NovelToon NovelToon
Welcome Back Cecil

Welcome Back Cecil

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Bullying di Tempat Kerja / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:347.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Cecil si wanita lemah ditemukan meninggal di sebuah gudang yang terbakar. Ternyata sebelum gudang dibakar, Cecil sudah diperkosa oleh seorang pemuda tak dikenal. Siapa sangka, Cecil malah terlahir kembali. Cecil memiliki semua ingatan di masa depan dan tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Cecil pun merencanakan membalas semua teman-teman yang membullynya sampai membuatnya harus meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Tikus Bodoh

Cecil

Aku kembali berada di tempat berbeda. Di taman belakang sekolah. Suasana sangat sepi, tebakanku semua siswa sedang belajar. Lisa nampak sedang emosi. Ia memutarkan rekaman suara di ponsel tersebut pada Leon.

"Neng Lisa, Bapak melihat berita anak hilang di jalan. Anak itu sudah beberapa hari tak ditemukan. Apa anak itu yang Neng Lisa tabrak?" Suara Papa terdengar gelisah.

"Kenapa Bapak mengurusi hal itu sih? Sudahlah, jangan ikut campur. Banyak anak hilang di jalan dan tak ada yang mencari. Jangan lebay ah!" balas Lisa.

"Neng, kenapa tidak jujur sama Papa Neng Lisa saja? Papa Neng Lisa pasti bisa membantu. Kalau Neng memang mau bertanggung jawab, hidup Neng Lisa akan tenang. Jangan terus menyembunyikan semua ini Neng. Jujur lebih baik," bujuk Papa lagi.

"Pak, jangan sok menasehatiku ya! Aku mau hidup seperti apa, itu urusanku! Sudah sana, cuci mobil! Pembantu itu tugasnya nurut sama majikan, jangan sok suci dan ceramah majikan deh!" balas Lisa dengan nada ketus.

"Tapi Neng, Bapak tak bisa diam saja melihat Neng berbuat dosa. Mau Bapak yang bicarakan dengan Pak Anggada?" Lisa mematikan rekaman suara dari ponsel miliknya.

"Kurang ajar dia. Berani sekali mengancammu!" Leon nampak emosi mendengar isi rekaman suara yang Lisa putarkan. "Kamu sih melarangku malam itu. Kalau aku lenyapkan dia, pasti masalah kita kelar. Beres. Tak ada yang berani mengancam kita kayak sekarang!"

"Aku tak tahu kalau si tua bangka sialan itu akan berani mengancamku! Aku bukan melarangmu, aku hanya tak mau kita berbuat dosa lagi," kata Lisa dengan kesal.

"Lalu kamu berharap ia akan tutup mulut selamanya gitu? Orang miskin seperti dia akan mengancam kita demi mengenyangkan isi perutnya sendiri. Jangan berharap lebih kecuali kita bisa memenangkan pertarungan ini darinya!"

"Memenangkan pertarungan? Bagaimana caranya?" Lisa terlihat tertarik dengan ide Leon.

"Kita rusak anaknya. Berani ia mengancammu lagi, kita habisi anaknya!"

Lisa menatap Leon dengan lekat. Kali ini rupanya Lisa setuju dengan ide gila Leon. "Oke. Kita kasih pelajaran dua tikus yang sudah mengganggu kita. Sore ini, biarkan dua tikus itu saling membunuh satu sama lain."

"Setuju! Biar aku yang memancing si tikus bodoh dan kamu memancing si tikus licik itu sesuai rencana awal kita." Lisa dan Leon lalu pergi meninggalkan taman.

Dua tikus? Siapa? Aku menatap Black yang sedang memainkan kuku-kukunya. "Black, dua tikus itu siapa?" tanyaku.

"Menurutmu tikus apa yang bodoh?" tanya balik Black.

"Kamu ngajak aku main tebak-tebakkan?" tanyaku balik.

Black menghela nafas dalam. "Susah bicara sama tikus bodoh!" Black lalu menghilang.

"Tikus bodoh? Maksudnya aku? Heh, Black, tunggu, mau kemana kamu?" Bukannya menjawabku, Black kembali membuatku berada di tempat berbeda. Aku berada di depan pabrik, tepat di saat Leon pamit karena Mamanya jatuh di kamar mandi.

"Black! Black!" Aku kembali memanggil nama Black.

"Apa?" kata Black yang tiba-tiba muncul entah darimana.

"Bisa skip adegan ini? Aku sudah tahu ceritanya. Tolong percepat sampai adegan Egi, bisa?" pintaku. Aku tak sanggup melihat diriku kehilangan mahkota untuk kedua kalinya.

Black kembali geleng-geleng kepala. "Dasar manusia bodoh, sudah bodoh, banyak permintaan lagi!"

Meski menggerutu, Black tetap mengabulkan permintaanku. Aku kini melihat Egi yang berusaha keluar dari celah kecil. Ternyata Egi tidak bohong, ia benar ingin menolongku dari api yang mulai membesar. Ia ingin kembali lagi ke dalam dan ledakan besar terjadi. Egi terpental tak sadarkan diri.

Aku menutup mataku. Tak kuasa membayangkan kalau saat itu aku sedang meregang nyawa. Aku sudah meninggal andai aku tak reinkarnasi. Tanpa sadar air mata sudah memenuhi mataku.

Black tak meledekku. Ia membawaku pindah ke tempat berbeda. Kali ini aku kembali berada entah dimana, sepertinya di sebuah rumah kosong tak jauh dari pabrik. Dengan mata yang masih basah dengan air mata, aku mencari Lisa. Aku mau tahu bagaimana keadaan dirinya. Lisa ada di halaman belakang rumah. Ia nampak gemetar ketakutan. Leon ada di sebelahnya untuk menenangkan Lisa.

"Bagaimana ini, Leon? Kita sudah membunuh Cecil!" kata Lisa dengan suara berbisik menahan rasa takutnya.

"Sst! Tenanglah. Ini justru bagus. Kita sudah menghilangkan satu tikus dan tikus yang lain menjadi pelakunya. Kamu harus tenang. Tikus yang satu lagi akan membuat kamu diinterogasi polisi. Katakan saja kalau kamu tak tahu apapun," kata Leon.

"Polisi tak akan percaya padaku. Banyak barang bukti di TKP. Aku pasti akan ketahuan!" Lisa terlihat panik.

"Tenanglah. Kamu pikir aku membakar gudangmu tanpa perencanaan sebelumnya?" Leon memutar rekaman CCTV kejadian di gudang. "Aku juga sudah membayar orang untuk mengedit CCTV tersebut. Kamu aman, tenanglah. Kini saatnya kita menghabisi hama pengganggu itu!"

Kurang ajar! Jadi mereka sudah merencanakan menghabisi nyawaku dan menjebak Egi.

"Gimana? Sudah tambah emosi?" tanya Black.

Aku menatap Black yang terlihat begitu santai. Ia melipat kedua tangannya di dada dan menatapku yang pasti terlihat begitu syok mengetahui rentetan kejadian yang sebenarnya.

"Aku tak sangka mereka sejahat itu, Black," ucapku pelan.

"Ya ... itulah manusia. Terkadang lebih jahat dari setan, apalagi kalau mereka sudah berambisi akan sesuatu."

Aku kini duduk lemas di lantai. Secara tiba-tiba aku sudah kembali berada di dalam kamarku. "Kasihan Papa. Pasti Papa merasa bersalah atas kematianku."

Rasanya dadaku sangat sakit membayangkan kalau aku meninggalkan dunia ini dengan rasa bersalah yang besar dalam diri Papa. Sekarang, tanda di lenganku sudah hilang. Aku akan selamat, Papa tak akan sedih. Lalu bagaimana dengan Egi?

"Black, Egi bagaimana? Apa Egi akan tetap meninggal?" tanyaku pada Black yang masih berdiri di kamarku. Black dengan santainya duduk di atas meja belajarku seraya menatap pemandangan dari luar jendela kamarku.

"Kalau memang tanda itu masih ada, tak akan ada takdir yang berubah."

"Lantas kenapa aku bisa selamat? Apa karena Papa Anita tak jadi berada di posisi Papaku?" tanyaku lagi.

"Mungkin," jawab Black singkat.

"Black, please. Kalau bukan Papa Anita yang ada di posisi Papaku, apa ada orang lain yang menggantikan posisinya?" desakku lagi.

"Aku tak mau jawab. Cari tahu saja sendiri."

"Tunggu, Black!"

Terlambat. Black menghilang tanpa menjawab pertanyaanku.

****

1
bakpao
/Good//Good/
🍒⃞⃟🦅𝐂𝐇𝐋𝐎𝐄
kerenn
Putri Dhamayanti
semprulll 🤣🤣🤣🤣🤣
Putri Dhamayanti
apa si Egi jg balik ke masa lalu keq Cecil??
DG s
ceritanya bagus👍👍
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
the end nih cerita nya 🤭
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
andai kan bisa kembali ke masa lalu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ternyata black gak pergi tapi kehilangan kekuatan nyaa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kasian sekali Cecil masih koma
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tau dari mana ya kalau Leon mau membunuh egii
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
makasih black udh nyelamatin Cecil,,tapi egiii ......
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
bahaya bngtt km cil
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pngn sekali aku tabok si Leon jahatt bnr ikhhh
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pntsn aja si lucky gampang terpancing ternyata begituuu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
akhirnya Cecil minta bantuan jugaa smaa papah
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja rencana Leon gagal
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
udh gila tuh si leon
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ko aku yg deg²n pdhl kan si Egi yg ketahuan
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kan keceplosan knp harus ceroboh sih cil
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pinter banget km cil,,mngkn gara² si black yaa 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!