Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.
Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?
Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊
Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.
Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Maureen
Maureen keluar dari kamar mandi dan melihat Arthur yang tengah memakai kemejanya dengan tergesa-gesa. Ia ingin bertanya mau pergi kemana tapi rasa marahnya belum juga reda. Akhirnya Maureen hanya melewatinya saja.
"Maureen, aku harus pergi ke Rumah Sakit karena bayi.....bayinya dalam keadaan yang tidak baik. Dokter baru saja menelfon ku," kata Arthur sedikit panik. Ia bingung mengatakannya pada Maureen.
Maureen yang membelakangi Arthur hanya bisa menarik nafasnya dengan berat. Ia pikir Arthur ingin menjelaskan atau sekedar membujuknya. Tapi nyatanya ia kalah dengan bayi yang katanya adalah anaknya.
"Kalau aku tidak mengizinkan mu pergi, apa kau tetap akan pergi ?" tanya Maureen tanpa membalikkan tubuhnya.
Arthur terdiam. Mengangkat pandangannya dan melihat punggung Maureen yang terlihat bergetar.
"Maureen, Dokter mengatakan jika bayi itu dalam kondisi yang tidak stabil karena terlalu banyak menelan air ketuban. Kau bisa bayangkan jika aku tidak datang, maka aku akan menjadi ayah yang buruk," kata Arthur mencoba mendekati Maureen dan menyentuh pundaknya.
Maureen lagi-lagi hanya bisa menarik nafasnya yang berat. Begitu banyak kemarahan yang ia telan sendiri tanpa mau mengeluarkannya.
Dengan mata yang sembab, ia membalikkan badannya. Menatap Arthur yang memasang wajah bingung nya.
"Kau benar. Jangan sampai kau menjadi ayah yang buruk. Pergilah kalau memang kau merasa apa yang kau lakukan benar. Pergilah, aku tidak akan menghalangi mu," kata Maureen dengan senyuman.
Mendengar ucapan Maureen, Arthur sedikit terkejut. Tapi ada kelegaan di hatinya melihat senyum Maureen.
"Aku akan pergi kalau kau mau ikut bersama ku. Akan ku tunjukkan kalau kau yang terpenting untuk ku saat ini," kata Arthur lagi. Ia menggenggam kedua tangan Maureen kemudian mencium nya.
"Pergilah dulu, Arthur. Kau bilang dia membutuhkan mu kan ? Pergilah. Aku akan menyusul mu kesana. Aku masih harus bersiap-siap. Kirim saja alamatnya lewat pesan," kata Maureen lalu melepaskan paksa pegangan mereka setelah itu pergi ke ruang ganti dengan isak tangisnya yang lirih.
Ia begitu benci pada dirinya sendiri yang tidak bisa marah pada Arthur. Ia ingin mengatakan jika ia sebenarnya sedang hamil dan membutuhkannya juga. Tapi otaknya bekerja dengan cepat. Melarangnya memberitahu Arthur.
Dari dalam ruang ganti dapat Maureen dengar jika Arthur mengatakan akan pergi saat itu juga. Dan Maureen menguatkan hatinya mengatakan iya.
Setelah mengenakan pakaian yang diinginkannya, bukannya keluar Maureen malah menyandarkan tubuhnya di depan lemari dan menangis sesenggukan disana. Ia keluarkan semua kesedihannya tanpa ada kata sama sekali.
Setelah puas menangis ia keluar dan duduk di kursi meja rias. Menatap wajahnya yang menyedihkan.
"Apa selamanya aku akan kalah dengan masa lalumu, Arthur ?"
"Jika saja kau tau aku sedang hamil dan ingin kau bersamaku saat ini, apa kira-kira kau akan menurutinya ?"
Dengan tangannya yang masih lemah ia mencoba merias wajahnya yang terlihat pucat. Sebuah keputusan besar tiba-tiba saja terlintas di benaknya. Apa jika ia menghilang, Arthur akan mencarinya ?
Ponselnya berdering dan nama 'Mommy' tertera di layar. Maureen mengangkatnya. Rupanya Nyonya Rhea menanyakan kabar Maureen karena ia merasa hatinya gelisah sejak semalam.
"Aku baik-baik saja, Mom. Sebentar lagi aku akan kesana. Tunggulah aku," kata Maureen lalu mematikan panggilannya.
Ia bersiap-siap mengenakan pakaian santainya. Lalu berdiri di tengah-tengah kamar yang selama beberapa bulan ini menjadi tempat ternyaman nya.
Di ranjang itu, biasanya ia dan Arthur menghabiskan waktu bersama saling bercerita lalu diakhiri dengan sesi berbagi peluh.
"Mungkin waktuku untuk mencintai mu belum habis, Arthur. Tapi aku merasa ingin menyerah saja. Jika kau meminta sebuah hukuman, maka tidak mengetahui keberadaan anak kita adalah hukuman yang tepat,"
"Kemarin kau mengatakan mencintai ku. Tapi siapa yang tau setelah kau memiliki anak kau akan kembali mencintai ibunya," ucap Maureen menahan sesak membayangkan kemungkinan itu bisa saja terjadi.
Dengan langkahnya yang tenang ia melangkah kearah laci kecil di dekat wastafel. Tempat ia menyimpan lima alat tes kehamilan yang belum sempat ia tunjukkan pada Arthur.
Maureen memasukkan semua benda itu ke dalam tas kecilnya lalu meninggalkan apartemen tanpa membawa apapun. Tujuannya saat ini adalah kediaman orang tuanya.
Sebelum menjalankan mobilnya, Maureen menyempatkan diri membalas pesan Arthur yang menanyakan posisinya saat ini. Maureen memotret tangannya yang berada diatas kemudi dengan tulisan sebentar lagi aku berangkat.
Setelah itu ia menyimpan ponselnya dan menjalankan mobilnya menuju rumah besar Tuan Adam.
Sesekali Maureen tersenyum kecil sembari mengelus perutnya. Wajahnya datar. Tidak nampak kebahagiaan ataupun kesedihan disana.
Sampai di rumah, Maureen melihat Shane yang sudah rapi dan akan masuk ke dalam mobil. Tapi kakaknya itu mengurungkan niatnya dan malah menghampiri Maureen lalu memeluknya.
Tidak disangka, dalam pelukan Shane tumpah sudah air mata Maureen. Shane yang kebingungan lalu memapah Maureen untuk masuk ke dalam dan memanggil orang tua mereka.
Setelah mendapatkan banyak pertanyaan dari semua orang, akhirnya Maureen mulai membuka mulutnya.
"Aku ingin meminta sesuatu. Aku ingin pergi ke luar negeri dan melanjutkan hidup ku disana," kata Maureen pelan sembari menatap Shane dan kedua orangtuanya satu persatu.
Wajah mereka menunjukkan keterkejutan. Tapi mereka tidak memaksa Maureen untuk menjelaskan penyebabnya. Mereka menunggu dengan sabar apa yang akan Maureen katakan.
Setelah mendengarkan penjelasan Maureen yang terlihat hancur, ketiga orang itu masih terdiam dengan nafas yang dalam. Sudah mereka duga jika hal ini pasti terjadi.
"Kau terlalu berterus terang dalam mencintai nya. Harusnya jual mahal sedikit," kata Shane tertawa.
"Adikmu sedang bersedih, kau malah meledeknya " kata Nyonya Rhea mencubit lengan Shane.
Tuan Adam terdiam. Melihat putri satu-satunya yang hancur sendirian karena cintanya. Sebenarnya ia juga tidak tega. Tapi menyalahkan Arthur juga bukan hal yang benar.
Bukankah dari awal mereka semua tau jika Maureen yang mengejar Arthur dengan menggebu-gebu.
"Daddy tidak tau harus melakukan apa," ujar Tuan Adam lirih.
"Apa tidak bisa kau bicarakan baik-baik dengan Arthur. Dan mencari jalan keluar. Bayi itu tidak bersalah, Maureen" imbuh Nyonya Rhea.
Entah mengapa bibir nya mengucapkan hal itu. Tapi selam ini ia bahagia melihat keceriaan dan perubahan besar di hidup Maureen setelah menikah dengan Arthur.
"Aku tidak mau bersaing dengan siapapun, Mom. Aku hanya ingin hidup bersama anakku dan membiarkan Arthur bersama anaknya dan wanita yang dicintainya," kata Maureen.
Mendengar kata anakku yang Maureen ucapkan, membuat ketiga orang itu terkejut bukan main.
"Kau hamil ?" tanya Nyonya Rhea dengan senyumnya.
Maureen mengangguk dan menjatuhkan air matanya lagi. Mengingat Arthur yang mungkin saja sekarang berkumpul bersama anak dan mantan kekasihnya.
..
😍💪💪👍👍🙏
kerennn
kejutan besar..
pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo
😍😍👍👍💪
🤣😍😍🙏💪
😍😍🙏💪💪
❤❤❤💪💪😍😍😍
😍😍❤❤💪💪
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
😍😍❤💪💪💪💪
😄😄😍❤❤💪