NovelToon NovelToon
Knight in Shinning Suit

Knight in Shinning Suit

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:524k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miarosa

Joshua Adrian Waldgrave patah hati mengetahui calon istrinya mencintai pria lain dan jatuh terpuruk dalam kesedihan. Ia lebih memilih menghilang selamanya dari kehidupan wanita yang dicintainya dan menutup pintu hatinya untuk wanita lain. Setelah bertahun-tahun tidak mendengar kabarnya, mantan tunangannya meninggal, karena kecelakaan.

Sementara itu ditempat lain seorang gadis bisu dan memiliki cacat di wajahnya menyimpan dendam selama bertahun-tahun terhadap orang-orang yang telah menghancurkan kehidupan keluarganya. Jalinan takdir mempertemukannya dengan Joshua yang mengharuskan pria itu terikat kepadanya, karena janjinya kepada seseorang di masa lalu yang tidak dapat ia tolak. Janji yang mengharuskannya menjaga gadis itu seumur hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan sebuah pelukan

Dua minggu telah berlalu sejak Joshua mengunjungi makam saudara kembar Raina. Batu nisannya telah diperbaiki dan telah tertulis nama keluarganya. Kedatangan tiba-tiba Phillippa di kantornya mengejutkannya.

"Phillippa, ada apa kamu datang kemari?"

Gadis itu memberikan sesuatu dan menyimpannya di meja.

"Apa ini?"

Joshua membuka bungkusnya yang ternyata kotak bekal makanan.

"Ini untukku?"

Phillippa mengangguk.

"Sepertinya ini enak. Apa kamu yang membuatnya?"tanya Joshua sambil mencicipinya.

Gadis itu mengangguk lagi, lalu ia menyerahkan secarik kertas kepada Joshua.

Aku sudah lama ingin memberikan makanan ini sejak lama, tapi baru ada kesempatan. Semoga Anda menyukainya. Ini sebagai ucapan terima kasihku kepada, karena selalu menolongku.

"Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot membuatkan ini untukku. Tapi aku senang dan menyukainya. Makanan yang kamu buat sangat enak."

Wajah Phillippa merona merah.

Pintu ruangan terbuka dan Barbara muncul di balik pintu. Wanita itu terkejut melihat Phillippa.

"Barbara kemarilah! Phillippa membawakan makanan yang sangat banyak. Kita tidak perlu makan siang bersama di luar."

Barbara memandang tidak suka makanan yang dibawa oleh Phillippa. Tiba-tba rasa marahnya muncul. Ia cemburu melihat kedekatan Joshua dengan Phillippa, karena akhir-akhir ini Barbara memperhatikan Joshua selalu berada dekat dengan gadis itu. Setiap hari ia datang ke kelasnya hanya untuk mendengarkan permainan pianonya dengan wajah penuh kekaguman.

Sejak peristiwa perampokan Phillippa di jalan dan melihat Joshua begitu memperhatikannya, Barbara memutuskan untuk mengetahui banyak lagi tentang hubungan mereka. Maka dari itu ia diam-diam selalu datang ke sekolah musik dan melihat gadis itu dan ia melihat Joshua berada di sana juga.

Barbara mengambil kotak bekal makanan itu, lalu melemparkannya. Isinya berhamburan ke lantai. Joshua dan Phillippa terkejut apa yang sudah dilakukan Barbara. Sandra yang mendengar keributan langsung masuk dan terkejut melihat makanan yang tumpah di lantai

"Apa yang sudah kamu lakukan?" teriak Joshua marah.

"Aku tidak ingin kamu menerima dan memakan makanan yang diberikan gadis cacat ini."

"Jangan panggil dia gadis cacat. Dia punya nama dan namanya adalah Phillippa,''geram Joshua.

Mata Barbara berkilau penuh kemarahan.

"Kenapa kamu membelanya?''

"Karena kamu sudah menghinanya dengan menyebutnya gadis cacat. Kamu harus minta maaf kepadanya."

"Aku tidak mau."

"Barbara,"seru Joshua marah.

"Apakah kamu akan menjadi malaikat pelindungnya seumur hidupmu?"

"Akan kulakukan jika itu perlu."

Barbara semakin marah dan ia memandang Phillippa dengan tatapan kebencian.

"Kamu ini kenapa? Tiba-tiba kamu datang marah-marah?"

"Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengannya."

Phillippa mulai menangis. Ia tidak ingin menjadi penyebab keributan . Ia merasa bersalah telah membuat hubungan Joshua dengan kekasihnya menjadi buruk.

"Joshua Adrian Waldgrave, katakan yang sejujurnya kepadaku. Apa kamu telah jatuh cinta kepada gadis cacat ini?"

Pertanyaaan Barbara membuat kaget Phillippa dan Sandra.

"Kenapa kamu diam saja. Ayo jawab!"

"Jangan panggil Phillippa gadis cacat lagi!"

"Jawab saja pertanyaanku."

Pertanyaan Barbara yang terakhir membuat Joshua tersentak kaget. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta kepada Philliippa. Ia memang menyukainya. Gadis itu baik. Menyukai bukan berarti ia jatuh cinta kepadanya , kan?

"Tidak."

"Sungguh?"tanya Barbara seakan tidak percaya.

"Ya tentu saja."

Barbara pun pergi tanpa mengatakan apa pun lagi. Joshua meminta maaf kepada phillippa mengenai makanannya yang kini sudah berhamburan di lantai, ia tahu gadis itu sudah membuatnya dengan susah payah. Joshua juga minta maaf atas perlakukan Barbara kepadanya.

Seharusnya aku yang minta maaf. Aku telah membuat kalian bertengkar.

Phillippa masih menangis, karena perasaan bersalahnya.

"Tidak perlu merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada kami. Barbara sudah bersikap kasar kepadamu. Aku akan bicara kepadanya nanti."

Joshua meraih Phillippa dalam pelukannya, sekarang ia ingin lebih melindungi Phillippa lagi dari sebelumnya. Gadis itu merasa panik dan terkejut saat Joshua tiba-tiba memeluknya. Tangan Joshua melingkari pinggang Phillippa, menariknya rapat ke dalam pelukannya, sedangkan tangan satunya lagi mendekap kepala Phillippa di dadanya. "Semaunya akan baik-baik saja. Aku berjanji kepadamu. Tidak akan ada seorang pun yang akan menyakitimu lagi."

Joshua memejamkan matanya menikmati keberadaan Phillippa dalam pelukannya begitu pun juga dengan gadis itu menikmati kehangatan tubuh Joshua yang melingkupi tubuhnya. Entah sudah berapa lama ia sudah tidak merasakan kehangatan lagi seperti ini. Dalam pelukan Joshua, Philliippa seolah menemukan kedamaian dan perlindungan yang diberikan Joshua kepadanya. Dulu ia sering dipeluk oleh ayahnya, tapi saat ayahnya meninggal ia tidak pernah merasakan kehangatan lagi. Jari jemari Phillippa mencengkeram kemeja Joshua dan menangis di dadanya. Ia ingin waktu berhenti sekarng juga dan tidak pernah melepaskan pelukan hangat Joshua.

Joshua melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Phillippa yang masih tersisa di matanya. "Sekarang pulanglah dan beristirahatlah!"

Sandra yang sejak dari tadi memperhatikan semuanya mulai curiga kalau Joshua menaruh perasaan pada gadis itu meskipun ia tadi sempat menyangkalnya. Setelah Phillippa keluar ruangannya, Sandra langsung berbicara.

"Sikap Anda kepada gadis itu tadi akan membuat siapa pun yang melihatnya akan mengira Anda sudah jatuh cinta kepadanya."

"Kamu ini bicara apa?"

"Semua perhatian Anda untuk gadis itu tidaklah biasa. Saya tahu selama ini, Anda selalu mengiriminya bunga tulip sebagai bentuk perhatian Anda yang lain. Selama ini Anda tidak pernah menaruh perhatian yang besar terhadap seorang wanita. Tidak juga dengan Barbara yang hampir setiap hari kencan dengan Anda. Diam-diam Anda menjadi penggemar rahasianya. Aku tidak akan membocorkan rahasia Anda yang satu itu. Kenapa Anda mengirim semua bunga-bunga itu kepadanya?"

"Aku mengangguminya. Aku suka dengan cara dia bermain piano."

"Rasa kagum Anda kepada gadis itu tidak menutup kemungkinan akan berubah jadi cinta."

"Itu tidak mungkin terjadi."

"Kemungkinan bisa saja terjadi."

Sandra kemudian meninggalkan ruangan dan Joshua merenungkan perkataan Sekretarisnya. Apa mungkin ia bisa jatuh cinta kepada gadis itu?

🎵🎵🎵

Hujan deras kembali turun malam harinya. Phillippa berbaring nyaman di tempat tidur setelah ia selesai berganti pakaian. Ia sudah merasakan lelah di sekujur tubuhnya dan mencoba untuk beristirahat. Pintu terbuka secara tiba-tiba bersamaan dengan suara petir membuat Phillippa terlonjak kaget dari tempat tidurnya.

Gadis itu memicingkan matanya ke arah pintu dan di sana telah berdiri seseorang yang memakai jas hujan berkerudung. Phillippa tidak bisa melihat jelas wajahnya. Senyuman seringai terlihat saat cahaya petir mengenai wajah orang itu. Tubuhnya gemetar dan ketakutan. Orang itu terus berjalan mendekatinya dan mengeluarkan sebilah pisau dari saku jas hujannya. Phillippa terhenyak saat mengenali wajah orang yang telah menyusup ke kamarnya yaitu Nicole bibinya.

"Mati kau!''

Nicole menghujamkan pisau ke perut gadis itu dan darah merah segar mulai menyembur keluar dari perutnya. Phillippa langsung tersadar dari tidurnya dan napasnya terengah-engah . Ia dapat bernapas lega saat menyadari kalau itu hanya mimpi buruk. [ ]

1
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
ikut berbahagia, akhirnya
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
uhhhhh sweet nya Joshua jdi terharu
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
Aku ikut bersedih philly 😭
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
Barbara jelouse
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
philly sma josh brasa anak dan ayah nihh wkwk
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
sandra mungkin lebih memilih philly sma josh drpda josh sma barbara
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
uhhhhhhhh terhura akuuu
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
aishhh philly anak nicole? wanita yg hmpir membunuhnya? rumit yakk percintaannya... jdi yg josh ktmu Nicole di pmkmn itu makam anak nya Ganivieve? yg dikira bayinya
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
uhhhh sedihhhhnyaaa, semangat philly 😢
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
philippa Insecure
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
ntar philly ketemu sma putrinya roland yg sekolah musik di jhosua itu
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
aduhhhh penasarannya, Riana benih Joshua?
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
phillipha kah anak geneiveve yg dicari jhosua?
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
yg gampang diingat namina cuma miya sma febian, riana
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
izin bca kak, kok sedih yak 😢
Tooney Tiya
keren
Ilan Irliana
bnyk bngt pmain'y haddeeuuhh..
Ilan Irliana
Jojo m Shandra lucu bngt...pst sllu perang mulut..hihi
Ilan Irliana
lah emnk Jojo suka celap celup gt y k..ato gmn??? msh bingung
Intan Dpw
mampir kesini tahun 2022 😁
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥: aku 2023 kak bru ktmu nih nopel😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!