NovelToon NovelToon
A Shining Smile

A Shining Smile

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:90.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Cellina Army

Bulan yang baru pulang dari Australia harus mendapatkan sebuah tugas yang sangat berat yaitu untuk mengubah dan memperhatikan anak dari teman Ibu-nya yang tak lain adalah Revan Armanio.

Sedangkan, Revan Armanio lelaki yang sangat dingin dan kaku apalagi cuek membuat Bulan harus mau tidak mau berusaha untuk mengubahnya kembali ke sikap yang dulu Revan punya. Bulan berjanji akan mengubah sikap Revan dan Revan menyetujuinya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya, ikuti terus ya❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellina Army, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Tiga hari selanjutnya, Bulan sudah kembali sembuh normal dan bisa berjalan tanpa kursi roda juga bisa berbicara kala semula. Dan hari ini Bulan sudah diperbolehkan untuk pulang tapi harus mengikuti terapi setiap Minggu sekali agar darah pada otak tidak kembali membeku.

Permintaan Bulan akhirnya terkabul yaitu bisa pulang ke rumah, dia sungguh tidak betah jika harus berlama-lama di Rumah Sakit ini karena banyak bau obat-obatan, dan juga makanan yang hambar gak ada rasa sama sekali.

"Lan, nyokap lo mana?" tanya Revan tiba-tiba.

Tentu saja Bulan yang sedang merapikan barang-barangnya terlonjak kaget dengan suara familiar tersebut siapa lagi kalau buka si Revan Armanio yang mukanya datar itu, "Revan, lo bisa gak sih gak muncul kaya setan gitu!?" ucap Bulan dengan memegangi dadanya.

Bukannya minta maaf buat orang kaget malah menghendikan bahu sambil mengeluarkan ponsel dan duduk manis di sofa, "Dasar setan!" umpat Bulan tapi bukan Revan namanya kalau tidak dengar.

"Muka tampan kaya Xiao Zhan dibilang setan," ucap Revan tanpa mengalihkan pandangannya dari gadgetnya.

Seketika Bulan menghadap ke arah Revan dengan menyipitkan mata, "Xiao Zhan? What, masih tampanan juga dia daripada lo." kata Bulan dengan wajah mengejeknya.

"Emang gue gak tampan?" tanya Revan dengan menatap ke Bulan.

Bulan menatap balik Revan dengan wajah tak terbaca, "Kalau gue suruh milih antara lo dan Toni mending gue pilih si Toni," jawaban Bulan tentu membuat Revan berdiri dari duduk manisnya dan berjalan mendekati Bulan.

"Gak ada dia juga!" ucap Revan dengan wajah entahlah.

Bulan tersenyum kecil, "Kenapa, gak boleh? Dia jomblo gue single, jadi gak ada salahnya."

Sumpah Bulan sekarang sungguh menyebalkan bin suer deh, mending gak ada daripada hidup gini!

"Gue gak suka kalau lo dekat dengan Toni, dia playboy akut!"

...***...

Kini Revan mengantarkan Bulan pulang kerumah, tadi dia ke Rumah Sakit ingin menjenguk dan tak tahu kalau hari ini Bulan pulang saat di basement tadi tiba-tiba Vera Nyokap-nya Bulan bilang jika dirinya tidak bisa mengantarkan Bulan jadi terpaksa Revan-lah yang harus antar.

"Ngapain harus lo coba yang anterin gue pulang," gerutu Bulan sebal.

Revan yang fokus dengan depan hanya melirik sekilas, "Masih untung gue mau," sahut Revan dengan muka menyebalkan.

Bulan menghembuskan nafas kasar, "Gak lo yang anter juga gue bisa naik ojol atau lainnya!"

Sesaat kemudian mobil yang mereka naiki tersebut hilang suara hanya kendaraan lain yang bersuara melewati kota Jakarta.

"Van." panggil Bulan pelan tapi masih didengar oleh Revan nyebelin itu.

Revan hanya berdehem, tentunya membuat Bulan kesal sendiri.

"Lo itu kalo di panggil jawab kek," sungut Bulan dengan bibir bebek.

Revan ingin tertawa saat melihat tuh bibir Bulan yang seperti cocor bebek, "Mulut kaya bebek," gumam pelan Revan, dan saat itu juga tangan Bulan terangkat ingin memukul lengan Revan.

"Mau apa? Lo pukul paling gak kerasa," ucap Revan dengan wajah mengejek.

Tanpa ada aba-aba, Bugh satu pukulan mendarat di lengan Revan. Revan hanya diam dan merasakan nyeri di lengan, "Tangan apa besi?" batinnya sendiri.

Bulan tersenyum puas dengan ulahnya itu, "Gimana, sakit atau enak?" sudah tahu sakit kenapa masih tanya juga.

"Lo pake susuk? Untung lengan gue terbuat dari platinum, gak kaya punya Renggo," ujar Revan.

"Platinum bekas," sahut Bulan dengan tawa meledak.

Revan mengehentikan mobilnya karena lampu merah, disaat itu pula ia menatap lekat kearah Bulan yang sedang tertawa entah apa yang lucu tapi itu membuat hati Revan ikutan senang.

"Lan, gue suka lo yang begini." dan benar saja Bulan mengehentikan tawanya yang spontan menoleh Revan.

"Emang gue kenapa? Selama ini gue jadi diri sendiri bukan orang lain juga,"

Belum menjawab pertanyaan Bulan lampu sudah berganti warna menandakan harus melajukan mobil. Bulan menatap jalanan ibukota dari balik jendela, "Gue pengen banget bisa jalan-jalan di trotoar kayak itu," gumam Bulan dengan sangat pelan.

Revan yang mendengar sayup-sayup pun mulai meminggirkan mobil. Bulan yang masih belum sadar dari lamunannya tidak tahu jika Revan sudah ada di sampingnya membukakan pintu mobil, "Lha Van, mau ngapain?" tanya Bulan dengan bingung.

"Katanya lo mau jalan-jalan di trotoar," jawab Revan dengan sedikit kesal.

Bulan yang masih enggan untuk berdiri hanya menatap heran Revan, "Lan, ngelamunin siapa sih?" tanya ulang Revan dengan nada ketus.

"Iya nih gue turun!" balas Bulan dengan sewotnya sendiri.

Entah mau kemana Revan menggandeng tangan Bulan dengan berjalan cepat, "Aduh, Van gue masih lemes nih!" ujar Bulan yang masih mengatur nafas.

"Sorry, lo jalannya lambat kaya keong!"

Hembusan angin sore hari membuat Kota Jakarta sedikit dingin dan rambut urai Bulan pun ikut bergerak mengikuti angin tersebut, Revan yang masih setia di samping Bulan pun mulai berdecak kesal pasalnya Bulan tak pernah memakai baju yang sedikit panjang.

"Apa sih, liatin segitunya!? Bulan mengetahui jika Revan menatapnya dengan tatapan tajam seperti pisau.

"Ckk, lo itu baru sembuh bukannya pakai lengan panjang malah beginian," ujar Revan dengan sebal sendiri.

"Gue yang pakai lo yang komentar,"

Bulan meninggalkan Revan yang masih dibelakang dengan jalan cepat, dengan langkah panjang Revan menyusul Bulan dibelakangnya.

"Kalau lo sakit siapa yang sulit?"

"Sejak kapan sih lo bawel minta ampun begini?" tanya Bulan yang enggan berhenti jalan.

Revan mencekal lengan Bulan pelan membuat langkah Bulan pun terhenti, "Sejak kejadian waktu itu, dan gue gak mau lo masuk RS lagi!"

"Siapa juga yang mau masuk rumah begituan yang bau obatan sepanjang koridor,"

Angin pun bergerak sedikit cepat membuat anak rambut Bulan seperti beterbangan dan menutupi wajah bule-nya. Revan melepaskan jaketnya dan memasangkan ke badan Bulan, "Lo pakai, gak perlu nyerocos!"

"Siapa juga yang nyerocos!?"

Mereka menikmati indahnya sore hari dengan berjalan santai di trotoar, seperti pasangan yang akrab namun bukan. Mereka seperti kucing dan tikus yang saling berebut tulang ataupun makanan, setiap detik selalu ada obrolan yang tak pantas.

"Van, capek gue ngikuti lo dari belakang. Layaknya dikejar setan di sore hari," Bulan berhenti dan mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal.

Revan membalikkan badannya, dalam hati ia tersenyum puas tapi tak bisa ditularkan ke bibirnya Aneh Banget.

"Sekalian olahraga biar gak obesitas,"

Bulan melebarkan matanya, "Gue langsing seperti ini dibilang obesitas!" umpat kesal Bulan pada Revan yang mengejeknya terus-menerus.

Dasar beruang kutub!!!

1
Li Permana
Bagus ceritanya! Semangat ya!
Li Permana
Semangat kak!
Lidia Tikla
ayo author, semangat, lanjuy
ZasNov
Like mendarat lagi ya Kakak.. 😍
Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu ya..
Semangaaaaattt... ❤❤❤❤❤
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like lagi kak😘

asisten dadakan hadir

mampir yuk..

semangat selalu💪
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Machan
always like
LINA
like 💛 semangat up thor 💪 saling mendukung 🙂
Lenkzher Thea
Lanjut up, 👍like hadi
Ara🌙🌻
lanjut kk
ILS
Lanjut thor, semangat. Ditunggu up nya 🔥
Pow
Halo kak 👋
Dukunganku untuk jari-jari yang lelah menulis & apresiasi untuk ide yang telah tertuang 🙌💐
Nia jeje
next semangat
Eda Sally
Lanjut say😍
Dewi
semangat kakak❤️
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
4 like mendarat kak, salam dari Jacob and Alesha: Mafia Acted, semangat 😊
Mutie Cutie
memang harus sabar Revan.. jangan gegabah.
Thrye
semangat kak,,,
like untukmu 😉😉
ditunggu feedbacknya kak 😉
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
semangat up
Alisya Putri
makin seruh ceritanya, semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!