NovelToon NovelToon
What Is Love? "Silent Love"

What Is Love? "Silent Love"

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Keluarga / Romansa / Balas Dendam
Popularitas:451
Nilai: 5
Nama Author: SNFLWR17

Menurut Kalian apa itu Cinta? apakah kasih sayang antara manusia? atau suatu perasaan yang sangat besar sehingga tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata?.
Tapi menurut "Dia" Cinta itu suatu perasaan yang berjalan searah dengan Logika, karena tidak semua cinta harus di tunjukan dengan kata-kata, tetapi dengan Menatap teduh Matanya, Memegang tangannya dan bertindak sesuai dengan makna cinta sesungguh nya yang berjalan ke arah yang benar dan Realistis, karena menurutnya Jika kamu mencinta kekasih mu maka "jagalah dia seperti harta berharga, lindungi dia bukan merusaknya".
maka di Novel akan menceritakan bagaimana "Dia" akan membuktikan apa itu cinta versi dirinya, yang di kemas dalam diam penuh plot twist.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNFLWR17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta dan Neraka kesunyian.

Bunda Tiara yang merasakan tamparan dua kali di wajahnya, merasa sangat syok.

​Brian Lee dan Bunda Tiara langsung menoleh ke arah orang yang baru saja menampar Bunda Tiara.

​Bunda Tiara terdiam membisu, dengan wajah pucat ketika ia melihat suaminya di sini. Di belakangnya, victor Maherson yang baru tiba, hanya menampilkan wajah datar sambil melihat drama di depannya ini.

​"Aah, jadi selama ini aku dan anak-anak sudah tertipu dengan wanita jalang sepertimu?" Ujar Lingga, suami dari Bunda Tiara.

​"Ling...ga, i..tu bukan yang kamu pikirkan, sa..a..t itu aku benar-benar khilaf, hiks," jawab Bunda Tiara kepada Lingga.

​"Tuan Lingga, saya harap masalah ini jangan mengganggu pencalonan saya. Jika wanita gila itu berani-berani membuka suaranya, maka saya akan membuat perusahaan Anda hilang tak tersisa," ancam Victor dengan tegas sambil tersenyum miring melihat Bunda Tiara.

​Lingga tidak mendengarkan. Amarah, rasa malu, dan ancaman Victor telah membuatnya tuli. Ia hanya melihat Tiara sebagai sumber dari semua bencana yang baru saja menimpa keluarganya.

​"Kita pulang sekarang, kita bicara nanti di tempat yang tepat." Lingga langsung menyeret Bunda Tiara dengan kasar, sampai membuat dia hampir jatuh.

​"T..Idak, Lingga, mereka pelaku sebenarnya!" teriak Bunda Tiara yang diseret sambil menunjuk ke arah kedua pria paru baya itu.

​Lingga yang sudah dikuasai amarahnya, membuat genggamannya di pergelangan Bunda Tiara sangat erat yang akan meninggalkan bekas.

​Lalu Lingga menghempaskan tubuh Bunda Tiara ke dalam mobil.

​Lingga membanting pintu mobil dengan kasar, lalu memutar dan masuk ke kursi pengemudi.

Brakk..!

​"Sungguh, Lingga, aku minta maaf, hiks... hiks..." Bunda Tiara memegang tangan Lingga dengan wajah memohon, tapi tidak digubris.

Lingga mencengkeram erat setir mobil dengan sangat kuat, sehingga Bunda Tiara dapat melihat urat-urat tangan yang menonjol.

​Lalu mobil orang tua Alena melaju kencang di jalanan, dengan keadaan penuh aura kemarahan Lingga.

​Di sisi lain, seseorang yang sedang berdiri di balik jendela kaca kamar, melihat keluar. Setelah itu, dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.

​"Ikuti mobil mereka. Buatlah kecelakaan parah, tapi jangan sampai si jalang tua itu mati ".

​Setelah mengatakan hal itu, dia langsung menutup panggilan suara.

​Lalu dia mengeluarkan sebungkus rokok di saku celananya. Dia mengambil sebatang lalu menyelipkan di mulutnya. Dia mengambil korek api lalu membakar ujung rokok tersebut. Dia mengapit batang rokok itu dengan kedua jarinya lalu menghembuskan gumpalan asap dari mulutnya.

​"Bukan kah ini sangat menyenangkan?" Ucapnya sambil menghisap rokok kembali.

​Balik ke sisi orang tua Alena yang saat ini melaju dengan kencang di jalanan.

​Bunda Tiara hanya bisa menangis histeris di sampingnya, memohon dan mencoba menjelaskan.

​Tapi sama sekali tidak didengar. Lingga merasa ditipu dan dikhianati bertahun-tahun.

​Tepat di pertigaan jalan, ada mobil truk pengangkut barang dengan kecepatan tinggi. Lingga yang kaget tidak sempat menghindar lalu:

​BRAKKK .!!!

​Mobil orang tua Alena ditabrak dari samping, mengenai tengah mobil, sehingga mobil mereka terseret beberapa meter lalu terguling dan menabrak pembatas beton di pinggir jalan.

​Truk yang sudah menabrakkan ke mobil orang tua Alena dengan cepat menginjak rem. Setelah si pengemudi melihat mobil sasarannya yang sudah menabrak pembatas jalan beton dengan posisi terbalik, si pengemudi langsung dengan cepat pergi dari area kejadian.

​Dia melaju ke daerah pegunungan terdekat. Sesampainya di tujuannya, yaitu di tebing yang di bawahnya terlihat ombak yang sangat besar, si pengemudi melihat sekelilingnya dan terlihat sangat sepi. Lalu dia tersenyum.

​Dengan kesadaran penuh, dia menginjak pedal gas dengan sengaja. Saat mobil truk itu akan jatuh, si pengemudi itu dengan cepat melompat keluar sehingga dia hanya terluka sedikit. Dia bangkit dan mengambil ponselnya lalu menghubungi Bossnya.

​"Halo boss, tugas saya selesai. Truk jatuh dan tenggelam ke dasar ombak. Bukti fisik hilang. Bukti digital sudah dikirim." Ujar si pengemudi truk tadi sambil membersikan debu di tubuhnya.

​"Saya sudah mentransfer hasil kerja kerasmu" Ujar sang boss.

​Belum sempat menjawabnya, boss-nya sudah mematikan panggilan suara, diikuti suara notifikasi dari aplikasi salah satu Bank. Di sana ia melihat nominal yang bukan main-main.

​Dia berbalik dan melihat ke arah bawah tebing, di mana truknya jatuh tenggelam.

​Lalu ada pengendara motor datang, dan si pengemudi truk itu menaiki motor lalu mereka berdua melaju meninggalkan tempat itu seakan-akan tidak ada kejadian besar.

​Kembali pada mobil yang sedang terbalik. Terlihat Lingga yang penuh dengan darah tidak sadarkan diri, dan Bunda Tiara yang juga terluka parah tapi masih mempertahankan kesadarannya. Dia berusaha memanggil suaminya dengan napasnya tersenggal-senggal, mencoba berteriak, tapi tenggorokannya hanya mengeluarkan suara gemericik yang lemah.

​Lalu datanglah mobil hitam tidak jauh dari sana. Keluarlah seseorang berjas hitam dan mendatangi Bunda Tiara.

​Si pria itu berdiri lalu menghubungi Boss-nya dengan panggilan video.

​"Halo boss, saya sudah di tempat kejadian."

​"Arahkan kamera ke wanita jalang itu." Si pria itu langsung mengarahkan kameranya tepat di wajah Bunda Tiara yang terperangkap dan berdarah.

​Bunda Tiara melihat wajah Boss dari orang di luar di layar ponsel itu, yang sangat familiar.

​"Halo Tante, gimana kejutan kecil dari ku? Tante suka kan?"

​Bunda Tiara hanya berdesis lemah tanpa membalas ucapan dari orang itu.

​"Oh iya, Tante tahu? Saya yang melakukannya! Saya yang membunuh putra kesayangan Anda, Rio. Dan saya yang memastikan suami Anda melihat pengkhianatan Anda, bukankah itu menyenangkan?"

​Bunda Tiara ingin sekali berteriak, tapi apa daya dia sangat lemah.

​Lalu Kenzo tertawa pelan dan mulai merendahkan suaranya.

​"Tante pasti tahu siapa aku? Aku adalah Kenzo. Anak dari wanita yang kau hancurkan hidupnya, yang kau bunuh secara tidak langsung dengan ego busukmu itu."

​"Tenang aja, aku tidak akan membuatmu mati seperti kau membunuh Mommy. Maka mulai kedepannya, selamat menikmati neraka yang ku buat."

​Percayalah, Bunda Tiara sangat tidak menyangka bahwa selama ini anaknya berteman dengan musuhnya sendiri.

​Lalu Bunda Tiara menutup mata pelan, tidak pingsan, hanya meratapi kehidupannya ke depan nanti.

​Kenzo lalu mematikan panggilan video itu.

​Si suruhan Kenzo berdiri tegak, membalikkan badannya, dan segera berjalan menjauh dari mobil ringsek tersebut.

​Sambil berjalan, si suruhan Kenzo mengeluarkan ponselnya. "Dan anda sekarang hubungi ambulans dan polisi, lalu bersikaplah seperti orang random yang tidak sengaja melihat kejadian ini." suruhan Kenzo mulai menjalankan perintah.

​Setelah beberapa menit dia memberitahukan tentang kejadian kecelakaan orang tua Alena, dia dijadikan saksi, sempat menerima wawancara dari pihak kepolisian.

​Tetapi dia memainkan peran dengan sangat santai.

​Sedang orang tua Alena sudah dibawa ke Rumah Sakit terdekat.

​Sungguh malang nasib Alena yang baru saja berduka, dan kini dia akan menerima pesan yang sangat menguji mentalnya.

​Seminggu kemudian.

​Bunda Tiara sadar.

​Ia sadar di ruang ICU pribadi. Alena dan Jevan duduk di sekelilingnya, wajah Alena terlihat sangat kelelahan dan penuh duka.

Lingga berada di ruangan yang berbeda, masih dalam kondisi koma yang parah.

​Bunda Tiara mencoba berbicara, meminta maaf, dan menceritakan semuanya, tetapi tidak ada yang bergerak. Mulutnya terasa berat, lidahnya kaku, dan tidak ada suara yang keluar.

​Alena menangis, memegang tangannya. "Bunda, Bunda harus cepat sembuh. Abang sudah tenang di sana. Dan Ayah... Ayah masih berjuang di ICU. Aku sendirian sekarang, Bunda."

​Bunda Tiara merasakan air mata mengalir dari sudut matanya. Ia ingin berteriak: Hati-hati, Alena! Kenzo! Dia musuhmu!

Ia mencoba menggerakkan jari, menggoyangkan tangan, tetapi tubuhnya hanyalah beban kaku yang dingin.

​Dokter menjelaskan, "Syok berat karena benturan di batang otak, menyebabkan locked-in syndrome. Pasien sadar dan bisa mendengar, tapi tidak bisa merespons motorik."

​Di sana, di antara para penjenguk, datanglah Kenzo bersama Dewi dan Nadia.

Kenzo melangkah maju, membawa buket bunga yang mewah. Ia berdiri tepat di sisi tempat tidur Bunda Tiara.

​"Cepat sembuh, Tante Tiara," ujar Kenzo dengan nada yang lembut dan penuh kepalsuan. Ia meletakkan buket bunga di meja, lalu ia membungkuk seolah memeluk, membuat wajahnya sejajar dengan wajah Tiara.

​"Jangan coba-coba untuk teriak, karena itu akan sia-sia. Ingat, nasib putri anda di tanganku sekarang. Maka, nikmati lah neraka kesunyian yang ku ciptakan." Setelah mengatakan itu, Kenzo menegakkan tubuhnya lalu tersenyum hangat penuh kepalsuan.

Lalu, dia melangkah mundur dan kembali duduk di sofa dan bermain ponsel dengan santai.

​Bunda Tiara menatap nyalang ke arah Kenzo, wajahnya memerah karena frustrasi dan amarah. Matanya berkedip cepat, berkali-kali, mengisyaratkan bahaya yang tak terucapkan, tapi tidak ada yang mengerti.

​Alena hanya melihatnya sebagai air mata kesedihan dan rasa sakit. Kenzo tersenyum puas kepada semua orang

Neraka senyap bunda Tiara baru saja di mulai.

1
Michelle Flores
Menggugah hati
Tae Kook
Thor, kapan update lagi nih?
Tani
Thor, jangan diam aja, kasih kabar kalo ada kendala, kami akan terus menunggu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!