NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:170.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Kukuruyuk.

Suara kokok ayam hutan terdengar nyaring dari arah perbukitan, memecah kabut pagi yang menyelimuti Desa Qingshui. Matahari perlahan naik, membiaskan cahaya keemasan yang menembus celah-celah daun zamrud Pohon Ajaib di halaman belakang Lin Ye.

Lin Ye terbangun dengan napas yang teratur. Dia meregangkan otot-ototnya, merasakan aliran tenaga yang penuh di sekujur tubuhnya. Tidak ada rasa pegal dari petualangan menambang semalam, dan pikirannya sangat jernih.

"Hari ini adalah waktunya bekerja besar-besaran. Aku sudah punya alatnya, sekarang aku butuh benihnya," ucap Lin Ye sambil bangkit dari tempat tidur kayunya.

Setelah mencuci muka dan meneguk secangkir air dari sumur abadi, Lin Ye duduk di kursi teras belakang. Dia memusatkan pikirannya.

"Sistem, buka Toko Level 1. Tampilkan benih tanaman yang memiliki nilai jual tinggi dan bisa dipanen dalam jumlah besar," perintah Lin Ye.

Sring.

Layar hijau tembus pandang muncul di depannya. Daftar benih yang tersedia kini terlihat lebih panjang dari sebelumnya.

"Benih Jagung Emas. Harga 30 Koin Alam per bungkus. Waktu tumbuh normal 14 hari. Jagung ini memiliki bulir yang bersinar seperti emas, rasanya sangat manis dan mengandung energi murni yang bagus untuk pencernaan."

"Benih Stroberi Pemulih. Harga 40 Koin Alam per bungkus. Waktu tumbuh normal 10 hari. Buah stroberi merah pekat yang jika dikonsumsi dapat menyembuhkan kelelahan fisik instan dan mencerahkan kulit."

"Jagung Emas dan Stroberi Pemulih. Dua komoditas ini pasti akan membuat Tang Wanjin semakin tergila-gila pada pasokan ladangku," kata Lin Ye dengan senyum penuh perhitungan. "Sistem, beli dua bungkus Benih Jagung Emas dan dua bungkus Benih Stroberi Pemulih. Lalu tambahkan satu lagi Bambu Pengembun Otomatis."

"Konfirmasi Transaksi: Total belanja 190 Koin. Saldo Koin Alam Anda saat ini adalah 183 Koin. Transaksi ditolak karena saldo tidak mencukupi."

Lin Ye menepuk dahinya pelan. "Ah, aku lupa menghitungnya. Kalau begitu, batalkan pembelian Bambu Pengembun. Aku hanya akan membeli benihnya saja. Pengairan bisa aku atasi secara manual menggunakan air dari sumur abadi. Total 140 Koin Alam untuk benih, proses sekarang."

"Transaksi berhasil. Saldo Koin Alam saat ini: 43 Koin. Barang telah dimasukkan ke dalam inventaris."

Sebuah cahaya kecil berkedip di atas meja, meninggalkan empat kantong kertas kecil berisi bibit unggul. Lin Ye mengambil kantong-kantong itu dan menyimpannya di saku celemek berkebunnya. Dia kemudian meraih Cangkul Tembaga Hitam Level 2 yang bersandar di dekat pintu.

Logam paduan tembaga dan besi hitam itu terasa dingin di tangannya, namun memancarkan aura kekuatan yang solid.

Lin Ye melangkah ke bagian tengah ladang yang masih dipenuhi semak belukar liar dan rumput ilalang setinggi lutut. Area ini terletak tepat di luar jangkauan efek Bambu Pengembun Otomatis yang pertama.

"Mari kita lihat seberapa hebat kemampuan Ayunan Area dari cangkul baru ini," gumam Lin Ye.

Dia mengangkat cangkulnya tinggi-tinggi, memusatkan pandangannya pada petak tanah kosong di depannya, lalu mengayunkannya dengan tenaga penuh.

Wushhh. Trak.

Begitu mata cangkul berbahan tembaga hitam itu menghantam permukaan tanah, sebuah gelombang kejut transparan menyebar dalam radius tiga meter persegi. Tanah keras yang dipenuhi akar ilalang itu seolah meledak ke atas dalam gerak lambat. Rumput-rumput liar tercerabut hingga ke akarnya dan hancur menjadi debu, sementara tanah liat yang mengeras langsung terbalik dan menjadi gembur seketika.

Lin Ye menatap hasil tebasannya dengan mata terbelalak.

"Ini gila. Hanya dengan satu ayunan santai, tanah seluas tiga kali tiga meter langsung siap tanam. Tidak perlu mencabuti rumput, tidak perlu membolak-balik bongkahan tanah berulang kali. Ini benar-benar keajaiban mesin pertanian dalam bentuk cangkul tangan," Lin Ye tertawa keras, merasa sangat puas dengan investasinya.

Tanpa membuang waktu, Lin Ye terus melangkah maju dan mengayunkan cangkulnya secara berirama.

Trak. Trak. Trak.

Suara hantaman cangkul terdengar teratur. Dalam waktu kurang dari dua puluh menit, area seluas lapangan basket yang tadinya merupakan hutan semak berduri, kini telah berubah menjadi hamparan tanah hitam gembur yang sangat rapi. Garis-garis bedengan tanah terbentuk secara otomatis akibat efek pasif cangkul tersebut. Keringat hanya sedikit membasahi dahi Lin Ye, membuktikan efek pengurangan kelelahan hingga tujuh puluh lima persen itu bekerja dengan sempurna.

"Sekarang tanahnya sudah siap. Waktunya menabur uang," kata Lin Ye.

Dia mengambil kantong Benih Jagung Emas, membuat lubang-lubang kecil dengan jarinya, dan mulai menanam benih tersebut di sebelah kiri ladang. Setelah itu, dia beralih ke sebelah kanan ladang untuk menanam Benih Stroberi Pemulih.

Matahari semakin tinggi, namun Lin Ye bekerja dengan ritme yang sangat efisien. Setelah semua benih tertanam, dia mengambil dua buah ember kayu dan berjalan menuju sumur.

Lin Ye menimba air dari sumur abadi yang memancarkan cahaya kebiruan itu. Dia menyirami setiap petak tanah yang baru ditanaminya dengan sangat hati-hati. Begitu air sumur yang kaya energi itu menyentuh tanah gembur, tanah itu langsung menyerapnya dengan cepat.

Sringgg. Drrrtt.

Tiba-tiba, tanah di bawah kaki Lin Ye bergetar pelan. Getaran itu bukan berasal dari gempa bumi, melainkan dari arah Pohon Ajaib yang menjulang tinggi di pinggir ladang.

Lin Ye meletakkan embernya dan menoleh ke arah pohon tersebut.

Seluruh daun zamrud pada pohon raksasa itu memancarkan cahaya hijau terang yang menyilaukan. Akar-akar besar yang menyembul di atas permukaan tanah tampak berdenyut, seolah sedang menyerap aliran energi kehidupan yang sangat masif dari tanah ladang yang baru saja diperluas dan disirami oleh air sumur abadi.

Layar hijau sistem tiba-tiba muncul secara otomatis.

"Resonansi Energi Bumi Terdeteksi."

"Ekspansi lahan pertanian dan penggunaan air elemen murni telah memberikan nutrisi skala besar kepada Pohon Ajaib Warisan."

"Pohon Ajaib Warisan sedang melakukan proses Evolusi Tingkat Pertama."

Cahaya hijau itu semakin terang, membuat Lin Ye harus menutupi matanya dengan sebelah tangan. Angin kencang berhembus berputar mengelilingi batang pohon tersebut.

Kreeek. Kreeek.

Terdengar suara kayu tua yang bergesekan. Akar terbesar yang terletak tepat di dasar batang pohon itu perlahan bergerak membelah, menciptakan sebuah rongga kecil seukuran rumah anjing. Di dalam rongga yang diselimuti cahaya hijau hangat itu, terlihat sebuah siluet kecil yang bergerak-gerak.

Cahaya perlahan meredup. Angin kencang pun berhenti berhembus.

Lin Ye berjalan mendekati rongga akar tersebut dengan langkah waspada. Dia menggenggam erat gagang cangkulnya, bersiap untuk segala kemungkinan. Namun, apa yang dilihatnya sama sekali bukan monster.

1
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!