Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Duel Antar Puncak Babak Pertama
Bab 13 : Duel Antar Puncak Babak Pertama
________
Arena Naga bukanlah arena biasa , itu di buat dari tulang naga asli sepanjang 10 kilometer yang di ubah menjadi stadion dengan panggung persegi di tengahnya. Terbuat dari sisik naga hitam , setiap darah yang menetes akan langsung terserap lantai hitamnya.
"Dung Dung Dung Dung Dung"
Suara genderang telah di bunyikan sedari pagi , itu terdengar hingga ke seluruh Puncak Terang. Ribuan orang telah memadati Arena Naga untuk menyaksikan duel antar puncak. Pertemuan Naga Muda memilih yang paling berbakat di antara 8 puncak. Panji panji Puncak telah berkibar menambah kemeriahan Arena Naga. Satu orang yang di unggulkan pada kompetisi kalo ini adalah jenius muda dari keluarga Sun bernama Sun Haoran. Memang sejak dahulu setiap kompetisi duel selalu di dominasi oleh Puncak Pedang yang memang ajarannya di khususkan untuk bertarung.
Satu panggung besar ada khusus para Tetua di siapkan menghadap arena yang kali ini di buat lebih besar dari biasanya. Satu persatu Tetua Puncak datang dengan gaya khas nya masing masing , lalu yang membuat orang terkejut adalah kemunculan Leluhur Wu Chen. Saat ia datang langit bergemuruh , retakan spasial muncul di atas langit. Sosoknya keluar dengan wibawa yang tak terbendung. Semua orang menyambutnya dengan menangkupkan kedua tangannya bersama sama.
"Hormat , Leluhur! Semoga panjang umur!"
Setelah kedatangan Leluhur dan para Tetua , barisan berikutnya adalah para murid yang akan berpartisipasi dalam pertandingan. Satu persatu nama puncak di sebutkan bersama perwakilannya yang berbaris di Arena Naga.
Sebuah meja panjang di letakkan di tengah arena , di atasnya terdapat sepotong kayu cendana panjang yang berisi nomor. Peraturannya , siapapun yang mendapatkan nomor dengan angka yang sama akan menjadi lawannya.
"Cih , kau disini! Apakah Puncak Meditasi tidak ada orang lagi?" bisik Gu Xiyao.
"Jangan sampai kau jadi lawan pertamaku! Jika terjadi , aku akan menendang mu keluar!" jawab Shen Yan.
16 murid perwakilan puncak , satu persatu maju mengambil undian di atas meja. Sun Haoran mendapat nomor yang sama dengan Liu Feng itu membuat Ming Yue menghela nafasnya sambil tersenyum.
"Tetua Jian , sepertinya muridku tidak beruntung bertemu dengan jenius keluarga Sun mu!" ucap Ming Yue.
"Itu belum tentu , Tetua Ming! Kau jangan selalu merendah seperti itu!" jawab Tetua Jian Wu.
Sementara itu , Shen Yan membuka undian kayu itu yang bertuliskan nomor 7. Ia lalu mengangkat kepalanya dan wajah tersenyum muncul di depannya. Dia adalah Qin Yun jenius dari Puncak Harta Suci. Dan Gu Xiyao mendapat nomor 3 yang harus melawan murid dari Puncak Formasi.
Pertarungan pertama adalah Puncak Hukum melawan Puncak Pengetahuan. Pertarungan yang penuh siasat itu berlangsung sengit , banyak orang yang kagum dengan pertarungan murid murid baru ini. Namun akhirnya dengan kecerdikannya , Puncak Pengetahuan yang bernama Wen Zhi. Ia masuk ke babak kedua menunggu seluruh pertandingan usai.
Pertarungan kedua , Puncak Binatang Suci melawan murid dari Puncak Hukum. Murid Puncak Binatang Suci bernama Lin Ye masuk ke dalam arena menaiki seekor serigala darah. Namun Fa Tian dari Puncak Hukum tidak gentar sedikitpun. Ia bertarung dengan mistar besi di tangannya melawan kombinasi serangan Lin Ye dan serigala darah.
"Vonis Langit : Aturan Langit!"
Fa Tian menembakkan darah dari mulutnya ke arah mistar miliknya , darah dengan cepat terbakar. Kemudian mistar itu berubah menjadi emas , yang langsung membelah kombinasi Lin Ye dan Serigala darah dengan kecepatan tinggi. Tubuh Lin Ye terpental keluar dari arena , pertandingan itu akhirnya di menangkan oleh Fa Tian dari Puncak Hukum.
"Gu Xiyao dari Puncak Alkimia melawan Qi Pan dari Puncak Formasi!"
Gu Xiyao melesat ke tengah arena dengan cepat , Qi Pan menyusulnya di belakang membawa kotak aneh di tangannya. Pertandingan ini cukup di nantikan oleh banyak orang , satu dari keluarga kaya raya Gu dan satunya adalah ahli formasi yang namanya pernah mengejutkan banyak orang di kompetisi ini sebelumnya.
"Dung"
Suara genderang berbunyi , Gu Xiyao langsung melesat dengan cepat. Tujuannya adalah menangkap tubuh Qi Pan dan menendangnya keluar. Karena kelemahan ahli formasi adalah tubuh fisiknya , namun pengalaman bertarungnya mampu menutupinya. Qi Pan tersenyum , tepat saat Gu Xiyao hampir mencapai tubuhnya , Gu Xiyao tiba tiba melentingkan tubuhnya mundur.
"Buka Permainan!"
Qi Pan melempar papan catur ke udara , detik selanjutnya seluruh lantai sisik naga berubah menjadi kotak kotak papan catur yin yang. Ini adalah formasi Qi Pan yang sulit di tebak. Semua orang berpikir , Gu Xiyao akan kalah. Itu tidak tanpa sebab , karena Puncak Alkimia memang jarang melahirkan petarung sejati karena mereka berfokus pada pembuatan pil dan pengendalian api.
"Api Langit! Bakar!"
Gu Xiyao mengeluarkan api besar berwarna putih yang berubah bentuk menjadi seekor naga. Menyerang ke arah Qi Pan dengan kejam , namun Qi Pan mampu memblokirnya dengan bantuan bidak bidak caturnya yang setia melindunginya.
"Kedua anak ini sangat berbakat!" ucap Leluhur Wu Chen.
Mendengar hal itu para Tetua mengangguk setuju. Pertarungan Gu Xiyao dan Qi Pan berlangsung cukup lama hingga keduanya sama sama mengalami kebuntuan.
"Formasi YinYang : Dua Raja penghukum!"
Qi Pan mengerahkan semua kekuatannya untuk mengeluarkan kartu As nya. Melihat Qi Pan yang ingin menyelesaikan pertarungan ini dengan satu serangan , Gu Xiyao segera mengambil sesuatu dari dalam kantong penyimpanannya.
"Aku sebenarnya tidak ingin menggunakannya sekarang! Tapi kau yang memaksa!" gumam Gu Xiyao.
Sebuah rantai hitam keluar dari kantong penyimpanan Gu Xiyao. Rantai yang sangat familiar di kalangan para kultivator.
"Gu Ming Suo!!" teriak Tetua Chang.
"Bukan , ini hanya tiruannya!" ucap Leluhur Wu Chen tenang.
Semua Tetua ketakutan jika pusaka yang di pegang oleh Gu Xiyao adalah Gu Ming Suo yang asli , karena itu akan merusak takdir korbannya. Dalam hal ini tentu sangat merugikan karena ini hanyalah ajang mencari wawasan antar puncak.
Dua Raja Qi Pan berlari menghunus pedang besar ke arah Gu Xiyao , namun mereka langsung hancur saat Gu Xiyao mengayunkan Rantai hitam itu ke arahnya. Itu juga membuat Qi Pan kehilangan kendali Formasi nya dan terbang mundur menghantam dinding. Pertarungan itu akhirnya di menangkan oleh Gu Xiyao.
"Sial! Tenagaku hampir habis di buatnya!"
Gu Xiyao berjalan terhuyung dan teman temannya lalu menyambut tubuhnya yang hampir runtuh. Pertandingan pun di lanjutkan setelah mereka berdua keluar dari arena.
"Selanjutnya! Liu Feng dari Puncak Meditasi melawan Sun Haoran dari Puncak Pedang!"
Suara gemuruh terjadi di seluruh arena , nama Sun Haoran saat ini yang sedang naik daun berhasil menyedot perhatian semua orang. Mereka menantikan pertandingan pertamanya dengan harapan tinggi.
"Adik Liu! Menang kalah adalah hal yang biasa , jika kau tidak sanggup melawannya ,, menyerah bukan hal yang memalukan!" ucap Cheng Yuan yang sedikit khawatir.
________