NovelToon NovelToon
Daddy, I Love You!

Daddy, I Love You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

'Seharusnya kamu sadar Fahisa bahwa dia menikahi kamu bukan untuk menjadi istri yang dicintai, tapi hanya untuk menjadi ibu pengganti'

Fahisa Diandra Aditama, gadis berusia 20 Tahun yang bekerja di salah satu Taman Kanak-Kanak yang terletak di kawasan perumahan elite membawanya kepada suatu kejadian tak terduga yang merubah hidupnya.

Pertemuan Fahisa dengan putri seorang CEO yang merupakan seorang duda membawanya kepada sebuah ikatan sakral bernama pernikahan.

Tapi, Fahisa harus menelan kenyataan pahit bahwa lelaki yang dinikahinya masih sangat mencintai istrinya yang sudah meninggal dan kenyataan itu membuat Fahisa berniat untuk membebaskan diri ketika rasa cinta mulai datang menghampiri.

Dia tidak mau perasaan itu semakin jauh.

Tapi, bagaimana jika perlahan Daffa mulai terbiasa dengan kehadiran Fahisa?

Akankah dia mempertahankan Fahisa disisinya dan juga putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluh delapan

Saat tengah malam Daffa terbangun dari tidur nyenyaknya ketika dia tidak mendapati Fahisa disampingnya sedikit panik Daffa bergegas ke kamar mandi, tapi dia tidak melihat siapapun disana. Sampai akhirnya suara bising yang samar-samar dia dengar membuat Daffa langsung pergi ke arah dapur dan ternyata disana istrinya itu sedang sibuk memasak.

"Fahisa kamu ngapain?" Tanya Daffa

Sedikit terkejut Fahisa menoleh dan menatap wajah suaminya dengan polos lalu tersenyum manis sambil melanjutkan kegiatannya.

"Masak mie Mas Daffa mau?" Tanya Fahisa

"Kenapa gak bangunin aku aja? Aku bisa masakin itu untuk kamu." Kata Daffa dengan penuh kekecewaan

Fahisa menggelengkan kepalanya pelan.

"Mas tidurnya nyenyak banget jadi aku gak mau bangunin dan milih untuk masak sendiri." Kata Fahisa

Selesai memasak Fahisa langsung menuju meja makan dengan di temani oleh suaminya dan ketika dia makan pun Daffa terus menatapnya membuat Fahisa jadi merasa malu karena di tatap dengan begitu dalam oleh suaminya. Hanya setengah, Fahisa hanya memakan setengahnya karena dia sudah merasa cukup kenyang.

"Sudah?" Tanya Daffa ketika melihat Fahisa beranjak dari tempat duduknya untuk menaruh mangkuk

"Emm aku sudah kenyang." Kata Fahisa

Saat ingin berbalik Fahisa dikejutkan dengan tangan yang melingkar di pinggangnya, pelukan dari belakang. Menyandarkan kepalanya di bahu Fahisa sesekali Daffa mengecup leher jenjangnya membuat Fahisa menahan nafas karena perbuatannya.

"Mas aku ngantuk." Kata Fahisa

Daffa tersenyum lalu membawa Fahisa kedalam gendongannya membuat istrinya itu terkejut dan malu disaat yang bersamaan.

Saat sampai di kamar Daffa langsung membaringkan Fahisa di tempat tidur dan ikut bergabung. Menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka Daffa mulai mendekat lalu membawa Fahisa kedalam pelukannya.

"Fahisa"

"Hmm"

"Masalah pesan yang kamu dapatkan jangan di fikirkan, aku akan menceritakan semuanya kepada kamu." Kata Daffa membuat Fahisa terdiam mendengarnya

Karena tidak mendapat tanggapan Daffa meraih dagu Fahisa membuat wanita itu mendongak untuk menatapnya dan ketika mata mereka bertemu Daffa tersenyum.

Dia berbisik sebuah kalimat yang membuat Fahisa benar-benar merasa bahagia.

"Aku cinta kamu Fahisa"

Belum sempat membalas perkataannya Daffa sudah membungkam Fahisa dengan ciumannya.

¤¤¤¤

Pagi harinya Fahisa sudah beraktifitas seperti biasanya dia membuat sarapan, tapi kali ini ada suaminya yang membantu bahkan kali ini Daffa yang lebih banyak bekerja. Ternyata benar kata orang kalau lihat lelaki lagi masak itu ketampanannya jadi berlipat, Fahisa baru menyadarinya sekarang.

Tadinya dia fikir Daffa tidak bisa memasak, tapi ternyata suaminya itu pintar juga dan tanpa sadar Fahisa yang sedang memperhatikan Daffa mengukir sebuah senyuman yang begitu lebar.

"Mas Daffa jadi makin ganteng deh pas masak gitu." Kata Fahisa tiba-tiba membuat Daffa terkejut karena perkataannya

Menoleh Daffa fikir sekarang Fahisa sedang merona malu, tapi ternyata istrinya itu sedang tersenyum ke arahnya. Senyuman yang sangat manis di mata Daffa.

Tidak sampai disitu Daffa kembali di buat terkejut saat Fahisa berjinjit lalu meraih tengkuknya dan mencium bibir Daffa cukup lama, hanya menempel saja tidak lebih.

"Morning kiss dari aku untuk Mas Daffa." Kata Fahisa sambil menunjukkan cengirannya

Wajahnya sedikit merona dan melihat hal itu membuat Daffa semakin merasa bahagia.

Apa dia perlu memasak setiap pagi biar mendapat ciuman seperti ini?

"Aku mau bangunin Ara dulu." Kata Fahisa sambil berlalu pergi

Tertawa kecil Daffa kembali melanjutkan kegiatannya, sesekali menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya sepertinya terdengar menyenangkan.

Sekitar lima belas menit semua sudah selesai meja makan juga sudah di tata oleh Fahisa dan sekarang mereka sedang menyantap sarapan bersama-sama.

Selesai menyantap nasi gorengnya Fahisa meraih susu yang sudah dia buat, tapi belum sempat meminumnya dia dibuat mual saat mencium bau yang sangat menyengat. Dengan cepat Fahisa langsung menjauhkan gelas itu membuat Daffa menatapnya dengan bingung.

"Kenapa Hisa?" Tanya Daffa

"Bau banget aku jadi pengen muntah." Kata Fahisa

"Apa aku perlu beli susu yang lain?" Tanya Daffa

Fahisa menggelengkan kepalanya cepat, dia tidak mau minum susu.

"Gak perlu aku gak mau, belikan aku ice cream coklat saja ya?" Kata Fahisa

"Aku tanya dokter dulu." Kata Daffa cepat

Fahisa langsung mengerucutkan bibirnya kesal, "Kenapa harus tanya dokter?"

Daffa hanya mengangkat bahunya acuh membuat Fahisa jadi semakin kesal dia kan hanya mau makan ice cream bukannya racun.

"Mommy Ara juga mau ice cream." Kata Sahara tiba-tiba

Perkataan itu mendadak membuat Fahisa tersenyum lebar dia mendekatkan wajahnya untuk berbisik kepada Sahara yang duduk di sampingnya.

"Nanti kita beli setelah Daddy berangkat ke kantor, oke?"

¤¤¤¤

Sebelum berangkat ke kantornya Daffa berniat untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, tempat yang biasanya rutin ia kunjungi. Letaknya cukup jauh dari kantor mungkin akan memakan waktu sekitar setengah jam, tapi Daffa tidak peduli dia harus kesana.

Area pemakaman umum.

Melangkahkan kakinya Daffa mendekat ke arah nisan yang sangat ia kenali, makam Renata. Mendudukkan dirinya Daffa meletakkan bunga yang sebelumnya dia beli.

Cukup lama Daffa hanya terdiam tanpa sepatah katapun dan membiarkan angin menerpa wajahnya dia juga mengabaikan ponsel yang sesekali bergetar di saku celananya. Menghela nafasnya pelan tangan Daffa terulur untuk mengusap nisan milik Renata dan senyumnya perlahan mulai terukir, senyuman yang sangat tipis.

"Nata sudah lama ya? Aku datang untuk menyampaikan sesuatu,"

Kembali terdiam Daffa merasa seperti orang bodoh yang berbicara sendirian, tapi dia perlu melegakan hatinya.

"Maaf karena sudah mengingkari janji yang pernah kita buat, aku jatuh cinta lagi Nata,"

Daffa tersenyum membayangkan Fahisa dalam ingatannya, wanita yang selalu tersenyum dan merona ketika dia ganggu.

"Dia wanita yang baik dan dia juga sangat menyayangi Sahara, aku jatuh cinta tanpa aku minta dan perasaan ini sangat nyata,"

"Aku tidak akan pernah melupakan kamu Renata semua kenangan kita akan selalu aku ingat, tapi aku minta maaf karena hati aku tidak bisa menetap untuk kamu,"

"Aku jatuh cinta kepada Fahisa"

Setelah mengatakan kalimat itu Daffa kembali terdiam untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya dia kembali mengusap nisan itu dan beranjak dari tempatnya. Saat berbalik dia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang sangat ia kenali dan sudah lama tidak berjumpa.

"Mamah"

¤¤¤¤

Bertemu dengan orang tua Renata juga adiknya membuat Daffa cukup terkejut dan akhirnya dia mengajak kedua orang itu untuk ke salah satu cafe, berbincang untuk beberapa menit ke depan. Kedua orang itu memang sudah lama pindah dan terakhir kali bertemu adalah ketika Sahara berumur dua tahun, setelahnya mereka tidak lagi datang.

"Mamah apa kabar?" Tanya Daffa

"Baik, kamu gimana? Maaf ya kami tidak datang ke acara pernikahan kamu." Kata Rana

Daffa tersenyum dan mengangguk singkat.

"Bukan masalah Mah, sudah lama sekali kalian bahkan sudah tidak pernah mengunjungi Sahara." Kata Daffa

Jira, adik kandung Renata itu tersenyum tipis mereka memang sudah lama tidak datang ke kota ini dan ya sudah tiga tahun mereka tidak pernah lagi mengunjungi Sahara.

"Kami belum sempat kesini Kak dan baru sekarang kami bisa berkunjung kesini terutama ke makam Kak Nata." Kata Jira sambil tersenyum

"Kalian mau mengunjungi Sahara atau Mami?" Tanya Daffa

"Apa boleh?"

"Tentu saja Mah, bagaimana kalau makan malam? Daffa akan bilang sama Mami dan istri Daffa." Kata Daffa sambil tersenyum tulus

"Boleh, Mamah sudah kangen sekali sama Tania dan Sahara." Kata Rana

Belum sempat membalas perkataan wanita paruh baya itu getaran di ponsel Daffa membuat dia berhenti bicara dan memilih untuk mengangkat panggilan yang sejak tadi berbunyi.

"Iya saya akan segera kesana"

Menutup panggilan telfonnya Daffa menatap kedua orang itu dengan tidak enak karena harus pergi secepat ini, tapi kantor nya sedang membutuhkan kehadirannya sekarang.

"Mah Daffa pergi dulu sampai ketemu nanti malam dan Jira nomor ponsel kamu biar aku bisa hubungin kamu untuk mengabari tentang makan malam." Kata Daffa sambil menyerahkan ponselnya

Mengetikkan nomornya disana Jira kembali menyerahkan ponselnya kepada Daffa dan menatap pria itu cukup lama. Setelah mencium punggung tangan Rana dia bergegas keluar cafe dan memasuki mobilnya agar segera sampai ke kantor.

Pertemuan yang cukup mengejutkan.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Dwi Wardani
😭😭😭😭😭😭
Fatmawati Alican
baru baca ampe bab7 sih..rasanya cerirtanya aman2 aja..blm ada konflik..secara tulisan cakep bgt ..katawnya mengalir dgn cantik tanpa typo shngg serasa ammmaaan aja..
arfan
up
Saras Dewi
👍👍👍
Siti Nurjanah
ceritanya lama amat terlau medetail....di persingkat gitu hamilnya udah 9buln gitu
Siti Nurjanah
tepat dugaanku...kmu ja yg bidoh dafa
Siti Nurjanah
aneh deh masa sih di rumah orang kaya gaada cctv....bodoh nya si daffa dia ga peka sama gelagat dan pirasat....masa kmu ga punya anak buah buat cari tuh si pelaku...ktny orang kaya...ga greget bngt sih
Siti Nurjanah
coba panggilannya ke istrinya di ganti...jngn panggil nama trs ga asyik kayanya
Siti Nurjanah
ceritanya datar terlalu mendetail sampe pagi siang mlm beruntun ceritanya.....aga di percepat gitu
Rhenii RA
Kek bocah😒
Liannawaty suparman
aq salah baca thor he he he...hrsnya baca yg ini dlu trs baca kisah sahara ma arjuna trs baca devano ma devina baru dah baca istri manja Zico wkwkkwkwk...aq ulang dah nanti baca lagi kisah Zico ma devina...lucu soalnya..semangat thor 😋😉
Imroatul Mufidah
minta 1 yg seperti daffa bisa ???
Imroatul Mufidah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Imroatul Mufidah
alurnya pelan ...
Kim Seok Jin
ko ia
naviah
mampir thor
Nadia Laili
hamil anak pertama bawaannya tiap pagi sampai menjelang siang harus mendengarkan Linkin Park keras 2 hahaha,metal kali calon anakku, hamil anak kedua,pingin baca koran Kompas harus Kompas gak mau yg lain,jd selama kehamilan langganan Kompas hahaha
Dewi Ruli
yeeeiii...selamat yaaaa....semoga sehat & selamat sampai si kembar lahir....pasti seruuu deeeh....thor...jng di bikin keguguran lagi yaaa....linu....sedih bacanya....👍❤😘😍
maylinda
kaya Vano yg lagi ngomong y 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!