NovelToon NovelToon
Dong Fangxuan

Dong Fangxuan

Status: tamat
Genre:Action / Tamat / Fantasi Timur / Iblis / Epik Petualangan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tumbal
Popularitas:464.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: lienmachan

Walaupun identitasnya adalah seorang Tuan Muda dari keluarga Dong yang terkenal di dunia kultivator, tapi Fangxuan menjalani kehidupan yang begitu sulit karena tidak memiliki jiwa martial seperti murid sekte yang lainnya.

Hidupnya terlunta-lunta seperti pengemis jalanan. Fangxuan juga sering dihina, diremehkan, bahkan dianggap sampah oleh keluarganya sendiri.

Mereka malu memiliki penerus yang tidak mempunyai bakat apapun. Padahal, keluarganya adalah keluarga terhebat nomor satu di kota Donghae.

Karena malu terhadap gunjingan orang, tetua sekte Tombak Api mengutus seorang guru untuk melenyapkan nyawa Fangxuan dengan cara membuangnya ke lembah Kematian Jianmeng.

Namun, nasib baik masih berpihak padanya. Fangxuan diselamatkan oleh seorang Petapa tua. Bukan hanya itu, Petapa tua tersebut juga mengangkatnya sebagai murid satu-satunya dan mewariskan seluruh ilmu kanuragan yang dimilikinya.

"Aku akan membalas mereka semua yang selama ini menindas ku. Tunggulah ajal kalian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lienmachan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Bab 28~Bangkitnya Raja Naga Langit

"Hei!" Xiao Mei mengejar Fangxuan ketika pemuda itu hendak masuk ke kamar.

Kepala Fangxuan menoleh dengan gerakan kaki berhenti melangkah. Tanpa berkata apapun, ia menunggu gadis itu mendekat.

Xiao Mei tersenyum sembari mengulurkan tangan. "Namaku Xiao Mei, dan kau boleh memanggilku Mei-mei!" ucapnya memperkenalkan diri.

Fangxuan melirik tangan yang terulur tanpa menyambutnya. "Lalu?!"

Melihat sikap dingin pemuda itu, Xiao Mei menjadi salah tingkah. "Umm, itu ... aku hanya ingin berteman denganmu. Apa boleh?!"

"Maaf, aku tidak datang untuk mengumpulkan teman!" tolaknya langsung.

"Eh, tapi ... Fangxuan!"

Fangxuan berhenti melangkah lagi ketika Xiao Mei menyebut namanya. "Kau sudah tahu namaku, jadi jangan menggangguku lagi!"

Gadis itu mencebik mendapat perlakuan dingin pemuda tersebut. Namun, Xiao Mei malah mengembangkan senyumnya sambil menatap pintu kamar yang tertutup rapat. "Aish, keren sekali."

Sementara di dalam kamar, Fangxuan berdecak sebal. Kenapa gadis itu memaksa ingin berteman dengannya sampai mengikuti ke kamar.

"Hei, Fangxuan. Kenapa kau tidak mau berteman dengan gadis itu? Bukankah dia sangat cantik? Sepertinya dia menyukaimu!" seloroh Longwei menggoda dari dalam tubuh Fangxuan.

"Diam kau, Longwei. Ckk, aku tidak suka diikuti."

Longwei mengeram. "Kau tidak sopan padaku. Aku ini Raja Naga Langit. Berani-beraninya menyebut namaku langsung!"

"Aku tidak peduli jika kau ini seorang Raja ataupun Kaisar. Nyatanya dirimu ada dalam tubuhku."

Longwei terdengar marah. "Haish, bocah ini. Jika aku sudah keluar dari dalam tubuhmu, akan ku cabik mulutmu itu!" erangnya emosi.

Fangxuan mencibir. "Sudahlah, aku ingin istirahat. Tapi sebelum itu, aku ingin menyerap inti monster yang aku dapatkan dari ruang dimensi."

"Eh, kau mendapatkan inti monster? Sebaiknya jangan kau serap inti monster itu!"

"Kenapa?!" Fangxuan bertanya bingung.

"Itu akan memperkuat pilar-pilar ini dan memenjarakanku selamanya," jawab Longwei.

Mulut Fangxuan hanya membulat mendengar perkataan Longwei, namun ia tak peduli.

Pemuda itu duduk bersila di atas tempat tidur, lalu merapatkan kedua tangan sembari memejamkan mata dan mulai bermeditasi.

"Fangxuan ... hei, Fangxuan! Argh, bocah sialan." erang Longwei tak dipedulikan pemuda tersebut.

Inti monster mengeluarkan cahaya, namun kekuatannya tak menembus tubuh Fangxuan, malah hilang begitu saja.

Tidak berguna!

"Sudah ku bilang itu tak berguna untukmu sebab akan mem__ argh, sialan bocah ini!" cecar Longwei karena Fangxuan tak memperdulikannya.

"Sekali lagi." Fangxuan kembali memejamkan mata.

Cahaya biru dan putih menyelimuti tubuhnya, lalu setelah itu dirinya masuk ke dalam pagoda Long Taishan.

Setibanya di sana, netra elang pemuda tersebut membelalak tak percaya melihat begitu megahnya wujud asli pagoda tersebut.

Bangunan tinggi yang memiliki tujuh tingkat dari mulai lantai dasar yang cukup besar hingga lantai tujuh yang sangat kecil. Walaupun terlihat biasa saja, tapi Fangxuan merasakan sesuatu yang sangat kuat di sini.

"Aku harus mulai dari dasar," gumam Fangxuan.

Longwei seketika memekik merasakan sesuatu. "Tunggu! Hei bocah, bukankah ini ... GROOOOAAAARRR!" Tiba-tiba saja Longwei mengaum keras hingga Fangxuan terkejut merasakan sakit di bagian dada.

"Aaarrgghhh!"

Sementara di dunia kegelapan.

Para iblis dan siluman dikejutkan dengan hancurnya sebuah bola sihir berwarna kekuningan yang ada di ruangan pusaka.

Mereka meyakini bahwa ada yang tidak beres atas kejadian ini. Sebuah tanda-tanda akan terjadi sesuatu dengan meledaknya bola sihir secara tiba-tiba.

Para petinggi kerajaan bergegas menggelar pertemuan dadakan untuk membahas masalah tersebut.

Mereka sangat mencemaskan apa yang akan terjadi jika firasat mereka benar adanya.

"Raja. Bola Sihir itu adalah salah satu benda Pusaka milik Dewi Hujan yang kita ambil saat pembantaian Istana Langit. Mungkinkah bahaya akan datang?!" tanya seorang mentri.

Yang dipanggil raja tersebut tampak sedang berpikir. "Kau benar, satu dari tujuh Bola Sihir telah hancur. Tapi, aku tidak percaya bahwa sesuatu akan terjadi!" tampik raja tersebut yang tak lain adalah Mowang.

"Tapi Baginda Raja, bukankah Dewi Hujan pernah berkata, jika suatu saat nanti Bola Sihir miliknya telah hancur satu persatu, itu menandakan bahaya akan mendatangi kita." kata siluman kerbau.

Mowang terdiam memikirkan perkataan anak buahnya tersebut. Benar apa yang disampaikan bawahannya itu, bahwa dewi hujan pernah mengatakan hal tersebut ketika mereka menyerang istana langit.

Lalu, bahaya apa yang akan terjadi jika bola sihir itu pecah?

Ini masih menjadi misteri yang harus dipecahkan oleh para iblis dan siluman di dunia kegelapan.

Ketika sedang memikirkan hal tersebut, tiba-tiba seorang siluman datang menghadap dewan kerajaan.

"Salam hormat, Baginda Raja!" Mowang menoleh ke arah siluman yang tengah bersujud di hadapannya itu.

"Katakan, apa yang membuatmu datang dengan tergesa-gesa?!" tanya Mowang.

Siluman domba itu segera berkata. "Aku ingin menyampaikan informasi penting yang didapat dari Bumi," lanjutnya kemudian.

Raja Iblis itu mengerutkan keningnya mendengar perkataan siluman tersebut. "Informasi dari Bumi? Apa kau sudah menemukan benda pusaka Kaisar Langit? Bagus, katakan di mana tepatnya benda tersebut!" Mowang berkata tak sabar.

"Maafkan hamba, Raja. Sebetulnya kedatanganku bukan untuk melaporkan perihal benda pusaka, melainkanl ...!" ucapannya langsung terhenti karena tubuhnya terpental jauh ke belakang hingga menabrak dinding yang keras.

Baaakkkk

"Argh!"

Semua siluman seketika langsung berdiri melihat rajanya berdiri dengan amarah yang meluap. Tangannya menggantung di udara setelah menghempaskan siluman tadi dengan kekuatannya.

"Beraninya kau datang kemari tanpa membawa kabar baik! Menurutmu, kabar penting apa selain benda pusaka Kaisar Langit, hah?!" bentaknya dengan nada tinggi.

Siluman domba berusaha bangkit lalu menunduk kembali. "I-Itu Yang Mulia, aku merasakan tanda-tanda kebangkitan Raja Naga Longwei." tuturnya terbata.

"Apa?"

Brak

Meja di depannya hancur seketika setelah Mowang memukul keras dengan tangannya. "Longwei bangkit? Tidak mungkin!"

"Tapi itu benar, Yang Mulia Raja. Aku merasakannya walaupun kekuatan itu masih cukup lemah."

Mowang terdiam mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia tidak percaya jika raja naga itu kembali bangkit setelah seribu tahun lamanya dinyatakan hilang.

Setelah pertempuran besar-besaran itu, ia tidak tahu bagaimana nasib para dewa yang dibantainya. Seharusnya Mowang memastikan terlebih dahulu jika dewa-dewi sudah tewas semuanya sebelum meninggalkan istana langit.

Apa mungkin dia tidak mati dan berada di sebuah tempat persembunyian?

Argh, memikirkannya saja membuat Mowang sakit kepala.

Setelah terdiam cukup lama, Mowang pun menatap marah siluman pembawa kabar tersebut. "Karena kau datang kemari membawa kabar buruk, maka kau harus mati."

Seluruh tubuhnya mengeluarkan api yang kemudian berpusat di tangannya. Lalu, api itu membentuk sebuah bola cukup besar yang kemudian ia lemparkan ke arah siluman domba tadi.

Melihat kekuatan dahsyat tertuju ke arahnya, siluman domba pun berdiri sembari melambaikan tangan ketakutan. "Tidak Yang Mulia Raja, maafkan aku ... aku ... tidak ... tidaaaaaaakkk!"

Wuuussshhh

Siluman tersebut langsung terbakar dan menjadi abu setelah terkena bola api yang dikeluarkan raja iblis Mowang.

"Rasakan itu!" ucapnya masih tak puas.

Setelah menghanguskan bawahannya, mowang kembali duduk dengan ekspresi yang sulit diartikan. Amarahnya masih terlihat dari wajah mengerikan iblis tersebut.

Cukup lama terdiam, ia pun berkata penuh ketegasan. "Utus dua siluman terkuat untuk mencari informasi lebih lanjut. Ingat, aku tidak menerima kabar buruk apapun dari kalian!"

...Bersambung .......

1
Abiyyu Sultan
sepertinya anda kurang ngopi🤭🤭
Atang Priatna
nanti bikin tokoh namanya thor lu eblek .
Atang Priatna
thor xi tong itu 2marga xi yuqi pebulutangkis cinakan, tong phu, tong eng tunama cina contohnya thor ma,af bukan menggurui
Machan: othor mah nggak tau itu nama pebulutangkis🙏 nama tokoh dan tempat serta nama" lain yang aneh dibaca itu hasil dari translet indo-china mulai dari bunga, hewan, daun, dsb. makanya mungkin terkesan aneh untuk dibaca karena itu hasil imajinasi othor sendiri.

makasih lho atas kritik dan sarannya🙏☺️
total 1 replies
Atang Priatna
marga nama cina mungkin ribuan tanya thor dugele
Atang Priatna
sialan sianjing, ntar ada sibagong, sibabi dan lain2 sialan ini autho kesusahan amat tuk mencari nama2 dengan identik cina hahah lihat atuh novel khopingho jiplak ajah nama2nya.
Machan: aduh, othor mah memang sengaja nyari nama yang beda aja bukan kesusahan cari nama soalnya nama China bisa Gugel😳
total 1 replies
Atang Priatna
tdk elok ini cerita dialog ci mc dengan cikembar nyelilip ada nama xi alan kelihatan ini novel saduran x ya
Machan: maksudnya sanduran itu apa ya?
total 1 replies
Atang Priatna
hahah cerita novel ini banyak loncat2 dan bodohnya si mcnya kok kalah oleh cikmbar gimana thor
Machan: bukan loncat" kak, memang sengaja kasih plot twist dan kekuatan MC belum keluar aja☺️
total 1 replies
Jaka tingkir
athor kenapa gax apdet lagi ceritanya ditunggu malah hilang/Right Bah!/
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
total 1 replies
Anton Setiawan
Hukuman yg di inginkan Chu Qian dong kalo begitu...
Machan: begitulah😅😅
total 1 replies
Anton Setiawan
Walaupun di awal sulit di cerna jalan ceritanya, tp belakangan assik jg ceritanya..
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Anton🥰
makasih juga saweran giftnya🤗 sehat dan bahagia selalu untukmu🙏
total 1 replies
Yanka Raga
Bantaaaii 😡
Himawan Wawan
Luar biasa
Machan: terima kasih bintang 5 nya, Om Wawan🥰🤗
total 1 replies
Umar Muhdhar
3
Machan: 😜😜😜😜😜
total 1 replies
Umar Muhdhar
q
Umar Muhdhar
b
Umar Muhdhar
4
Umar Muhdhar
h
Umar Muhdhar
e
Umar Muhdhar
t
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!