NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Confess pertemanan

Usai membaca sticky note dari galih, ayya menggedik acuh dan beralih ke makanannya.

" Hmmm.. Tau aja kalo gue suka per dimsum an begini, tapi aku ga sakit jir, malah dikira sakit beneran, ck ck ck.. Tida fantast.."

Satu persatu dimsum itu dilalap habis dalam mulut ayya, masalah galih mah pikir belakang kata ayya.

" Ga mau munafik, aku juga pengen gragas makan dimsum, masak sama bunda dibatesin sebulan sekali? Strict nya tuh aneh.."

Makan terus sambil ngoceh sampai tak disadari jika makanannya sudah hampir habis.

" Weh, gila.. Bisa-bisanya aku habisin ini semua dalam waktu cepat?"

Ayya terperangah tak menyangka, huhu.. Mumpung tidak diketahui oleh sang bunda, ayya akan menghabiskannya dalam beberapa waktu.

Oke, begitu semuanya dibereskan kembali, kini ayya berkacak pinggang untuk memikirkan skrip selanjutnya.

" Buka blokir nya nggak ya? Emang buat apa kak galih minta buka blokirnya? Ga usah deh, jangan jadi pengganggu hubungan dia sama kak shani, eh.. sama kak fania apa kak shani ya?

Ternyata kak galih banyak juga ceweknya, pantes pinter banget modusnya."

Jreeeng....

Ayya terkejut mendengar suara gitar yang mulai dimainkan di bawah balkonnya, ia reflek membuka gorden kamar dan melihat keluar.

Kening ayya mengerut tepat saat suar galih mendayu seiringan dengan alunan gitar yang merdu.

" Kak galih beneran nunggu di bawah??" Gumam ayya.

Sebenarnya isi sticky notes dari galih meminta ayya membuka blokirnya, atau opsi kedua menyuruh ayya untuk keluar setelah memakan dimsum supaya memastikan keadaannya pada galih.

Sejak tadi sudah pasti galih menunggu di bawah sana. Hingga satu jam tak kunjung ada respon akhirnya galih memainkan gitarnya agar ayya dapat mengetahui jika ia benar-benar menunggunya.

Tak lama kemudian galih tersenyum tipis saat menyadari ayya yang mengintip dari balik jendelanya.

" Kayaknya tuh anak udah enakan.. Udah ah, udah malem juga pasti dia mau istirahat."

Galih pun mengakhiri kegiatannya sekarang, ia hendak masuk ke dalam rumahnya namun tiba-tiba ayya berucap dari atas sana.

" Makasih buat dimsumnya, kak.."

Galih yang sudah memunggunginya itupun tersenyum, lalu memutar badan dan mendongak menatap ayya yang sudah berdiri di belakang pagar pembatas.

" Diabisin?" Tanya galih mendekat.

Ayya pun mengangguk. " Udah aku bilang ga usah kasih begituan lagi, yang normal aja.."

Galih mengernyit. " Ngasih bingkisan ke orang yang sakit kan wajar, emang kurang normal gimana ayya?"

Oh shit, ayya tertampar oleh pernyataan galih, normal kok, yang ga normal itu pikiran ayya hingga seketika itu ia terdiam.

" Kamu sakit apa?" Tanya galih.

" Cuma sedikit ga enak badan aja.." Jawab ayya canggung.

Ia melirik lain arah saat galih berusaha keras untuk menangkap pandangannya.

" Oh, kayaknya kamu butuh istirahat penuh, karena hari makin larut.. aku juga mau istirahat."

Ayya mengangguk. " Aku juga.."

Galih menaikkan kedua alis, diam dan memperhatikan ayya cukup lama.

" A-ada apa kak? kok diem." Ucap ayya.

" Aku nunggu kamu buat buka blokirannya.."

Glek.. Ayya menelan kasar salivanya, masih saja galih menagihnya untuk buka blokirnya?

" Ayya, aku cuma mau minta maaf yang sebesar-besarnya melalu telfon, lewat sini ga bakal kedengeran jelas.." Ucap galih membuat ayya mengerjap heran.

" M-maksud kakak, minta maaf buat apa?"

Galih pun mengulas senyum. " Aku paham dibalik aksi kamu blokir nomerku bukan tanpa alasan ayy, pasti ada sedikitnya salah yang entah sengaja atau enggak sengaja bikin kamu kesel.."

The hell? Pemikiran macam apa ini??? Ayya sangat terkesan berhadapan dengannya saat ini, namun ia masih berusaha menyembunyikan kekagumannya itu dibalik wajah datarnya.

" Ga, ga salah apa-apa kok, tenang aja.."

" Terus, kenapa blokir nomorku?"

Damn, ayya benar-benar tak habis pikir dengan segala jenis pertanyaan galih yang begitu detail, membuat ayya kehabisan jawaban.

Akhirnya ayya berusaha berani untuk mengatakan jujur.

" Meski nanti kak galih mikir aku lebay, but.. Let me explain.."

Galih sontak menggangguk dan melipat tangan di dada, ia siap mendengar apapun penjelasan ayya meski harus mendongakkan wajah cukup lama.

" Ah, kenapa kak galih malah serius sih nanggepinnya? Udah kayak mau diinterogasi aja deh." Ayya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Galih pun tertawa lirih. " Hahah.. Ya udah lewat telpon ajalah.. ga ribet."

Hmm.. Benar juga, tapi tidak! Justru itu ayya menghindari itu agar tidak terlalu dekat, karena jika sudah asik di telpon kadang membuatnya lupa daratan. Hiks..

" Oke, biar kamu ga canggung.. let me explain first. If i feel like I've been really bad towards you from the start. So.., I sincerely apologize to you, Ayya."

Ayya mengangguk pelan sembari memainkan ujung piyamanya.

" Mari kita berteman.." Ucap galih mengakhiri ucapannya.

Ayya terdiam, ya.. berteman apa salahnya? yang salah ada espektasi ayya yang berharap lebih padanya.

" Baik, mulai saat ini kita berteman.. kak.." Ucap ayya senyum tipis.

Galih nampak senang, lalu bertanya balik.

" Sekarang giliranmu buat jawab kenapa ga mau buka blokirannya?"

Ayya sontak menggeleng, jawabannya sudah terjawab oleh jawaban Galih sendiri.

Berteman? so, sudah jelas jika ayya tak perlu lagi mempertanyakan hubungannya dengan perempuan lain, just friend with ayya right?

Ayya menggeleng dan tersenyum lebar.

" Aku sangat senang bisa berteman denganmu, kak galih.."

Galih pun turut mengangguk, namun ia masih belum lega sebelum ayya membuka blokiran nomornya.

Ayya mengerti dengan kecemasan galih, hingga saat itu juga ayya menunjukkan pada galih jika nomornya sudah kembali terhubung.

" Thanks ayya.. Thankyou so much!"

Galih tersenyum lebar setelah bisa bernapas lega.

" Oke, udah ga ada yang dipermasalahin lagi jadi waktunya kita istirahat.. Night, ayya.."

Ucapan, lambaian tangan, bahkan senyum galih kali ini sangat berbeda. Ayya merasa kehangatan yang tak wajar setelah sekian lama tak berinteraksi seperti ini dengan teman lelakinya.

" Night too, sir.."

Ayya melambaikan tangan juga sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam kamarnya.

Begitu keduanya sudah masuk ke rumah masing-masing, ayya langsung lompat ke atas ranjangnya, hatinya sangat senang, namun saat itu juga ia menampar diri sendiri.

" Temenan doang ayya! Kan dari awal emang berharap bisa temenan, jangan harap lebih plisss..."

Ayya memijit lembut kedua pipinya yang sudah capek senyum sedari tadi.

" Emang aneh, emang ada orang yang mau temenan harus confess buat jadi temen?"

Ayya tertawa geli, dan lebih gelinya lagi saat ia mendapat pesan ucapan selamat malam dari galih.

" Bales besok ajalah, kalo dibales sekarang bikin ga bisa tidur, udah insomnia malah makin ga tidur nanti.."

Ayya langsung mengubah mode dnd pada ponselnya agar tak ada yang mengganggu screen time nya.

Sementara itu, galih dengan ponsel yang masih di genggamannya masih terdiam menunggu balasan ayya.

Namun bukannya ayya yang membalas, malah nomor asing baru saja mengiriminya pesan.

" Kania???"

Kening galih mengerut kasar, melihat foto profil nomor baru itu adalah kania jelas membuatnya kesal.

" Siapa yang udah kasih nomor gue ke orang asing?! Gue ga suka nomor gue di save sama orang yang ga gue izinin!" Geramnya jengah.

Tanpa membalas candaan Kania di dalam pesan itu, galih mengabaikannya beberapa waktu hingga akhirnya ia langsung memblokir nomor Kania saat itu juga.

" Sialan! siapa yang ngasih coba? Udah gue ingetin ke temen temen yang punya nomor ini buat izin kalo mau kasih ke orang lain..."

" Selain orang terdekat gue, gabakal gue izinin buat akses kehidupan pribadi gue."

Galih melempar ponselnya ke sampingnya, kemudian terbaring sembari menutup kedua matanya.

Pikirannya kesal, namun sekilas terlintas senyum ayya saat di balkon tadi.

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!