NovelToon NovelToon
PAREWANGAN

PAREWANGAN

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Pusaka Ajaib / Horor / Tamat
Popularitas:564.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Ketika kekayaan harus ditebus dengan tumbal, apakah kau masih ingin menjadi kaya dengan cara instan???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAREWANGAN 28

Sebuah Ular besar berwarna hijau keluar dari mulutku.

Seketika aku langsung batuk-batuk hingga mengeluarkan darah.

Pak De buru-buru memberikan segelas air putih hangat kepadaku.

"Terimakasih,"

"Alhamdulilah udah keluar juga suaranya," ucap Pak De sumringah

"Sekarang semua ilmu hitam, dan lelembut yang ada di tubuhmu sudah berhasil dikeluarkan oleh ayahku. Insya Allah setelah ini kamu sudah bisa beraktivitas lagi seperti biasa," ucap Pak De Lingga

"Alhamdulillah," akhirnya aku lega karena sudah bisa beraktivitas lagi seperti sedia kala.

"Sekali lagi terimakasih Pak De,"

"Terimakasihnya bukan sama Pak De, tapi sama trio somplak yang sudah berhasil membawa kamu kembali dari alam baka,"

Seketika aku langsung menoleh kearah tiga pria yang duduk di depanku.

Ketiganya langsung kompak memasang wajah manis dengan jempol dan telunjuk yang di silangkan seperti di drakor.

"Sarangheeee!!" serunya kompak

"Terimakasih Om sudah menolong Fikri," ucapku kemudian bergegas menyalami mereka

"Sami-sami cah bagus," ucap seorang pria berambut panjang mengelus kepalaku

Kemudian akun beranjak ke pria kedua yang mirip dengan Anas. Ku cium punggung tangannya dan diapun mengusap kepalaku sama dengan pria sebelumnya.

Yang terakhir adalah pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Barra. Diantara mereka bertiga memang Barra yang terlihat berbeda lebih tampak dan elegan seperti seorang pangeran.

Namun ada yang aneh dari mereka bertiga, ketiganya memiliki tangan yang dingin seperti es.

"Jangan bengong Le," seru salah seorang dari mereka saat melihat ku termangu menatap Om Barra

"Gak usah iri sama wajah tampannya, kalau kamu mau aku bisa membuat mu lebih tampan dari dia!" celetuk Om yang mirip dengan Anas

"Paling pake susuk, inget azab Ran,"

"Gak usah Om, aku gak mau bernasib seperti ibu. Biar saja aku wajahku pas-pasan asal hidup aman dan tentram,"

"Cakeep,"

"Santai aja Fik, Om Rangga gak pakai susuk kok, ada cara lain membuatmu terlihat tampan dan menawan tanpa klenik dan benda-benda gaib,"

"Apaan tuh?" ucap semuanya penasaran

"Pakai skin care dong, biar glowing kaya artis korea," jawan Om Rangga

"Sue kirain apan,"

"Om, apa Fikri boleh tahu nama kalian?" tanyaku penasaran

"Oh tentu saja fikri, karena ada yang bilang tak kenal maka tak gampar, kuylah kita kenalan dulu. Dimulai dari gue Gilang tanpa Dirga kesatria dari singo sari, yang katanya sih titisan Ken Arok,"

Sebelah gue namanya Rangga gak ada hubungannya sama Rangga Azof meskipun wajah mereka hampir mirip. Tapi jangan kaget karena itu hasil editan ilmu hitam. Rangga ini kakeknya Anas. Selain sebagai seorang dukun milenial pekerjaan sambilannya adalah menggoda janda muda makanya hati-hati takut ibumu di goda juga sama dia,"

Seketika semuanya langsung tertawa mendengar candaan Om Gilang.

"Sembarangan lo Lang, mana ada gue godain janda yang ada juga mereka yang ngejar-ngejar gue," sahut Om Rangga

"Gak ingat lo kalau dulu pernah suka sama Rose jandanya Barra,"

"Ya ampun aku lupa, ikan hiu makan gulali, please deh masa lalu jangan di ungkit lagi," jawab Rangga

"Ikan ****** naik ke leher janda, gak kok bang cuma bercanda aja," jawab Gilang

"Makanan sudah datang!" seru Anas yang datang membawa satu kantong plastik nasi goreng.

"Silakan, dimakan," ucap Anas

Ia kemudian menuju ke dapur dan tak lama kembali dengan membawa tiga gelas kopi hitam.

"Kok Om bertiga gak makan?" tanyaku penasaran

"Kita lagi diet Fik," jawab Om Gilang

"Mereka tuh gak Boleh makan nasi Fik, soalnya kalau kena nasi kekuatan mereka bisa ilang," bisik Anas membuat ku mengangguk.

Selesai makan Anas menemaniku tidur di kamar, sedangkan Pak De Lingga dan ketiga Om Ganteng memilih menghabiskan malam dengan mengobrol di ruang tamu.

Malam ini benar-benar tenang, tak ku dengar lagi suara lesung ataupun makhluk halus yang datang mengganggu.

Pagi itu aku sengaja pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Ibu.

Saat aku datang aku lihat kondisi ibu sudah membaik hingga dokter memperbolehkan dia pulang. Kini ku lihat wajah ibu lebih segar tak pucat lagi. Dia juga sudah bisa bicara dan berjalan.

"Terimakasih ya Bik Sumi sudah merawat ibu selama aku sakit,"

"Sama-sama fik," jawab Bik Sumi

Setibanya di rumah aku merasa kaget karena Anas sudah membersihkan rumahku bersama Pak De Lingga.

Yang lebih mengejutkan lagi saat memasuki kamar ibu tak ku lihat lagi cermin keramat yang sudah banyak memakan tumbal.

"Dimana cermin itu?" tanyaku penasaran

"Dibawa sama Eyang ku," jawab Anas

Aku merasa khawatir dengan keselamatan Om Rangga saat Anas memberitahukan jika dia membawa cermin di kamarku.

"Semoga tidak terjadi sesuatu kepada eyang mu Nas,"

"Santai saja tak akan terjadi apapun pada makhluk gaib sepertinya," jawab Anas membuat ku melotot

"Makhluk gaib??. Apa maksudmu??" tanyaku penasaran

Anas hanya tersenyum sambil menepuk pundakku.

"Lupain aja,"

Ku lihat ada raut wajah kecewa saat ibu memasuki kamarnya.

Ia langsung menatap sedih kearah cermin itu biasa tergantung.

"Siapa yang merubah kamarku?" tanyanya dengan raut wajah kesal

"Saya Mbak Yu," jawab pak De Lingga

"Dimana cermin milikku??" tanyanya menatap nanar Pak De Lingga

"Aku sudah menghancurkannya,"

*Plaakkk!

"Lancang sekali!" seru Ibu menampar wajah Pak De Lingga membuat aku tak enak hati padanya

"Harusnya kamu meminta izin dulu padaku sebelum menghancurkannya Bangs*t. Apa kamu akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padaku!" hardik ibu membuat aku langsung menghampirinya dan menenangkan ibu

"Jangan ikut campur kamu Fik!" hardiknya sambil mendorongku

Hampir saja aku terjatuh beruntung ada Anas yang langsung menangkap ku.

Saat aku ingin menjelaskan sesuatu kepada Ibu, Pak De Lingga memberikan isyarat padaku untuk membiarkan ibuku.

Aku sampai malu sendiri melihat Ibu yang terus memaki Pak De Lingga, padahal ia sudah menyelamatkannya hingga ia bisa bicara dan jalan lagi.

Setelah puas memaki Pak De Lingga, Ibu langsung berlari menuju ke belakang rumah.

Aku dan Anas bergegas mengikutinya. Sementara Pak De Lingga terlihat begitu santai, bahkan tak mengejar Ibuku.

Ibu langsung memeriksa lesung yang ditutup kain berwarna hitam.

"Awas aja kalau ada yang berani menyentuhnya, tak pateni ( tak bunuh)!" seru Ibu dengan mata memerah.

"Kamu juga fik, gak usah ikut campur urusan ibu kalau mau selamat!" ucap Ibu

Setelah mengecek Lesung Ibu juga mengecek gudang yang ada di sebelahnya. Ia kemudian keluar dari gudang dengan membawa koper usang yang aku tahu isinya semua pakaian berwarna hijau.

Saat kembali masuk ke dalam rumah, ku lihat Pak De Lingga tampak menikmati secangkir kopi hitam di ruang tamu.

Entah kenapa Ibu seperti ketakutan saat melihatnya, padahal ia belum lama memarahinya.

1
Vii Vexlyn
𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗃𝖺𝖽𝗂𝗇𝗒𝖺 😅
Sulis Wati
anaknya bloon bgt
Roslaini Simbolon
Lumayan
❄️ Syifa ❄️
Luar biasa
🥀princes_novel❤️🥀
wah udh tamat aja ya Thor🥺🥺masih kangen trio somplak TPI otw skrg yg next tentu a🤭🤭🤭
🥀princes_novel❤️🥀
dasar trio somplak bisa2 a canda disaat genting🤣🤣tapi itu yg dirindukan baca novel trio somplak yg bikin ngakak terus...
🥀princes_novel❤️🥀
🤣🤣🤣🤣rindu x dg trio somplak barra,Rangga dan lingga terimakasih Thor udh buat cerita mrka lagi rindu x dg kekonyolan mereka sukses slalu author sayang🥰🥰🥰
🥀princes_novel❤️🥀
om barra rindu x sama om barra yg bucin😘😘😘
Nasywa Humaira Zidny
dukun milenial jadi di panggil daddy
Dina Alesha
kangeun banget sama trio somplak....seneng banget pas ada dsini
Neni yulianti
bukannya anas anak abu musa ya
kok berubah jadi anak pakde lingga
Abi Zar
seru bangets thor
Abi Zar
keren Thor lanjut
Al Fatih
ceritamu lho kak,, bikin penasaran, hingga harus ngebut bacanya,, biar tenang tidurq....
Al Fatih
wah,, om barra sdh datang yeeeeee,, ow skrg Mbah yaa,, kan sdh d generasinya Anas 🤭
❤️‍🔥ℝ❤️‍🔥
meskipun bca typonya aq maklumin 😁
❤️‍🔥ℝ❤️‍🔥
aku bru bca krya mu lgi thor dh lma..
rendra rinaldi
gimana ya
bahasa ceritanya terlalu easy going, agak serampangan menjurus kasar untuk in-out nya.
alangkah baiknya jika bahasanya dibuat sedikit baku, kalau pun pakai tradisi / adat / mitologi / bahasa ke jawen, dibuat ke Jawa sekalian, jangan terlalu pake bahasa anak gaul sekarang, jadi ilfeel
cekap semanten
menawi lepat, nyuwun pangapunten
rendra rinaldi
kebanyakan spin off, nih novel
rendra rinaldi
namanya terlalu kebaratan, Sofia, mayah e dijenengi ningrum, opo marjinah ae
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!