"kau membutuhkan uang dan aku membutuhkan seorang istri, bukannya kita akan saling menguntungkan.." kata Vico dengan menatap lekat Antin.
Antin bingung harus bagaimana lagi sekarang,, dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang memerlukan banyak uang.
Sedangkan uang yang ia kumpulkan selama ini hanya mencukupi biaya perawatan ayahnya saat ini.
Darimana lagi ia harus mendapatkan uang untuk biaya operasi ayahnya....
IG kenz kcp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmahkhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Antin baru saja sampai dirumahnya, saat ia akan memasuki rumahnya ia mendengar suara deru mobil dan ternyata mobil ayahnya.
Antin tersenyum melihat ayahnya keluar dari mobilnya. rasanya sudah lama ia tidak melihat ayahnya pulang lebih awal, ia mencium tangan ayahnya dan memasuki rumah dengan menggandeng tangan ayahnya.
" tumben Ayah pulang cepet..." kata Antin.
" enggak boleh ya..."
" siapa bilang..." Antin berjalan kedapur untuk mengambil minum.
Sedangkan ayahnya langsung memasuki kamarnya.
Ia akan memanasi kembali lauk sarapan tadi pagi untuk makan malam dengan ayahnya.
Dan menambahkan ayam goreng yang ada dikulkas yang sudah dibumbui olehnya.
Ia selalu menyediakan ayam atau ikan yang sudah dibumbui agar ayahnya tidak repot untuk memasak untuknya sendiri saat Antin tidak ada dirumah.
Cukup lihai ia memasak, keahlian ibunya pasti juga memasak mangkanyaa Antin bisa pandai dalam hal ini.
Ia berfikir seperti Itu sendiri, ayahnya Mana mungkin menceritakannya.
Selesai sudah, ayam goreng beserta tumis jamur dan bakwan jagung tadi pagi sudah siap dimeja.
Satu lagi ia belum membuatkan kopi untuk ayahnya.
" wihhh enak nih.." Kusuma keluar dari kamarnya, ia sudah selesai membersihkan dirinya.
" mau makan kahh... aku ambilin piring dulu.." Antin bergegas mengambil 2 piring untuk ayahnya dan untuknya sendiri.
Saat ia hendak mengambilkan nasi untuk ayahnya, Kusuma menolak ingin melakukan sendiri.
Antin mengiyakan dan kembali kedapur karna air nya sudah mendidih.
" tenggorokan Ayah gimana.. ?" tanya Antin.
Kusuma terdiam sebentar dan sedikit berdehem.
" udah mendingan kok..." kata Kusuma.
Antin berjalan menghampiri ayahnya sambil membawakan secangkir kopi untuk ayahnya.
" benerann?" tanya Antin memastikan.
" nihh lihat ya.. Ayah makannya bakalan banyak.." kata Kusuma sambil menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.
Antin tersenyum melihat ayahnya.
Dan ikut duduk dikursi depannya, untuk mengikuti makan.
" gimana kerjaan kamu..?" tanya Kusuma.
" baik kok... besuk aku dapat sift malam.." kata Antin sambil memasukkan suapan kedalam mulutnya.
" ya ampun.." Antin teringat akan sesuatu.
" kenapa..?" tanya Kusuma heran.
" tadi Megan mau kesini, aku lupa ngabarin dia kalau aku udah dirumah.." jelas Antin.
" makan dulu, habis Itu bersihin diri. baru kabarin dia..." kata Kusuma.
Antin mengangguk mengerti, ia juga penasaran apa yang ingin Megan katakan sampai ia ingin kerumahnya.
Saat Antin sudah menyelesaikan makan malamnya dan membersihkan dapurnya, ia sudah mengirim pesan ke Megan bahwa ia sudah berada dirumahnya.
Selesai mengirim pesan ia langsung membersihkan diri.
Baru saja Antin keluar dari kamar mandinya terdengar suara hpnya berdering.
Ia mengambilnya dan terlihat Megan memanggilnya.
"kenapa..." tanya Antin mengangkat telvonnya.
" aku udah didepan..." kata Megan.
" apa.." Antin terkejut mendengarnya. Pasalnya rumahnya dan rumah megan lumayan jauh, kenapa ia sudah sampai saja.
" cepetan..." teriak Megan.
" astagaa.. langsung masuk saja..
aku masih belum pakai baju.." kata Megan.
" tidak bisa, ayahmu pasti sudah dirumah.."
" yaudah tungguin.." Antin mematikan telvonnya, dan bergegas memakai bajunya.
Menggerai rambutnya yang masih basah.
Antin membuka pintu utamanya dan terlihat Megan sudah ada didepan teras, Megan langsung menerobos masuk begitu saja.
Antin memutar bola mata malasnya, kenapa tidak masuk sendiri saja sih...
" gilaaa dingin banget diluar..." kata Megan mengusap kedua lengannya yang terbuka.
Antin mendengus melihat penampilan sahabatnya ini, bagaimana tidak merasa dingin dengan pakaian begitu.
Memakai baju tanpa lengan dan celana jeans yang panjangnya hanya dibawah lututnya.
" kau tidak punya jaket ya..." Kata Antin.
" ada dimobil aku Malas saja memakainya.." kata Megan langsung mendudukkan dirinya disofa ruang tamu.
Antin Tak menghiraukan nya ia juga ikut duduk disamping sahabatnya ini.
Megan menatap Antin dengan mengerutkan dahinya.
" ehh aku ini tamu lo..." Kata Megan.
" lantass..."
" wahh kau tidak pernah tahu ya.. kalau tamu adalah raja..." kata Megan.
" ehh bukannya pembeli ya..."
Megan memutar bola mata malasnya, dia sebenarnya tahu ya maksud dari perkataannya, namun Antin malah berpura-pura bodoh tidak mengerti.
Sampai akhirnya Antin tertawa melihat raut muka Megan yang sungguh terlihat sangattt menjengkelkan...
" kau mau apa..." tanya Antin.
" ihh boleh mesen ya.." kata Megan antusias.
" Mana bolehh kau fikir resto.." Antin langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk sahabatnya yang banyak maunya.
Megan mengikuti langkah kaki Antin sampai didapur.
" mau ngapainnn.. kau mau buat minumanmu sendiri.." kata Antin melihat Megan mengikutinya.
" tamu Mana boleh begitu ndak sopann..." Megan membuka tudung saji dimeja makan dan mencomot bakwan jagung Antin.
" makan makanan orang lain juga gak sopan lo.." Kata Antin.
" Mana Ada makan, orang cuma nyicip.." kata Megan mengelak.
Antin menggeleng kepala mendengarnya, sahabat sialan memang Megan ini.
" Ayah kamu Mana Ann...?" tanya Megan sambil celingak-celinguk.
" lagi istirahat, jangan buat gaduh.. kita ngobrolnya dikamar aja..." Antin sudah siap dengan dua cangkir minuman.
Megan dengan sigap membawa 2 toples makanan dimeja makan Antin dan mengikuti Antin menuju kamarnya.
" astagaa...." kata Antin melihat Megan membawa camilan kedalam kamarnya.
ia langsung bersimpuh di lantai yang beralas karpet dan menaruh toplesnya dilantai.
" kalau kau kesini lagi bakalan aku umpetin tuh ya makanan semuanya darimu.." kata Antin dan ikut bersimpuh didepan megan.
" yaelahhh An.. pelit amat.." megan membuka satu toples camilannya dan mulai menikmatinya.
" kau itu kesini buat ngabisin camilan ku saja.." Antin mendengus kesal.
" aku bantuin ngabisin biar gak keburu mubazir kan sayang..." kata Megan Tak perduli dengan Antin yang sudah kesal.
Antin hanya mencibirnya dan ikut menikmati camilannya..
" mau apa kau sampai kesini..?" tanya Antin.
Megan hanya menggeleng dan sibuk mengunyah camilannya.
" mau kutampoll ya..." Antin mengangkat tangannya kearah Megan yang hanya menyengir memperlihatkan deretan giginya.
" gimana ya Annn.." Terlihat Megan memikirkan sesuatu.
Antin hanya menatap lekat kepada Megan, menunggu apa yang akan ia katakan.
" kokk.. aku tuh tiba-tiba enggak yakin gitu..
nikah sama pangeran ku..." kata Megan.
Antin mengernyit mendengarnya, kenapa tiba-tiba berfikir seperti Itu.
" kenapa...?" tanya Antin
" dia main dibelakangmu ya..." lanjut Antin dengan melolot kearah Megan.
" tidakk..." Megan mengibaskan kedua tangannya.
" Mana berani dia.. kalau sampai berani sudah kupotong kecil-kecil Masa depan dia.." Kata Megan dengan mengepalkan tanganyaa..
Antin merinding mendengarnya, bisa begitu ya.. kenapa geli sekali sih..
" lalu kenapa..." tanya Antin penasaran.
" gak tau dehh.." Megan mengetukkan jarinya dilantai memikirkan alasannya.
Tapi meskipun memikirkannya kenapa ia tidak mendapatkan jawabannya..