Update di Hari ( Jum'at - Sabtu - Minggu )
Yuriko Akira. Seorang Jendral wanita pertama di Unit kepolisian korea
memiliki sifat yang dingin dan cuek namun tegas dan disiplin jika saat bertugas, membuat ia begitu di kagumi. tapi tidak ada yang tau, jika akira melakukan itu semua hanya untuk menutupi kedok nya yang seorang Queen mafia. yang ahli bela diri, ilmu pengobatan ilegal, terkenal akan kesadisan, kelicikan dan kekejamannya yang tak kenal ampun bila ada yang mengusik nya.
Jika saat siang ia menjadi Malaikat tak bersayap, maka saat malam ia akan menjadi Malaikat maut bagi musuh2 nya.
Namun apa jadi nya jika seorang Akira sang Jendral sekaligus queen mafia bertime trevel?
suatu hari Akira mengalami kecelakaan saat menjalankan misi. Membuat ia kembali ke masa lalu dan masuk ke tubuh seorang putri yang lemah dan dikenal sampah oleh masyarakat kekaisaran Jiang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
besok kita semua harus pergi ke Kerajaan Fhu, untuk menghadiri Festival yang mereka buat Tiap tahun. dan karena perjalanan disana cukup jauh jadi Besok kita harus mulai berangkat. Pangeran Fhu Yuan Ming sudah berangkat sejak pagi, jadi Semua Putra Putri ku harus mempersiapkan diri untuk Lomba di Festival nanti" jelas Kaisar Jiang
"Wah, ini kesempatan bagus untuk memikat para Pangeran disana.. ah tapi ada Putri Pertama dia sangat sulit disingkirkan! Huh aku akan memikirkan nya nanti, sekalian menyusun rencana mempermalukan Izumi" batin Jiang Fei Ran
****
Semua Keluarga Kerajaan sudah Pergi kecuali Putri Pertama dan Izumi..
saat Izumi ingin beranjak pergi ke Kediaman nya tangan nya di cekal oleh tangan Putih mulus, Izumi menoleh dan melihat Kakak kedua nya tenga menatap nya datar tapi ada sedikit perasaan rindu di Hati Putri pertama saat menggenggam tangan adik nya itu
"ada apa" Izumi
"Kenapa kau berubah?" Putri Kizami
"Aku lelah selalu kalian tindas, kalian Hina dan rendah kan. itu alasan ku Berubah Putri Pertama"
"Kakak" Putri Kizami
"hmm?" Izumi
"panggil aku Kakak, adik ku"
"hahaha, sejak kapan kau mengizinkan ku memanggil mu dengan sebutan itu?!, Maaf saja Putri Pertama tapi mungkin kalau aku yang dulu mendengar perkataan mu tadi. mungkin aku akan senang, tapi sekarang aku Muak mendengar nya. dan akan aku kembalikan ucapan mu 11 tahun yang lalu, Kau bukan kakak ku" Izumi
setelah mengatakan itu Izumi segera membalik badan nya dan melangkah Ke kediaman nya, ia tidak mau melihat wajah sedih Kakak kedua nya itu
Jiang Kizami hanya bisa tertunduk sedih sambil melihat Punggung adik nya itu, ia sungguh menyesal telah Menindas dan mengabaikan adik nya..
Mau tau kenapa Putri Kizami bisa menyesal😊
Izumi: kasih tau cepet Thor, ah lama amat si luh. bisa jamuran nih
Authot: iye-iye ini juga mau dikasi tau makanya diam aja Patung es
Izumi: wah ngajak gelud ni
Author: apa loh mau gue ilangin dari cerita ini hah😈
Izumi: kalau gue ilang, para pembaca pada Demo Thor... hahaha ngga takut tuh😝
Author: diem luh..😒😒😒
Oke abaikan😅
***
Flash Back
hari dimana Izumi berani menatap datar pada Putri Pertama membuat Jiang Kizami merasa ada Perasaan yang amat bersalah, tapi ia menepis jauh-jauh perasaan itu..
dan karena rindu dengan Ibundanya ia memutuskan berkunjung ke Kediaman Permaisuri Izuna
Kediaman Mawar
Adalah kediaman Permaisuri sebelum nya, Kediaman itu sudah lama Kosong sejak Pemilik nya meninggal. Kaisar sengaja mengosongkan nya meski Selir Pertama dan Kedua merengek sekali pun
Meski sudah tidak di tempati, nyata nya Kediaman itu masih bersih dan terawat karena sering di bersihkan Pelayan2 suruhan Kaisar. ia tak mau barang-barang Permaisuri nya Kotor dan tidak terawat
"Ibu.. aku merindukan mu, kenapa kau pergi begitu cepat. aku masih membutuhkan kasih sayang mu~" gumam Jiang Kizami sedih
ia berjalan ke Peraduan Ibunya, kemudian duduk disitu, tiba-tiba ia merasakan kaki nya tidak sengaja menyentuh benda yang keras. Karena penasaran Jiang Kizami pun mulai mengeceknya
"apa ini?" gumam Kizami
"Kotak?, kenapa benda ini ada disini? bukannya Kota ini benda kesayangan ibu yang sudah disimpan Ayahanda Kaisar"
Meski bingung karena benda kesayangan ibu nya berpindah tempat, tapi dengan perlahan Kizami membuka kotak tersebut yang berisi Satu gulungan kertas
Kizami membuka gulungan pada kertas tersebut, 3 menit ia membaca. sudah cukup untuk membuatnya menitikkan air mata nya
Isi surat
Untuk Putri Kecil ku, Jiang Kizami
Hai Putri kecil ku...
jika kau melihat surat ini, itu berarti ibu sudah tiada anak ku..
Sungguh ibu tidak sanggup melewati penderitaan ini lagi Putri ku, penderitaan yang disebabkan oleh Ayah mu sendiri...
tiap hari Ibu harus tersiksa batin Nak..
tapi Ibu menahan semua nya untuk melihat senyum mu dan juga kakak berserta adik kecil mu yang baru lahir ini
Kau tau Kizami sayang, adik kecil mu ini memiliki kemiripan dengan mu. tapi sayang ibu tidak bisa melihat nya tumbuh..
Jika ada penyesalan dalam hidup Ibu, itu adalah saat pertama kali ibu bertemu ayah mu dan Tak bisa melihat kalian tumbuh besar dan menjadi Putra Putri Kebanggaan ibu..
Hati ibu teriris Nak, memikirkan nya..
Anak ku Jiang Kizami, Ibu harap kau menjaga dan mencintai Adik kecil mu yaa..
dia tumbuh tampa Ibu disamping nya, jadi Ibu harap kau dan Kakak Pertama mu mau menggantikan tugas ibu untuk menjaga adik mu yaa, jangan biarkan anak-anak Selir menindas nya...
jadilah penengah untuk Ayah, Kakak, beserta Adik mu Nak..
Bantu sadarkan Ayah mu dari pengaruh buruk dua Selir nya, apa kau bisa melakukan semua itu untuk Ibu mu ini Anak ku~
Ibu tau, ibu egois. dengan meminta hal ini disaat ibu sudah tiada.. tapi ketahuilah Nak bukan karena Adik mu Ibu pergi untuk selama nya
tapi ini semua karena Salah satu Selir Ayah mu yang ingin menyingkirkan Ibu dengan racun saat ibu sedang lemah..
disaat-saat terakhir Nafas Ibu, ibu menulis di Sepotong Surat ini Anak ku agar kelak kau tidak membenci Adik mu.
Ibu akan selalu mengawasi kalian, meski Ibu sudah tiada nanti.. Anak Ku Kizami
Sampaikan salam sayang Ibu, pada Kakak dan Adik mu..
Ibu Sangat menyayangi Kalian bertiga Melebihi Nyawa Ibu sendiri..
Selamat tinggal Putri Kecil ku Jiang Kizami, Ibu Menyayangi mu~
"Hiks..hiks... jadi itu kenyataannya, Ibu bukan meninggal karena Izumi. melainkan karena Selir-selir Ular itu.. dan bodoh nya, aku malah Ikut membenci Adik ku sendiri dan lebih mempercayai Selir2 itu.. Ibu pasti kecewa melihat ku"
"Maaf kan aku bu, maaf kan kakak Izumi.. sungguh aku adalah orang terbodoh di dunia ini dengan Menelan sebuah kebohongan mentah-mentah tanpa mencari kebenarannya.. memperlakukan Adik ku sendiri layak nya budak Hiks,...hiks..."
"Aku harus memperbaiki segala nya yang Ku rusak sendiri, aku ingin memperbaiki hubungan persaudaraan ku dengan Izumi.."
tanpa Kizami sadari, hati Izumi sudah berubah sedingin Es dan Sekeras batu.. ia tidak akan mudah memaafkan Orang-orang yang sudah menyakitinya di masa lalu
mau kau mengucapkan kata menyesal sampai Seribu kali dan menangis darah sekali pun, Izumi tidak akan pernah memaafkan mu karena 'Nasi sudah menjadi bubur'
***
Hai Semua:)
lama tidak bertemu..😅
Yunji: Baru seminggu kali Thor😒
Authot: diem lu, ganggu aja
Gimana ada yang rindu ngga sama cerita ini?
Yunji: Ah, Ngarep aja lu Thor. Cerita Kacang juga😂
Author: Ngomong sekali lagi, Ilang lu dari Novel ini😈
Yunji: Eh😨..
Author ngga tau mau ngomong apa lagi Selain
Mohon dukungannya...🙏🙏🙏