"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Buruk
Sembari bersantai, tangan Athena menari-nari di kertas kosong di depannya. Pensil disebelahnya menjadi temannya saat ini, Logan.... pria itu sedang memasak. Athena dapat mencium aroma masakan pria itu.
Sesekali Athena tersenyum mengingat betapa frustasi nya Logan karena hanya ada c1uman diantara mereka. Athena tau, Logan ingin lebih setelah dia menggoda nya. Athena sengaja, dia tidak akan semudah itu menyerahkan dirinya seperti dulunya menjadi wanita yang b0doh karena cinta. Dan berakhir, Logan menjadi badmood selama dua hari.
"Kau harus berusaha lebih lagi suamiku." Gumam Athena menatap punggung lebar itu di dapur.
"Kalau kau tidak bergerak ke meja makan, maka tidurlah dengan perut lapar!" Ketus Logan berlalu meninggalkan Athena.
"Masih marah?" Tapi Logan mendengus. Dia mengambil sendok dan mulai menikmati makanan nya.
"Jangan bicara padaku ataupun dekat padaku. Kau sengaja kan?"
"Tidak, aku hanya belum bisa menyerahkan diriku pada sosok yang belum mencintai ku." Seketika, tangan Logan berhenti.
"Sebegitu pentingnya cinta bagimu?"
"Ya, sangat! Kalau begitu apa bedanya aku dengan wanita bayaran. Mereka hanya menginginkan uang dan melakukan nya dengan sukarela tanpa perasaan. Tapi, bagiku itu tidak." Jelas Athena.
"Kau tidak perlu tersinggung. Pria biasanya begitu, mereka hanya mengikuti n@fsu mereka saja."
"Jadi, jika aku mencari wanita lain. Bagaimana?"
"Silahkan!" Jawab Athena enteng. Alis Logan terangkat mendengar nya. Dia melihat betapa santainya wanita di depannya ini.
"Silahkan saja. Tapi, sepertinya suamiku ini lupa. Kalau salah satu diantara kita berkhianat.... Maka, hartanya akan jatuh sepenuhnya pada sosok yang dikhianati."
"Tapi kau mencintai ku kan?" Rasanya Athena ingin tertawa. Tapi dia hanya mengulum senyum.
"Percaya diri itu wajar. Tapi, kenyataannya suamiku. Aku hanya mencintai uang mu saja dan fasilitas nya. Karena itu, buatlah aku jatuh cinta atau kau yang jatuh cinta padaku."
"Hahaha, Athena.... Kau sangat lucu. Jatuh cinta padamu? Aku bisa tahan tidak berhubungan dengan wanita selama tiga tahun. Itu mudah."
"Ya, karena mommy nya Aurora sudah tiada. Dia tidak akan bangkit dari kubur dan mendatangi mu maupun tidur bersama mu. Tapi aku tidak, kita bersama, seatap dan sekamar. Atau, suamiku ini berpikir untuk pisah ranjang?"
"Yakin, tidak tergoda dengan ku?"
"Kau memancing ku?"
"Kau tergoda?"
"Mau bertaruh?"
"Boleh, tapi aku ingin taruhan yang besar." Ujar Athena.
"Baik, kalau kau bisa......" Tapi dering ponsel mengentikan percakapan mereka.
"Daddy." Tanpa berpikir, Logan langsung mengangkatnya. Tidak biasanya Daddy nya menelpon.
"Iya Daddy?"
"Logan, Aurora masuk rumah sakit." Tubuh Logan langsung menegang, Athena yang tadinya masih menikmati makanannya menjadi penasaran melihat reaksi Logan.
"Apa? Daddy bilang apa?"
"Pulanglah, kami di rumah sakit X."
"Ada apa? Semuanya baik?" Tanya Athena, tapi Logan tidak menjawab. Dia langsung ke kamar dengan langkah seribu.
"Logan......" Panggilan Athena tertahan, ponselnya berdering. Ada pesan dari kakek Lucas.
"Athena, Aurora masuk rumah sakit. Kondisinya cukup serius." Aurora sakit, jadi itu alasannya. Athena langsung paham. Dia mengikuti langkah Logan membereskan barang penting mereka. Tanpa suara, Athena merapikan barang-barangnya sembari menatap Logan tanpa kata yang melakukan hal yang sama.
Tak lama, seorang pria datang menunggu di depan villa. "Tuan, semuanya sudah siap." Lapornya. Logan memasuki mobil dan Athena mengikuti nya. Mereka tiba di lapangan besar dan menaiki pesawat pribadi.
"Semuanya akan baik-baik saja.... Percayalah." Setelah cukup lama Athena menahan diri, dia melihat kegelisahan Logan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Putriku, putriku Aurora... Aurora!" Logan memeluk tubuh istrinya sebagai sandaran dari kegelisahan nya. Athena tidak mempermasalahkannya, dia mengerti dan bisa melihat rasa sayang Logan pada Aurora yang bukan main.
"Dia akan baik-baik saja." Ulang Athena sembari memberikan ketenangan pada Logan. Dengan lembut, Athena mengusap-usap punggung suaminya.
Sembari menenangkan Logan, Athena berpikir. Bagaimana bisa Aurora jatuh sakit dan cukup serius. Pengawalan untuk nya tidak diragukan, begitu juga dengan makanan nya. Belum lagi dengan Jennifer, wanita itu begitu protektif pada cucunya.
'Aku akan menemukan jawaban nya disana.'
********************
Tanpa peduli dengan keadaannya dan penerbangan yang melelahkan. Logan langsung memasuki rumah sakit, Athena mengejar langkah Logan.
"Aurora! Dimana putriku Daddy? Bagaimana keadaan nya?" Tanya Logan bertubi-tubi.
"Tenang Logan, tenang. Dia sudah ditangani oleh dokter."
"Bagaimana kondisinya? Mom....."
"Aku ingin masuk! Aku ingin melihat keadaan nya!" Logan ingin menerobos ruangan dimana putrinya berada.
"Iya, tenang dulu Logan! Tenang!" Hardik Leonard pada putranya.
"Bisa tenang? Kalau tidak, jangan masuk. Lihat keadaan mu. Kau belum bersih, Aurora terkena ISPA. Setidaknya kau memakai masker dan cuci tangan dulu." Jelas Leonard saat putranya sudah tenang.
"Ya, aku akan lakukan. Aku ingin melihat putriku." Seru Logan.
"Sini, ikut mommy." Jennifer membawa putranya, dan Athena hanya memperhatikan.
"Daddy, bagaimana bisa Aurora terkena ISPA?" Tanya Athena pada Leonard.
Leonard mengambil napas sejenak. "Imun tubuh nya sedikit lemah, disekolah Aurora ada lomba. Mungkin karena bergabung dengan teman-temannya. Tidak disadari kalau ada yang sakit, jadi menular pada Aurora." Jelas Leonard.
"Awalnya hanya batuk dan pilek, tapi setelahnya Aurora sesak napas." Lanjut Leonard.
"Tapi, apa dia sudah mendingan?" Tanya Athena kembali.
"Ya, sudah membaik. Saat menghubungi kalian sesak napas nya kembali muncul. Kalian pasti terburu-buru kesini."
"Tidak apa Daddy. Aku mengerti. Keadaan Aurora yang lebih penting sekarang."
"Hmmm. Daddy akan ke kamar mandi dulu." Athena mengangguk.
Athena mengedarkan pandangannya, tidak ada siapapun. Hanya dia sekarang, mendadak dia mengingat satu nama. "Kemana Miranda? Seharusnya, dia disini bukan? Apalagi menyangkut Aurora. Wanita itu pasti tidak akan menyia-nyiakan nya."
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏