NovelToon NovelToon
Gara-Gara PINJOL

Gara-Gara PINJOL

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Tamat
Popularitas:152.6k
Nilai: 5
Nama Author: rehuella

Aundy Saesya Baghaskara, gadis 25 tahun yang sedang dikejar-kejar tagihan pinjaman online. Berusaha keras menutupinya dari keluarga.

Hari itu rumahnya kedatangan Hugo Kresnajaya yang berniat menagih hutang. Akan tetapi Aundy justru mengenalkan Hugo sebagai kekasihnya, demi menutupi fakta yang terjadi.

Permasalahan semakin rumit saat Hugo paham dengan benar mengenai latar belakang Aundy. Membuat hubungan keduanya semakin terikat dan berakhir di pernikahan.

Trauma yang pernah dialami dan tidak sukanya dengan hubungan casual membuat keduanya menciptakan beberapa perjanjian pernikahan. Akankah keduanya saling memegang komitmen itu, atau mereka akan tetap jauh, seperti jarak Malang-Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hugo - Kelar

"Mas Hugo, masa lalu itu kan milikmu. Tapi kalau memang kamu tidak keberatan. Dan sepenuhnya percaya kepada saya, tidak masalah! Saya juga dulunya pernah melakukan kesalahan kok. sekarang pun masih juga! Manusia mana sih yang nggak pernah berbuat salah. Kesalahan adalah pelajaran hidup. Dan kalau kita mau lebih baik kita wajib belajar dari kesalahan itu."

Sudah ribuan kali telingaku mendengar ucapan dengan makna yang sama. Nyatanya, itu adalah hal sulit untuk aku ubah. Bukan berarti tidak mau! Mungkin, karena selama ini tidak ada yang mengarahkan aku menuju jalan yang lebih baik. Jadi, terkadang ego lebih berkuasa untuk melakukannya. Termasuk pengendalianku terhadap Audrey.

Dulu, ada Sulis yang menjadi orang paling kupercaya, menjadi panutan, sampai tingkahnya, pekerjaannya aku ingin jadi seperti dia. Seorang papa yang sering kali kubanggakan di depan orang banyak. Aku seperti mendewakannya, karena dia terlihat begitu sempurna.

Namun, semua hancur setelah aku tahu, jika di belakang kami, dia memiliki wanita idaman lain. Mengingat itu, kadang membuatku takut untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Aku takut akan menyakiti pasangan, yang berimbas seperti mama, atau hal buruknya mereka yang akan menyakitiku di saat aku benar-benar jatuh padanya.

Dan kupikir, Audrey memiliki pemikiran yang sama denganku. Tidak menyukai hubungan yang terikat. Faktanya baru di usia 35 tahun Audrey melepas masa lajang. Karena sesungguhnya dia juga menunggu kepastian dariku. Aku bodoh, aku yang tidak peka terhadap apa yang kurasakan. Tapi, setelah sadar, semuanya terlambat karena dia memilih hidup bersama pria lain.

Kupandang sejenak pria di depanku. Aku tahu dia menyayangi putrinya, pasti tidak akan rela dan ikhlas menyerahkan Aundy padaku, setelah tahu seluk beluk tentangku.

  "Setelah saya berpikir ulang. Aundy terlalu sempurna untuk saya." aku sempat berpikir memperbaiki semuanya, tapi setiap malam masa lalu seburuk apa diriku terus saja menghantui. "Saya merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping Aundy," imbuhku pelan.

  "Maksudnya? Apa selama ini dia terlalu banyak menuntut?"

  "Bu—bukan. Saya kan sudah menjelaskan, masalah sebenarnya itu datang dari dalam diri saya, bukan dari Aundy!" Aku berusaha meraih korek gas di atas meja sebagai alat mengusir grogi. "Belum lama kira-kira tiga tahun yang lalu, Pak, saya baru keluar dari pusat rehabilitasi nar koba. Menurut saya, itu kondisi paling buruk yang pernah saya alami. Dan mungkin bakalan sulit diterima oleh orang tua manapun. Sekalipun saya tidak lagi menggunakan barang haram itu." aku menelan ludah kasar saat melihat ekspresinya. Lebih ke arah shock. "Bisa, jangan dipotong dulu, Pak?" mintaku saat menyadari dia hendak bersuara. Aku siap menerima perlakuan apapun setelah mengatakan ini. "Ada satu perempuan namanya Audrey. Mulanya saya hanya menitipkan Mama saya selama masuk rehabilitas. Tapi setelah keluar, dia tetap setia di samping saya."

  "Kami berdua terjerat hubungan friend with benefit. Saya akui kesalahan saya dan memang saat itu tidak pernah kepikiran untuk menikah dengan siapapun. Jadi, kami selalu bermain-main untuk kesenangan dan hiburan di tengah lelahnya bekerja."

  "Hugoo!"

  "Saya belum lama mengenal Aundy. Hari itu, saya datang karena ada kepentingan. Tapi, sebenarnya saya tidak menyalahkan bapak! Keadaan hari itu seolah menyudutkan saya yang harus menikah dengan Aundy!" Satu tarikan napas dalam kulakukan sembari mengingat kejadian hari itu. "Aundy sama sekali tidak mengenal saya! tidak tahu siapa saya dan bagaimana kehidupan saya sebelum kami bertemu. Saya yang hampir gila, saya mengambil untuk menikmati barang haram itu, saya yang terjerat SE KS bebas dengan teman sendiri. Dia tidak tahu itu. Sampai semalam ...." ternyata suaraku juga bisa habis mengatakan kemalangan yang pernah kulakukan.

"Ada apa dengan semalam?!" tanya ayah Sabda, pandangannya begitu menuntut supaya aku mau berkata jujur.

"Semalam, Audrey mengaku hamil."

Tahan, marahnya! Aku belum selesai bicara.

"Bukan hanya saya, Audrey pun bingung benih siapa yang sekarang tumbuh di rahimnya. Awalnya, saya ingin meminta Aundy untuk menunggu, setidaknya sampai saya bisa membuktikan kalau janin itu bukan anak saya. Tapi, Aundy tidak memberikan kesempatan itu. Saya paham masa lalu saya sulit diterima oleh siapapun. Sebulan ini, hampir setiap malam, saya berpikir untuk tidak jatuh cinta padanya, karena saya yakin kalau dia tahu semua masa lalu saya, pasti jalan perpisahan yang akan kami lalui."

  "Sebenarnya tanpa diminta pendapat pun, pasti orang tua akan meminta langsung bercerai. Tapi, saya juga ingin menjelaskan kalau kami pisah itu bukan karena Aundy yang banyak nuntut. Tapi kesalahan yang ada di diri saya. Aundy gadis baik-baik, dan saya merasa sama sekali tidak layak untuknya."

  Saat aku berusaha menatap matanya, aku melihat cristal bening sudah menggenang di pelupuk matanya. Aku bisa melihat bagaimana pria itu berupaya keras supaya tidak turun menggenangi pipi.

  "Benar sih, kamu pintar dalam hal menebak!" ucapnya, sambil memalingkan wajah ke arah pintu. "Tapi, mungkin di sini aku yang paling bersalah atas hubungan kalian. Mungkin kalau hari itu Brandon tidak teriak, dan mengatakan pacar kak Ody datang. Alurnya akan berbeda. Sebelumnya, Aundy mengakui sudah memiliki kekasih, dan kami menganggap kamu yang datang itu benar kekasihnya."

  Aku tersenyum tipis. Meletakan kembali korek gas di tanganku ke atas meja. "Selanjutnya, saya kembalikan Aundy ke Bapak. Maaf kalau belum sempat memberi nafkah apapun pada Aundy. Maaf kalau mungkin kehadiran saya hanya meninggalkan luka di hati Aundy."

  Lirikannya langsung menajam ke arahku. Semoga dia tidak menyimpan dendam atas sikapku.

"Semoga ... setelah ini, Aundy mendapat jodoh yang terbaik." Kenapa rasanya berat sekali untuk melanjutkan ucapanku? "Saya pamit ya, Pak. Cuma itu yang bisa saya ceritakan. Tolong untuk sementara jangan menanyakan apapun ke Aundy. Fakta kemarin cukup membuatnya sedih, sebenarnya saya ingin menemaninya. Tapi setelah dipikir lagi, kehadiran saya hanya akan membuatnya semakin membenci saya."

  "Terus kamu mau ke mana?" tanya pria itu mencegah gerakanku yang hendak beranjak dari kursi.

  "Mau kembali ke Jakarta, Pak. Menjalani hidup seperti semula. Ada mama saya yang selalu menunggu saya datang," jawabku pelan.

  "Terus kalau mamamu pergi? Kamu akan mencoba untuk bunuh diri lagi?"

Pertanyaannya cukup menohok. Bahkan aku belum pernah memikirkan sampai ke sana. Benar sih, selama ini aku bertahan untuk menemani mama. Kondisi mama yang membuatku semangat untuk kejar target, karena setiap keringat atau kecapan bibir bernilai rupiah untuk membeli obat untuk mama. Terus kalau mama udah nggak ada, apa yang akan kulakuin? Sebulan ini memang ada Aundy. Yang membuatku memikirkan untuk over target biar bisa memberi nafkah untuknya. Semuanya memang berhasil kulakuin. Tapi gaji belum keluar, hubungan sudah kelar.

1
Mira Hastati
bagus
jumirah slavina
walaupun pendek tp cerita'y menarik.
semangatttttt bikin karya..
jumirah slavina
wow..
anak yg d'ajak ngobrol umur 25.. istri'y msh menyusui Adik'y..
k'inget yg kpn hari viral Abang Adik..
Abang'y umur 23 Adik'y umur 2th..
semangatttttt Thor
Levha
👍👍👍
Esther Lestari
Wildan cemburu tuh...ke club ribut cuma untuk melampiaskan kecewa nya
Esther Lestari
yak ampun koq bisa ya Aundry ngomongnya enteng banget....pertemanan macam apa itu
Esther Lestari
waduh...
Esther Lestari
ceritanya seru....
Jeankoeh Tuuk
koq habiss
Jeankoeh Tuuk
good bye aja dech
Claudia
cerita bagus berisi nasehat di dalam ceritanya, saya suka
Foe_Layl
novelnya bagus,
bahasa santai dan alur yang baik membuat pembaca lebih mudah ngalir ke ceritanya,
berasa kita berada didekat tokohnya.
terima kasih,
tetap berkarya ya....
ria sufi
lanjutkan
Lela Raya
matur suwun kak ell cerita mu baguuuuuuuuus semua❤️mulai dari kluarga papa erick and family.trs jovia dan Doble A dan skrg Salma sabda dan odi jg Hugo...semua terthe best👍👍👍👍👍👍moga aku ttp bisa baca karya coretan kak ell di apk manapun.sehat selalu ya kak ell Ben ISO gawe karya yg always bagus💕💕💕💕
Eka Marliyani
di tunggu karya selanjutnya
Patonah Sry
kok end mbak
Moms Rafialhusaini 🌺
selamat buat mas Hugo dan mbak Ody akhirnya baby twins sudah lahir dengan selamat 🥰🥰
Moms Rafialhusaini 🌺
wow om Wildan kerennnn
Moms Rafialhusaini 🌺
Alhamdulillah semuanya sudah saling memaafkan berdamai dengan masa lalu
Moms Rafialhusaini 🌺
paket komplit ya mas Hugo 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!