Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Tidak butuh waktu lama,Kabar jadian nadia dan vino pun menyebar dengan cepat,hampir satu sekolahan membicarakan mereka.
Banyak yang setuju dan ada pulang yang menolak hanya karna tidak rela vino telah mempunyai kekasih.
"Nad.."
"Sejak kapan?"
"Apanya sih mik..udah deh jangan dibahas disini.." ucap nadia yang kini tengah makan bersama mikayla di kantin sekolah.
"Kok apanya sii.."
"Ya itu..kamu kok bisa jadian sama vino.."
"Ternyata cinta lamamu bersemi juga akhirnya.." goda mikayla.
"Mika!"
"Tuh dateng vinonya.."
"Gabung boleh?"
Mikayla pun langsung setuju dan mempersilahkan vino untuk dudul bersama mereka.
"Semoga kalian awet yaa.."
"Mikaaaa.." ucap nadia sembari menggertakkan giginya.
Vino memilih duduk di sisi kiri nadia,yang tepatnya lebih menempel tembok,
Ia hanya menatap pacar barunya ini makan,dan sesekali menyentuh tangan kiri nadia.
"Aahh..males banget jadi obat nyamuk begini.."
"Udah,ini aku udah juga kok.." sontak tangan vino menarik tangan nadia yang berusaha berdiri.
"Disini aja dulu..jam istirahat masih lumayan lama kok.."
"Iya kan mik.."
"Kamu makan aja,nanti aku yang bayar.."
"Yaudah kalau begitu.."
"Aku disini gapapa.."
"Pulang sekolah mau nonton?"
"Ada film bagus?"
"Film apa?"
"Kita lihat aja nanti disana.."
********
Kini nadia dan vino sudah berada di dalam bioskop,
Siang hari memang biasanya lebih sepi,dan benar saja.
"Karna masih sore jadi belum rame.."
"Kamu tunggu disini sebentar yaa.."
"Akh mau beli popcorn.." ucap vino meninggalkan nadia yang duduk di kursi sendirian.
Drrdddtt ddrrddtt..
"Saga.." bathin nadia.
Nadia clingak clinguk mencari keberadaan vino,dan ijin ingin ke toilet.
"Hallo.."
"Sedang dimana?" Tanya saga.
"Kamu tidak membuka ponselmu lagi!"
"Ah emm sedang diluar..kenapa?"
"Ke apartemen sekarang!"
"Dan jangan menolak,aku ga suka penolakan nadia.."
"Engga bisa,aku sedang bersama teman-temanku.." ucap nadia dengan sedikit bisik-bisik.
"Alihkan ke panggilan video.."
Bukannya mengalihkan ke panggilan video seperti permintaan saga,nadia justru mematikan ponselnya dan kembali ke tempatnya semula.
"Sudah? Ayo masuk.." ajak vino.
"Filmnya bagus yaa.." bisik nadia.
"Iya bagus.."
"Karakternya bagus-bagus.." vino ikut berbisik bisik.
Vino menyandarkan penghalang kursi diantara mereka,
Perlahan ia menggenggam tangan nadia dan satu lagi menyentuh pipinya untuk menghadap dirinya.
"Boleh?"
Nadia hanya mengangguk,
Keduanya pun kini berciuman,sangat lembut.
"Saga lebih sering melakukan dengan kencang.." bathin nadia begitu ciuman mereka terlepas.
"Makasih yaa.." ucap vino yang kini kembali mencium bibir nadia lebih lama dari sebelumnya.
Sementara di dalam apartemen saga tengah merasakan kecemasan yang amat dalam,tubuhnya panas,gairahnya meningkat.
Ia baru saja bertemu dengan mantan kekasihnya yang dahulu,
Dan kini ia merasa sang mantan itu memberikan minuman yang dicampur oleh sesuatu.
"Beruntungnya aku bisa keluar dan sampai apartemen lebih cepat.."
"Ah sial.."
"Aku harus bagaimana!nadia tidak disini.."
Saga sudah mencoba beberapa hal yang katanya bisa menurunkan kadar gairah dalam tubuh seperti berendam di dalam air dingin.
"Bukannya mereda,tapi aku makin bergairah.."
Saga pun mengambil laptopnya dan memutar video cctv yang tersimpan di dalam laptopnya.
Saga mulai menyentuh miliknya sendiri begitu melihat adegan-adegan yang ia lakukan bersama nadia.
"Ahhkk sayang.."
"Aku merindukanmu..kemarilah sayang.."
Saga pun meraih ponselnya dan mengirim voice note kepada nadia.
"Sayanggg kemarilah,kumohon.."
"Aku di apartemen.."
Jam sudah menunjukkan pukul 09:00 meskipun ia sudah melakukan pelepasan sekali tapi gairah dalam tubuhnya masih menggebu,
Ia mencoba kembali menghubungi nadia dengan menelfon.
"Nad.."
"Iyaa pak.."
"Kemarilah,aku di apartmen.."
"Aku sudah tiba,bukakan pintunya.."
Saga pun segera berlari dan membuka pintu,
Begitu ia melihat sosok perempuan yang sudah di tunggu-tunggu iapun segera memeluk dan menariknya menuju kamar.
"Aku sudah melepaskan sekali,tapi aku masih sangat resah sayang.." ucap saga yang memang terlihat lebih bringas daripada sebelumnya.
Ia segera melucuti pakaian nadia sampai tak ada yang tersisa.
Saga segera memberikan rangsangan-rangsangan kepada nadia sebelum memulai menggaulinya.
"Aahhhkk.. maafkan aku jika aku seperti ini.." ucap saga.
Tak henti-hentinya saga mengucapkan permohonan maaf kepada nadia.
Dirinya sebelumnya sudah berjanji tidak akan memaksa atau melakukan ancaman,
Tapi berbeda hari ini.
"Aahhhkk pelan-pelan pak.."
"Jangan memanggilku pak terus nadia"
"Terima ini.." ucap saga yang dengan gencarnya memberikan goyangan kepada nadia.
"Aahhhkk pelan-pelan sayang.."
Saga membalikkan tubuh nadia,ia menarik bagian perut kebawah menjuntai kelantai dengan bagian atas masih dikasur.
"Aahhkkk.."
"Enak sekali milikmu sayang.."
"Katakan kamu juga suka ini sayang.."
"Ahhhkkk.."
"Terus sayang..lebih cepat,aku ingin melepaskan sesuatu.." pinta nadia yang akhirnya tak berapa lama kemudia tubuhnya bergetar.
Saga kembali menarik tubuh nadia di depan cermin,ia meminta nadia untuk menatap dirinya sendiri yang tengah polos tanpa busana sedang menikmati gerakan-gerakan liar dari seorang pria yang lebih patut di sebut ayah.
"Lihatlah dirimu sayang.."
"Kamu sangat cantik sekali.."
"Dan ini,ini semakin besar,tak salah aku memberimu vitamin itu.." ceracau saga dengan masih menggerakkan pinggulnya.
Tak ingin dengan gaya itu saja,
Saga kembali menarik tubuh nadia menuju kamar mandi,
Ia menyalakan shower tepat diatas tubuh mereka.
Saga menghimpit tubuh nadia hingga menempel ketembok dan menarik satu kakinya untuk melingkar di pinggulnya.
"Ahhhkkk sayang..sempit sekali milikmu.."
"Ahhhkkk sayangg,terus yang lebih dalam lagi.."
"Aahhhkk terus katakan permintaanmu nadia sayang.."
"Itu semakin membuatku tergila-gila denganmu.."
Masih berada didalam kamar mandi,
Saga menarik tubuh nadia untuk berpegangan wastafel dan dia menyerang lewat belakang.
"Aahhkkk.."
"Kali ini udah sayang.."
"Aku tidak tau sudah berapa kali keluar.."
"Ayoo sayang..kita keluarkan bersama.."
"Aahhhkk.."
"Aahkk terima ini sayang.."
Semburan lava putih pun terjadi,
Saga memeluk erat tubuh nadia agar tidak terjatuh,
Ia menuntun perlahan keluar kamar mandi dan menjatuhkan tubuh keduanya bersamaan diatas kasur.
"Menginaplah disini sayang.."
Nadia meraba paha nya sendiri yang kini tengah merasa lelah,
Dengan sedikit keraguan akhirnya ia meminta ijin orang tuanya untuk menginap dengan alasan jauh dan sudah malam.
"Perjanjian kita seminggu satu kali,kenapa bisa 4 kali.."
"Kamu sudah membuatku tergila-gila sayang..bahkan jika harus seminggu 5 kali itu belum cukup,kita harus melakukannya setiap hari sayang.."
"Milikmu sangat enak sekali..
"Bukankah lebih enak dengan perempuan penggoda yang menawarimu minuman.." ucap nadia mengingatkan kembali kejadia tempo hari.
"Hahh..aku tidak akan melakukan itu dengan orang lain.."
"Aku tidak akan menghianatimu.."
"Jadi jangan sampai kamu berfikir untuk menghindariku atau sampai punya pasangan lain.."
Nadia langsung merasa terancam mendengar ucapan saga,bagaimana tidak,ia dan vino baru saja jadian.
"Kamu paham sayang?" Tanya saga.
"Memangnya aku apa bagimu?" Tiba-tiba saja kata seperti itu keluar dari mulut nadia.
"Aku akan membuatmu menjadi milikku,dan aku hanyalah milikmu.."
"Aku akan menunggumu sampai kapanpun.."
"Karna aku sayang sama kamu!"
Mendengar ucapan saga yang berisi hampir dengan pemikirannya sebelum menerima vino membuat nadia merasa bersalah,
Seharusnya ia tidak menerima vino dan mempermainkan hatinya.
Juga tidak menghianati saga.
"Kamu sudah ijin sama orang tuamu dan boleh!"
"Kamu akan diam saja disitu atau aku yang akan menghajarmu lagi.."
Nadia menarik dasi yang bergantung di di kursi sebelah kasur dan mengikat manutup matanya sendiri lalu menjatuhkan dirinya diatas kasur.
"Aku milikmu malam ini.."