NovelToon NovelToon
ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Pelangi namaku... nama pemberian bunda, orang yang membesarkanku. Aku dibesarkan disalah satu panti Asuhan.

Sampai suatu hari ,panti asuhan ini dijual dengan pemiliknya, aku sebagai anak tertua di panti berusaha membantu bunda untuk mempertahankan panti.

Selain bekerja di kantor aku juga menjadi guru les, ini lah awal perkenalanku dengan Langit.

Sampai suatu malam, terjadi suatu yang tak pernah aku bayangkan. Langit merampas kesucianku.

Aku mengandung anak Langit, maminya yang mengetahui itu, memisahkan aku dan Langit sebelum Langit tahu kalau aku lagi mengandung benihnya...

Sampai lima tahun kemudian ... kami bertemu kembali...Anakku yang berwajah sangat mirip dengan Langit membuat ia curiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Sehari bersama Langit

Pelangi masuk kembali ke ruang pesta setelah Langit menghilang. Ia mencari keberadaan Kevin.

Kevin yang sedang menggendong Bumi, ternyata juga mencari keberadaan Pelangi.

"Anak siapa nih Kev... "tanya Langit ketika berpapasan dengan Kevin

"Anak Pelangi, kamu melihat Pelangi Lang. Bumi sudah tidur nih... dari tadi mencari Pelangi nggak ketemu... "

"Berarti Pelangi sudah pernah menikah ya. Kelihatan nya kamu sudah sangat akrab dengan anaknya Pelangi"

"Aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri"

"Apa Pelangi sudah lama pisah dengan suaminya"

Kevin memandangi wajah Langit, ia heran mengapa Langit banyak bertanya tentang Pelangi.

"Aku tak pernah tanya masalah pribadinya. Tapi dari yang aku tahu ,dari bayinya masih dalam kandungan, Pelangi sudah pisah dengan suaminya. Mengapa Lang... kelihatan nya kamu tertarik dengan masalah pribadi Pelangi"

"Aku hanya ingin tahu, wanita seperti apa yang bisa menaklukkan sepupu ku ini"

Pelangi melihat Kevin yang lagi menggendong putranya berbincang dengan Langit. Ia segera menghampiri mereka. Pelangi tak ingin Langit melihat wajah Bumi.

"Mas... aku cariin.. nggak tahunya di sini. Bumi sudah tidur ya. Kita pulang saja ya mas... "ucap Pelangi tanpa melihat kearah Langit.

"Baiklah,Lang.. aku dan Pelangi pamit dulu ya. Selamat ya atas pertunangan kamu, semoga

lancar sampai pernikahan "

"Selamat ya Lang... maaf aku harus pamit. "ucap Pelangi

Kevin Dan Pelangi melangkah meninggalkan Langit. Kevin meminta izin pada mamanya untuk pulang. Langit melihat kepergian Pelangi dan Kevin sampai mereka menghilang.

Pelangi menidurkan Bumi, dan ia masuk kamar mandi membersihkan diri. Baru saja keluar dari kamar mandi ia mendengar ponselnya berdering.

Pelangi melihat nomor yang tak dikenalnya. Ia ragu akan menjawabnya. Setelah beberapa kali nomor yang sama menghubunginya barulah Pelangi mengangkatnya.

"Mengapa lama banget angkatnya... lagi tiduran dengan Kevin"

"Kamu ternyata Lang.. buat apa menghubungi aku, apa kamu nggak takut tunanganmu tahu"

"Mengapa aku harus takut... kamu mungkin yang takut Kevin tahu... mana Kevin sudah tidur dalam pelukanmu"

"Lang... Kevin bukan kamu... mungkin bagimu tidur dengan wanita mana saja biasa.. tapi kamu tahu... Kevin tak pernah melakukan itu, jangankan buat tidur denganku, memegang tanganku saja ia tak pernah"

Pelangi lalu mematikan ponselnya. Ia tak ingin berdebat dengan Langit. Pelangi mematikan daya ponselnya. Ia lalu tidur disamping putranya.

Langit sangat marah mengetahui Pelangi mematikan daya ponselnya.

"Kamu tak akan bisa lari lagi dariku Pelangi, aku bukan Langit yang dulu lagi. Jika dulu aku mau mundur ketika kamu memintanya, tapi itu tidak akan lagi aku lakukan saat ini. Aku tak akan pernah melepaskan kamu lagi..walaupun Kevin sekalipun yang menghalanginya... "

Langit mengirim pesan buat Pelangi. Ia meminta Pelangi menunggunya besok pagi di kafe tempat terakhir mereka bertemu dulu, saat Langit mabuk. Jika Pelangi tak datang, ia akan memberitahukan hubungan mereka dengan Kevin..ancam Langit.

Pagi harinya ketika mengaktifkan kembali ponselnya Pelangi melihat dan membaca pesan dari Langit.

"sebenarnya mau kamu apa Lang... "

Jam sepuluh pagi setelah sarapan dan memandikan Bumi, Pelangi minta izin keluar karena ada yang harus diurusnya.

"Mas.. aku bisa minta tolong.."

"Tentu saja bisa Pelangi.. kamu seperti sama orang lain saja. "

"Mas.. aku titip Bumi ya.. aku ada keperluan sekalian mau ketemu teman lama... aku takut nanti Bumi bosan jika ikut denganku"

"Baiklah... kamu jangan sungkan begitu. Aku antar kamu ya.. "

"Jangan mas.. nanti Bumi minta ikut lagi.. "

"Kamu nggak apa apa pergi sendiri"

"Nggak apa mas.. aku juga lahir dan besar di kota ini, apa mas lupa"

"Iya aku lupa.. aku selalu ingatnya kamu orang Cirebon"

"Mas... aku pamit dulu ya. Terima kasih karena mau menjaga Bumi"

"Aku sudah bilang Pelangi... kamu tak perlu terlalu sungkan begitu denganku... aku juga sayang Bumi seperti anakku sendiri"

"Aku berangkat dulu ya mas... "

"Ya... hati hati"

Pelangi telah memesan taksi online buat pergi ke kafe tempat ia dan Langit janjikan.

Sampai di kafe itu, suasana masih sepi. Karena kafe ini biasanya ramai dikunjungi pada sore hingga malam hari.

Pelangi masuk ke kafe dan memilih duduk agak sedikit ke dalam. Ia takut ada yang mengenalnya..

Langit yang sudah menunggunya melihat kedatangan Pelangi dan menghampirinya.

"Ternyata kamu masih ingat kafe ini"

"Kamu mau apa Lang... cepatlah bicara. Aku tak banyak waktu. Anakku tinggal dengan kevin "

" Ternyata anakmu sudah begitu dekatnya ya sama calon bapaknya"

"Lang... kamu langsung saja ... apa yang ingin kamu omongkan"

"Jangan terlalu terburu buru... masih pagi"

"Lang... anakku tinggal"

"Kalau begitu aku akan minta Kevin mengantarnya kesini"

"Lang... jangan macam macam. Maumu apa sebenarnya "ucap Pelangi sedikit emosi

"Wow... ternyata kamu sekarang bisa marah juga ya"

"Kalau memang tak ada yang perlu kamu omongkan, aku pergi"Pelangi berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.

Langit mengikuti langkah Pelangi dan menarik pergelangan tangannya menuju mobilnya.

"Langit... lepaskan.. sakit.. "

Langit membuka pintu mobilnya dan memaksa Pelangi masuk, setelah itu menguncinya.

"Lang... kamu mau apa... buka pintunya"Pelangi mencoba membuka pintu mobil tapi tak bisa karena Langit telah menguncinya.

Langit menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi..

"Lang... jangan ngebut... "

"Mengapa ?.. kamu takut mati"

"Lang... aku nggak lagi bercanda.. "

Dari arah depan tampak truk yang juga melaju dengan kencangnya, untung Langit cepat membanting setir kekiri, Pelangi yang tidak siap kepalanya terbentur dashboard mobil.

"Pelangi... kamu nggak apa apa... "Tanya Langit sambil membalikan badan Pelangi menghadap kedirinya.

Langit melihat dahi Pelangi yang memerah, langsung mengusapnya.

"Sakit.. "Tanya Langit

Pelangi tak menjawab, ia hanya menepis tangan Langit yang mengelus dahinya.

"Kamu mau apa Lang... jika kamu ingin aku mati, jangan begini caranya... kamu bisa langsung membunuhku"ucap Pelangi dengan nada tinggi

"Mana mungkin aku ingin kamu mati... yang aku inginkan kamu tinggalkan Kevin... kembalilah padaku"

"Lang... kamu tak bisa memaksakan semua maumu...lagi pula apa yang kamu harapkan dari aku yang hanya seorang ibu memiliki anak satu"

"Aku akan menyayangi anakmu... seperti aku menyayangi kamu"

"Lang.. sudahlah. Aku mau pulang. "

"Aku tak akan membiarkan kamu pergi lagi... "Langit kembali menyetir mobilnya menuju ke Ancol.

"Lang... anakku akan menangis jika aku meninggalkan ia lama begini"

Langit tak mempedulikan semua perkataan Pelangi, ia kembali memaksa Pelangi menaiki kapal yang disewanya menuju ke pulau genteng dikepulauan seribu.

"Langit... kamu gila... "ucap Pelangi sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Langit. Tapi Langit tambah mempererat genggamannya dipergelangan tangan Pelangi.

Setelah berada didalam kapal baru Langit melepaskan tangan Pelangi.

Pelangi mengusap tangannya yang memerah sambil menangis.

Langit jongkok didepan Pelangi dan memegang tangan Pelangi yang merah itu sambil mengusapnya.

"Sakit ya.. maaf. Jika kamu ikuti aku ,kamu tak akan terluka dan sakit. Aku hanya ingin sehari ini bersamamu. Sore nanti baru kita pulang ya"

Tangisan Pelangi makin keras. Membuat Langit jadi salah tingkah.

"Pelangi.. maaf, aku tak bermaksud menyakitimu. Aku kangen banget... aku hanya ingin menghabiskan hari ini bersamamu.. aku tahu besok kamu kembali ke Cirebon bersama Kevin"

Perjalanan yang satu setengah jam dari dermaga Ancol ke pulau genteng hanya diisi dengan tangisan Pelangi. Langit hanya bisa diam melihatnya. Langit meminta Pelangi turun dari kapal..

"Ayo.. turun lagi. Jangan sampai aku kembali berbuat kasar"

Pelangi turun dari kapal dengan masih menangis. Langit membawanya kesebuah cottage.

************************

Terima kasih untuk semua pembaca novel ini

1
Marlina Prasasty
ada yg curi pandang ni🤭🤭
Marlina Prasasty
🤧🤧🤧😭
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lena Sari
pa kabar Bu Mery.....anak yg d blg nggak punya ortu,ternyata anaknya calon besan.
Lena Sari
anak sama mami kelakuannya sama ya Thor,egois.
Lena Sari
semangat Thor❤️
Anita Candra Dewi
langit sore subuh tadi?
gmn maksudnya ya
Anis Mawati
papi langit idenya sat set
Anis Mawati
langit jadi laki g berjuang amat,pelangi juga u tu seakan kasih harapan palsu sama kevin,disini yg pling sakit kevin sih kesannya spt dimanfaatin,semoga ketemu jodoh terbaik deh si kevin
Anis Mawati
kok tega mak lampir sama cucunya sendiri,bener2 g punya hati dia,tunggu aja karmanya nanti
Anis Mawati
langit jg tidak cinta sm sinta buat apa dperthnin,seharusnya klian lbih mngutmkn pelangi untuk mnbus rasa berslh kalian n pndrtaan plngi
Anis Mawati
pelangi ini kenapa sih? u cari kevin terus,ktnya g mau kasih hrpan,sdah cukup lah u minta maaf ma kevin,biarkan dia mlupkn u,mlah u mau cari dia lagi,u tu jd cewek jgn plin plan gitu greget q sama kamu
Bahari Sandra Puspita
Amazing mama, ceritanya bagus banget..
bikin nagih bacanya, jadinya gak bisa berhenti scroll ke atas, hehe..
ceritanya udah bagus, mudah dimengerti dan gak bertele-tele..
tapi cerita Kevin-Melati masih kurang lengkap, belum sampai nikah mam..
tapi gak masalah sih, udah kebaca jg kok alurnya..

Akhirnya semua tokoh, baik utama maupun pendamping dapat jodoh dan happy ending ya..
Sedikit saran mam, kalo bisa tiap cerita nama tokohnya dibuat beda, biar gak bingung dan ketuker ceritanya,hehe..

oke deh lanjut next novel..
semoga sehat selalu dan tetap semangat berkarya ya mam..
semoga sukses terus dimanapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💞💞💞
Bahari Sandra Puspita: hehehe 😅😅😅
total 2 replies
LENY
SHINTA CANTIK JG GAK KALAH SAMA PELANGI. SAMA2 CANTIK. COCOK SAMA DION
LENY
DUH SHINTA TERIMALAH TAKDIR CINTA GAK BISA DIPAKSAKAN SMG NNT KETEMU JODOH YG MENCINTAI KAMU DGN TULUS
LENY
SENANG LIHAT MELATI DAN KEVIN SAMA2 ORANG BAIK
LENY
NAH COCOK KEVIN DGN MELATI. JGN DENGAN SHINTA GAK COCOK THOR MAAF KURANG SREG SAMA SHINTA 🤭😊🙏🙏
LENY
SETIAP ORANG TUA PASTI MAU JODOH YG TERBAIK UNTUK ANAKNYA TAPI GAK HARUS MENGHINA DAN BERBUAT SEMAUNYA KAYAK BU MERRY INI APALAGI TAHU ANAKNYA SANGAT MENCINTAI PELANGI. SETELAH TAHU PELANGI ANAK KANDUNG ORANG KAYA BARU BERUBAH 🙈
LENY
UNTUNG LANGIT GAK IKUT MAKAN BENAR JG KL SHINTA SDH ADA PASANGAN BARULAH KUMPUL2. KL BELUM YG ADA SHINTA SEDIH DAN KECEWA TAKUTNYA JD IRI DAN BERBUAT JAHAT🙏🙏
LENY
NAH GITU DONG SHINTA JGN JADI EGOIS GAK TAHU DIRI DAN NUDUH MACAM2 SYUKURLAH SHINTA SADAR AKAN KEBAIKAN PELANGI.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!