NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Keajaiban di Malam Hari Teknik Rahasia Nenek Moyang

Malam turun menyelimuti Akademi Bintang Utara. Kabut dingin turun tebal, namun di bagian paling bawah gunung, tempat yang dijuluki Lembah Sampah, hawa dingin itu terasa jauh lebih tajam dan menusuk tulang. Di sini tidak ada bangunan megah, tidak ada taman indah, hanya ada gundukan tumpukan barang bekas, senjata rusak, buku usang, dan sisa-sisa harta yang sudah dianggap tidak berharga lagi oleh para murid elit di atas sana.

Di sudut paling gelap, di dalam sebuah gubuk reyot yang terbuat dari papan kayu lapuk dan jerami kering, Xue Ying duduk bersandar di dinding. Angin malam menembus celah-celah dinding, membuat tubuhnya menggigil kedinginan. Di luar sana, terdengar suara tawa dan keramaian dari asrama utama, tempat para jenius dan murid berbakat bersenang-senang dan menikmati kemewahan. Sementara di sini, kesepian dan dingin adalah satu-satunya teman.

Air mata kembali menetes di pipinya, jatuh membasahi batu kecil yang tergantung di lehernya — Batu Sinyal pemberian Ren.

"Ren... dingin sekali di sini... dan sakit sekali rasanya hati ini..." bisiknya parau, suaranya bergetar menahan tangis. "Mereka semua menertawakanku. Mereka menganggapku debu. Gudang ini bau, kotor, dan menjijikkan... tapi aku bertahan. Aku bertahan demi janji kita."

Xue Ying mengusap air matanya dengan kasar, lalu menatap ke sekeliling ruangan kecil itu. Di sudut lain, terlihat sosok Xiao An yang sedang memeluk lututnya sendiri, wajahnya pucat dan penuh ketakutan. Pemuda itu juga bernilai rendah, dan dikirim ke sini bersamanya.

"Nona Xue... maafkan aku..." ucap Xiao An pelan. "Dulu aku berpikir masuk ke Akademi ini adalah keberuntungan terbesar. Ternyata... ini neraka. Kita akan mati perlahan di sini, bukan karena dibunuh, tapi karena kita akan mati kelaparan, mati kedinginan, atau mati karena usia tua sebelum sempat menjadi kuat."

Xue Ying menggeleng pelan, berusaha tegar meski hatinya hancur. "Jangan menyerah, Xiao An. Selama kita masih bernapas, masih ada harapan. Ren bilang padaku... tempat terendah justru adalah tempat paling dekat dengan langit, karena hanya dari sini kita bisa mendaki setinggi-tingginya."

Xiao An hanya tersenyum pahit dan diam kembali.

Xue Ying memejamkan matanya, mencoba menenangkan diri. Ia memusatkan kesadarannya ke dalam ikatan batinnya dengan Ren. Ia ingin merasakan kekasihnya, ingin mendapatkan kekuatan darinya seperti biasa. Namun malam ini, jarak rasanya terasa sangat jauh. Ia hanya merasakan samar-samar keberadaan Ren, dan ia juga merasakan... rasa sakit. Rasa sakit yang tajam dan mendalam.

Matanya terbuka kaget.

"Ren... dia terluka! Dia bertarung! Dia berdarah!" Xue Ying mencengkeram dadanya kuat-kuat. Lewat ikatan itu, ia bisa merasakan betapa beratnya perjuangan Ren di hutan belantara sana. Betapa banyak musuh yang ia hadapi sendirian. Betapa besar rasa sakit yang ia tanggung demi melindungi dirinya.

Rasa sedih dan lemah yang tadi ia rasakan seketika berubah menjadi rasa bersalah dan api semangat yang membara hebat.

"Dia bertarung mati-matian demi aku! Dia menanggung semua bahaya demi aku! Dan aku di sini... hanya duduk menangis dan mengeluh?!"

Xue Ying berdiri tegak, matanya menyala tajam di kegelapan.

"Tidak! Aku tidak boleh lemah! Aku harus kuat! Aku harus secepat mungkin menjadi hebat, agar aku bisa pergi ke sana, membantunya, dan tidak lagi menjadi beban baginya!"

Ia melangkah keluar dari gubuk itu, menembus kabut tebal menuju tumpukan barang bekas yang ada di halaman gudang itu. Di sana, berton-ton buku tebal, gulungan kulit, dan lempengan batu berserakan, tertutup debu tebal dan sarang laba-laba. Semua ini adalah sisa-sisa pembuangan, teknik yang dianggap rusak, tidak lengkap, atau terlalu buruk untuk dipelajari murid-murid elit.

Xue Ying mulai mengorek tumpukan itu dengan tangan kosong. Ia mengeluarkan semua tenaganya, mengangkat buku-buku berat itu, membalikkan gulungan-gulungan tua itu.

"Mereka bilang ini sampah? Mereka bilang ini tidak berguna? Bagiku... apa saja yang bisa membuatku kuat adalah harta paling berharga!"

Ia terus mencari, jari-jarinya kotor dan terluka, namun ia tidak peduli. Ia membaca satu per satu. Kebanyakan memang teknik tingkat rendah, tidak lengkap, atau sulit dipahami. Namun ia terus mencari, didorong oleh tekad baja dan rasa rindu yang membara.

Hingga akhirnya...

Tangannya menyentuh sebuah benda yang berbeda.

Di bawah tumpukan buku yang sudah lapuk dan hancur, terselip sebuah lempengan batu hitam pekat, dingin, dan berat. Tidak ada tulisan di atasnya, tidak ada ukiran, hanya permukaan yang halus dan berkilau samar. Benda ini tidak terlihat seperti teknik biasa, itulah sebabnya ia dibuang ke sini.

"Apa ini?" gumam Xue Ying penasaran. Ia mengangkat lempengan itu, dan saat kulitnya menyentuh permukaannya sepenuhnya...

DERRRR!!!

Sebuah getaran dahsyat melanda tubuhnya!

Lempengan batu itu bersinar tiba-tiba, memancarkan cahaya putih bersih yang terang namun tidak menyilaukan, menerangi seluruh gudang tua itu seolah siang hari! Tulisan-tulisan emas yang indah perlahan muncul di permukaannya, melayang-layang di udara, berputar mengelilingi Xue Ying.

Dan saat itu juga, sebuah suara wanita yang agung, lembut namun berwibawa, bergema langsung di dalam benaknya, terdengar sangat nyata dan dekat.

"Wahai keturunanku... Wahai pembawa darah Burung Hong... Akhirnya kau datang..."

Xue Ying terbelalak kaget, ia mundur selangkah sambil memegangi dadanya.

"Siapa... siapa kau?!"

"Tenanglah, anakku. Aku adalah nenek moyangmu, pendiri klanmu yang pertama. Namaku Ratu Hong Yue. Ribuan tahun lalu, aku meninggalkan lempengan ini di sini, tersembunyi di antara sampah, menunggu sosok yang memiliki darah murni dan hati yang cukup kuat menemukannya. Hanya mereka yang rela merendahkan diri, yang tidak malu menggali dari bawah, dan yang memiliki api cinta yang membara di hati... yang bisa membuka kunci ini."

Air mata bahagia dan takjub mengalir di pipi Xue Ying.

"Nenek moyangku... jadi... aku tidak sendirian..."

"Tidak pernah, anakku. Darahmu tidak rendah. Darahmu adalah darah dewa. Tapi klanmu telah lama melupakan asal-usulnya. Teknik yang mereka ajarkan di atas sana, teknik yang mereka banggakan... hanyalah debu dibandingkan dengan apa yang akan kuberikan padamu."

Cahaya di sekelilingnya semakin terang. Tulisan-tulisan emas itu berputar masuk ke dalam kepala Xue Ying, mengalirkan pengetahuan yang begitu luas, begitu indah, dan begitu dahsyat.

"Dengarkan baik-baik. Inilah Teknik Rahasia Keluarga yang sejati. Inilah Kitab Suci Penyucian Langit: Jalur Burung Hong."

"Teknik ini bukan sekadar cara menyerap energi. Teknik ini memurnikan darah, memurnikan tulang, memurnikan jiwa. Teknik ini mengubah debu menjadi emas, mengubah manusia menjadi makhluk suci. Di mata orang lain, kau terlihat lemah, tingkat satu, sampah... tapi itulah tahap pertamanya: Menyembunyikan Cahaya dalam Debu. Semakin rendah kau terlihat, semakin murni energi yang kau kumpulkan, dan saat kau meletuskannya... langit dan bumi akan berguncang."

Xue Ying ternganga. Segala kebingungannya terjawab. Kenapa ia diizinkan menjadi terlemah. Kenapa ia dikirim ke sini. Semuanya adalah jalan takdir yang menuntunnya menemukan harta terbesar ini.

"Ratu Hong Yue... teknik ini... aku bisa menggunakannya? Aku bisa menjadi kuat dengan ini?" tanyanya bergetar penuh harap.

"Bukan sekadar kuat, anakku. Kau akan menjadi tak terkalahkan. Tapi ada syaratnya. Teknik ini butuh bahan bakar. Bukan sekadar energi langit dan bumi, tapi Emosi Murni: Cinta, Rindu, dan Tekad."

Suara itu melembut, seolah tersenyum.

"Dan kau... anakku... kau memiliki semuanya. Cintamu pada pemuda yang jauh di sana itu... rasa rindumu yang membara... tekadmu untuk bertahan demi dia... itulah bahan bakar terbaik yang pernah kulihat dalam ribuan tahun hidupku. Bersama dengan ikatan batin yang kau miliki dengannya... kau akan berkembang lebih cepat dari siapa pun di dunia ini."

"Mulailah berlatih sekarang. Di tempat kotor ini, di tempat dingin ini, di tempat yang mereka sebut pembuangan ini... kau akan menapaki jalan menuju keabadian."

Cahaya perlahan mereda, lempengan batu itu menjadi biasa kembali, seolah tidak pernah bersinar. Namun di dalam kepala Xue Ying, pengetahuan itu abadi. Ia hafal setiap kata, setiap urutan napas, setiap cara mengalirkan energi.

Xue Ying mengangkat wajahnya menatap langit malam yang terbuka di atas gudang tua itu. Di sana, rasi bintang Burung Hong bersinar paling terang, seolah memberi restu.

Ia duduk bersila tepat di tengah tumpukan sampah dan debu itu. Ia menutup matanya, dan mulai menjalankan teknik yang baru saja ia dapatkan.

"Kitab Suci Penyucian Langit: Jalur Burung Hong - Bab Pertama: Menyelam ke Kedalaman."

Seketika itu juga, udara di sekitarnya berubah.

Alih-alih menyerap energi seperti murid biasa, tubuh Xue Ying seolah menjadi lubang hitam raksasa! Ia tidak hanya menyerap energi murni dari udara... tapi ia juga menyedot segala sisa energi yang ada di benda-benda rusak, buku-buku tua, debu tanah, bahkan sisa-sisa energi yang terbuang dan dianggap kotor oleh orang lain!

Energi yang kotor dan bercampur itu masuk ke dalam tubuhnya, lalu melewati siklus teknik itu. Di dalam dirinya, energi itu dibakar, disaring, dimurnikan, hingga berubah menjadi cahaya putih bersih yang jauh lebih padat dan lebih murni dibandingkan energi yang dimiliki guru-guru di atas sana!

Energi itu mengalir melalui ikatan batin, berputar bersama energi emas milik Ren, lalu kembali lagi ke tubuh Xue Ying, berlipat ganda kekuatannya setiap kali berputar!

Di luar gubuk itu, Xiao An yang terbangun kaget melihat pemandangan ajaib.

Ia melihat Xue Ying duduk diam, namun angin berputar kencang mengelilinginya. Ribuan butiran cahaya halus dari segala arah berdatangan, masuk ke dalam tubuh gadis itu. Wajah Xue Ying bersinar damai dan indah, seolah dewi yang turun ke bumi.

"Ini... ini apa?! Energinya... kecepatan penyerapannya... ribuan kali lebih cepat dari kita semua!" Xiao An menutup mulutnya tak percaya, tidak berani bersuara. "Dia... dia bukan sampah. Dia adalah rahasia terbesar akademi ini!"

Di dalam meditasinya, Xue Ying tersenyum. Rasa dingin hilang, rasa sakit hilang, rasa rendah diri lenyap.

Ia merasakan kekuatan yang luar biasa memenuhi setiap sel tubuhnya. Ia tahu, mulai malam ini, segala sesuatu berubah. Di tempat yang mereka sebut tempat sampah ini, di malam yang sepi ini... sebuah keajaiban lahir.

Teknik rahasia nenek moyang telah ditemukan. Dan gadis yang mereka sebut siswa terlemah... kini sedang menapaki jalan yang tidak pernah bisa dijangkau oleh siapa pun di Akademi Bintang Utara.

"Tertawalah sepuasnya malam ini..." batin Xue Ying, semakin tenggelam dalam aliran energi yang nikmat dan dahsyat itu.

"Besok pagi... saat matahari terbit... aku akan menjadi mimpi buruk bagi kalian semua."

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!