Adriana Kirana Ramadhani tidak menyangka bahwa jodohnya adalah Arthur Arjuna Ramadhana. Padahal Akira(panggilan Adriana Kirana Ramadhani) sangat ilfil pada Juna yang tak lain adalah orang sekantornya.
Memang benar pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran Soko kulina. Yang artinya karena sering bertemu akhirnya jadi cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arnie_bebe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dipecat
Kini hari dimana Akira sudah kembali masuk kerja, banyak kerjaan yang menumpuk karena ditinggalkan selama dia sakit.
" Semangat Akira, waktunya berangkat " ucap Akira sambil menyalakan motornya.
Disisi lain
" Oh ya, hari ini Akira sudah mulai masuk kerja ya. Kasih semangat ahhh, biar kerjanya selalu bahagia " ujar Juna sambil mengetik pesannya.
💌 " Pagi Ra, semangat kerjanya ya 💪💜😊 "
" Semoga dia membacanya " gumam Juna.
Sampai di kantor Akira di panggil oleh seseorang.
" Akira!!! "
" Eh, Bu Tika. kenapa Bu? "
" Harusnya aku yang tanya, Akira katanya habis kecelakaan yaa? " tanya Bu Tika.
" Emmm iya, tapi cuma lecet aja kok "
" Pantesan semingguan gak ada lihat kamu, aku denger-denger temanmu ya yang jahatin kamu "
" Ibu denger gosip dari mana, nanti jatuhnya fitnah loh! "
" Fitnah apanya, orang sudah pada tau kok tentang kejadiannya "
" Hah sejak kapan? perasaan yang tau cuma satu divisiku saja "
" Panjangnya jalan masih panjang mulut orang Akira, jadi jangan heran gosip beginian gak cepat nyebar "
" Astaga, gimana nih kok bisa bocor sampai ke divisi administrasi sih. Apalagi sampai Bu Tika tau berarti jangan-jangan satu kantor sudah tau " batin Akira.
" Si Ria ya yang celakain kamu, untung dia sudah di pecat tepatnya di depak meskipun begitu dia bilang kalau dia yang risign padahal dia yang sudah ditendang "
" Sejak kapan dia gak masuk kerja Bu Tik? "
" Sepertinya sejak dia habis di sidang sama Presdir deh, tapi entahlah aku juga gak pernah lihat lagi semenjak kamu cuti "
" Huftttt..... padahal hari ini baru mau bahas dengan pak Bobi "
" Percuma, pak Bobi mana berani mempertahankan orang model kaya Ria "
" Tetap saja aku kasihan sama dia Bu " ucap Akira.
" Bebeb welcome back..." ujar Dina sambil memeluk Akira.
" Apaan sih Din, lebay amat kayak gak pernah ketemu saja " gerutu Akira.
" Namanya juga kangen, ya gak Bu Tika? " ucap Dina.
" Din, jagain tuh temenmu! sapa tau ada yang jahat lagi " ujar Bu Tika.
" Siap Bu, selama masih di jangkuan saya tenang saja iya gak beb "
" Ya lah itu, terserah kamu aja Din "
" Masuk yuk, bentar lagi bos kalian datang. Ibu duluan ya...ingat pesanku tadi "
" Beres Bu Tika " ujar Dina sambil mengacungkan jempol ke ke Bu Tika.
Setelah kepergian Bu Tika Akira penasaran siapa yang membocorkan masalahnya ke divisi lain.
" Din, aku mau tanya kok bisa...." Dina langsung memotong pembicaraan Akira.
" Stop, ayo kita ke rooftop kerena disini terlalu banyak orang " ujar Dina sambil menarik tangan Akira menuju rooftop.
" Eh kalian mau kemana? " tanya Frans yang baru saja datang.
" Husttt... diam saja!, kalau dicari pak Sam bilang aku diatas "
" Okay, siap laksanakan! "
" Good boy " ucap Dina sambil berlalu meninggalkan Frans.
" Din, cerita dong?? " bujuk Akira karena penasaran.
" Huffftttttt.... semua kacau begitu saja, tidak sesuai rencana "
" Kok bisa? "
" Ceritanya, kemarin pas karyawan semua sudah pulang pak Bobi dan pak Sam meeting soal Ria. Apakah mau di pecat atau di pindah ke pelosok? "
" Teruss? "
" Sabar nih juga lagi cerita, pak Bobi dan pak Sam mengira Presdir kita sudah pulang ternyata dugaan mereka salah. Kamu tau secara tidak sengaja Presdir mencari pak Bobi karena ingin mengajak ketemu Klien penting. Dan saat ke ruangan pak Bobi Presdir secara tidak sengaja mendengar percakapan mereka tentang Ria alhasil pak Presdir marah kenapa tidak menginfokan kepadanya ada masalah penting. Yahh terjadilah perdebatan sengit, dan puncaknya Ria di pecat secara tidak terhormat bahkan surat pengalaman kerja tidak dibuat dan parahnya lagi tidak dapat pesangon plus gaji bulan kemarin tidak dibayarkan. "
" Oh my, sampai gajipun di tahan kasihan Ria " ucap Akira.
" Itu masih untung, hampir saja Presdir mau melaporkan masalah ini ke polisi "
" Astaga, tidak heran sih karena begitulah watak Presdir KEJAM "
" Untungnya pak Bobi melarangnya karena bisa memperburuk citra perusahaan kita "
" Padahal aku tau itu hanya alasan pak Bobi untuk menolong Ria, semoga saja Ria bisa menjadi manusia lebih baik lagi. "
" Mudahan saja, menurutku itu sudah impas dengan apa yang dia perbuat. Anggap saja karma untuknya, agar tidak egois dengan seenak jidatnya melukai orang " ujar Dina.
" Woyyy Kalian berdua dicari pak Bobi " ujar Frans.
" Duhhh ******, jangan bilang karena kita kelamaan disini " gumam Dina was-was.
" Sudah, ayo ke bawah lagi pula pak Bobi gak pernah marah-marah paling langsung pecatt wkwkkwkwkw.... " ledek Akira.
" Sama kamu gak pernah dimarahin, tapi sama aku sering "
" Itu mah derita mu " ujar Akira sambil berjalan ke dalam kantor dengan Dina.
tok tok tok
" Iya masuk "
" Bapak panggil kita berdua? " tanya Dina ragu-ragu.
" Akira saja kok! "
" Dasar Frans bocah tengik" batin Dina.
" Pak Bobi panggil saya ada apa ya? " ucap Akira.
" Duduk dulu "
" Oh iya saya pamit dulu pak, maaf sepertinya salah paham gara-gara si Frans. Ya sudah saya permisi " ujar Dina sambil menutup pintu ruangan pak Bobi.
" Akira, sepertinya kamu sudah mengetahui berita tentang masalahmu lebih tepatnya di Ria. Maaf gara-gara saya dengan pak Sam semua jadi terbongkar "
" Sudahlah pak Bobi, semua sudah terjadi. Lagi pula saya sudah ikhlas dan semoga tidak terjadi kejadian yang saya alami, untuk soal apa tidak bisa dibantu soal gajinya? "
" Saya sudah bilang ke Presdir tapi malah akan mengancam menjebloskan dia ke penjara, jadi saya mengalah saja "
" Trus si Ria tidak komplain? "
" Dia menyetujui begitu saja tanpa membantah, mungkin itu sudah jadi resikonya "
" Sepertinya kalau sudah Presdir yang turun tangan kita tidak bisa berbuat apa-apa "
" Itulah kenapa saya memanggil Akira, agar tidak salah paham dengan saya "
" Saya tau pak Bobi sudah melakukan semaksimal mungkin, ya sudah pak saya pamit ke area kerja kalau tidak ada hal lagi yang dibicarakan " ujar Akira.
" Silahkan Akira, terimakasih untuk waktunya "
" Sama-sama pak " ucap Akira sambil berdiri dari kursinya hendak pergi ke tempat kerjanya.
" Beb, gimana " ujar Dina tiba-tiba muncul di belakang Akira.
" Astaga.., ngagetin saja kamu sih Din! " ujar Akira .
" Hehehe maaf, habis penasaran jadi tungguin kamu di sana " ujar Dina sambil menunjuk Ruang CCTV.
" Dasar kamu tuh Din, curiga ada hubungan ap kamu sama mas..."
" Hussttt diam, gak usah bergosip ! ujar Dina sambil membekap mulut Akira.
" Baiklah, nanti aku tanya sendiri sama orangnya " ledek Akira.
" Ehh ingat kamu masih hutang cerita tentang si pemberi kue macaron "
" Kok jadi aku, mengalihkan pembicaraan hufttt..... " gerutu Akira.
Sesampai di meja kerjanya, Dina masih kepo tentang Akira.
" Beb, cerita dong..? "
" Tapi janji ya jangan sampai bocor mulut lemesmu "
" Siap bosku " ujar Dina antusias.
Bersambung
lm bngt next mu thooooooorrr
next dong
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu