Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Nadia kini melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah saga,
Hari ini dia mengajari aldo di jam yang lebih awal,
Namun meskipun begitu nadia juga tidak dapat menemui saga.
Sudah berhari-hari akhirnya ia pun menyerah sendiri untuk tidak menghubungi saga.
Nadia hanya berkomunikasi dengan bibi yang mengurus aldo.
"Non..mau minum apa?"
"Engga bi..aku tadi bawa minum sendiri dari rumah.."
"Kebetulan lagi mengurangi minuman-minuman yang manis.."
"Memang harus seperti itu sih non.."
"Tapi jus juga baik untuk tubuh..mau jus?"
"Engga bi..lumayan masih kenyang!"
"Mau ngemil!"
"Kebetulan banyak buah juga di kulkas!"
"Engga bi.."
"Iiihh bibi nanya-nanya ke kaka mulu.."
"Hahaha abisnya bibi bingung mas.."
Belanjanya kebanyakan,papahnya mas aldo ga mau makan dirumah!"
"Memangnya pak saga kemana bi.." nadia mencoba berbasa basi mencari informasi soal saga.
"Sepertinya dia hari ini pulang telat lagi.."
"Besok sabtu minggu akan ke bogor,katanya ada acara yang harus dia datangi.."
"Aldo?"
"Aldo ga ikut"
Nadia pun kembali fokus nengajari aldo untuk menulis dan membaca.
Perkembangan yang ia rasakan pun sangatlah jauh dari pertama kami ia datang ke rumah ini.
********
Tibalah hari dimana acara pernikahan saudara vino di gelar.
Di sebuah villa dengan halaman yang mewah berdiri sepasang suami istri baru tengah mengikat janji di depan seorang pendeta.
"Semoga aku dan kamu bisa sampai ke tahap itu.." bisik vino.
"Wahh siapa ini vin?"
"Temen deket vino tante.."
"Masih sekolah udah punya temen deket aja.."
"Mau nyusul om kamu itu!"
"Hahaha engga dulu tante,vino masih mau kuliah..nadia juga.."
"Oiyaa,apa kamu sudah menemui ommu?"
"Dia datang seorang diri!"
"Anaknya ga diajak karna sedang ada kegiatan lain!"
"Oh iyaa..dia sudah datang?"
Vino pun menggandeng tangan nadia untuk mencari dimana omnya berada.
"Kamu harus kenal dia,dia sangat tajir.."
"Dan kamu tau,salah satu vendor yang menangani renovasi sekolah kita adalah bawahannya."
Ucap vino kepada nadia.
"Om.." teriak vino kepada seseorang yang tengah mengobrol dengan beberapa tamu yang lain.
"Aku disini.."
"Yuk nad.."
"Dia orang yang sibuk,selesai acara ini pasti dia akan pergi..
"Om.." vino pun menyalami saga dan keduanya berpelukan.
Mata saga pun berhenti untuk berkedip tatkala menatap seorang perempuan yang berdiri di belakang keponakannya itu.
"Ini nadia om.."
"Dan nad..ini om saga"
Vino pun mengarahkan tangan nadia untuk saling berjabatan.
"saga.." ucap saga dengan sedikit meremas tangan nadia hingga membuatnya meringis.
"Apa sebelumnya kita pernah bertemu?"
"Ahh tidak,ini baru pertama kalinya kita bertemu.." ucap nadia mencoba melepaskan genggaman tangan saga.
"Aa akuu mau ke toilet dulu.."
"Kamu tau jalannya.."
"Kamu jalan kedepan lurus dan belok kiri.."
"Bukankah toilet wanita bersebelahan dengan toilet pria.."
"Mari sekalian jalan..saya juga mau ke toilet.." ajak saga.
Nadia pun tak mampu untuk menolak,hari dimana dirinya sudah berdandan cantik natural justru membuatnya sedikit pucat dengan kehadiran saga.
Dengan mengenakan sandal tingginya,ia berjalan perlahan mengikuti langkah saga yang teramat lebar.
Sesampainya di depan toilet,nadia buru-buru masuk kedalam salah satu bilik yang kosong.
"Matilah aku!"
"Bagaimana bisa ternyata vino dan saga mempunyai ikatan persaudaraan.."
"Hahh aku bisa saja bersikap bodo amat.."
"Engga-engga..ini aku harus bagaimana?"
Ting "maaf ya,aku akan keluar sebentar,ada kendala dengan beberapa makanannya.."
Ting "jadi aku diajak mama untuk keluar mencari makanan pengganti."
Nadia membaca pesan yang dikirim oleh vino lalu kembali menyandarkan diri pintu toilet.
Pikirannya sangat kacau,tak tentu arah bagaimana ia akan menjelaskan kepada salah satu dari mereka.
"Mungkin akan lebih baik aku berhenti dari keduanya."
Nadia pun merapikan riasan dan mempertebal lipstik dibibirnya.
Ia melangkah keluar dangan mantap,hingga tiba-tiba tangan kekar menghadangnya.
"Ternyata kamu belum menyelesaikan masalahmu!"
"Masalah apa yang kamu maksud?"
"Aku tidak mempunyai masalah dengan siapapun!"
"Justru kamu yang mengabaikanku.."
"Tolong minggir,aku akan kembali ketempat acara!"
Bukannya memberi jalan saga justru dengan sengaja menghadang langkah nadia.
"Aku takut ada yang lihat.."
"Kalau begitu ikut aku!"
"Masalahku belum selesai dengan mu!"
Saga menarik tangan nadia dengan sedikit paksaan,
Para tamu dan staff yang berada diluar ruangan membuat saga leluasa berjalan di dalam sebuah villa.
"Lepasin aku.."
"Aku takut vino.."
Saga melemparkan tangan nadia hingga hampir terjatuh,lalu mengunci kamar yang berada dilantai dua,
Kamar yang baru saja selesai dihias untuk kamar pengantin baru.
"Jadi kamu lebih memilih vino!"
"Iyaa!"
"Kamu yakin!"
Nadia menatap tajam wajah saga dan berkata "iya" untuk kesekian kalinya.
"Baik,aku akan melepaskanmu.." ucap saga yang kembali membuka kunci pintu.
"Keluarlah!"
Nadia pun memantapkan diri lalu berjalan melewati saga.
"Memang seharusnya aku tidak ada disini.."
Kepergian nadia membuat amarah saga terpancing,
Ia menatap setiap langkah nadia yang menuruni tangga dan mulai berbaur dengan para tamu yang seusianya.
"Mau minum wine?" Ucap seorang kerabat saga yang seumuran dengannya.
"Ah mana mungkin mau,kamu pasti ingin segera pergi dari sini kan?"
"Yang sudah-sudah pasti begitu!"
"Itu dulu.,mari kita buat rugi si pembuat acara ini!" Ajak saga yang mulai meraih gelas kecil di hadapannya.
Berkali kali saga meminta untuk diisi kembali gelas kosongnya hingga membuat dirinya mulai kehilangan kesadaran.
"Sebelum kamu akhirnya pingsan,katakan villa atau hotel mana kamu sewa untuk menginap!"
Saga pun memberitahukan villa tempatnya menginap.
Ia tak sengaja mengucapkan alamat nya dengan lengkap dan sedikit kencang.
"Untung dia masih bisa mengingat!"
"Ayo tuang lagi!"
Sementara dari kejauhan nadia menatap tajam ke arah saga yang tengah asik menikmati minumannya tanpa henti,
Ia merasakan adanya rasa ketakutan di dalam dirinya,
Ingin sekali ia menghampiri saga dan menariknya keluar dari lingkaran orang-orang yang tengah mabuk.
"Sudah lama menunggu?" Tanya vino sembari menyodorkan segelas jus lemon untik nadia.
"Engga kok.."
"Aku sedikit pusing,boleh aku istirahat saja!"
"Tentu,aku akan mengantarmu"
"Lagian sebentar lagi acaranya akan selesai,"
"Aku akan berpamitan dulu dengan yang lain,kamu mau nunggu di mobil?"
Nadia pun berjalan lebih dulu menuju parkiran mobil meninggalkan kerumunan orang-orang yang tengah berbahagia karna salah satu keluarganya telah memiliki pasangan hidup,saling mengucapkan selamat dan berpelukan.
"suatu saat nanti aku akan seperti mereka,di rayakan" bathin nadia