"Satu kesempatan lagi... dan kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh apa yang menjadi milikku."
Yuuichi Shiro tahu persis bagaimana bau kematian. Sebagai korban eksperimen ilegal yang selamat hanya untuk melihat dunia hancur oleh virus Chimera, ia mati dengan penyesalan di ujung pedangnya. Namun, takdir berkata lain. Yuuichi terbangun enam hari sebelum hari kiamat dimulai—di ruang kelas yang tenang, dengan guru kesehatan yang cantik dan teman-teman yang seharusnya sudah mati di depan matanya.
Dengan bantuan Apocalypse Ascension System dan kesadaran Miu yang sarkastik, Yuuichi memulai langkahnya. Bukan untuk menjadi pahlawan bagi dunia yang sudah busuk, melainkan untuk membangun singgasananya sendiri di atas puing-puing peradaban.
Di tengah erangan mayat hidup dan pengkhianatan manusia, Yuuichi berdiri dengan elemen es di tangan dan barisan wanita luar biasa di belakangnya. Kiamat bukan lagi sebuah akhir, melainkan taman bermain bagi sang Regressor untuk membalas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyusup {1}
Keheningan malam di dalam bunker Sektor B terasa berat dan tidak wajar. Suara dengkur halus dari para siswa yang kelelahan setelah kerja paksa seharian menjadi satu-satunya melodi di koridor yang baru saja selesai dibangun. Lampu-lampu LED di langit-langit telah diredupkan menjadi mode malam, memancarkan cahaya biru pucat yang memberikan kesan dingin pada dinding komposit kelabu.
Yuuichi berdiri di ruang kendali pusat, menatap layar monitor yang menampilkan rekaman kamera perimeter luar. Salju abu-abu di permukaan tampak turun lebih tenang, namun instingnya—yang telah diasah melalui kematian demi kematian di garis waktu sebelumnya—terus membunyikan alarm peringatan di kepalanya.
"Miu, ada anomali dalam pembacaan sensor tekanan udara di pintu masuk Sektor A?" tanya Yuuichi dalam hati.
"Memeriksa... Tekanan udara stabil. Namun, deteksi partikel mikro menunjukkan adanya peningkatan kadar gas Xenon di saluran ventilasi sekunder. Gas ini tidak memiliki bau dan warna. Sifat: Anestesi tingkat tinggi. Kakak, seseorang sedang mencoba menidurkan seluruh isi bunker ini secara perlahan."
Mata merah Yuuichi menyipit. Ia segera menekan tombol komunikasi darurat yang terhubung ke kamar Sakura, Chika, dan Elisa.
"Semuanya, bangun. Pasang masker filtrasi oksigen sekarang! Kita diserang," perintah Yuuichi dengan suara yang tenang namun menusuk.
Rina Suzuki, yang tertidur di atas meja konsolnya, tersentak bangun. Jemarinya langsung menari di atas papan ketik. "Yuuichi! Sensor laser di lorong tiga... mereka mati secara berurutan! Seseorang memotong kabel serat optiknya dari dalam dinding!"
"Bukan zombie," gumam Yuuichi sambil menarik katana Nichirin dari sandarannya. "Hanya manusia yang tahu cara melumpuhkan sistem keamanan seakurat itu. Chimera sudah sampai di sini."
Di lorong Sektor B, Takeshi terbangun karena rasa pusing yang hebat. Ia melihat kabut tipis berwarna kekuningan mulai merayap dari lubang ventilasi yang baru saja ia gali dengan susah payah. Teman-temannya di sampingnya masih tertidur lelap, namun napas mereka terdengar sangat berat dan tidak teratur.
"Shi... Shiro..." Takeshi mencoba berdiri, namun kakinya terasa seperti jeli. Ia terjatuh kembali ke lantai, matanya mulai memutih.
Tiba-tiba, pintu baja Sektor B meledak dengan suara dentuman yang teredam—sebuah ledakan terarah yang dirancang untuk meminimalisir suara. Dari balik asap, muncul enam sosok bayangan yang mengenakan pakaian tempur taktis hitam legam lengkap dengan kacamata night-vision berlensa empat dan senapan serbu berperedam suara. Mereka adalah unit "Black Ops" dari Divisi Penindakan Chimera.
"Subjek 007 berada di ruang kendali. Amankan para pengungsi sebagai sandera cadangan. Gunakan pelumpuh saraf jika ada yang melawan," perintah pemimpin unit melalui radio yang terenkripsi.
Salah satu prajurit melangkah mendekati Takeshi yang setengah sadar. Ia mengangkat senjatanya, bersiap menembakkan peluru bius. Namun, sebelum jarinya menyentuh pelatuk, sebuah bayangan meluncur dari langit-langit koridor dengan kecepatan yang mustahil.
SLAASSH!
Lengan prajurit itu terputus seketika, namun luka potongnya tidak mengeluarkan darah. Es hitam yang sangat dingin langsung membekukan jaringan otot dan pembuluh darahnya. Prajurit itu bahkan tidak sempat berteriak sebelum sebuah tendangan berputar menghantam rahangnya, menghancurkan pelindung helm plastiknya hingga hancur berkeping-keping.
Yuuichi berdiri di tengah lorong, membelakangi para siswa yang pingsan. Uap dingin keluar dari sekujur tubuhnya, dan es hitam mulai merambat di lantai bunker, menelan bayangan para penyusup tersebut.
"Kagawa mengirim anjing-anjingnya terlalu cepat," desis Yuuichi.
"Peringatan: Musuh menggunakan peluru 'Null-Energy'. Peluru ini mengandung frekuensi yang dapat mengacaukan resonansi energi esmu. Kakak, jika kau tertembak, kemampuan manipulasimu akan terkunci selama 60 detik."
"Tembak! Bunuh dia!" teriak pemimpin Black Ops.
Rentetan peluru sunyi melesat ke arah Yuuichi. Yuuichi memutar katananya, menciptakan perisai es kristal yang berputar cepat di depannya. Setiap peluru yang menghantam perisai itu meledak dalam percikan energi ungu yang mencoba mengikis pertahanan esnya.
Yuuichi merasakan dadanya sesak. Gas saraf yang tersebar mulai memengaruhi kecepatan reaksinya, meskipun sistem tubuhnya mencoba melakukan detoksifikasi secara mandiri.
"Rina! Tutup semua saluran ventilasi di Sektor B dan alihkan oksigen cadangan ke sini! Sekarang!" Yuuichi berteriak melalui komunikasi internal.
Di belakang para prajurit Black Ops, Sakura muncul dari jalur perawatan kabel. Ia tidak menggunakan pedang kayunya, melainkan sepasang belati es yang ia buat dengan sisa energinya. Dengan gerakan lincah layaknya kucing hutan, ia menusuk sendi kaki salah satu prajurit dan menyeretnya ke dalam kegelapan.
"Yuuichi-kun! Aku akan mengurus bagian belakang! Fokuslah pada pemimpin mereka!" seru Sakura.
Pertempuran di dalam bunker yang sempit itu menjadi sangat brutal. Yuuichi harus menahan diri agar tidak menggunakan teknik skala luas yang bisa meruntuhkan barak yang baru dibangun, sementara musuh menggunakan teknologi yang dirancang khusus untuk menetralisir kekuatannya.
Di ruang kendali, Miho Nishimura terbangun karena alarm. Ia melihat layar monitor yang menunjukkan Yuuichi sedang terdesak oleh dua prajurit yang menggunakan perisai energi. Miho menarik napas panjang, menyesuaikan kacamatanya, dan mulai mengetik sesuatu di terminal cadangan yang terhubung ke sistem ventilasi.
"Jika dia adalah variabel utama, aku tidak boleh membiarkannya mati karena gas bodoh ini," gumam Miho.
"Deteksi Intervensi Miho Nishimura: Gadis itu sedang mencoba membalikkan aliran gas Xenon kembali ke tangki penyerang. Probabilitas keberhasilan: 82%."
Yuuichi tersenyum tipis di tengah pertarungan. Ia bisa merasakan aliran udara mulai berubah. "Miu, siapkan 'Pedang Es Hitam - Formasi Ketiga'. Saat gasnya berbalik, aku akan mengakhiri ini dalam satu ayunan."