya sangat lambat — tidak punya batu spiritual, tidak ada teknik yang layak. Jika aku bisa masuk ke sini..."

"Jangan terlalu berharap tinggi," sahut pemuda kaya di sampingnya, wajahnya bercampur angkuh dan cemas. "Aku punya segalanya — perak, batu spiritual, pelayan. Tapi guruku bilang kemajuanku lambat karena aku malas. Entah sekte ini akan menerima orang sepertiku atau tidak."

Ketika gerbang giok itu perlahan terbuka, para calon murid mulai berjalan masuk satu per satu. Saat mereka melangkah melewati gerbang, mata mereka membelalak tak percaya — apa yang mereka dengar dari cerita orang ternyata jauh lebih indah dan megah saat dilihat langsung.

Pohon Roh yang bersinar di tengah halaman, udara yang berkilauan karena energi roh yang begitu pekat, dan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi dengan aura yang agung... semuanya sungguh nyata, bukan sekadar cerita.

Namun mereka tidak diberi waktu untuk berkeliling atau mengagumi pemandangan itu. Begitu masuk, mereka langsung diarahkan oleh para Tetua yang berjaga menuju pelataran khusus penerimaan murid — sebuah lapangan luas yang terbentang luas di kaki puncak utama.

***

Di atas panggung kehormatan, Lin Yue berdiri tenang. Suaranya lembut namun terdengar jelas di telinga semua orang.

"Selamat datang. Kalian semua sudah berkultivasi, namun kemajuan kalian terhambat — sebagian karena kekurangan sumber daya, sebagian karena kemalasan, dan sebagian lagi karena hati yang belum tulus," ucap Lin Yue pelan namun tegas.

"Tangga Surgawi yang akan muncul tidak menguji kekuatan. Ia menguji hati. Niat jahat sekecil apa pun — kalian akan terlempar turun. Hanya ketulusan yang bisa menuntun kalian naik."

Cahaya keemasan menyelimuti pelataran. Seratus anak tangga berkilau putih muncul perlahan, menjulang ke langit.

"Naiklah!" seru Tetua Agung Mo Yuan.

Orang pertama melangkah — baru menginjak tangga ke-3, langsung terlempar jatuh. Wajahnya pucat.

"Aku... aku berniat mencuri teknik sekte ini..." akunya pelan, lalu pergi dengan kepala tertunduk.

Pemuda kaya yang tadi berbicara juga melangkah. Sampai tangga ke-5, tubuhnya melayang dan jatuh.

"Kenapa? Aku kaya! Aku punya banyak batu spiritual!" teriaknya tak terima.

"Kekayaan tidak bisa menipu hati," ucap Tetua Bai Yuan pelan sambil menggeleng. "Kau malas dan ingin mengambil jalan pintas. Tangga ini melihat itu lebih jelas daripada mata."

Banyak yang terlempar, banyak yang berhenti di tengah jalan. Namun perlahan-lahan, mereka yang tulus mulai menemukan tempatnya:

- Tangga 1–10 → Murid Pelayan

- Tangga 20–40 → Murid Pelataran Luar

- Tangga 50–70 → Murid Pelataran Dalam

- Tangga 80–90 → Murid Inti di bawah bimbingan para Tetua

"Lihat itu!" seru penonton di luar gerbang melalui Batu Perekam. "Ada yang sampai ke tangga ke-85!"

Tetua Bai Yuan tersenyum melihat seorang gadis di tangga ke-88. "Dia bernama Su Yao. Bakat pedangnya luar biasa. Dia akan menjadi muridku."

"Dan dia — Zhang Hu," tambah Tetua Shen Wu menunjuk pemuda di tangga ke-82. "Kekuatan fisiknya luar biasa, hatinya jujur. Cocok untuk jalan bela diri yang kugeluti."

"Qing Yue di tangga ke-90," ucap Tetua Qing Yang lembut. "Peka terhadap energi roh, sangat cocok dengan teknik alkimiaku."

Tiga nama itu dicatat — mereka bukan sekadar angka, mereka adalah murid berbakat yang dipilih langsung oleh para Tetua sesuai bakat bawaan mereka.

Di antara semua peserta, ada satu pemuda yang terus melangkah tanpa ragu. Pakaiannya sederhana, wajahnya tenang, matanya jernih tanpa bayangan.

Dia melewati tangga ke-90... ke-95... hingga kakinya menginjak anak tangga ke-100. Cahaya putih menyilaukan memancar dari tubuhnya.

"Berhasil!" sorak penonton di luar. "Dia sampai di puncak!"

Pemuda itu berlutut hormat. "Murid Li Chen menyapa Guru. Aku tidak punya harta, tidak punya bakat luar biasa. Aku hanya ingin menjadi orang yang tulus dan berguna."

Lin Yue mengangguk pelan, senyum tipis terlihat di balik cadarnya. "Mulai hari ini, kau adalah muridku sendiri."

Setelah ujian selesai, tangga Surgawi perlahan menghilang. Ribuan orang yang hadir — baik yang diterima maupun yang tidak — merasa sesuatu yang berharga baru saja terjadi.

Tetua Agung Mo Yuan melangkah maju dan mengumumkan jumlah seluruh murid baru yang diterima.

"Berikut adalah jumlah murid yang berhasil lolos dan resmi menjadi bagian dari Sekte Surgawi Langit," ucap Mo Yuan dengan suara yang terdengar jelas ke seluruh penjuru pelataran.

- Murid Pelayan (Tangga 1–10): 120 orang

- Murid Pelataran Luar (Tangga 20–40): 350 orang

- Murid Pelataran Dalam (Tangga 50–70): 180 orang

- Murid Inti Para Tetua (Tangga 80–90): 15 orang

(termasuk Su Yao, Zhang Hu, Qing Yue, dan murid lainnya)

- Murid Inti Ketua Sekte (Tangga 100): 1 orang — Li Chen

TOTAL SELURUH MURID BARU: 666 orang

Angka itu diumumkan dengan jelas. Dari ribuan calon yang datang, hanya enam ratus enam puluh enam orang yang terpilih — bukan karena kekuatan atau harta, melainkan karena hati mereka yang tulus dan suci.

Mendengar angka itu, semua orang merasa bangga sekaligus sadar — bahwa menjadi bagian dari sekte ini bukanlah hal yang mudah.

"Yang tidak diterima, jangan berkecil hati," ucap Mo Yuan kepada semua orang. "Kesempatan lain akan datang. Yang diterima — ingatlah ujian hari ini. Kekuatan bisa dipelajari, namun hati yang tulus... itulah fondasi sejati."

Di luar gerbang, orang-orang berbisik satu sama lain.

"Su Yao, Zhang Hu, Qing Yue, dan Li Chen... nama-nama itu pasti akan menggema di seluruh benua nanti," ucap seorang tetua desa dengan pandangan kagum. "Mereka bukan dipilih karena kekuatan, tapi karena hati. Sekte Surgawi Langit... sungguh berbeda dari sekte mana pun yang pernah ada."

***

Saat upacara selesai dan semua murid baru diarahkan ke tempat tinggal masing-masing, suara Sistem terdengar jelas di benak Lin Yue.

Sistem:

[ MISI SELESAI — PENERIMAAN MURID PERTAMA ]

✓ Ribuan calon murid datang dari seluruh penjuru wilayah

✓ Tangga Surgawi berhasil menyaring hati dan niat setiap orang

✓ Ditemukan murid dengan hati suci murni — Li Chen, murid pribadi Ketua Sekte

✓ Sekte kini bertambah: belasan Tetua + 4 murid inti lama + murid baru

~ HADIAH:

• Formasi Pelindung Sekte ditingkatkan — kini mampu menahan serangan Tahap Nirmala

• 5000 butir batu spiritual tingkat menengah

• 100 butir batu spiritual tingkat tinggi

• Aula Pengajaran — tempat energi roh mengalir sepuluh kali lipat lebih pekat

• Lin Yue naik satu tingkat lagi di Tahap Nirmala (8)

Cahaya lembut menyelimuti tubuh Lin Yue. Dia merasakan kekuatan yang semakin dalam dan kokoh, seolah fondasi sekte dan dirinya sendiri semakin kuat berkat kehadiran murid-murid baru yang tulus.

Di bawah sana, Li Chen berdiri dengan tekad membara, siap menempuh jalan panjang bersama sekte terkuat di benua itu.

.

.

.

.

.

1
Alia Chans
Hadirr Thor
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!