black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan bersama
ayu dan Wira mendatangi Harun untuk melihat progres pekerjaan pembuatan perhiasan sudah hampir satu bulan Harun mulai mengerjakannya.
" paman....." ujar ayu.
" oh ada Nona dan tuan rupanya, ayo ayo kedalam di sini berisik dan berdebu...." ujar Harun.
" paman aku ingin berkeliling melihat pekerjaan mereka." ucap ayu.
" jika nona tidak masalah dengan kebisingan dan debu, biar paman antar berkeliling......" ujar Harun.
" um...." jawab ayu.
Ayu dan Wira mulai mengikuti Harun melihat pemrosesan perhiasan, dari awal sampai akhir, ayu banyak memuji tim pak harus yang begitu teliti dan hati hati dalam setiap pekerjaannya, sehingga hasil yang di hasilkan juga tidak mengecewakan.
" jadi bagai mana paman apa ada kendala yang perlu di tangani." tanya ayu.
" hanya satu hal yang perlu di perhatikan nona yaitu jalur distribusi bahan, jika mengandalkan koneksi paman, memang lebih murah hanya saja beberapa bahan cukup sulit untuk di dapatkan. " ujar Harun.
" oh... masalah itu paman tenang saja temanku memiliki teman distributor besar pembuatan perhiasan, paman catat saja apa saja yang paman perlukan lalu kirim saja pada istriku." ujar Wira.
" jangan bilang si Satya...." ujar ayu.
" siapa lagi, hanya orang itu yang memiliki koneksi orang orang besar saat ini...." ujar Wira.
Ayu juga berpikir begitu, jika urusan koneksi Satya orang yang tepat untuk di datangi, entah mengapa jika Satya memperkenalkan orang maka semuanya akan terasa mudah dan lancar tidak banyak pembahasan, cukup tanda tangan semua selesai.
" paman apa sudah ada perhiasan yang selesai di proses...." tanya ayu.
" oh tentu tentu ada... Mari kedalam nona, aku menyimpannya dengan baik agar tidak ada kesalahan." ucap Harun.
Di dalam ruangan Harun.
Harun mengeluarkan kotak yang di lengkapi dengan kunci kombinasi yang hanya Harun sendiri yang bisa membuka kotak itu.
" silahkan nona lihat, jika ada yang kurang kami akan memperbaiki nya...." ujar Harun
Di dalam kotak itu ada sekitar belasan perhiasan dari mulai gelang hingga cincin, ayu melihat satu persatu perhiasan yang sudah selesai di proses itu, sungguh pengerjaan yang sangat profesional, tidak ada cacat dan memuaskan ayu menunjukkan kepuasan atas kerja keras Harun dan timnya.
" bagus semuanya bagus, memang tidak salah menjadikan paman Harun sebagai mitra. " ujar ayu.
" ah itu keberuntungan kami karena nona percaya dengan kinerja kami, bengkel ini semula sudah akan di tutup tapi kehadiran nona bengkel ini masih bisa beroperasi lah dan membantu saudara saudara yang lainnya...." ujar Harun tidak enak juga menerima pujian bulat bulat dari ayu.
" itu pantas untuk paman dan tim yang bekerja keras pantang menyerah, mengutamakan kejujuran..." ujar ayu.
" hahaha nona muda terlalu memuji pria tua ini, rasanya jiwa ini menolak untuk tua jika nona memberikan pujian. Tapi nona tenang saja sesulit apapun keadaan di masa depan aku dan timku akan selalu berdiri di sisi nona...." ujar Harun.
" aku percaya paman....." ujar ayu.
" terimakasih nona muda dan tuan muda." ucap Harun.
" oh ya paman apa para pekerja memiliki jam istirahat....." tanya ayu.
" seharusnya itu 10 menit lagi nona." jawab Harun.
" ya sudah kita makan bersama saja di sini, aku akan memesan makanan sekarang. " ujar ayu.
" wah... sungguh keberuntungan yang luar biasa biasa makan bersama dengan tuan dan nona muda di bengkel kecil ini." ujar Harun.
" ya sudah paman bisa kembali memberitahu yang lain jika kita akan makan bersama, aku akan di sini untuk menunggu sampai pesanan itu datang." ujar ayu.
" baik baik.... terimakasih nona.
Five teen minutes later .
" ayo paman sekalian...." ujar ayu membagikan satu persatu kotak berisi makanan.
" terimakasih nona....." ujar para pekerja.
" paman aku berterimakasih pada paman sekalian sudah bekerja keras untuk perusahaan kita, kedepannya Jia semua berjalan lancar maka keberuntungan bukan hal yang tidak mungkin....." ujar ayu.
" nona muda apa yang nona beri hari ini, sudah sangat dermawan, jadi untuk masa mendatang kami hanya berharap nona selalu di berikan umur panjang dan selalu kelimpahan kebahagian....." ujar salah seorang pekerja.
" benar itu harapan kami semua nona dan seluruh keluarga selalu dalam kebahagiaan." ujar yang lainnya.
" terimakasih terimakasih....." ujar ayu.
" sekarang kita makan...." ucap ayu.
Mereka pun mulai makan hari itu tidak ada batasan antara mereka, semuanya menikmati acara makan bersama itu, sesekali ada candaan yang membuat suasana makan itu menyenangkan.
...****************...
...****************...
" toko perhiasan sudah hampir selesai dan akan segera di buka....." ujar Wira.
" lalu....." jawab ayu.
" ay apa kamu akan menjalankan toko itu sendiri tanpa ada yang membantu, tidakkah nanti kamu terlalu lelah dan sakit." ujar Wira.
" suami kamu terlalu berlebihan, aku menjaga toko perhiasan, bukan jualan nasi goreng, aku hanya duduk menunggu pelanggan datang, itu pun mereka tidak akan sampai antri hingga membuat ku lelah." ujar ayu.
" tapi saranku kamu perlu satu orang teman untuk membantu mu." ujar Wira.
" kita pikirkan itu nanti...." ujar ayu.
" ayah mama.... aku sudah selesai dengan permainan ini...." ujar Sasa baru saja keluar dari wahana bermain.
" apa Sasa masih mau main yang lainnya sayang....." tanya Wira.
" Sasa sudah selesai bermain Sasa mau gendong ayah saja." ujar Sasa begitu manja.
" boleh saja...." ujar Wira.
" yeeeeeiii.... Gendong ayah...." bahagia Sasa.
" ay apa kamu masih mau melihat lihat." ujar Wira.
" aku lihat tadi di sana ada tas yang cukup lucu." ujar ayu, bagai manapun dirinya adalah wanita jadi wajar sedikit tertarik dengan shopping shopping.
" ya sudah kita ke sana sekarang....." ujar Wira.
" um....." jawab ayu.
" tas yang 1 Minggu lalu belum berdebu mama sudah mau beli tas lagi...." celetuk Sasa. Wira yang mendengar celetukan Sasa membuang muka.
" issshht Sasa, Sasa itu masih belum tau kesukaan orang dewasa, benar kan suami...." ucap ayu.
" benar benar....." jawab Wira.
" iiiiih.... Nyebelin....." ujar ayu ngambek.
" yau udah ayo kita beli tas itu saja. Sasa lain kali jangan seperti itu....." ujar Wira.
" iya ayah...." jawab Sasa.
" dengar tu....." ujar ayu.
sasa membalas ayu dengan menjulurkan ujung lidahnya. ayu membuang muka seakan tidak melihat.
Di salah satu toko.
" kamu dasar pelayan tidak tau diri, kamu tidak tau siapa aku ha......" ujar Nara pada seorang karyawan dengan sangat kasar.
" maaf nona karena aku tidak mengenal nona, tapi produk ini sudah di lihat oleh nona ini sebelumnya, jadi jika nona menginginkan produk ini, nona bisa menunggu jika nona ini tidak ingin melanjutkan transaksi." ujar pelayan masih sopan walau sangat sedih.
" kamu karyawan baru di tempat ini ya, aku tidak peduli, hari ini kamu akan ku pastikan di pecat." ujar Nara.
" nona, apa maksud anda....." tanya pelayan itu.
" di mana menejer kalian panggil ke sini....." ujar Nara begitu sok dan berkuasa.
Seorang pelayan lainnya segera memanggil menejer mereka dan tak butuh waktu yang lama sang menejer datang.
tapi tambah dikit
dan buatlah rumah mu sebagai tempat berteduh paling nyaman bagi suamimu yang balik dari rasa lelah nya