Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19.2: Dua Spirit Fruit untuk Jalan Pulang
Lin Qinqing menunduk dan melihat sosok di bawah. Begitu mengenalinya, wajahnya langsung berubah.
“Xuan’er! Itu Xuan’er!” Suaranya bergetar karena lega. “Sayang, cepat turun!”
“Ah? Oh… baik.”
Su Baiyun turun perlahan, tetapi wajahnya masih dipenuhi tanda tanya.
“Ayah, Ibu.”
Su Dingxuan tersenyum.
Namun, sebelum dia sempat berkata lebih banyak, Lin Qinqing sudah memeluknya erat-erat.
“Syukurlah… syukurlah kamu selamat.” Suara Lin Qinqing terdengar gemetar. “Kamu baik-baik saja? Ada yang mengganggumu? Kamu terluka? Di mana sakitnya?”
Dia membolak-balik tubuh Su Dingxuan, memeriksa dari atas sampai bawah dengan panik. Karena terlalu khawatir, dia bahkan belum menyadari bahwa anaknya sekarang sudah berada di Qi Refining Awal Tingkat 1.
Su Baiyun terbatuk pelan.
“Sayang, anak kita tidak apa-apa. Bahkan… dia lebih kuat daripada sebelumnya.”
Lin Qinqing sempat mengerutkan kening, seolah ingin memarahi suaminya karena berbicara di saat seperti itu. Namun, sesaat kemudian, dia juga merasakan sesuatu.
Tatapannya tertuju pada Su Dingxuan.
“Ini…”
Matanya melebar.
“Qi Refining Awal! Ba… bagaimana mungkin?”
Su Dingxuan tersenyum dan mengangguk pada ibunya. Lalu, wajahnya berubah serius saat menatap kedua orang tuanya.
“Ayah, Ibu, aku bisa berkultivasi sekarang. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya di sini. Ada harta berharga yang kubawa.”
Ekspresi Su Baiyun langsung menjadi serius.
Tanpa bertanya lagi, dia melambaikan tangan dan membawa istri serta anaknya terbang. Kecepatannya tidak kalah cepat dibandingkan saat dia datang.
Beberapa jam kemudian, Su Baiyun tiba di ibu kota.
“Terima kasih, Kaisar, karena sudah membantu. Aku akan memberikan imbalan.”
Setelah menyampaikan pesan langsung kepada kaisar, dia segera membawa keluarganya kembali ke rumah.
Begitu memasuki formasi kediaman dan memasang formasi kedap suara, Su Baiyun menoleh ke arah anaknya.
“Apa sebenarnya yang terjadi?”
Lin Qinqing juga menatap Su Dingxuan. Matanya masih merah, tetapi sekarang ada kebahagiaan yang sulit disembunyikan di dalamnya.
Su Dingxuan menarik napas pelan.
“Beberapa hari belakangan ini, aku merasakan sesuatu di dalam tubuhku. Rasanya seperti ada yang mendorongku untuk pergi ke suatu tempat. Semakin hari, perasaan itu semakin kuat. Sampai akhirnya aku merasa, kalau aku melewatkannya, aku akan menyesal seumur hidup.”
Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan.
“Karena tidak bisa menunggu Ayah dan Ibu pulang, aku pergi sendiri dengan hati-hati. Aku juga tidak membawa pengawal. Kalau benar itu harta, aku takut mereka berubah pikiran dan aku tidak punya kekuatan untuk melawan jika mereka ingin membunuhku.”
Lin Qinqing menggenggam tangannya lebih erat.
Su Dingxuan melanjutkan, “Setelah sampai di sana, aku menemukan sebuah pohon. Ayah dan Ibu tahu apa itu?”
Su Baiyun langsung berkata, “Cepat katakan.”
“Itu adalah Spirit Awakening Fruit.”
Su Dingxuan tersenyum, bahkan sedikit menaikkan alisnya, menunggu ekspresi terkejut dari ayah dan ibunya.
Namun, yang dia dapatkan hanya tatapan bingung dari mereka berdua.
Senyum Su Dingxuan sedikit kaku.
Dia segera paham. Ayah dan ibunya tidak mengenal Spirit Awakening Fruit.
Buah itu memang barang langka. Tidak banyak orang yang tahu keberadaannya. Kalau bukan karena dulu dia membutuhkan informasi tentang Spirit Root dan membaca banyak catatan di perpustakaan Clan Su, mungkin dia sendiri juga tidak akan mengetahuinya.
Sebelum keduanya bertanya, Su Dingxuan mulai menjelaskan fungsi Spirit Awakening Fruit.
Begitu penjelasannya selesai, Lin Qinqing menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya membesar karena terkejut. Sementara itu, Su Baiyun sudah ternganga tanpa sadar.
Barulah Su Dingxuan tersenyum puas dan menaik-naikkan alisnya pada mereka.
Walaupun Su Baiyun tahu penjelasan itu kemungkinan besar benar—buktinya anaknya sekarang bisa berkultivasi—dia tetap bertanya tanpa sadar.
“Apakah itu benar?”
Su Dingxuan tidak menjawab dengan kata-kata.
Dia mengeluarkan sebuah kotak, lalu membukanya.
Segera, dua buah di dalam kotak terlihat jelas. Keduanya memancarkan vitalitas yang luar biasa.
Su Baiyun dan Lin Qinqing saling memandang.
Lin Qinqing bergumam pelan, “Surga menyayangi anakku…”
Setelah itu, dia langsung memeluk Su Dingxuan lagi. Jika Su Dingxuan tidak bergerak cepat, kotak di tangannya mungkin sudah jatuh.
Setelah berhasil menenangkan ibunya, Su Dingxuan kembali berbicara dengan nada serius.
“Ayah, Ibu, aku tahu tentang Spirit Awakening Fruit karena itu menyangkut Spirit Root, jadi dulu aku memang mempelajarinya. Selain memperbaiki Spirit Root yang rusak, buah ini juga bisa meningkatkan kualitas Spirit Root. Tapi semakin tinggi kualitas Spirit Root seseorang, semakin banyak buah yang dibutuhkan.”
Dia melirik dua buah di dalam kotak.
“Terlebih lagi, satu batang hanya memiliki tiga buah. Setelah dipetik, batangnya akan layu dan hancur.”
Su Baiyun mengangguk pelan. Dia orang yang pintar, jadi segera memahami arah pembicaraan anaknya.
“Jadi, apa yang ingin kamu lakukan dengan dua buah lainnya?”
Su Dingxuan menjelaskan rencananya.
“Dengan tingkatan Spirit Root-ku, dua buah ini tidak akan banyak bermanfaat. Begitu juga dengan Ayah. High-Grade Spirit Root setidaknya membutuhkan enam buah untuk bisa meningkat. Sedangkan Mid-Grade Spirit Root membutuhkan tiga.”
Di akhir kalimat, dia menatap ibunya.
Karena Lin Qinqing memiliki Mid-Grade Spirit Root.
Lin Qinqing langsung paham.
“Jadi… ini juga tidak bermanfaat bagi Ibu?”
Su Dingxuan mengangguk.
“Orang yang tidak bersalah bisa dianggap bersalah hanya karena memiliki harta. Daripada kita menyimpannya dan mengundang bahaya, lebih baik kita memberikannya kepada Clan Su.”
Lin Qinqing mengangguk. Dia terlihat setuju dengan anaknya. Bagi seorang ibu, selama itu demi keselamatan Su Dingxuan, dia akan menerima keputusan apa pun.
Su Baiyun juga mengangguk.
“Kalau kita memberikannya begitu saja, itu terlalu rugi. Jadi, apa yang ingin kamu minta dari Clan?”
Su Dingxuan tersenyum.
“Aku dengar Ayah berusaha keras mengumpulkan poin kontribusi. Benar?”
Su Baiyun terdiam.
Lin Qinqing langsung menatap suaminya dengan ekspresi bertanya.
Beberapa saat kemudian, Su Baiyun akhirnya memahami maksud anaknya.
“Kamu ingin menukarnya dengan ramuan yang bisa memperbaiki fondasi ibumu?”
Lin Qinqing ikut terkejut. Matanya yang semula hanya penuh kebahagiaan kini perlahan berubah hangat, bahkan sedikit berkaca-kaca.
Su Dingxuan mengangguk.
“Satu buah ditukar dengan ramuan untuk memperbaiki fondasi Ibu. Ramuan terbaik yang dimiliki Clan Su.”
Dia berhenti sebentar, lalu menatap ayahnya dengan serius.
“Satu lagi… untuk tiket kepulanganku ke Clan Su.”
Su Dingxuan tahu, setelah seorang fana terlepas dari hubungan dengan clan, namanya sudah dicoret dari garis keturunan. Sejak saat itu, dia tidak lagi dianggap memiliki hubungan dengan clan.
Karena itu, dia ingin menggunakan satu Spirit Awakening Fruit untuk mengembalikan identitasnya sebagai keturunan Clan Su.
Su Baiyun dan Lin Qinqing saling memandang.
Lalu, keduanya tersenyum.
Ada rasa haru dan bahagia yang tidak mereka sembunyikan.
Su Baiyun mengulurkan tangan, lalu mengelus kepala Su Dingxuan dengan lembut.
“Ayah tidak menyangka kamu akan dewasa secepat ini. Bahkan sekarang kamu sudah membantu memikul beban ayahmu.”
Suaranya menjadi lebih rendah, tetapi penuh kebanggaan.
“Nak, Ayah bangga padamu.”
Su Dingxuan tersenyum cerah.
End Chapter 19.2.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw