NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Empat

Semburat cahaya fajar menyapu permukaan Telaga Teratai Imortal, menciptakan pantulan cahaya putih kristal yang menyejukkan mata siapa pun yang memandangnya. Pagi ini, udara di Desa Jinan terasa sedikit lebih tajam, seolah-olah butiran oksigen di atmosfer telah disaring melalui ribuan lapis sutra es. Di depan Kedai Teh Kedamaian, Wu Tie duduk dengan punggung tegak di belakang meja kasir kayunya yang kini sudah dipoles hingga mengkilap. Jemarinya yang ramping bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, mengoperasikan biji-biji sempoa kopi yang mengeluarkan aroma kafein setiap kali beradu.

Bagi Wu Tie, mengelola arus keuangan dan inventaris di kedai teh ini adalah tantangan intelektual yang jauh lebih memuaskan daripada sekadar menagih hutang esensi jiwa di galaksi yang jauh. Di buku besar yang terbuka di depannya, ia mencatat setiap gram teh melati yang digunakan, setiap liter air telaga yang diseduh, hingga jumlah kue beras yang dikonsumsi oleh para pekerja irigasi. Tidak ada satu pun angka yang boleh meleset; baginya, ketidaktepatan adalah bentuk pengkhianatan terhadap keteraturan semesta yang kini ia layani di bawah panji Zhou Ji Ran.

"Tuan Kasir, apakah catatan untuk pengiriman gandum ke desa kaki gunung sudah divalidasi oleh Tuan Fugui?" tanya Lu Han yang baru saja masuk sambil membawa beberapa ikat gulungan bambu baru.

Wu Tie tidak mengalihkan pandangannya dari sempoa. "Fugui baru saja berangkat lima menit yang lalu. Ada sedikit inefisiensi pada simpul tali di gerobak ketiga, tapi secara keseluruhan, logistiknya masih dalam batas toleransi. Kau, Lu Han, pastikan stok kayu bakar untuk Chen Long tetap stabil. Aku mencium adanya peningkatan konsumsi energi panas di dapur pagi ini, kemungkinan besar karena dia sedang mencoba teknik fermentasi baru."

Lu Han mengangguk patuh. Ia merasa kagum melihat bagaimana para penguasa dimensi ini bisa dengan cepat beradaptasi menjadi roda-roda kecil dalam mesin kehidupan desa. Ia teringat masa-masanya saat masih dikejar-kejar oleh misi sistem yang berisik, dan dibandingkan dengan itu, kesibukan mencatat stok gandum terasa jauh lebih bermartabat.

Di teras kedai, Zhou Ji Ran sedang bersandar dengan sangat malas. Kakinya disandarkan pada pagar kayu, sementara tangannya memegang cangkir teh yang masih mengepulkan uap. Ia memejamkan mata, membiarkan hangatnya matahari pagi meresap ke dalam pori-pori kulitnya. Baginya, kebahagiaan sejati bukanlah saat ia berdiri di atas tumpukan mayat dewa kuno, melainkan saat ia bisa merasakan embun pagi menguap dari permukaan daun sawi di kebunnya.

"Tuan, teh teratai salju kedua sudah siap. Saya juga menambahkan sedikit nektar dari Pohon Memori untuk memberikan efek penenang pada pikiran," ucap Bai Ling yang berjalan mendekat dengan gerakan yang sangat anggun. Rambut peraknya yang panjang berkilau di bawah sinar matahari, dan aura dingin yang biasanya ia pancarkan kini telah berubah menjadi kesejukan yang menyegarkan.

"Terima kasih, Bai Ling. Letakkan saja di sana," sahut Zhou Ji Ran tanpa membuka mata. "Bagaimana perkembangan tunas di sisi utara telaga?"

"Luar biasa, Tuan. Berkat bantuan Ao Kun yang menjaga sirkulasi esensi air, tunas-tunas itu sudah mulai membuka daun pertamanya. Saya rasa dalam dua bulan lagi, kita bisa memanen kelopak teratai salju dalam jumlah besar untuk stok musim panas," lapor Bai Ling dengan nada yang penuh rasa syukur.

Namun, di tengah-tengah keheningan yang damai itu, Zhou Ji Ran tiba-tiba merasakan adanya sebuah perubahan yang sangat halus pada frekuensi getaran di batas luar desa. Getaran itu bukan berasal dari kekuatan besar yang menghantam, melainkan seperti suara gunting yang sangat tajam sedang memotong kain realitas secara perlahan. Sangat sunyi, sangat presisi, dan sangat mematikan.

Ia perlahan membuka matanya. Ia melihat ke arah pohon willow besar di tepi sungai. Selembar daun willow yang tadinya berwarna hijau segar, tiba-tiba terputus dari dahannya dengan potongan yang sangat rapi—terlalu rapi untuk sebuah fenomena alam. Saat daun itu jatuh ke tanah, ia tidak hanya jatuh; daun itu seketika menghilang, seolah-olah ia telah dihapus dari keberadaan.

"Gu Lao," panggil Zhou Ji Ran dengan suara rendah.

Gu Lao yang sedang asyik memancing di tepian sungai seketika menegakkan tubuhnya. Ia tidak lagi melihat ke arah pelampung pancingnya. Matanya yang keruh menatap tajam ke arah kabut yang mulai muncul di jalan masuk desa. Kabut itu tidak berwarna putih atau kelabu, melainkan berwarna bening transparan, namun mampu membiaskan cahaya dengan cara yang salah.

"Aku merasakannya, Ji Ran," ucap Gu Lao, suaranya berat dengan peringatan. "Ini bukan lagi soal penagihan hutang atau inspeksi pajak. Ini adalah 'Penghapusan'. Seseorang sedang mencoba memangkas cabang realitas di tempat ini."

Dari dalam kabut transparan tersebut, muncul seorang pria dengan penampilan yang sangat sederhana, hampir terlalu sederhana. Ia mengenakan pakaian abu-abu tanpa motif, wajahnya datar tanpa emosi, dan tangannya yang ramping memegang sepasang gunting besar yang terbuat dari logam tanpa warna. Gunting itu tidak memantulkan cahaya; sebaliknya, ia seolah-olah menghisap setiap spektrum warna yang ada di sekitarnya.

Namanya adalah Mo Ye, sosok yang dikenal di antara para Pencetus Sistem sebagai "Sang Pemangkas". Tugasnya hanya satu: menghapus anomali yang tumbuh terlalu subur dan mengancam kestabilan struktur utama multisemesta. Bagi Mo Ye, Desa Jinan bukanlah sebuah rumah atau komunitas, melainkan sebuah dahan yang tumbuh liar dan harus dipotong agar tidak membebani pohon besar takdir.

Mo Ye berjalan dengan langkah yang tidak meninggalkan jejak di atas tanah. Setiap kali ia melangkah, rumput di bawah kakinya tidak terinjak, melainkan terpotong secara otomatis dan menghilang ke dalam kekosongan.

"Subjek Zhou Ji Ran," suara Mo Ye terdengar seperti suara kertas yang digunting, tajam dan kering. "Pertumbuhan domain ini telah melampaui parameter keamanan tingkat tertinggi. Anda telah menciptakan ekosistem yang menolak hukum entropi sistem. Sesuai dengan Protokol Akar, area ini akan dipangkas dari realitas dalam waktu tiga siklus matahari."

Zhou Ji Ran berdiri dari kursi goyangnya, ia merapikan baju raminya yang sedikit kusut. "Memangkas? Kau berbicara seolah-olah desaku ini adalah kuku kaki yang kepanjangan. Kau lihat pohon willow itu? Aku butuh waktu tiga bulan untuk membuatnya tumbuh serimbun itu. Dan kau baru saja memotong satu daunnya tanpa izinku."

Mo Ye tidak bereaksi terhadap sarkasme Zhou Ji Ran. Ia mengangkat gunting besarnya, membukanya sedikit. Suara *krek* dari gunting itu menyebabkan ruang di sekitar gerbang desa retak secara vertikal. "Keberadaan Anda adalah kesalahan data. Emosi, pertumbuhan tanpa kendali, dan kedamaian tanpa misi... semua itu adalah hama bagi keteraturan sistem. Saya akan mulai dengan memotong jalur suplai energi dari telaga itu."

Mo Ye mengarahkan guntingnya ke arah Telaga Teratai Imortal. Ia melakukan satu gerakan menggunting di udara.

Seketika, sebuah garis hitam yang sangat tipis namun tak terelakkan melesat menuju telaga. Garis itu bermaksud untuk memutus hubungan antara esensi air telaga dengan inti bumi, yang secara otomatis akan membuat seluruh teratai salju layu dalam sekejap.

Ao Kun yang merasakannya seketika panik. Sang naga laut itu mencoba menyemburkan air untuk menahan garis hitam tersebut, namun airnya terbelah menjadi dua tanpa memberikan perlawanan sedikit pun. "Tuan Zhou! Serangan ini tidak bisa disentuh! Ia memotong konsep air itu sendiri!"

Namun, sebelum garis pemangkas itu mencapai permukaan telaga, Zhou Ji Ran sudah berdiri di depannya. Ia tidak mengeluarkan pedang, ia tidak mengeluarkan tameng. Ia hanya memegang sebuah garu kayu yang biasa ia gunakan untuk meratakan tanah di kebun sayur.

Zhou Ji Ran mengayunkan garu kayunya secara horizontal, seolah-olah ia sedang membersihkan daun kering di tanah.

*Ting!*

Suara benturan antara kayu dan garis hitam itu terdengar seperti suara denting kaca yang pecah. Garis pemangkas yang seharusnya menghapus konsep air itu seketika tersangkut di antara gigi-gigi garu kayu Zhou Ji Ran. Dengan satu gerakan memutar, Zhou Ji Ran menggulung garis energi tersebut seolah-olah itu adalah benang kusut, lalu menekannya masuk ke dalam tanah.

"Di sini, kami tidak mengenal konsep penghapusan," ucap Zhou Ji Ran tenang. "Kami hanya mengenal konsep daur ulang. Garis energimu ini memiliki tekstur yang sangat kasar, ia sangat bagus untuk mengikat struktur tanah rawa di sisi timur agar tidak mudah longsor."

Mo Ye sedikit mengerutkan keningnya, ekspresi pertamanya sejak ia muncul. "Garu kayu... mampu menangkap Gunting Kehampaan? Ada kesalahan dalam estimasi level daya Anda. Memulai kalibrasi ulang kekuatan pemangkasan."

Mo Ye membuka guntingnya lebar-lebar, kali ini ia mengincar Zhou Ji Ran secara langsung. Ia melesat maju dengan kecepatan yang mengabaikan konsep ruang. Dalam satu kedipan mata, gunting raksasa itu sudah berada di leher Zhou Ji Ran, siap untuk memotong keberadaan sang mantan pemilik sistem dari sejarah.

"Tuan!" teriak Lin Xiaoqi yang baru saja keluar dari dapur membawa nampan sarapan. Ia menjatuhkan nampannya saat melihat pemandangan menakutkan itu.

Namun, Zhou Ji Ran tetap berdiri tegak. Ia tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kirinya dan menjepit bilah gunting Mo Ye menggunakan dua jarinya—jempol dan telunjuk.

*Klek.*

Gunting yang bisa memotong planet itu seketika terhenti, seolah-olah ia telah menabrak dinding yang terbuat dari materi paling padat di alam semesta. Mo Ye mencoba menarik guntingnya kembali, namun tenaga Zhou Ji Ran seolah-olah telah menyatu dengan berat seluruh planet.

"Kau tahu, Mo Ye," bisik Zhou Ji Ran, wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari wajah dingin si pemangkas. "Alasan kenapa sistem kalian selalu gagal adalah karena kalian terlalu fokus pada 'bentuk'. Kalian pikir jika kalian memotong bentuknya, maka jiwanya akan hilang. Tapi kau lupa, aku adalah orang yang membangun sistem-sistem itu sebelum kalian lahir. Aku tahu setiap lubang di dalam kodenya."

Zhou Ji Ran memberikan tekanan kecil pada jarinya. Retakan mulai muncul di bilah gunting Mo Ye yang tadinya dianggap abadi.

"Guntingmu ini... bahannya terbuat dari Logam Hampa tingkat murni. Itu adalah bahan yang sangat langka dan sangat tajam. Ye Hua selalu mengeluh bahwa ia butuh alat yang lebih efisien untuk memangkas tanaman pagar di sepanjang jalan setapak desa agar tidak menghalangi pejalan kaki," ucap Zhou Ji Ran dengan senyum yang membuat Mo Ye merasa terancam untuk pertama kalinya dalam jutaan tahun.

Zhou Ji Ran menarik gunting tersebut dari tangan Mo Ye dengan kekuatan yang tak terbantahkan. Ia kemudian menjentikkan jarinya ke dahi Mo Ye, mengirimkan gelombang kejutan yang membekukan seluruh meridian kehampaan pria itu.

"Selamat datang di Desa Jinan, Sang Pemangkas," ucap Zhou Ji Ran. "Karena kau sangat suka memotong, tugasmu hari ini dan seterusnya adalah menjadi tukang kebun khusus tanaman pagar dan pemangkas daun kering. Tapi ingat, kau dilarang keras memotong apa pun tanpa instruksiku, apalagi menghapusnya dari realitas. Jika aku melihat ada satu dahan willow yang hilang lagi karena kelalaianmu, aku akan memintamu untuk memangkas bulu naga Ao Kun satu per satu menggunakan gunting tumpul."

Dalam sekejap, aura penghancur dari Mo Ye hilang sepenuhnya. Ia berdiri di sana dengan bingung, menatap tangannya yang kini memegang sepasang gunting taman biasa—meskipun di dalamnya masih tersimpan kekuatan pemangkas yang sudah dijinakkan oleh Zhou Ji Ran. Pakaian abu-abunya berubah menjadi seragam tukang kebun berwarna hijau tua lengkap dengan topi pelindung matahari.

"Sistem... gagal memberikan respon," gumam Mo Ye datar. "Protokol Akar... tidak lagi berlaku di domain ini. Status saat ini: Juru Taman Tingkat Satu."

Ye Hua berjalan mendekat, ia menatap Mo Ye dengan pandangan menilai. "Tuan, orang ini auranya sangat membosankan. Apakah dia benar-benar bisa bekerja dengan teliti?"

"Dia adalah yang terbaik dalam hal presisi, Ye Hua. Lihat cara dia berdiri; keseimbangannya sempurna. Dia akan membuat taman pagar kita menjadi yang paling rapi di seluruh benua," jawab Zhou Ji Ran sambil kembali menuju terasnya.

Siang hari berlalu dengan pemandangan yang sangat tidak masuk akal. Mo Ye, sosok yang ditakuti sebagai penghapus realitas, kini terlihat sedang membungkuk di sepanjang jalan setapak desa. Dengan gerakan yang sangat efisien dan cepat, ia memotong setiap helai rumput yang tumbuh melewati batas jalan. Setiap potongannya sangat rata, seolah-olah diukur dengan penggaris cahaya. Ia memangkas dahan-dahan willow yang menjuntai terlalu rendah dengan kecepatan yang membuat mata penduduk desa terheran-heran.

"Lihat tukang kebun baru itu! Dia bergerak seperti bayangan!" puji salah satu warga desa yang sedang lewat membawa keranjang buah.

Mo Ye tidak menjawab. Ia terus memangkas dengan fokus yang mengerikan. Baginya, tugas ini kini telah menjadi "misi" barunya, misi yang tidak diberikan oleh sistem pusat, melainkan oleh otoritas hidup yang berdiri di depannya.

Di Kedai Teh Kedamaian, Wu Tie mencatat penambahan tenaga kerja baru tersebut di buku besarnya. "Tukang Kebun: Mo Ye. Biaya Pemeliharaan: Tiga porsi makan siang dan satu liter teh teratai salju per hari. Efisiensi Kerja: Di atas rata-rata."

Lu Han menatap Wu Tie sambil menggelengkan kepala. "Wu Tie, kau benar-benar memperlakukan setiap orang yang datang menyerang kita sebagai aset baru, ya?"

"Itulah cara Tuan Zhou mengelola dunia, Lu Han. Mengapa harus menghancurkan energi yang bisa digunakan untuk membangun irigasi?" sahut Wu Tie tanpa mengalihkan pandangan dari sempoanya.

Sore harinya, Zhou Ji Ran sedang duduk bersama Gu Lao dan para wanita di teras rumah. Mereka sedang menikmati hidangan penutup berupa kue mochi yang diisi dengan pasta kacang merah buatan Bai Ling. Kelembutan mochi tersebut menyatu sempurna dengan aroma teh teratai salju yang didinginkan.

"Ji Ran," ucap Gu Lao sambil menunjuk ke arah Mo Ye yang sedang merapikan tanaman bunga di depan gerbang. "Kau baru saja menjinakkan 'Sang Pemangkas'. Pusat Kendali Dimensi pasti sedang gempar sekarang. Mereka telah mengirimkan penilai takdir, penagih hutang, dan sekarang pemangkas akar. Semuanya berakhir menjadi pegawaimu. Apa kau pikir mereka akan mengirimkan sesuatu yang lebih besar lagi?"

Zhou Ji Ran mengambil sepotong mochi, mengunyahnya dengan perlahan. "Mereka akan terus mengirimkan apa pun yang mereka anggap sebagai solusi untuk anomali. Dan aku akan terus memberikan mereka pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka. Desaku masih butuh banyak orang. Aku butuh arsitek untuk membangun paviliun di tengah telaga, aku butuh musisi untuk festival musim gugur, dan mungkin aku butuh beberapa ahli cuaca agar kita bisa mengatur hujan tepat pada waktunya."

Lin Xiaoqi tertawa, ia menyandarkan kepalanya di bahu Zhou Ji Ran. "Tuan, Anda berbicara seolah-olah serangan mereka adalah rekrutmen pegawai gratis."

"Memang begitu, Xiaoqi. Mengapa aku harus repot mencari pekerja di pasar ketika Dunia Atas bersedia mengirimkan elit mereka langsung ke pintuku?" jawab Zhou Ji Ran dengan senyum jenaka.

Namun, di balik sikap santainya, Zhou Ji Ran menatap ke arah langit yang mulai berubah warna menjadi jingga keunguan. Ia tahu bahwa setiap orang yang ia "rehabilitasi" telah menciptakan lubang besar dalam struktur data multisemesta. Cepat atau lambat, lubang-lubang itu akan menarik perhatian dari "Tiga Pencetus Sejati"—entitas yang menciptakan sistem pertama kali sebelum ia menjadi pemain nomor satu.

"Mereka tidak akan membiarkan 'Domain Nol' ini terus tumbuh tanpa tantangan," bisik Zhou Ji Ran dalam hati. "Tapi biarlah. Semakin kuat mereka yang datang, semakin besar jembatan yang bisa kubangun untuk masa depan desa ini."

Malam mulai turun menyelimuti Desa Jinan. Lampu-lampu lampion mulai menyala satu per satu, memberikan pendaran cahaya yang hangat di sepanjang aliran sungai. Mo Ye, setelah menyelesaikan tugas pemangkasannya untuk hari ini, berdiri diam di pojok kebun sawi. Ia menatap tangannya yang kini memegang gunting taman, merasakan sebuah kepuasan yang aneh—kepuasan karena telah menciptakan ketertiban yang nyata di dunia fisik, bukan sekadar menghapus data di ruang hampa.

Ye Hua membawakan semangkuk nasi dan lauk untuknya. "Makanlah, Pemangkas. Di desa ini, jika kau tidak makan, kau tidak akan punya tenaga untuk memangkas besok pagi. Tuan Zhou tidak suka pekerja yang lemas."

Mo Ye menerima mangkuk itu, menatap uap nasi Padi Surgawi dengan pandangan yang sulit diartikan. "Rasa... terdeteksi. Nutrisi... terdeteksi. Tujuan hidup... sedang dikalibrasi."

Ia mulai makan dengan tenang di bawah sinar rembulan.

Zhou Ji Ran berdiri di jendela kamarnya, melihat ke arah timur. Ia bisa merasakan adanya riak energi yang sangat panas sedang bergerak menuju desa dari arah Pegunungan Matahari. Itu bukan lagi energi sistem, melainkan energi murni dari seorang ahli kultivasi kuno yang mungkin merasa terhina karena muridnya diperlakukan sebagai buruh.

"Sepertinya besok aku akan punya asisten baru untuk urusan pandai besi," gumam Zhou Ji Ran sambil tersenyum tipis. Ia menutup jendela, mematikan lampu minyaknya, dan bersiap untuk tidur nyenyak.

Kehidupan di Desa Jinan terus mengalir seperti air sungai yang tenang, namun menyimpan kekuatan yang bisa membelah benua. Tanpa misi, tanpa instruksi, sang mantan pemilik sistem terus menanam benih kedamaian di atas tanah yang subur. Dan setiap musuh yang datang, pada akhirnya hanya akan menjadi pupuk bagi surga kecil yang ia bangun dengan tangannya sendiri.

Segalanya berjalan dengan lambat, penuh dengan detail-detail kecil yang indah. Perjalanan menuju 500 langkah pengabdian pada tanah ini terus berlanjut, satu hari pada satu waktu. Dan bagi Zhou Ji Ran, inilah satu-satunya cara hidup yang benar-benar bermakna.

Malam semakin larut, dan Desa Jinan pun tenggelam dalam kesunyian yang damai, menanti fajar esok hari untuk kembali memulai tarian kehidupan yang tak lekang oleh waktu. Sang petani legenda telah menemukan ritme sejatinya, dan ia tidak akan membiarkan siapa pun mengacaukannya. Kehidupan ini memang benar-benar luar biasa, jauh melampaui statistik dan angka yang pernah ia miliki dulu.

"Selamat malam, kebun sawiku. Tidurlah yang nyenyak. Besok kita akan punya pagar yang sangat rapi," bisik angin di sela-sela daun sawi yang hijau subur.

Dan di kegelapan yang jauh, para pencetus sistem mulai menyadari bahwa Desa Jinan bukan lagi sekadar dahan yang harus dipangkas, melainkan sebuah pohon baru yang akarnya sudah menembus inti dari seluruh penciptaan. Sebuah pohon yang tidak bisa dihapus, hanya bisa diamati dengan penuh rasa takut dan rasa ingin tahu yang mendalam. Perjalanan ini baru saja memasuki babak yang lebih dalam, dan setiap detiknya adalah keajaiban yang nyata.

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!