Novel ini sedang dalam tahap rombok(revisi) dan akan diperbaiki karena banyak yang tidak menyukai alurnya maka novel ini akan diperbaiki menjadi lebih baik terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sintia maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NIKEN VS SEILA
Merekapun masuk kedalam rumah Tia.
"Assalamualaikum!" ucap Tia.
"Lo ngucapin salam sama siapa?" tanya Niken heran.
"Ya sama rumah gue lah masa sama hantu!" jawab Tia.
"Lo gila ya ti?" tanya seila sambil meraba kening Tia.
"Ihhkk! seila gue masih waras kali,"
"Ya terserah lah!" ucap Niken.
Merekapun masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.
"Tia Lo sendirian aja disini?" tanya Niken.
"Enggak gue tinggal disini sama cowok!" jawab Tia.
"Apah!" kaget seila dan niken.
"Tia tobat Lo, dosa Tia Lo berhenti yah masukin cowok kerumah lo!" pinta Niken.
"Ya gak papa lah lagian gue juga sama cowok itu udah sah!" ucap Tia.
"Maksud nya?" tanya Niken.
"Gue udah nikah!" jawab Tia enteng sambil menuangkan air kedalaman gelas.
"Apah!" teriak Niken dan seila.
"Hahah,Lo jangan becanda tia!" ucap seila.
"Gue gak becanda,gue serius!" ucap Tia.
"Tia Lo gila atau apa sih,mana ada cewek jaman sekarang yang mau nikah sebelum lulus kuliah!" jelas Niken.
"Ada kok,ni contohnya gue!" ucap Tia.
"Tia pliss jangan becanda. gak lucu tau gak!" tegas seila.
"Gue gak becanda sayang!" ucap Tia.
"Jadi beneran Lo udah nikah?" tanya Niken lagi.
"Iyah niken!" ucap Tia.
"Sama siapa? kapan nikah nya,kok Lo gak ngundang gue sich,dimana Lo nikah,kapan resepsi nya,dimana suami lo?" tanya Niken secara bertubi-tubi.
"Stopp!" teriak Tia.
"Kalau mau nanya itu satu-satu donk jangan nyerocos pusing gue ngejawab nya!" ucap Tia.
"Cepetan Lo harus jawab semua pertanyaan kita!" pinta seila.
"Okehh gue bakal Jawab. tapi kalian jangan kaget yah!" pinta Tia.
"Iya cepetan jawab!" ucap Niken dan seila Secara bersamaan.
"Okeh yang pertama. gue nikah 6 bulan lalu,gue gak ngundang kalian karna gue nikahnya di Landon dan karna perjodohan,terus suami gue itu pak kenzo" ucap Tia.
"Apah!" teriak mereka berdua.
"Lo jangan ngaku-ngaku donk,pak kenzo itu calon suami gue!" tegas seila.
"Gue gak becanda!" tegas Tia.
"Jadi Lo serius?" tanya Niken.
"Hooh!" jawab Tia.
"Tidakkkk!" teriak Niken dan seila sekencang mungkin.
Tia pun menutup telinganya karna berisik mendengar teriakan kedua sahabatnya.
"Lo jahat banget sih Tia, ngerebut calon suami gue!" protes seila.
"Ya kan gue juga kagak nyangka suami gue bakal seterkenal itu di kampus!" ucap tia.
"Ahhh!! yaudah lah gak papa,gue ikhlas gue gak mau jadi pelakor!" ucap Niken.
Huh! seila pun menghela napasnya.
"Okelah gue juga bakal ikhlasin pak Kenzo gak mau jadi pelakor gue!" pasrah seila.
"Hehehe, sorry yah gue juga kagak tau bahkan kemarin si misha udah tau dia bahkan sampe nangis histeris!" jelas Tia.
"Gak papa lah,lagian juga ini bukan salah Lo sepenuhnya!" ucap seila.
"Ehh,jadi si misha udah tau?" tanya Niken.
"Iyah,dia udah tau!" jawab Tia.
"Kalau kalian liat wajah si misha tadi kalian juga pasti bakal kebawa sedih, gue juga ikut sedih buat dia tapi mau gimana lagi!" jelas Tia lagi.
"Hah,yaudah lah gue udah ikhlas juga!" jelas seila.
"Jadi ini alasannya kenapa Lo gak mau ngasih tau alamat rumah Lo kesiapan?" tanya niken.
"Hah, akhirnya Lo ngerti juga!" jawab Tia.
"Yaelahh,cuma itu doang kita pikir apaan!" ucap niken.
"Tapi Tia izinin gue yah buat ngidolain pak kenzo, gue jangji deh gak akan melewati batas pliss!" pinta seila.
"Ya bolehlah lagian gue dari awal udah tau kok kalian suka sama pak Kenzo cuma sebatas fens sama idolanya gak lebih!" ucap Tia.
"Akhirnya ngerti juga loh!" ucap seila.
"Yaudah sekarang kasih kita minum haus gue dari tadi ngomong terus!" pinta Niken.
"Iya tunggu bentar!" ucap Tia.
"Ikut!" rengek Niken dan seila.
Huh!! Tia pun menghela nafasnya.
"Yaudah yukk!" ajak Tia.
Merekapun terus berjalan menuju dapur.
dan sampai lah mereka di dapur.
"Huh! cape gue jalan terus!" protes seila.
"Yaelahh baru beberapa langkah juga!" ucap Tia.
"Lo mah gue kan cape tia!" ucap seila.
"Tau ni rumah gede bener gue cape bener jalanya,huh..huh.huh!" ucap Niken sambil ngos-ngosan.
"Air!" ucap Niken.
Tia pun menyerahakan air kepada niken.tapi seila buru buru merebut nya.
"Gue dulu!" ucap seila mengambil botol ditangan Niken.
"Gue dulu,kan si Tia nyerahin airnya ke gue duluan!" ucap Niken merebut kembali botol air dari seila.
"Gak bisa gue dulu!" teriak seila.
"Gue dulu!" teriak Niken.
"Stopp!" teriak Tia.
"Kalian ini yah,botol air aja direbutin,sini seila!" ucap Tia sambil merebut botol minum dari seila.
"Nih Niken!" ucap Tia menyerah Kanya pada Niken.
"Nih buat lo!" ucap Tia sambil menyerahkan botol air lagi pada seila.
"Dari tadi kek!" ucap Niken.
"Terserah!" ucap Tia sambil berjalan menuju kulkas untuk membuat minuman.
"Mau minum apa Lo pada?" tanya Tia.
"Gue mau jus jeruk!" ucap Niken.
"Gak, gak bisa jus jeruk pait mending jus lemon aja biar seger!" ucap seila.
"Heh,jus lemon itu asem mending jus jeruk ajah!" ucap Niken.
"Gak,gak bisa pokoknya jus lemon!" teriak seila.
"Jus jeruk!" teriak Niken.
"Jus lemom!" teriak seila.
"Jeruk!" teriak Niken.
"Lemon!" teriak seila.
"Udah cukup!" teriak tia sekencang mungkin.
Saat tia merasa Niken dan seila sudah diam diapun langsung bicara.
"Kalian berdua ini kenapa sih hah, dari tadi rebutan mulu. gak bisa apah sekali aja damai!" teriak Tia.
"Okeh kalian jangan berantem Niken Lo mau jus jeruk kan gue bikinin. dan seila Lo mau jus lemon kan gue bikinin!" ucap Tia yang langsung mengambil lemon dan jeruk dari kulkas.
"Harus jus jeruk dulu!" ucap Niken.
"Gak bisa lemon dulu!" ucap seila.
"Gue dulu!" ucap seila.
"Gak bisa gue dulu!" teriak Niken.
"Berhentiiiii!" teriak Tia.
"Kalian ini ada masalah atau apa sih,kenapa kalian selalu rebutan hah.. sekarang kalian batu kertas aja!" usul Tia sambil memijat keningnya karna merasa pusing dengan sikap Niken dan seila.
"Okeh,gue pasti menang!" ucap Niken.
"Ya pastinya gue lah!" ucap seila.
"Udah cepetan batu kertasnya!" tegas Tia.
Merekapun melakukan batu kertas. ya walaupun konyol tapi gak papalah yang penting mereka tidak bertengkar.
"Batu kertas gunting!" teriak Niken dan seila.
Dan jengjreng-jengjreng Niken lah yang menang.
"Hore gue menang berarti jus jeruk dulu!" ucap Niken bahagia.
"Iya Lo duluan!" ucap Tia.
"Curang loh!" protes seila.
"Heh,gue gak curang yahh!!! elo nya aja yang kagak beruntung!" ucap Niken.
Hay semua makasih ya udah mampir ke novel aku, aku pasti bakal Mampir balik ke novel kalian kok. sekali lagi makasih banyak udah mau mampir."see you next time"
(Mohon maaf masih dalam tahap revisi)
🙏🙏
Semangat update saling mendukung ❤️