NovelToon NovelToon
Accidentally Wedding

Accidentally Wedding

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kunay

Berawal disalahpahami hendak mengakhiri hidup, kehidupan Greenindia Simon berubah layaknya Rollercoaster. Malam harinya ia masih menikmati embusan angin di sebuah tebing, menikmati hamparan bintang, siangnya dia tiba-tiba menjadi istri seorang pria asing yang baru dikenalnya.

"Daripada mengakhiri hidupmu, lebih baik kau menjadi istriku."

"Kau gila? Aku hanya sedang liburan, bukan sedang mencari suami."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kunay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak Terduga

Sore itu, suasana di Blackwood Penthouse View berubah drastis dari pagi yang tegang. Antonio tiba membawa tas duffel lusuh dan kotak kardus usang Greenindia.

​“Barang-barang Anda, Nona Green,” kata Antonio, meletakkan barang-barang itu di lantai marmer ruang tamu, barang-barangnya jadi terlihat seperti sampah yang tidak sengaja terbawa.

​Rex, yang baru keluar dari ruang kerjanya, melihat tumpukan barang itu dan mencibir. “Hanya ini? Kau serius? Kenapa kau membawa tas-tas kumal itu, Antonio? Buang saja dan belikan yang baru. Kita bisa membeli tas mewah dalam perjalanan di toko barang branded.”

​Greenindia mendongak, matanya menyala marah. “Hei! Kau pikir barangku seburuk itu? Ini barang-barang yang kubeli dengan keringatku sendiri, Rex Carson! Aku tidak butuh tas mahal dan aku tidak butuh belas kasihanmu!”

Nyatanya, kalau lebih diperhatikan, barang yang dipakai Green juga barang berkualitas. Hanya saja, memang barang-barang itu sudah lama dan berulang kali dipakai. Semenjak melarikan diri dari rumah. Green jarang belanja karena keterbatasan uang.

​“Itu bukan belas kasihan. Itu estetika,” balas Rex, menghela napas. “Aku tidak mau apartemenku terlihat seperti gudang penyimpanan barang bekas. Itu merusak selera.”

​“Seleramu yang rusak, bukan barangku! Aku menyukai tas ini!” Greenindia membela diri.

​Rex mengangkat tangan, menyerah. “Baiklah, baiklah! Lakukan sesukamu! Jaga barang-barang rongsokanmu. Aku tidak peduli.”

Berdebat juga tidak ada gunanya. Green sudah bersedia menandatangani perjanjian mereka. Jangan sampai wanita itu membatalkannya.

​Rex berbalik dan berjalan ke dapur. Ia sempat mengedikkan mata pada Antonio, memberikan isyarat rahasia.

​Antonio mengangguk kecil pada Rex. Lalu ia membungkuk pada Greenindia. “Nona, jika Anda membutuhkan sesuatu—pakaian, tas, sepatu—tolong beritahu saya. Itu sudah menjadi bagian dari Proposal Perlindungan Tuan Rex.”

​Greenindia hanya mendengus. “Tidak perlu. Aku punya segalanya yang kubutuhkan.”

​Setelah Antonio pergi, suasana kembali sepi. Rex menyandarkan diri di meja dapur, memandang Greenindia.

​“Aku lapar. Mari kita memasak,” kata Rex, tiba-tiba.

​Greenindia menatapnya dengan pandangan tidak percaya. “Memasak? Rex, kau baru saja bilang aku merusak estetika apartemenmu. Kau pikir aku bisa memasak?”

​“Itu namanya belajar, Green. Aku tidak akan membiarkanmu memesan makanan cepat saji setiap malam. Itu tidak sehat untuk Nyonya Carson.”

​“Tapi aku tidak bisa memasak, Rex! Sama sekali tidak bisa!” protes Greenindia. “Di rumahku, aku selalu membeli makanan dari luar.”

​“Aku tahu, Nona Simon,” Rex membalas dengan sinis. “Kau selalu memanjakan tubuhmu dengan makanan siap saji. Tapi kau sekarang adalah Greenindia Carson. Dan kau harus belajar hidup sehat. Keluarkan bahan-bahan dari kulkas. Aku akan mengajarimu. Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu merusak dapur mahalku.”

​Greenindia merasa Rex sedang mengejeknya. Baik, berapa lama dia bertahan untuk mengajariku memasak?

Kilauan kelicikan muncul di mata Green yang segera ia kendalikan.

​“Baiklah, Tuan Chef. Apa yang harus dikeluarkan?” Greenindia berjalan ke kulkas raksasa dan mengeluarkannya.

​“Kita buat salad dan steak sederhana. Keluarkan tomat, lettuce, daging, buncis, kentang, dan bawang bombay. Sekarang potong bawangnya dulu,” perintah Rex, bersandar pada kursi dapur yang tinggi.

​Greenindia mengambil pisau dapur besar untuk memotong daging alih-alih pisau lebih kecil dan mulai memotong bawang. Gerakannya kaku dan lambat, seolah sedang memegang senjata.

Rex membiarkannya, yang terpenting sayuran di depannya terpotong dengan baik.

​“Demi Tuhan, Green! Apa yang kau lakukan? Kau memotongnya seperti sedang menebang pohon!” seru Rex, terkejut melihat potongan bawang yang tidak presisi dan tebal.

​Greenindia melihat potongan sayurnya yang acak-acakan. Ia sengaja membuat potongan itu lebih buruk. “Aku tidak tahu cara memotong yang benar! Kau bilang aku harus belajar! Ini caraku belajar!”

​“Tidak! Itu seperti potongan untuk membuat sup batu, bukan salad! Lihat, ibumu pasti tidak pernah membiarkanmu masuk dapur,” Rex mencibir.

​“Tentu saja tidak. Aku terlalu sibuk menjadi anak penghambur uang.” Greenindia membalas dengan nada pahit, tanpa sadar mengekspos bagaimana dirinya dulu hidup di keluarga Anderson.

Rex terdiam. Kata-kata itu berhasil membungkamnya. Hatinya terasa sakit saat melihat pandangan sendu saat mengatakan kalimat terakhirnya.

​“Baik,” kata Rex, menghela napas. “Potonglah lagi. Aku akan menunjukkan yang benar.”

​Rex mengambil pisau lain dan memotong tomat dengan cepat dan presisi. “Lihat? Pisau harus bergerak seperti ini, bukan seperti kapak. Sekarang coba.”

​Greenindia mengambil pisau itu lagi, mencoba meniru gerakan Rex, tetapi hasilnya tetap saja berantakan.

​“Rex, aku benar-benar berbakat. Lihat? Ini bentuk hati, bukankah lucu?” Greenindia tertawa saat melihat potongan tomatnya yang berbentuk aneh.

​Rex memejamkan mata, menahan rasa frustrasi. Tetapi melihat tawa tulus Greenindia, tawa yang langka sejak mereka bertemu, membuat amarahnya mereda.

​“Tidak, itu bentuk kapal karam, Green. Itu tidak lucu. Kita tidak sedang membuat hidangan deconstructed,” Rex menggerutu, tetapi senyum tipis mulai muncul di bibirnya.

​“Kau terlalu serius! Ini hanya makanan! Ayo, Tuan Carson yang kaku, tertawalah!” Greenindia mendesak.

​Rex tertawa kecil, tawa yang jarang didengar Greenindia. “Kau ini benar-benar menyebalkan, tahu?”

​“Aku tahu. Tapi aku adalah istrimu yang menyebalkan,” balas Greenindia, merasakan kehangatan yang aneh di hatinya. Mereka berdua melanjutkan memasak dalam suasana yang terasa lebih ringan, dipenuhi lelucon konyol dan perdebatan tentang bentuk sayuran yang benar.

​Saat steak hampir matang dan aroma rempah memenuhi penthouse, Rex dan Greenindia berdiri berdekatan di depan kompor. Rex, yang bersandar pada tongkatnya, sedikit condong ke arah Greenindia untuk mengarahkan tangannya saat membumbui steak.

​"Kau harus memastikan bumbunya merata. Jangan terlalu banyak," bisik Rex, suaranya sangat dekat di telinga Greenindia.

​Jantung Greenindia berdebar kencang. Keintiman yang tidak terduga ini membuatnya gugup.

​Kring!

​Tiba-tiba, suara kunci pintu lift berputar dari luar. Rex dan Greenindia sama-sama terkejut.

​“Siapa itu?” Rex berbisik, wajahnya seketika menegang.

​Pintu utama terbuka. Seorang wanita dengan penampilan anggun dan cantik berdiri di ambang pintu, tersenyum lebar. Ia mengenakan gaun mahal yang elegan dan memancarkan aura kesuksesan. Itu adalah Lauren Alvaretta.

​“Kejutaaannnnn!” seru Lauren ceria, melangkah masuk ke penthouse.

​Namun, Lauren langsung berhenti melangkah. Senyum cerianya mendadak membeku di wajahnya. Matanya yang hijau menatap ke dapur terbuka.

​Di sana, Rex Carson— teman masa kecilnya—pria yang ia cintai dan baru saja kembali ia kejar—berdiri terlalu dekat dengan seorang wanita ber-hoodie lusuh. Rex bersandar pada wanita itu, seolah mereka adalah satu kesatuan yang intim.

​Greenindia dan Rex sama-sama menoleh ke arah Lauren. Tangan Greenindia yang baru saja membumbui steak kini menggantung di udara.

 

1
hasatsk
ada ya, seorang ibu kandung seperti itu kepada anaknya😭
Fera Susanti
othor..up lagi
momski
keren thor....makasih udah crazy up 🙏😍
Fera Susanti
kpn green ketemu ibunya??..
Fera Susanti
iya Thor..crazy up nya d tunggu
momski
crazy up thor jgn digantung pas lg seru 😄
Kunay: siap. ditunggu. direview satu-satu
total 1 replies
Fera Susanti
oke othor aku tunggu mereka saling jatuh cinta 🤭..
semangat up
momski
gpp thor tp syukur2 crazy up 😍
hasatsk
perjalanan Rex untuk mendapatkan greenidia tidak mudah,harus menembus benteng pertahanan Chester....
Fera Susanti
aku juga memantau mu thor🤭😬
hasatsk
tantangan Rex meluluhkan hati Chester untuk bisa menemukan greenidia...
Fera Susanti
makin seru..
Fera Susanti
serruuuu... lanjut
momski
keren.... 👏👏👏👏
Fera Susanti
Aya dong Chester,.cepat ikut mencari green..dia lagi terpuruk..jgn sampe Rex yg menemukan green lebih dulu..mau nya keluarga nya yg lebih dulu menemukan green
Fera Susanti
apa maksud dari mewujudkan permainan dengan tuan Anderson untuk terakhir kali nya??...
Kunay: tipo kk. maksudnya, permintaan. sudah diperbaiki tapi masih review. terima kasih sudah diingatkan🤭😍
total 1 replies
Fera Susanti
dih nenek2 nech cari masalah
momski
go... go.... go..... up thor
hasatsk
Lauren,bisa memanfaatkan neneknya Rex untuk menghancurkan pernikahan Rex dan greenidia..nenek Lauren menginginkan cucunya menikah dengan orang yang statusnya setara 🤣🤣
Fera Susanti
aku mh selalu menantikan up selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!