sekuel dari novel KEPEDIHAN
Tere Anderson, adik sepupu dari Ziko Anderson, karena kekejamannya di masalalu, Tere dikirim ketempat terpencil, dimana tempat anak buah Ziko tinggal, dia diberi hukuman atas segala perbuatannya, Agar tidak pernah melakukan kekejaman dimasa yang akan datang, namun siapa sangka ditempat yang baru Tere di dampingi oleh pria yang selama ini menyiksanya, bahkan orang yang dengan tega menghancurkan hidupnya, namun karena kebencian dan ketakutan Tere padanya, Tere lebih memilih bungkam.
Jay Kusuma, dia sejujurnya sangat tidak suka diperintah untuk merubah perilaku Tere yang menurutnya tidak punya etika sama sekali, namun ketika Jay mengingat perbuatan Tere, dia bersemangat untuk memberi pelajaran pada wanita tidak punya sopan santun itu.
bagaimana kisah keduanya, yuk kita simak bersama
happy reading 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS-28
"Omong kosong!" Jay berbalik dan sedikit menjauh dari Tere, bayangan tetang Tere yang tersenyum pada Pria lain tadi masih membuatnya marah, apa lagi pria itu dengan bebas memegang tangan wanitanya, alih-alih menjawab pertanyaan Tere, Jay justru memikirkan kejadian dikantin, bagi Jay pertanyaan Tere tidak perlu iya jawab.
Wanitanya? Jay merasa geli mengingat itu, namun meskipun huhungan Jay dan Tere hanya sebuah kertas, tetap saja, Jay tidak akan terima jika selama itu miliknya, disentuh pria lain, dan dia masa bodoh dengan perjanjian untuk tidak mencapuri urusan pribadi masing-masing, yang dia tahu, selama Tere menjadi miliknya maka tidak ada yang boleh mengusiknya.
Tere terus menunggu jawaban Jay, namun nihil, karena Jay sama sekali tidak memberikan jawaban atas pertanyaannya itu, dia lesu, sampai sekarang masih tidak tahu kenapa Jay begitu membencinya, yang pasti ini bukan karena Nisa, pikir Tere, dia kehilangan sosok hangat selama ini.
Ketukan pintu menyadarkan lamunan Jay, dia segera bersuara, sehingga tidak lama Dio masuk dengan raut yang tak terbaca, dia membisikkan sesuatu ditelinga Jay, sehingga pria itu mengetatkan rahangnya.
"Kurang ajar! Berani sekali mereka mencari masalah denganku! Lihat saja nanti, setelah ini kita akan pergi kesana, dan kamu tahu kan, apa yang harus kamu lakukan!" masalah Tere belum usai, dan kini justru datang masalah baru, sepertinya ini saat yang tepat melapiaskan amarahnya pada seseorang yang mencari masalah dengannya, namun sebelum dia melakukan itu, dia akan menyelesaikan masalahnya dengan wanita dibelakangnya ini dulu.
Dio mengangguk, Dia tahu maksud tuannya itu, setelah melihat senyum sinis dari Jay, Dio kenal betul seperti apa bosnya ini, Dio segera berlalu dari sana, setelah menyampaikan apa yang harus segera dia sampaikan, tidak perlu menunggu di usir, karena dia sadar, didalam sana ada istri bosnya, meskipun dia tidak tahu akan melakukan apa antara keduanya, mengingat bosnya tadi marah besar disaat berada dikantin.
Jay berbalik dan kembali menatap Tere, terlihat wanita itu masih menunduk dan memainkan kedua jarinya, ini yang tidak Jay suka dari sikap Tere sekarang, wanita itu tidak lagi seceria waktu masih remaja dulu, yang selalu ngoceh ketika ada yang membuatnya kesal, ada apa sebenarnya dengan wanita ini, dia melihat sebuah beban dalam wanita itu, apa mungkin karena dia menghukumnya, atau yang lain, padahal baru saja wanita itu menatapnya dengan menantang, namun lihatlah sekarang.
Bahkan wanita didepannya ini berubah 100% dan itu membuat Jay penasaran, biasanya dia paling pintar dengan hal seperti ini, tapi entah kenapa untuk Tere dia tidak menemukan jejak apapun, "akkk!" Tiba-tiba Jay berteriak, dan mengusap wajahnya kasar, sehingga Tere terkejut, dia mengangkat wajahnya, dan padangan itu bertemu dengan mata tajam pria didepannya ini.
Tere segera mengalihkan pandangan ketika Jay menatapnya dengam tajam, Jay berjalan mendekat dia, mengangkat dagu Tere dengan jarinya, sehingga tatapan keduanya bertemu, "katakan padaku, pria mana yang sudah menodaimu 7tahun yang lalu!" Terdengan ada kemarah dalam suara pria itu, rahangnya yang mengetat membuat Tere gemetar melihatnya, dia tahu pria didepannya ini sedang memendam amarah, tapi kenapa, masak masih tentang Ricky.
"Lepaskan kak" Tere berusaha melepas tangan Jay yang membelit pinggangnya, dia tidak bisa seperti ini, dulu dengan Reno dia biasa saja, namun dengan Jay dia tidak nyaman, apa lagi keadaan mereka sangat intim, dimana Jay menunduk dan nafasnya menerpa kulit leher Tere yang mulus, sehingga membangkit gairah wanita itu, apa lagi jambang halus jay sedikit mengenai kulit putihnya.