NovelToon NovelToon
BISULAN (Bima Sultan Andaksa)

BISULAN (Bima Sultan Andaksa)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Tamat
Popularitas:435.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rita Tatha

Sultan sudah dijodohkan sejak kecil dengan Nabila oleh sang mama. Namun, Sultan menolak dengan tegas karena ia tidak mencintai Nabila. Lagi pula, ada wanita lain yang sudah mengisi hatinya.

Akan tetapi, keputusan itu sudahlah bulat. Hingga akhirnya Sultan melakukan segala cara untuk membuat Nabila pergi jauh darinya.

Sanggupkah Sultan membuat Nabila pergi? Atau justru dirinya yang menjadi terpikat dengan wanita itu?

Kisah ini merupakan Kisah Baby Bisul, putra pertama Kurap dan Panu.
Jadi, jangan sampai kalian melewatkan 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisul 28

Ariel mengantar Nabila sampai ke rumah. Namun, setibanya di sana suasana di rumah itu masih terlihat sepi. Nabila mendes*h kasar ketika belum melihat mobil suaminya terparkir di halaman. Itu artinya, lelaki tersebut belum pulang.

Sultan benar-benar betah jika berkencan dengan Hanum. Sementara jika dengan Nabila, lelaki itu selalu saja mencari masalah. 

"Ke mana Sultan? Dia belum pulang juga?" tanya Ariel karena tidak melihat keberadaan lelaki itu. 

"Sepertinya iya. Mungkin belum selesai membahas soal kerjasama." Nabila berbohong. Ia memang tidak bilang kepada Ariel kalau Sultan menemui Hanum, dan bahkan Nabila masih menutup rapat informasi tentang Hanum yang merupakan wanita kesayangan Sultan. 

Ia tidak mau jika hal itu menjadi masalah nantinya. Namun, Nabila tidak tahu kalau Ariel sudah mengetahui semua kebenarannya. Ariel hanya sedang menunggu waktu, kapan Nabila ataupun Sultan berkata dengan jujur. 

"Gue turun dulu, Riel. Mau tidur. Kepala gue pusing banget." Nabila hendak membuka pintu mobil, tetapi Ariel menahan dengan segera.

"Na, lu harus ingat. Begitu sampai rumah langsung minum obat ini. Jangan sampai demammu makin tinggi. Jangan banyak pikiran, jangan telat makan dan jangan ...."

"Jangan-jangan samakan aku dengan dirinya."

Ariel mendengkus kasar karena Nabila justru bercanda. Memotong ucapannya dan meneruskan dengan lirik lagu. Melihat wajah kesal sahabatnya, membuat Nabila tergelak sangat keras.

"Iya, Riel. Gue bakal turuti semua kemauan lu itu. Lagian, gue cuma masuk angin. Jadi, jangan cemas seperti itu," kata Nabila. Ia tertawa meledek.

"Jangan mulai nyebelin. Dah, sana langsung masuk rumah. Gue pulang dulu. Jangan kangen." Giliran Ariel yang terkekeh.

"Ogah amat kangen sama palyboy cap jempol kayak lu. Iya kalau jempol gajah gede. Lah, lu ... jempol kutu kupret." 

"Asem lu, Na." 

"Dah, gue turun. Bye-bye, Gevariel jelek!" 

Nabila segera turun sebelum Ariel menjewer telinganya. Setelah itu,  ia pun melambaikan tangan dan masuk ke rumah dengan segera. Meninggalkan Ariel yang masih di dalam mobil. Bukannya tidak menyuruh Ariel masuk, tetapi Nabila ingin segera tidur karena kepalanya benar-benar berdenyut sakit. 

"Hah! Gue enggak akan pernah rela kalau sampai Sultan nyakitin elu, Na. Kalau sampai hal itu terjadi, gue bakal bikin perhitungan sama dia," gumam Ariel sebelum akhirnya memilih melajukan mobilnya pergi dari sana.

***

Nabila langsung masuk kamar dan menyuruh Mbok Iyah—pelayan di rumah Arga yang sekarang pindah ke rumah Nabila sesuai perintah lelaki itu—untuk membuatkan teh hangat untuknya.

Setelahnya, Nabila pun segera tidur karena kepalanya mulai terasa pusing lagi, perutnya pun sedikit nyeri karena beberapa hari ini, ia terlambat makan. Nabila benar-benar kehilangan selera makan seharian ini. Tidak menunggu waktu lama, Nabila pun tertidur lelap karena rasa kantuk yang mendera setelah meminum obat.

Ketika Nabila sedang tertidur sangat lelap, Sultan pulang dan tidak sabar langsung menuju ke kamar. Ia makin merasa geram ketika melihat Nabila yang sedang tertidur lelap. Terlihat sangat tidak berdosa sama sekali bagi Sultan. 

"Bangun, Na!" bentak Sultan sambil menepuk pipi Nabila. "Bangun, Kadal!" Sultan mengeraskan tepukannya. 

Nabila yang terkejut mendengar bentakan Sultan pun, langsung membuka mata. Namun, ia kembali memejamkan mata ketika merasakan pusing yang sangat hebat akibat bangun dengan tiba-tiba. Semuanya terasa berputar-putar. 

"Na! Gue enggak nyangka lu bakal ngelanggar janji lu!" Suara Sultan masih meninggi. "Tapi, apa! Mulut lu emang sialan!"

Nabila terdiam sambil memijat pelipisnya. Bentakan Sultan membuat kepalanya makin terasa pusing, tetapi Nabila berusaha menatap Sultan yang terlihat dipenuhi amarah.

"Apa maksudmu, Sul? Gue enggak tahu," kata Nabila lirih.

"Jangan berlagak lemah dan seolah jadi korban, Na! Lu 'kan yang bilang ke Hanum kalau kita udah menikah? Lu tahu, Hanum nyuruh gue pergi dari hidupnya hanya karena obsesi lu buat miliki gue itu! Padahal lu sendiri yang bilang bakal bantu gue dekat dengan Hanum, tapi apa! Lu emang pengecut dan pecundang!"

Bak tersayat belati yang sangat tajam, hati Nabila terasa hampir remuk redam. Mendengar tuduhan Sultan saja sudah membuat Nabila sakit hati, apalagi mendengar setiap umpatan yang menyakitkan dari lelaki itu. Baru kali ini, Nabila mendapat bentakan dan umpatan dalam waktu yang bersamaan karena sejak dulu, sang papa tidak pernah membentaknya ketika marah. 

"Gue enggak pernah bilang begitu kepada Hanum. Bahkan, gue ketemu Hanum terakhir kali saat dia datang ke kantor waktu itu.  Sumpah, Sul." Nabila menunjukkan dua jari tanda 'suwer'.

"Halah, bulshit! Jangan pura-pura gitu, Na! Gue tahu kalau lu yang ngomong ke dia. Kalau bukan lu, siapa lagi? Cuma lu yang tahu soal Hanum! Lu emang brengsek, Na!" bentaknya lagi.

Nabila memejamkan mata yang mulai terasa panas. Bahkan, air mata sudah membanjir dari kedua sudut matanya. Rasa pusing yang sedang ia rasakan, tidak sebanding dengan rasa sakit hati atas tuduhan dan ucapan Sultan.

"Jangan nangis! Semua karena lu! Tahu bakal gini, gue enggak akan sudi nikah sama lu! Lu sangat berbeda dengan Hanum!" Sungguh, Sultan kehilangan kendali hingga tidak menyadari jika ucapannya sudah membuat Nabila merasa sangat sakit.

"Maafin gue, Sul." Hanya itu kalimat yang terucap dari sela isak tangis Nabila. Bibir wanita itu mendadak kaku dan tidak bisa berbicara apa pun lagi.

"Gue ngebebasin lu pergi sama Ariel, tapi apa? Lu malah buat gue jauh dari Hanum. Na ... kata maaf lu enggak akan ngembaliin semua seperti semula. Hanum udah nyuruh gue pergi dari hidup dia. Puas lu! Ha! Puas!"

Nabila tidak menjawab. Hanya terus menangis dan menunduk dalam. Ia tidak mampu jika harus bertatapan dengan Sultan yang sedang dipenuhi amarah seperti ini.

"Aargghh!! Sialan!" Sultan memukul tembok untuk meluapkan amarahnya. Sebelum akhirnya ia pergi dari rumah tersebut menuju ke apartemen. Ia tidak mau tinggal seatap dengan Nabila untuk beberapa saat ini.

Tangis Nabila pecah. Hatinya benar-benar merasa sangat sakit. Seperti ada dentuman keras yang membuat hatinya patah bahkan hancur lebur dan bersisa. Nabila tahu, percuma ia menjelaskan semuanya kepada Sultan. Lelaki itu tidak mungkin mau mendengarkan ucapannya saat sedang emosi seperti ini.

Maka dari itu, yang bisa dilakukan Nabila saat ini hanyalah menangis dan menangis.

Ya Tuhan, kenapa semua harus sesakit ini? Apakah ini jawaban untukku bahwa aku tidak akan mungkin bersama Sultan. Meskipun aku sudah memaksa. Meskipun aku menikah dengannya untuk mengikatnya. Namun, semua percuma. Aku tidak bisa merebut hatinya yang jelas bukan untukku.

Katakan padaku, haruskah aku menyerah sekarang? Daripada memaksa bersama, tapi hanya saling melukai. Aku tahu, obsesiku terlalu tinggi.

Papa ... mama ... aku ingin berteriak keras bahwa hatiku sakit. Bahkan, sangat sakit sekali! 

1
Arin
/Heart/
Rita Juwita
luar biasa...
Nur Rofikoh
nabila benar benar kayak. zaenab...
Nur Rofikoh
bisul jangan jahal. sama kadal...
Herlina Anggana
inget dulu papanya Jeje dan mama mu liburan 1 Minggu tidur di kamar yang sama meskipun beda kasur... tapi Gatra ttep gak move on dari kurap,kan kasian zeti
Herlina Anggana
kadal bisulan dah punya buntut
Herlina Anggana
masih berat di Hanum aja hatinya, begitu penat baru inget kadal 🥴.... kawatir Ama kadal juga karena takut Ama ortunya...
Herlina Anggana
berati ini bisul tu cintanya habis di Hanum demi menuruti keinginan orang yg dia cintai dia rela kembali dengan istri ya dan berusaha menerima istrinya urusan cinta nyusul gitu ....
Herlina Anggana
move on jalur ilfil sih cpet sembuhnya
S
judulnya woyyy 🤣
Lee 0893
astogeeeee ,, w rasa si Nesya yg pantes jd ank ny Agnes ,, tingkah ny sama ,, yg sbar yx je ,, 🤣🤣
Lee 0893
bang bisul kebakaran jenglottt ,, uupppss jenggot maksud ny ,,
mau d panggilin damkar gx bang ,,
🤣🤣🤣
Lee 0893
bawang gratis ,, bawang gratiss/Sob//Sob/
Lee 0893
gunakan waktu mu sebaik mungkin mas sultan ,, sebelum Dy menyerah karena lelah ,,
Lee 0893
waah ni kyaknya ank2 4sekawan somplak bibit unggul semua ,,

awas sul nanti di tuking si Ariel Bru nyesel km ,, 😄
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
yah kurang seru dikit thor, hrse dibikin nabila pergi dl biar si bisul ngerasa kehilangan, hrsnya ortu mereka ngumpetin nabila biar si bisul bingung nyari
Betri Betmawati
aku JD nangis bombai baca nya, tulis bgt cinta Nabila buat lu sul, jgn lu sia2 kn, lu ngk kn dpt lg kyk bgtu
Betri Betmawati
kenapa sikurap mksa bgt anak nikah SM Nabila, jatuh egois bgt orang tua nya
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Ariel mengingatkanku dengan Gatra dulunya yang cinta mati ke Rasya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!